Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 133


__ADS_3

4 bulan sudah Aulia menikmati hari-hari nya yang akhir-akhir ini semakin spesial yaitu menjadi ibu, meskipun awal-awal Aulia belum bisa membiasakan diri mengurus anak nya bahkan bisa di bilang ia sama sekali tak mengurusnya, ya Aulia hanya menggendong anaknya dan menyusui nya sedangkan untuk mengurus mandi dan urusan sebagainya di lakukan oleh ibu dan mertuanya bergantian, tapi lama-kelamaan Aulia merasa tak enak pada ibu serta umi nya, ia pun perlahan belajar dan akhirnya kini Aulia berusaha mengerjakan dan mengurus anak nya sendiri.


sebenarnya tadinya Aulia dan Naufal juga memutuskan untuk mempekerjakan baby sitter tapi di tolak oleh ibu dan umi Karena mereka masih merasa mampu untuk menjaga cucu mereka jika Aulia sedang kerepotan.


jika Aulia pergi ke cafe maka anak nya ia titipkan pada ibu atau uminya jika salah satu dari mereka tidak sibuk, mereka pun dengan senang hati menjaga cucu nya.


"mas..." panggil Aulia pada Naufal saat keduanya bersiap untuk tidur sedangkan si kecil syifa sudah tidur lebih dahulu.


" iya kenapa sayang?" tanya Naufal.


" Alhamdulillah, omset cafe sama restoran lagi naik-naik nya ini, aku happy banget deh mas" ujar Aulia dengan berantusias.


"Alhamdulillah kalo gitu, mas ikut seneng, kamu hebat banget" kata Naufal seraya tersenyum mengelus punggung Aulia.


" iya mas, rencananya sih aku mau berangkatin kita sekeluarga umroh, gimana menurut kamu mas?" tanya Aulia membuat Naufal kaget karena sebelumnya Aulia tidak merencanakan hal ini dengan nya, ini tiba-tiba mau daftar.


" hah, kamu serius Lia??" tanya Naufal, Aulia pun mengangguk.


"kita sekeluarga mas, udah aku itung-itung sih semua biayanya, insyaallah cukup mas buat berangkat kita ber 10" jelas Aulia.


" kok banyak banget 10 Lia?" tanya Naufal lagi.


" iya mas, kan sama kak Fahri, istri sama anak nya, biar sekalian mas, kita ziarah ke makam Rasulullah bareng-bareng " jelas Aulia bersemangat, karena ia ingin sekali mewujudkan keinginan ibu nya yang dari dulu ingin sampai ke tanah suci.


Dalam hati Naufal semakin kagum melihat istrinya yang benar-benar tulus menyayangi seluruh keluarganya.


" mas kok diem sih?" tanya Aulia karena suami nya hanya memandang nya dengan diam.


" ehh... enggak sayang nggak apa-apa kok, oiya terus gimana ? kamu udah ada travel nya yang buat ini?" tanya Naufal.


" belum sih mas, kamu ada nggak?" tanya Aulia balik.

__ADS_1


" Abah sih yang punya kenalan kalau itu, atau kalo ngga pake travel yang Abah dulu haji aja sayang, itu temen baik nya Abah" kata Naufal, Aulia tampak berfikir terlebih dahulu, iapun akhirnya mengangguk.


" yaudah besok kita tanya Abah ya mas gimana prosedur nya " jawab Aulia akhirnya, Naufal pun mengangguk.


" yaudah yuk tidur " ajak Aulia lalu berbaring dan masuk ke dalam selimutnya, di ikuti Naufal yang langsung memeluk Aulia.


" kamu capek nggak sayang?" tanya Naufal saat Aulia baru memejamkan matanya.


" lumayan sih mas kenapa?" tanya Aulia membuka matanya.


" capek ya? yaudah nggak jadi deh yang, kamu tidur aja, atau mau aku pijitin nggak?" tanya Naufal yang sebenarnya tadi nya ia hendak meminta jatah malam nya pada istrinya, tapi berhubung Aulia capek Naufal tak tega jika Aulia harus melayaninya yang akan membuat istri nya makin kelelahan nantinya.


" emang kamu nggak capek mau pijitin aku mas?" tanya Aulia yang sebenarnya ia juga mengerti tadi suaminya sedang ingin di layani di ranjang, tapi ia berusaha menggoda suaminya.


