Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 48


__ADS_3

"sudah ya, kita ini berhenti di parkiran resto, kalau adek ini mau makan dulu kita tunggu, sambil ngademin hatinya ya" kata pak kondektur atas arahan pak supir.


Aulia segera melangkah turun membawa tas selempang nya saat di depan pintu.


"udah pak supir, kalian bisa berangkat lagi, saya bisa pulang sendiri" kata Aulia


Nabila yang mendengar itu segera berlari ikut turun begitupun Nauval.


"Lia jangan pergi, kamu mau kemana nanti ilang" ucap Nabila mengejar Aulia dan langsung menggenggam tangan sahabat nya agar tidak pergi terlalu jauh.


"udah bil gue capek ladenin mereka, gue mau pulang aja" ucapku


"jangan Lia nanti kamu nyasar" kata Nabila sambil menahan tangan Aulia.


"nggak, gue langsung cari bis bisa kok" jawab Aulia yang tetap ingin pergi.


"yaudah aku ikut kamu aja, aku nggak bisa biarin kamu sendirian " kata Nabila membuat Aulia berhenti menarik tangannya.


"balik Aulia, jangan kayak gini, kalau kamu laper makan yang dikasih Bu Alika tadi, ayo masuk bis lagi" ajak Nauval Aulia tidak menoleh sedikitpun.


"gak sudi" jawab Aulia ketus


Jawaban Aulia membuat Nauval makin marah.


"Ayolah Aulia, mas nggak suka sikap kamu begini, kayak anak kecil tau nggak" kata Nauval menahan emosinya.


"Iya emang aku anak kecil, kalau mas nggak suka sana cari yang dewasa, cari yang nggak ngambekan kayak aku" ucap Aulia tak kalah emosi


Nabila yang mendengar obrolan mereka menjadi bingung


"Ini mereka ngomongin apa sih, aneh banget" batin Nabila tapi dia hanya diam.


"Aulia, Nabila" panggil beberapa guru dari belakang Nauval.


"Sudah ya Aulia, nggak usah pulang sendiri, kamu dalam rombongan sekolah, jadi masih tanggung jawab sekolah" ucap pak affan.


"pindah bis aja ya Aulia, kalau kamu pergi sendiri terus ada apa-apa sama kamu, kita nggak bisa ngomong apa-apa sama kedua orang tua kamu" ucap Bu Desi melembutkan nada bicaranya agar Aulia luluh.


Aulia melihat Nabila, Nabila mengangguk akhirnya Aulia mengiyakan permintaan Bu Desi.


"Tas kalian saya ambil kan sebentar" ucap pak affan yang kemudian berlalu, tak lama dia datang dengan tas gendong Aulia dan Nabila.


"Makasih pak, makasih juga Bu" ucap Aulia tersenyum manis membuat pak affan salah tingkah.


Aulia segera menuju bis kelas dua belas B di antar bu Desi, mereka di dudukkan Bersebelahan lagi.

__ADS_1


Setelah Aulia duduk murid kelas dua belas B menyapa aulia dan Nabila dengan ramah, Nabila juga memang sudah lumayan kenal sama mereka jadi Aulia tidak terlalu canggung.


Kelas dua belas B lebih banyak laki-lakinya, perempuan nya tidak sampai sepuluh karena kata Nabila dan yang lain memang yang masuk di kelas itu murid-murid yang agak nakal, tapi kata Nauval tidak, itu memang sudah sesuai dengan keinginan waktu pertama mereka masuk.


"Kalian ada yang bawa bekal nggak?" Tanya Nabila pada Nisa , sedangkan nisatidak membawa jadi dia berteriak menanyakan pada satu bis siapa yang bawa bekal.


"Hey guys siapa yang bawa bekal?" Teriak Nisa pada seluruh teman kelasnya.


"Aku bawa dua ini" kata murid perempuan namanya Risma yang duduk di belakang.


"Boleh nggak kalau buat Aulia, dia belum makan dari rumahnya tadi" sambung Nabila iku berteriak juga.


"Eh ngapain bil nggak usah, gue bisa tahan kok" kata Aulia karena tidak enak pada yang lain.


"Nggak papa dong Aulia, ini makan aja aku ada dua kok, nanti kamu sakit perut kalau telat" ucap Risma yang ternyata sudah disamping Aulia membawa sebuah kotak makan kecil.


