
" ntar malem jalan yuk, mumpung aku disini" ajak Reno
"ya nggak bisa dong kak, aku kan nanti masih di sini, " jawab Nabila.
"iya juga sih yaudah nanti malem aku disini aja" jawab Reno Nabila pun mengangguk.
" nanti kalo udah sepi aku kesini lagi ya, nggak enak sama yang lain" pamit Nabila Reno pun mengangguk,.
"kakak mau minum apa?"
"apa aja, "
"yaudah, tunggu bentar ya" Nabila pun pergi.
" Aulia .... ternyata kamu mulai jauhin kakak ya" gumam Reno setelah kepergian Nabila.
ya tadi reno sangat merasa bahwa Aulia sudah mulai menjauhinya dan tidak nyaman saat di peluk nya.
.
.,
"Reno ngapain sih kesini yang?" tanya Naufal saat sudah selesai sholat. Aulia mengendikkan bahunya.
"nggak tau, kata Nabila sih pengen Dateng ke opening cafe mas" jawab Aulia
"Dateng nya sih nggak masalah, kenapa musti cium-cium kamu sih?" kesal Naufal
"kamu cemburu ya???" Aulia tersenyum merangkul pinggang suaminya dengan kedua tangannya dari hadapan Naufal.
"jelas lah, siapa yang nggak cemburu kalo istri nya dicium cowok lain?" ujar Naufal yang memang benar-benar kesal.
__ADS_1
" ya mau gimana lagi mas, tadi kan kamu tau sendiri aku udah nolak, tapi kak Reno nya yang main nyosor aja" jawab Aulia
"lain kali tolak baik-baik "
"kamu kan tadi di situ, kenapa nggak kamu aja yang bilang " Aulia lama-lama kesal sendiri karena suaminya seakan menyalahkannya, ia pun melepas tangannya lalu menjauh dari Naufal dan memakai kerudungnya kembali. Naufal terdiam ia tidak bisa menjawab pertanyaan Aulia, sebenarnya bisa saja ia tadi melarang Reno mencium istrinya, tapi ia takut di kira menjauhkan Aulia dari keluarga nya yang bagaimana pun juga Aulia sudah dari kecil bersama Reno.
"maaf sayang, tapi mas cuma pengen biar dia nggak se enaknya sentuh-sentuh kamu" Naufal menghampiri istrinya yang berdiri di depan cermin yang menempel di tembok.
" kamu kira aku nyaman di cium gitu sama kak Reno mas? aku juga nggak nyaman asal kamu tau apalagi setelah tau kalo kak Reno bukan saudara kandung ku di tambah aku juga udah punya suami, tapi aku takut dia ngira kalo aku mutusin hubungan keluarga sama dia, aku nggak mau ada pertengkaran lagi mas, kalau emang kamu mau kamu aja yang ngomong " sungut Aulia.
"yaudah sayang, nanti kalo di dia ulangin lagi biar mas yang ngomong " kata Naufal, Aulia pun mengangguk setuju dengan ucapan suaminya.
" kok pake jilbab sih? nggak mau disini aja? istirahat disini aja sayang, apa mau pulang aja?" tawar Naufal.
"emang nggak papa di tinggal cafe nya mas??"
"kan banyak orang sayang, ada Sam sama yang lain, nggak papa tenang aja"
" Lia mau pulang aja, ntar sore balik lagi" ujar Aulia, Naufal pun mengangguk, tetapi Aulia teringat akan Reno.