" nggak kok sayang, aku nggak capek kok, lagian juga kan kamu udah ngurusin anak kita seharian ini, jadi pasti lebih capek kamu yang," ujar Naufal sambil bangkit dari tidurnya untuk duduk, Aulia pun mengangguk.


" mana yang capek yang?" tanya Naufal, Aulia sontak menyodorkan tangannya pada suaminya agar di pijatkan, karena kalau ini Aulia tidak bohong, tangan nya memang sangat lelah, ia masih tak terbiasa jika menggendong lama-lama seperti yang biasa di lakukan umi atau ibu nya yang kuat sampai berjam-jam lamanya jika Syifa sedang rewel, lain dengan dirinya yang baru setengah jam saja sudah mulai terasa pegal tangannya.


" mas..." panggil Aulia.


" hmm," jawab Naufal sambil tangannya tetap memijat lengan Aulia.


" makasih ya mas" ujar Aulia by


" buat apa sayang?" tanya naufal.


" semuanya mas, selama ini mas itu jadi suami paling baik buat aku, ayah paling baik buat Syifa" jelas Aulia.


" apasih, justru mas yang seharusnya berterimakasih sama kamu, kamu udah berusaha yang terbaik buat keluarga kita ini, terus kamu juga ibu Syifa yang paling hebat sayang, apalagi barusan, mau umrohin kita sekeluarga, mas aja belum tentu mampu" jawab Naufal.


" apa sih mas, itu juga karena berkata bantuan kamu, kalo nggak kamu yang selama ini bantu aku kelola cafe sama resto nggak mungkin juga kita dapet penghasilan sebanyak ini" jelas Aulia.

__ADS_1


" hmm, iya deh iya, tapi pokok nya mas titip pesen jangan Sampe kamu jadi sombong ya Lia, semua yang kita peroleh itu cuma titipan, ngga ada gunanya di sombongin, bisa aja suatu saat Allah cabut " kata Naufal menasehati, Aulia mengangguk.


" pasti mas, insya Allah Aulia nggak akan sombongin apapun titipan Allah mas, yang penting kamu ingetin aku ya kalo aku mulai lupa atau gimana" kata Aulia Naufal pun mengangguk.


" yaudah, tidur gih sayang, biar mas lanjut pijit ini " kata Naufal Aulia mengangguk kemudian ia memejamkan mata nya, Naufal pun masih setia memijat Aulia dengan tekanan yang pas seperti biasanya.


tak lama sudah terdengar dengkuran halus dari mulut Aulia ternyata aulia sudah tertidur, Naufal pun tetap memijat tangan Aulia sampai setengah jam kemudian ia pun ikut tertidur memeluk Aulia.


.


.


.


" gimana bah?" tanya Naufal pada abahnya saat keduanya sedang minum kopi di teras rumah.


" boleh fal, habis ini Abah hubungin orangnya dulu ya, tanya-tanya dulu kita bisa berangkat kapan nya nak" jelas Abah, Naufal pun mengangguk, kemudian mereka berbincang ringan sambil menikmati kopi serta biskuit yang di siapkan umi.


setelah Naufal berangkat mengajar pun Abah segera menghubungi kenalan nya itu alias kini jadi teman baik nya, dan ternyata mereka bisa berangkat bulan depan jika mendaftar sekarang, Abah pun setuju, nanti mereka janjian akan bertemu setelah Naufal selesai mengajar.


berita itu pun dengan cepat masuk ke telinga umi dan ibu, keduanya langsung mewawancarai Aulia bak seorang reporter yang sedan mewawancarai seorang narasumber.


" iya Bu, ibu sama umi tenang aja, uangnya ada kok, nggak perlu khawatir gitu lah?" kata aulia.


" serius Lia? kamu nggak Sampe pinjem-pinjem kan?" tanya ibu, Aulia menggeleng.


" enggak Bu, Aulia nggak pinjem sama sekali, ini murni kok duit Aulia sendiri.


" Alhamdulillah, ibu seneng banget nak kamu sukses begini" kata Bu Mira.


" iya mir, kita musti bersyukur " tambah umi, Bu Mira pun mengangguk.

__ADS_1


" Alhamdulillah buk,, umi, ini semua juga berkat doa ibu sama umi juga kok" kata Aulia, umi dan ibu Mira pun mengangguk.


__ADS_2