Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 63


__ADS_3

jam 12.10 suara deru motor Naufal terdengar memasuki gerbang pesantren, Aulia langsung duduk dari tidurannya di sofa.


tidak lama Naufal masuk ke dalam rumah nya.


"assalamualaikum " kebiasaan Naufal kalau sudah masuk rumah.


"waalaikumsalam "ibu dan umi menjawab.


Aulia hanya memandang Naufal dengan tatapan yang sulit dimengerti.


"akhirnya kamu pulang juga" ujar umi


"ada apa mi? kok kamu disini nggak istirahat di kamar aja sayang?" tanya Naufal.


Aulia segera bangkit dari sofa lalu menghampiri Naufal dan menarik tangan Naufal menuju tangga lantai dua tanpa berbicara apapun.


sampai kamar Aulia segera menutup pintu dan menjatuhkan tubuh Naufal di ranjang pelan, tapi justru membuat Naufal terkejut.


"sayang, kamu kenapa ?" tanya Naufal karena Aulia bersikap sangat aneh.


Aulia dengan tidak sabaran melepaskan sabuk suaminya lalu melepaskan pengait celana suaminya dan melepaskan resleting nya. Naufal yang melihat hanya melongo karena Aulia tidak biasanya seperti ini.


setelah berhasil melepas celana Naufal serta CD nya terlihatlah juni*r Naufal yang belum tegak tapi besar itu.


Aulia segera meng*lum nya dengan gerakan cepat serta mng*c*k dengan tangannya.


"ahh.. sayang... kamu... kenapa.." tanya Naufal dengan terengah-engah, tidak ada jawaban sama sekali dari mulut Aulia.


ia terus meng*l*m, menyes*p, bahkan menj*lat milik Naufal hingga tegak sempurna.


Naufal pun mengalah, ia menuruti kemauan Aulia yang sekarang ini sepertinya sangat ingin berhubungan badan. ia pun memuaskan Aulia sampai ia sendiri pelepasan.


Aulia membenamkan wajahnya di dada Naufal, ia menghirup aroma suaminya yang telah berkeringat tadi.


"sayang udah ya, kita mandi, mas tadi kan keringetan banget masa' ini kamu cium terus sih, kan bau keringet mas" ujar Naufal yang melihat Aulia tidak mau melepaskan pelukannya.


"nggak, keringet mas baunya enak kok, Aulia suka" ujar Aulia tak mau mengalah.


"sayang, emang kamu udah makan?" tanya Naufal mencari alasan lain, Aulia juga menggeleng.

__ADS_1


"tuhkan kamu belum makan, mas juga laper loh, tadi pulang-pulang langsung di ajak olahraga, kita juga belum sholat" ujar Naufal Aulia pun menarik wajahnya kemudian menatap Naufal.


"mas Naufal laper? maafin Lia ya mas" ucap Aulia sembari melepaskan pelukannya.


"nggak papa, sekarang kita mandi dulu ya, habis itu sholat terus makan siang" jelas Naufal dan Aulia pun mengangguk setuju


mereka berdua pun mandi, Naufal juga memandikan istrinya, kemudian sholat berjamaah lalu turun ke bawah.


umi menunggu di meja makan bersama ibu, mereka khawatir Aulia masih tidak mau makan jadi mereka akan mengawasi terus.


melihat Naufal dan Aulia sudah turun ke bawah ibu dan umi pun segera bangkit menggeser posisi duduknya agar Naufal dan Aulia bisa duduk bersebelahan.


"Aulia nggak apa-apa kan? " tanya umi karena melihat wajah Aulia semakin pucat.


Aulia menggeleng dengan tersenyum.


"nggak apa-apa kok umi" jawab Aulia


"yaudah sini duduk, Sekarang Naufal kan udah pulang, kamu harus mau makan ya nak " ujar ibu, Aulia pun mengangguk lalu duduk di bangku meja makan.


ibu pun menyiapkan nasi di piring Aulia sedangkan Naufal menyiapkan nasinya sendiri.


"mau di suapin mas naufal" ucap Aulia tiba-tiba membuat yang lain menatapnya.


