
"nggak kok pak, masuk aja " Naufal meminta pak affan masuk lalu Naufal melepaskan pelukannya dan duduk di bangku meja kerja nya, pak affan duduk di sebrang meja, sedangkan Aulia masih di posisinya semula duduk di sofa.
"ternyata benar-benar bosen" batin Aulia ia pun hanya menunggu dengan memainkan ponselnya. pukul 1 siang Aulia dan Naufal pulang ke rumah.
hari Senin siang Aulia dan Naufal bersama-sama menuju lahan yang akan mereka bangun, dan di temani beberapa tukang mereka mulai mengukur dan mempersiapkan pembangunan nya yang akan di mulai besok pagi, Aulia sudah tidak sabar ingin cafe nya segera buka.
malam harinya seluruh murid Madin di kosongkan pelajarannya karena di minta berkumpul di aula untuk mendoakan proses pembangunan yang mulai di laksanakan besok pagi, Aulia dan Naufal sengaja memesan ratusan nasi kotak dan cemilan yang akan di bagikan kepada seluruh murid.
setelah selesai berdoa dan shalat isya berjamaah semua murid pun di perbolehkan pulang.
Aulia dan beberapa santri pondok pesantren membersihkan sisa-sisa gelas air yang berserakan di aula, di tengah kegiatannya tiba-tiba ada seorang laki-laki tampan memakai baju Koko putih dan sarung berwarna hitam lewat depan aula lalu masuk menuju dalam mungkin ingin bertemu seseorang, Aulia sekilas melihat mungkin orang yang di kenalnya tapi ternyata ia tidak mengenal sama sekali, saat Aulia melihat laki-laki itu ternyata dia juga melirik Aulia sontak membuat Aulia mengalihkan pandangannya.
pukul sembilan Aulia baru pulang dan langsung berganti baju dan berbaring di ranjangnya karena barusan ia ikut menyapu jadi punggungnya kumat lagi sakitnya.
"assalamualaikum" salam Naufal yang baru datang Aulia langsung duduk mendengar suara suaminya.
"waalaikumsalam" Aulia menyambutnya Naufal lalu mencium tangan Naufal, Naufal pun memeluk tubuh Aulia dan diciumnya kedua pipi istrinya yang terakhir Naufal mengecup bibir Aulia lembut.
"mas ganti baju dulu ya sayang," Aulia mengangguk Naufal segera mengganti bajunya dengan cepat lalu ia segera naik keatas ranjang menemani istrinya tidur.
"kamu baru pulang sayang??" tanya Naufal saat baru naik ranjang
"ya sebelum kamu dikit " jawab Aulia menyandarkan kepalanya di bahu Naufal.
" tadi kan selesai nya jam 8, kok baru pulang???"
"iya mas tadi ikut bantu bersihin aula "
"jangan capek-capek sayang, kan ada santri yang lain"
"nggak enak mas, ntar dikirain aku males nggak mau bantu, lagian kan tadi acara kita juga"
__ADS_1
"yaudah tapi kamu gimana? ada yang sakit??" Aulia mengangguk dan tangannya menunjuk punggungnya, Naufal pun memijat lembut punggung Aulia.
"oiya tadi kok ada laki-laki yang nggak pernah aku lihat mas masuk ke dalem gerbang, kamu kenal nggak???" tanya Aulia
"nggak sih awalnya, tapi dia rekomendasi dari Pak Affan jadi guru baru di Madin" Aulia hanya manggut-manggut.
"ganteng nggak dia yang?" Naufal menanyakan pertanyaan konyol karena memang saat tadi berhadapan dengannya wajah laki-laki tadi sangat tampan, wajah putihnya mulus tanpa jerawat serta dengan kulit berwarna putih. Aulia mengerutkan keningnya.
"gantengan suamiku kemana-mana lah" Aulia mendongakkan kepalanya berhadapan dengan suaminya.
"masa' sih" Aulia mengangguk.
