Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 103


__ADS_3

"tapi saya nggak ada pengalaman Ning, Gus, saya bahkan nggak tau tugas-tugas manager"


" nggak papa san, nanti berjalan sambil belajar, kita juga nggak bakalan lepas kamu, pasti kita bantu Sampe kamu bener-bener siap sendiri, hitung-hitung ini juga buat pengalaman kamu, dan kalo tugas manager itu ya memang memiliki banyak tanggung jawab, termasuk merekrut dan mengelola karyawan secara disiplin dan efektif, mengawasi operasional, menangani keluhan pelanggan dan membuat laporan keuangan. hal penting lainnya dari tugas Manajer adalah memastikan peraturan kesehatan dan keselamatan serta mengelola inventaris" jelas Naufal panjang lebar Hasan pun mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Naufal.


"iya san, dan selebihnya sambil jalan sambil cari-cari dan belajar di internet aja untuk materi penjelasan nya sambil praktek"


" maaf Ning saya nggak ada hp" kata Hasan membuat Aulia menepuk jidatnya.


"oiya lupa ya di pesantren gak boleh bawa hp ya" kata Aulia yang baru ingat.


"gimana ya mas, kasih aja sih " lanjut Aulia membujuk Naufal agar Naufal mengizinkan Hasan membawa ponsel Naufal berfikir sebentar agar bisa lebih mudah menghubungi Hasan jika ada perlu sesuatu.


" susah yang, kalo satu bawa pasti yang lain ada yang iri atau cemburu, gimana ya" Naufal pun agak bingung, karena sudah peraturan pesantren apalagi beberapa waktu lalu ia sudah merampas semua hp santri-santri yang masih nakal membawa ponsel.


" gini aja deh, Hasan kasih hp tapi nggak boleh di bawa ke pesantren, pake disini aja, kalau kuliah bawa juga nggak papa, yang penting dalam pesantren jangan, takutnya seperti yang mas Naufal bilang itu, apalagi kan ini Hasan nggak di pake Macem-macem mas, di pake kerja aja, gimana san?" Hasan dan Naufal pun berfikir kembali.


"iya deh gitu aja yang, tapi kamu bisa kan san saya percaya nggak bakal di pake di pesantren?" tanya naufal karena ia takut lama-lama Hasan terbuai dengan ponsel sampai ia melupakan perjanjian ini.


"insyaallah siap Gus, nanti kalau sebelum masuk pesantren saya titip ke Gus atau Ning Aulia nggak papa kan?" kata Hasan, Aulia dan Naufal pun mengangguk setuju.


akhirnya Hasan pun di jadikan manager di cafe itu dan mendapatkan ruangan sendiri di sebelah ruangan Aulia.


setelah meeting selesai mereka pun keluar untuk memperkenalkan Hasan pada semua karyawan, Hasan pun di terima dengan baik oleh semuanya.


malam nya pun semakin banyak pengunjung, apalagi anak muda yang hanya sekedar nongkrong.


"itu ada panggung kecil kenapa nggak di pake Lia?" tanya Reno menunjuk panggung kecil yang menempel pada tembok di tengah cafe dan bisa terlihat dari segala sudut cafe, mereka sedang menikmati makan malamnya bersama Aulia dan Naufal sedangkan Hasan tadi di ajak tadi tidak mau ia lebih memilih membantu mengantarkan pesanan pengunjung yang berdatangan.

__ADS_1


"belum kak, alat-alat musik nya belum lengkap cuma ada gitar aja,, itu juga kita masih bingung mau di pake apa nggak, iseng-iseng aja itu di kasih panggung" jawab Aulia


" ya pake aja sih, malem Minggu aja juga bagus, sayang kan"


"iya sih, ntar deh di pikirin lagi" jawab Aulia


" kalo Lo sibuk apa belakangan ini fal?" tanya Reno pada Naufal


"ya gitu-gitu aja sih, ya ngajar aja"


"eh gue penasaran banget sih, katanya gaji nya guru itu kecil banget ya?" tanya Reno yang memang penasaran.


