
pagi hari Aulia yang akan kembali tidur setelah sholat subuhnya di kejutkan dengan suara umi di balik pintu kamarnya.
"Aulia... kamu udah bangun?? ini umi , bisa tolong buka sebentar Ndak?" tanya umi Fatimah seraya mengetuk pintu kamar Aulia.
Aulia yang memang baru aka tidur segera membukakan pintunya.
"ada apa ya umi, pagi-pagi gini udah kesini?" tanya Aulia
"ini nak, semalem Nauval kasih baju gamis buat ibu katanya dari kamu, benar dari kamu kan Lia?? " tanya umi
"iya mi, kemarin lagi lihat-lihat terus keinget umi" kata Aulia seraya tersenyum sopan.
"bagus banget Aulia, umi suka terimakasih ya nak" kata Bu Fatimah pada Aulia tulus dan memeluk Aulia.
"Alhamdulillah kalau umi suka" jawab Aulia membalas pelukan umi.
"nanti malem di pesantren ada acara, kamu datang ya nak" ajak umi pada Aulia dengan tujuan Aulia semakin dekat dengan Nauval.
"acara apa umi?" tanya Aulia
" acara kelulusan gitu untuk Madin, datang ya nanti kamu pasti suka" ucap umi penuh harap
melihat umi yang seperti memohon itu Aulia pun mengiyakan ajakan umi karena tidak tega.
setelah umi pulang Aulia yang ingin melanjutkan tidurnya lagi terasa tenggorokannya haus dan ingin minum air. diapun mengambil air minum di dapur dan melihat ke dalam kulkas untuk minum air dingin.
setelah minum Aulia melihat-lihat dapur ibunya yang kondisinya sudah buruk, dan juga temboknya gosong karena juga sepertinya sudah lama tidak di cat ulang, kompornya juga sepertinya sudah lama sekali dan rak-rak piring yang sudah usang.
karena sudah kepalang tanggung dan sudah tidak mengantuk Aulia melihat-lihat isi rumahnya ini dengan teliti, kayu-kayu diatasnya sudah mulai rapuh.
dirumah hanya tinggal Aulia, karena ibuk dan bapak sudah pergi ke sawah, sedangkan Fahri pagi-pagi sekali sudah pergi ke sekolah Mts entah mengapa seperti terburu-buru, mungkin banyak pekerjaan yang harus di selesaikan dulu pikir Aulia.
dan setelah sampai di teras Aulia melihat-lihat tanah disamping rumahnya yang di parkiran mobil Aulia ini, memang luasnya lebih luas dari rumah Aulia yang di tempatinya ini.
"kayaknya beli tanah ini dulu aja deh, baru setelah itu dibangun biar sekalian lebih luas" gumam Aulia.
__ADS_1
hanya sebentar Aulia di luar karena ia melihat tiga ibu-ibu rumpi itu di rumah Bu Santi yang memang terletak dekat dengan rumah nya.
bukan karena takut Aulia hanya malas meladeni mereka yang suka men-judge orang sembarangan itu.
Aulia masuk ke kamarnya dan mengecek beberapa tugasnya mengecek laporan dan sebagainya.
tiba-tiba ia teringat akan Nauval yang akan merenovasi cafe nya Aulia pun menelfonnya bertanya sudah sampai mana idenya.
"halo ada apa Lia?" tanya Nauval di seberang telfon yang suaranya menurut Aulia sangat sexy dan membuat jantung aulia berdebar.
"hmmm.. ini aku mau tanya soal persiapan cafe jadi gimana " tanya Aulia yang sedang mengatur detak jantungnya ini.