"apalagi kalau lagi di atas ku, kamu gantengnya maksimal, gaada yang bisa ngalahin" Aulia mengedipkan matanya menggoda suaminya, Naufal pun membulatkan matanya lalu tersenyum, istrinya ini kalau urusan menggoda nya benar-benar selalu berhasil, ia pun menyambar bibir Aulia, mengecup lembut bibir istrinya.
"udah yuk tidur" ajak Aulia.
"ini pijet punggung kamu kan belum selesai?"
"udah, mas kan juga capek, aku udah ngantuk mas" Naufal pun mengangguk Aulia berbaring lalu Naufal mencium dan mengelus sebentar perut Aulia yang sudah keras dan sedikit mengembang.
"nggak deh mas, Disana malah lebih bosen, mending di rumah, ntar aku ke rumah kak Aisyah aja main sama rayyan" Naufal pun mengangguk mengizinkan.
setelah suaminya berangkat Aulia pamit pada umi jika akan ke rumah Fahri umi pun mengizinkan.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam" jawab Fahri serentak dengan tamunya yang sedang berbincang di sofa.
"kak Aisyah mana kak? rayyan udah bangun belum??"
"udah, bantuin jemur rayyan gih, kak Aisyah lagi buat minum" Aulia mengangguk dan langsung masuk, Aulia mengangguk sopan pada tamu kakaknya yang dimana orang yang sama dengan yang di bilang suaminya guru baru.
__ADS_1
tidak lama Aulia keluar lagi membawa rayyan ke teras dan duduk di kursi teras menjemur tubuh rayyan mumpung matahari pagi masih hangat.
setelah tamu Fahri pulang Aulia masuk kembali dan berbincang santai dengan Aisyah sambil menjaga rayyan. seharian ini Aulia sangat senang karena tidak hanya menunggu Naufal pulang dan diam saja di rumah.
suatu hari saat masuk kelas Madin Aulia melihat Zahra tidak semangat seperti biasa nya.
"kamu kenapa Zahra??" tanya Aulia pada Zahra yang wajahnya seperti menyimpan sesuatu.
"kak, aku...." bukannya menjawab Zahra malah menangis.
"kamu kenapa Ra? nggak di tengokin keluarga kamu? apa nggak ada uang jajan?" tanya Aulia saat Zahra memeluknya. Zahra menggeleng tidak bercerita apapun.
setelah lumayan tenang zahra masih belum bicara malah terkesan menghindari Aulia. membuat Aulia bingung bagaimana menghadapi Zahra, apalagi Zahra masih anak-anak. ingin sekali Aulia mengajak Zahra ke rumahnya agar Zahra bercerita dengan nyaman tapi ia masih menghargai Zahra mungkin ini privasinya dan ia tidak ingin menceritakan nya.
"kamu mikirin apa sayang?? kok nggak denger mas pulang??" tanya Naufal duduk di samping Aulia yang sedang duduk di sofa lantai dua. Aulia menoleh.
"eh.. baru Dateng mas.."
"assalamualaikum" Naufal tersenyum.
"waalaikumsalam mas" Aulia mencium tangan suaminya.
" mikirin apa sayang???"
"mikirin Zahra mas, dia tadi nangis tapi nggak kayak biasanya, dia nggak cerita sama sekali ke aku mas"
"mungkin dia emang nggak mau cerita sayang"
"nggak tau juga sih mas, tapi aneh aja, dia kayak takut gitu "
"besok kamu tanya lagi ya, takut kenapa-kenapa " Naufal ikut khawatir, Aulia mengangguk.
__ADS_1
"yaudah yuk tidur ke kamar" ajak Naufal.
"gendong mas" manja Aulia, Naufal tersenyum dan segera menggendong istrinya ala bridal lali mengecup bibir istrinya dan masuk ke kamar dan karena sudah tanggung Naufal sekalian meminta hak nya pada Aulia malam itu.