"Tapi lauknya seadanya aja nggak papa ya" lanjutnya.


"Eh seriusan?? " Risma pun mengangguk.


"Makasih banyak ya, padahal kita baru aja kenal" ucap Aulia mengucapkan terimakasih nya.


"Jangan bilang baru kenal dong, kita udah lama satu sekolah lho, emang nggak pernah nyapa aja" ucap nya tersenyum.


"Iya, aku kalau istirahat emang pulang jadi nggak sempet kenalan sama kelas lain" jawab Aulia


Aulia menikmati makanan yang diberikan Risma, meskipun cuma telur bacem tapi rasanya enak, membuat Aulia bernafsu makan apalagi perutnya lapar dari tadi.


selesai makan Aulia ingin istirahat sebentar, ia memejamkan matanya sebentar.


baru saja ia tertidur suara tawa satu bis memenuhi telinga Aulia.


"ada apa sih bil" tanya aulia sambil menguap


"itu Ririn nyanyi di sawer sama Adi ha ha ha" jawab Nabila tertawa.


Aulia melihat kearah Ririn menyanyi duet bersama Adi dengan meliuk-liukkan badannya persis seperti biduan-biduan dangdut serta saweran Adi yang di berikan, meskipun hanya dua ribuan tapi memang suasananya yang menyenangkan, apalagi lirik lagunya yang membuat semua anak yang lain tertawa termasuk Aulia ikut ketularan.


kau masih gadis atau sudah janda


baik katakan saja jangan malu


suara pas Pasan Adi.


Memangnya mengapa aku harus malu?

__ADS_1


Abang tentu dapat 'tuk membedakannya


suara merdu Ririn


Kau katakan saja yang sesungguhnya


suara Adi lagi.


"tebak dong abang, aku ini janda atau perawan?" kata Ririn dengan nada manjanya ala-ala biduan.


"kayaknya abang perlu cobain dek? ayok dek semalam berapa?" ucap Adi seakan-akan menggoda Ririn tapi malah kepalanya dipukul mic oleh Ririn.


"aduh sakit adek" ucap Adi manja


"dikira aku jual diri apa?" ketus Ririn membuat semua orang tertawa termasuk pak supir dan kondektur. guru di bis ini hanya Bu Desi selaku wali kelas nya, karena guru-guru yang lain sudah menebak kalau di bis ini pasti berisik makanya mereka memilih bis A.


… Sesungguhnya diriku


Oh, memang sudah janda


(Ririn)


Walaupun kau janda tetap kucinta


lanjut Adi


Marilah segera kita kawin saja


nyanyi mereka berdua dan lagu pun selesai.


semua yang di dalam bus pun bertepuk tangan mengapresiasi duel maut mereka.


"kita nggak salah ya bil masuk bis ini, gue terhibur banget" ucap Aulia pada Nabila.


"iya Lia, aku juga seneng banget bisa di bis ini, kalau di bis tadi pas kamu tidur isinya cie-cie an terus si Lusi sama Susan, jodoh-jodohin Bu Alika sama pak Nauval, kan berisik banget ya" keluh Nabila waktu di bis yang pertama.


"tau ah, gue gak peduli sama mereka, yang penting kita nonton ini aja, kayak lagi ada hajatan, pada nyumbang lagu semua padahal suara nya gaada yang enak, tapi mereka PD buat ngehibur temen-temen nya" jelas Aulia Nabila mengangguk menyetujui yang dikatakan Aulia.


Nabila mengeluarkan hp nya, mau melihat jam, tapi saat di tekan tombol on disamping nya malah tidak nyala.


"kenapa hp Lo bil?" tanya Aulia.


"biasa, agak erorr kayaknya, nanti kalau di cas hidup lagi, jam berapa sekarang Lia?" tanya Nabila kemudian memasukkan ponselnya kedalam tasnya kembali.


" jam 3 kurang 10" jawab Aulia setelah melihat jam tangannya.

__ADS_1


"hp Lo kok gak di ganti layarnya sih bil, udah pada pecah gitu" tanya Aulia.


"nggak Lia, belum ada uang nya, nanti kalau pulang dari sini aja, aku nggak usah beli apa-apa biar uangku bisa di pake ganti layar" jelas Nabila membuat Aulia manggut-manggut.


__ADS_2