Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 88


__ADS_3

pagi harinya entah setan apa yang merasuki, Aulia tiba-tiba merengek minta ikut ke sekolah dengan alasan hanya ingin menemani Naufal di ruangannya.


"ayolah mas... boleh ya??"


"sayang... masa' ngintilin mas ngajar sih?? kan malu kalau dilihat anak-anak"


"nggak ikut ke kelas kok mas.. aku cuma nunggu di ruangan kamu masa' nggak boleh sih"


"bukannya nggak boleh sayang, kan malu kalau di lihat yang lain"


"kok malu sih??? mas malu aku jadi istri mas??" Aulia semakin emosi.


"enggak... bukan ..."


"ihhh ... ya udah kalau gitu aku pulang aja ke rumah ibu" aulia pura-pura ngambek menelungkup kan tubuhnya di atas ranjang, Naufal menarik nafas lalu menghampiri Aulia punggung nya sudah bergetar Naufal yakin pasti sedang menangis.


"sayang, maafin mas ya, bukan malu gitu maksud mas, tapi yaudah deh Ayok kalau mau ikut" Aulia langsung duduk terlukis sempurna senyuman nya bahkan matanya benar-benar kering jadi Aulia tidak benar-benar menangis.


"terimakasih sayangku" Aulia mencium seluruh wajah Rey dan yang terakhir mengecup bibir suaminya sejenak.


"love you sayang" bisik Aulia tangannya yang nakal meremas batang Naufal di sela ************ Naufal di balik celana bahan yang di pakai naufal membuat Naufal membulatkan matanya karena kaget.


"nakal ya..." teriak Naufal kala Aulia berlari menjauhinya sambil tertawa. Aulia menuju depan lemari mengganti bajunya dengan baju yang sudah Aulia pilih semalam karena memang Nia sudah mempersiapkan nya dari tadi malam sebelum tidur.


"loh Aulia mau kemana nak??" tanya umi karena heran Aulia pagi-pagi sudah siap pergi.


"mau ikut ke sekolah mik" jawab Aulia jujur dengan duduk di kursi meja makan.


"ngapain nak??"


"tau tuh mik, katanya pengen nemenin aku kerja, padahal kan biasanya nggak pernah di temenin ya mik??" gerutu Naufal.


"dulu kan belum ada yang tau kalau aku istri mas, sekarang kan udah umum masa' nggak boleh sih?? yakan mik??" tanya Nia menembak pertanyaan pada umi.

__ADS_1


"ee .. i..iya nak, bolehin dong fal" pinta umi, sebenarnya umi sedikit tidak setuju tapi ia juga memikirkan Aulia pasti ia bosan lama-lama di rumah tidak ada kegiatan.


"yaudah sarapan dulu yuk" ajak umi merekapun mulai sarapan.


selesai makan Aulia dan Naufal berangkat dengan menggunakan motor naufal yang biasa ia bawa ke sekolah.


seperti yang di duga Naufal semua murid-murid serta guru-guru banyak yang heran Aulia ikut datang bersamanya ke sekolah, Naufal mengajak Aulia ke ruangannya, jam pertama naufal meninggalkan Aulia sendirian karena memang Naufal sedang ada jam pelajaran.


Aulia menunggu di sofa dengan memainkan ponselnya.


"assalamualaikum pak Naufal " Bu Alika masuk ke ruangan Naufal tapi setelah masuk ia baru menyadari di ruangan Naufal ada Aulia, muridnya serta istri lelaki incarannya.


"waalaikumsalam" jawab Aulia langsung berdiri.


"loh kok kamu sih?" tanya Bu Alika ketus.


"emang kenapa kalau ada saya Bu? kan ini ruangan suami saya dan saya istrinya, ada masalah???" tanya Aulia dengan mencoba tetap tenang tidak terpancing emosi apapun.


"nggak sih biasa aja" Bu Alika membuang muka.


"sekarang kan jam pelajaran, ya lagi ngajar lah, emang ibu ngapain waktunya jam pelajaran kok cari suami saya?" tanya Aulia.