"ya gitu deh kak" jawab Naufal


" terus kebutuhan Aulia selama ini cukup nggak Lia? nggak pernah kekurangan kan?" tanya Reno sambil menyindir


" yaudah kalo gitu, kalo nggak cukup bilang kakak aja ya, kakak bakalan langsung kirim ke kamu, jangan Sampe cari pinjeman ke orang lain, kak kakak ini kakak kamu, kalau kamu yang minta pasti langsung Kakak kasih dan ga perlu di balikin" ujar Reno yang seketika membuat Naufal emosi.


" maaf ya kak Reno, Aulia ini istri saya, dan Alhamdulillah selama ini saya masih mampu menafkahi istri saya meskipun profesi saya yang hanya sebagai guru" ujar Naufal yang sudah geram tetapi masih tetap tenang karena tidak enak dengan pengunjung lain.


"iya kak, nggak perlu gitu juga kali, aku kan juga masih punya uang"


" ya jangan sampe pake uang kamu dong Lia, itu kan buat tabungan kamu nanti, yang kakak omongin itu kebutuhan kamu buat beli sehari-hari nya itu Lo, kan katanya gaji suami kamu kecil kan kakak cuma nawarin sebagai keluarga kamu"


brakkk


Naufal menggebrak meja, ia ingin sekali meninju wajah Reno saat ini, tapi karena gebrakan meja nya menimbulkan suara keras dan membuat pengunjung lainnya melihat Naufal, Naufal jadi tidak enak apalagi cafe nya baru buka, tanpa mengatakan apa-apa dia segera pergi dari sana.

__ADS_1


"kak reno kok ngomong gitu sih depan mas Naufal" kesal Aulia pada Reno.


"kakak kan ngomong jujur Lia, dia aja yang sensitif banget" jawab Reno cuek meskipun Naufal marah padanya.


" ya jangan gitu dong kak, asal kakak tau aja selama ini mas naufal ngasih uang belanja itu lebih dari cukup, dan Aulia juga nggak pernah ngerasa kekurangan apapun"


"iya-iya terserah kamu deh, oiya kakak baru inget, kakak ada hadiah buat kamu, tapi di mobil, kakak ambil dulu ya tunggu sini" Reno pun beranjak dan buru-buru menuju mobil nya dan mengambil hadiah yang ia katakan.


"ini Lia, semoga suka ya" Reno menyerahkan dua kotak lumayan besar berwarna oranye di depan Aulia.


Aulia yang penasaran pun segera membuka nya karena sudah jarang membeli barang-barang branded lagi.


"bagus nggak??" tanya Reno yang yakin Aulia pasti suka.


"bagus lah, apalagi ini keluaran terbaru, .. tapi...."


"tapi apa Lia? kurang bagus, apa kurang cocok? atau warna nya mau ganti aja?" tanya Reno memberondong, tapi Aulia menggeleng


" samperin mas Naufal dulu gih, minta maaf, pasti dia nggak suka sama omongan kakak tadi " pinta Aulia


" nggak ah, maless..." jawab Reno cuek, ia kesal bukannya memuji hadiah yang ia berikan Aulia malah menyuruhnya minta maaf pada Naufal.


" kakakkkk,,... bodo ah kalo nggak mau minta maaf sama suamiku, aku nggak mau terima hadiah ini, terus aku nggak mau negor kakak lagi selamanya" Aulia pura-pura ngambek agar Reno mau bicara baik-baik pada suaminya.


"cckk... iya-iya deh, kakak samperin sekarang"


"gitu dong,.. buruan gih sana"

__ADS_1


Reno pun meminum air putih di depannya lalu beranjak dari sana mencari Naufal dan hendak meminta maaf pada nya.


__ADS_2