"nak, suami kamu kan belum makan juga, pasti laper banget sekarang, makan sendiri ya atau mau di suapin ibu?" tanya ibu Mira dengan nada lembut, padahal di hatinya sudah gregetan "ada apa sih anakku ini " batinnya, karena dia kasihan dengan menantunya takut kesabarannya habis.


mata Aulia sudah berkaca-kaca siap terjun ke pipinya.


"yaudah Aulia nggak mau makan" kata Aulia mulai bangkit dari kursinya tapi buru-buru tangan Naufal memegang lengan Aulia menahan agar Aulia tidak pergi.


"sayang, kan mas belum bilang kalau mas nggak mau, duduk lagi ya, mas suapin" ujar lembut Naufal kemudian Aulia pun duduk, Naufal melihat air mata Aulia jatuh segera mengusap air mata istrinya.


Naufal pun mulai menyuapi Aulia makan, sedangkan umi menyuapi makan siang Naufal.


selesai makan Aulia pamit ke toilet sebentar karena ingin buang air kecil.


"nak, maafin tingkah Aulia yang akhir-akhir ini agak ngeselin ya, ibu juga nggak tau kenapa itu anak, maafin juga ya mbak" ucap Bu Mira karena tidak enak dengan umi dan Naufal.


"nggak papa kok buk, Naufal sabar kok apalagi Aulia kan istri naufal" jawab Naufal

__ADS_1


"iya mir, aku sih malah seneng, kayak nya anak kita udah hamil, terus dia ngidamnya pengen nempel sama suaminya terus" ujar umi sambil tersenyum.


"masa' iya ada sih mbak yang kayak gitu, aneh-aneh aja" tanya Bu Mira


"biasa nya sih ada mir, kamu nggak lihat itu leher Naufal udah kayak kena apa, merah-merah gitu, tadi kan waktu pulang nggak ada, habis di tarik ke kamar jadi kayak gitu" ujar umi menggoda anak nya yang sudah agak merah telinganya.


"maaf umi, tadi nggak sempet di tutupin" ujar Naufal sambil menutupi lehernya dengan tangan.


"ihh mbak, udah ah itu lihat anak kita malu-malu " ujar Bu Mira yang kasihan melihat Naufal salah tingkah tapi sambil tertawa.


"udah nggak papa kalau sama kita, tapi kalau keluar tutupin ya" ujar umi dan di angguki oleh Naufal.


Aulia kembali ke ruang makan setelah dari toilet.


"udah selesai nak?" tanya ibu Mira pada Aulia.


"udah buk" jawab Aulia.


"yaudah, ibu pamit pulang ya, udah lega karena kamu udah mau makan" ucap ibu pada Aulia kemudian Bu Mira pamit pada besan dan menantunya.


selesai makan Aulia mengajak Naufal kembali ke kamar karena Aulia ingin istirahat, Naufal pun menurut ia berbaring di ranjang memeluk istrinya dalam dekapannya.


"mas .." panggil Aulia


"iya sayang"


"maafin Aulia ya mas, hari ini nyusahin mas sama yang lain" ucapnya.


"iya nggak apa-apa sayang, tapi kedepannya harus bisa bedain ya kalau mas masih ada kesibukan jangan marah-marah " ujar Naufal


"maafin Aulia, Aulia salah mas, tapi Aulia juga nggak tau kenapa, Lia nggak mau jauh-jauh dari kamu" ujar Aulia dengan mata berkaca-kaca.


"udah nggak usah nangis ya, mas nggak kenapa-napa kok, mas nggak marah" ujar Naufal tidak enak karena Aulia sudah mau menangis. ia pun mencium pipi aulia


"udah ya, sekarang kamu istirahat dulu, pasti capek hari ini" ujar Naufal Aulia pun mengangguk.


"nyanyiin lagu dong mas, pengantar tidur gitu" pinta Aulia.


Naufal pun mulai melantunkan sholawat dengan pelan dan merdu, Aulia benar-benar terhipnotis dan tidak butuh waktu lama Aulia sudah tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2