"biasa aja kenapa sih? kamu kalo ngomong sama saya kok kayak nggak ada sopan-sopannya kamu, nggak pernah di ajarin ya?" sewot Bu Alika bukannya menjawab pertanyaan Aulia.


"saya biasa aja tuh" Aulia mendudukkan kembali bokongnya di sofa.


"saya mau balikin uang pak Naufal, kemarin dia kasih saya karena saya dapetin buah yang katanya dia pengen" Bu Alika menaruh di meja kerja Naufal dua lembar uang kertas berwarna merah.


"kok di balikin? suami saya kan bilang kalau itu udah beli, dia nggak minta kok" jawab Aulia yang masih terduduk.


"saya nggak mau di bayar dengan uang tuh, gimana dong?" Aulia mengerti keningnya.


"lhoh ada Bu Alika? ada apa ya? " Naufal baru masuk melihat istrinya duduk di sofa dan Bu Alika di depan meja kerjanya.

__ADS_1


"mas... sini" panggil Aulia dengan suara manja, Naufal pun menurut duduk di samping Aulia.


"maaf Bu Alika, kalau ada yang perlu di bicarakan mari duduk Bu" Bu Alika pun mengambil uang yang tadi di taruh nya di meja kerjanya Naufal lalu duduk di depan Naufal yang di tempeli istrinya karena Aulia memeluk tangan Naufal erat.


"ini pak saya kembalikan uang nya, saya ikhlas kok nggak apa-apa" Bu Alika menjelaskan.


"oh, uang buah kemarin itu ya, kan saya udah bilang mau beli Bu, nggak apa-apa saya memang berniat membeli karena istri saya ngidam banget itu dari kemarin" Naufal menolak uang nya.


"kurang kali mas, tambahin lagi aja uangnya " kata Aulia.


"alih-alih mau balikin duit, sebenarnya cuma mau cari kesempatan ngobrol sama mas Naufal berdua disini kan" batin Aulia.


"kurang Bu? saya tambahin ya, berapa?" tanya Naufal yang tidak tau harga buahnya. Bu Alika menggeleng.


"enggak kok ini lebih dari cukup nn" kata Bu Alika melirik tangan Aulia yang menuntun tangan Naufal mengusap-usap perutnya sambil tersenyum.


"yaudah di terima ya Bu, nanti istri saya sedih di kira saya nggak mau usahain buat anak kita" jelas Naufal, Bu Alika pun kikuk dengan terpaksa ia mengangguk lalu permisi keluar, hatinya panas sekali, bisa-bisanya laki-laki yang di incarnya dari dulu malah jatuh ke pelukan muridnya yang belagu dan tidak ia senangi.


setelah Bu Alika pergi Aulia melepaskan tangan nya di lengan Naufal sambil cemberut.


"loh kok cemberut sih sayang?? kenapa??" tanya Naufal yang heran dengan sikap Aulia.


"kok mas nggak bilang dari kemarin sih kalo buah itu dari si Bu alika??" kesal Aulia.


"loh emang harus bilang ya?? bukannya yang penting dapet ya? lagian mas juga bayar kok nggak cuma ambil buah nya" jelas Naufal.


"ya harus lah, kalau tau dari dia nggak bakal aku makan"


"jangan gitu dong sayang, masa' nolak rejeki? apalagi kamu udah ngidam banget" tanya Naufal.


"bukannya nolak rejeki, tapi itu jadi kesempatan buat Bu Alika deketin kamu" kesal Nia karena suaminya agak lemot soal begini.


"yaudah mas minta maaf kalau gitu, lain kali nggak bakal gitu lagi"

__ADS_1


"ya harus, pokoknya nggak boleh kayak gitu lagi" Naufal mengangguk patuh lalu memeluk tubuh istrinya yang sedang berbadan dua itu lalu setelah memeluk Aulia Naufal mencium perut istrinya mengusap-usap nya lembut sambil membacakan do'a-do'a untuk anak nya.


"assalamualaikum, ehh.. maaf ganggu ya" pak affan yang awalnya mau ke ruangan Naufal pun tidak jadi melihat Naufal sedang mencium perut istrinya serta memeluk Aulia.


__ADS_2