"ya tinggal pamit aja sayang, kalo mau istirahat suruh istirahat di mess nya anak-anak, Kalau mau ajak pulang ya ajak aja" jelas naufal.
setelah menemui Reno ternyata Reno mau istirahat di mess karyawan jadi Aulia dan Naufal pulang berdua.
sampai rumah Aulia langsung istirahat di kamar nya sedangkan Naufal masih ada urusan di sekolah, karena ia tadi juga tidak masuk mengajar.
sore hari sebelum mereka berangkat lagi ke cafe Aulia dan Naufal pun sedang berunding mencari orang yang akan mereka jadikan manager untuk mengatur cafe, karena Naufal dan Aulia sendiri tidak mungkin mengurus karena mereka pun memiliki kesibukan yang lumayan padat, meskipun Aulia hanya di rumah ia juga harus mengecek laporan cafe dan resto nya yang lainnya, belum lagi keadaan nya yang masih hamil harus banyak-banyak istirahat.
"gimana kalo pak affan mas? kayaknya dia pinter deh ngurus-ngurusin beginian"
"kayak nya nggak deh yang, pak Affan udah ngurusin banyak, dia ngajar juga sama kayak aku di Mts sama MA, terus Madin, belum lagi ngurusin keuangan yayasan" jelas Naufal.
__ADS_1
"terus gimana, kamu ada ide nggak?" tanya Aulia
"gimana kalo Hasan yang? dia pinter, kesibukannya sekarang ya kuliah sih, sama kadang-kadang ikut ngajar Madin, menurutku dia cocok nggak gaptek juga anak nya pengetahuan nya luas"
"tapi pengalamannya belum ada mas"
"ya kan tinggal di ajarin aja sayang, kamu yang ajarin" Aulia pun berpikir sebentar.
" yaudah deh boleh, kamu juga kayak nya udah percaya banget sama dia, emang besty nya sih" akhirnya Aulia setuju dengan pilihan suaminya.
"hehehe, bukannya gitu yang, soalnya kan udah kenal dia dari lama, apalagi dia ada apa-apa cerita sama aku, jadi ikut-ikutan deh aku ada apa-apa cerita nya ya ke dia juga"
"yaudah-yaudah, gimana kalo kita ajak sekarang aja, biar dia cepet belajar nya" Naufal mengangguk
"mas keluarin mobil sama panggil dia dulu ya sayang, mas tunggu kamu di luar, siap-siap gih" perintah Naufal Aulia pun mengangguk dan segera bersiap-siap.
sedangkan Hasan masih bingung karena Gus Naufal mengajak nya keluar tanpa memberi tahu kemana mereka akan pergi.
dan yang semakin membuat nya bingung tiba-tiba Aulia pun keluar juga ikut bersama, karena kadang biasa nya jika Gus Naufal ingin mengajaknya pergi ya hanya pergi berdua saja atau kadang Hasan sering di mintai tolong oleh Naufal.
setelah sama-sama masuk mobil Hasan pun masih tidak berani menanyakan pada Gus nya, karena seorang murid bagi Hasan tugasnya hanya patuh pada guru tanpa banyak bertanya.
tidak lama perjalanan nya ternyata Hasan di bawa ke cafe milik Gus nya yang baru buka, memang Hasan sering lihat pembangunan cafe nya saat ia setiap kali latihan bola di lapangan dan ternyata baru buka sekarang.
setelah itu Hasan langsung di ajak masuk ke ruangan Aulia.
"Hasan, maaf tadi kita belum sempat memberitahu maksud dan tujuan kita bawa kamu kesini" Aulia mulai bicara setelah Hasan duduk di sofa di sebelah Naufal.
" iya Ning, kalau boleh tau ada apa ya?"
" saya mau menawarkan posisi manager buat kamu di cafe ini, gimana? tertarik nggak?" tanya Aulia membuat Hasan terkejut.
__ADS_1
" hah... serius Ning?" tanya Hasan
"iya, saya sama mas Naufal nggak bisa ngerangkap disini, kerjaan saya ngecek-ngecek resto sama cafe yang lain dan kedepannya tambah cafe ini juga, apalagi mas Naufal kamu tau sendiri juga sibuk, kita nggak bisa handle semuanya, dan kita butuh bantuan kamu" jelas Aulia, Hasan menoleh menatap Naufal, Naufal mengangguk menegaskan apa yang istrinya ucapkan.