ya Sekarang Aulia belajar memanggil aku pada Nauval entah ada angin apa yang membuatnya kepikiran kesitu. Nauval yang mendengar perubahan Aulia yang mengubah pengucapan panggilannya itu sangat senang dan membuat kerja jantungya memompa lebih cepat
" iya ini rencananya aku mau telfon kamu besok buat ngomongin itu, pembangunannya udah bisa dimulai besok ya!! terus habis ini kamu cek email gambar desain yang udah aku kirimin, besok aku bakal ke Surabaya buat arahin tukang-tukangnya , " kata Nauval
"yaudah kalau gitu dana pembangunannya ini aku transfer ke kamu atau gimana?" tanya Aulia
"emm kalau itu biar di urus pak Burhan aja ya, kan dia yang megang catatannya membeli bahan bangunan apa saja terus untuk bayar tukangnya akan di bayarkan seminggu sekali setiap Sabtu jadi biar dia yang total dan mengirim email ke kamu " jawab Nauval
"oh oke deh, habis ini aku lihat dan pilih, tapi maksud gue... eee .. aku.. bayaran kamu yang desain ini gimana? terus kamu kan juga udah ngurusin banyak hal" tanya Aulia ragu-ragu.
"seriusan?? aku mau bayar kok jasa buat desainnya" kata Aulia
"udah nggak usah nggak apa-apa, kamu boleh bayar aku tapi bayarnya sama penawaran aku kemarin gimana" goda Nauval.
"Yee itumah mau elooo" jawab Aulia
"hehehe, oke-oke kalau gitu aku tutup dulu ya telfonnya" ucap nauval Disana
"oke"
"assalamualaikum "
"waalaikumsalam "
__ADS_1
Aulia segera mengecek emailnya dan melihat beberapa desain kiriman Nauval yang membuat Aulia tercengang.
"gilak!!!!, ini semua dia yang buat???? bagus-bagus banget!! " kata Aulia heboh.
akhirnya Aulia memutuskan untuk bertemu Nauval saja nanti agar Aulia bisa mendiskusikan dulu yang dia mau.
setelah selesai mengecek email Aulia pergi sarapan dengan menu yang sudah ibu siapkan di meja makan, setelah selesai Aulia mencuci piring nya sendiri karena disini ibu sudah membersihkan semua kan kasihan
ibu kalau nyuci punyaku lagi.
tapi saat hendak masuk kamarnya lagi tiba-tiba Fahri masuk ke rumah.
"kok pulang kak, ini baru jam 9" tanya Aulia.
"iya Lia, ini motor kakak lagi macet tadi pas waktu ke tempat fotocopy" jawab Fahri yang hendak mengambil peralatan bengkelnya.
"oh ya kakak jalan dong sambil bawa motor" tanya Aulia.
"iya tapi untung tadi belum lama kakak jalan ada Gus Nauval yang dorongin pake kaki dan motornya dari belakang jadi kakak nggak terlalu capek sih" jawab Fahri setelah itu dia keluar membawa keluar alat-alat yang Aulia tidak mengerti sama sekali.
karena penasaran dengan motor Fahri Aulia pun menghampiri Fahri diluar, tapi ternyata Fahri tidak sendiri, ia bersama Nauval.
Aulia berinisiatif mengambilkan minuman teh botol yang ada di kulkas dan sepiring makanan ringan untuk mereka.
"makasih dek tau aja ini haus banget, ini Gus buat Gus" ucap Fahri yang segera menyambar dua minuman ditangan auliadan menyerahkan satu ke hadapan Nauval.
"ehh... siapa bilang buat dia??"
keduanya pun menoleh pada Aulia
"bercanda kok" lanjut Aulia mengembangkan senyumnya karena sudah mengerjai Nauval.
Nauval yang melihat senyum manis Aulia itu membuatnya salah tingkah dan ia hanya membalas dengan senyumnya juga, Aulia yang melihat sebaliknya senyum Nauval itu menjadi oleng, jantungnya tidak berdetak normal, dan membuatnya salah tingkah.
"eee... aku tunggu disini aja ya" ucap Aulia yang segera duduk di kursi depan rumahnya, dan melihat kembali mereka berkutat.
__ADS_1
Fahri hanya mengambilkan yang dibutuhkan Nauval, dan Nauval dengan telaten mencari akar permasalahan pada motor Fahri ini, melihat Nauval yang serius seperti ini membuat ketampanannya lebih berkali-kali lipat.
menatap Nauval seperti itu entah mengapa jantung Aulia tidak bisa dikontrol, apa karena Nauval sudah menyatakan cintanya dan itu membuat Aulia begini? atau memang Aulia sudah jatuh cinta ??? ahh.... entahlah....