Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 45


__ADS_3

tok tok tok


"sayang, buka pintunya ya, mas mau masuk ini"


tidak ada sahutan dari dalam


"sayang ayo buka, masa' kamu tega sih mas berdiri disini" agak lama kemudian Aulia membuka pintunya setelah itu kembali ke tempat tidurnya dan kembali berbaring, Nauval segera menghampirinya.


"sayang jangan marah sama mas dong, nanti cantiknya ilang" bujuk Nauval yang berdiri disamping Aulia tidur.


"berarti kalau cantik aku ilang kamu bisa cari lagi yang lebih cantik?" jawab Aulia yang masih memejamkan matanya.


"salah lagi" batin Nauval.


"nggak dong, kan cuma istri mas yang paling cantik" kata Nauval.


"nggak jelas banget ngomong nya tadi katanya cantiknya ilang sekarang bilang yang paling cantik, gimana sih" dumel Aulia yang kemudian membelakangi Nauval.


"sayang, nggak baik loh ngebelakangin suami" kata Nauval


"apalagi sih mas " kesal Aulia terpaksa bangun dan duduk menatap Nauval.


"kita bisa ngomong baik-baik kan sayang? jangan pake emosi ya sayang" kata Nauval kemudian duduk di depan Aulia.


" maafin mas ya kalau mas ada salah, maafin mas kalau nggak pernah cerita sama kamu kalau Bu Alika sering hubungin mas, dan untuk hadiah tadi mas nggak maksud nerima tapi tadi orang nya langsung bilang harus di terima gak boleh di tolak dan langsung pergi jadi mas bawa aja, dan kalau menurut kamu salah mas minta maaf" jelas Nauval memegang tangan Aulia.


" yaudah terus jaket sama jam nya tadi balikin aja, Aulia nggak suka ntar orangnya ke pedean lagi, dikira mas juga suka" kata Aulia masih dengan nada ketus.


"iya sayang, besok mas balikin ya, sekarang kamu jangan ngambek lagi"


"tapi kan Lia cemburu mas" rengek nya yang sudah kembali membuat Nauval gemas sekali.


"yaudah terus mau Lia gimana?"


"ya bilang yang tegas kalau mas udah punya calon istri" jelas Aulia.


"yaudah besok mas juga bilang gitu" jawab Nauval membuat Aulia langsung mengembangkan senyumnya.


Aulia langsung memeluk Nauval erat dan menghirup wangi tubuh Nauval yang bercampur keringat dari ceruk leher Nauval.


iseng Aulia menjilat leher Nauval sedikit.

__ADS_1


"sayang, mas belum mandi tadi keringetan " kata Nauval yang takut bau badannya membuat Aulia tidak nyaman, tapi perkiraan nya salah.


"nggak papa mas, Lia suka harum tubuh mas, bikin Aulia h*rny" bisik se*y Aulia di telinga Nauval seketika membuat dada Nauval berdebar.


Aulia dengan cepat membuka kancing satu persatu di kemeja suaminya ini dengan gerakan aduhai membuat senjata Nauval di balik celana nya auto on.


"sayang.. serius mas nggak perlu mandi?" tanya nauval


"iya mas gini aja Aulia suka " ucap Aulia


Aulia segera mencium wangi tubuh Nauval kadang menyesap membuat Nauval kenikmatan memejamkan matanya.


tidak sabar Aulia membuka resleting dan pengait celana Nauval dengan gerakan cepat Aulia mempeloroti celana Nauval dan ****** ***** suaminya ini.


melihat senjata Nauval sudah tegang Aulia dengan posisi diatas mulai memasukkan senjata Nauval ke miliknya yang sudah basah. dengan cepat Aulia menaik turunkan gerakan nya, Aulia ingin Nauval keluar cepat tapi memang tidak semudah itu, Nauval memang kuat luar biasa secara durasi, ukuran dan permainannya sangat memuaskan Aulia.


dua jam Nauval baru mencapai pelepasannya. mereka kemudian saling berpelukan dibawah selimut tebal Aulia.


"mas"


"hmm" jawab Nauval yang memejamkan matanya


"resepsi pernikahan kita belum ada pembahasan ya sama keluarga ?"


melihat tanda merah di leher Nauval Aulia kaget.


"mas ini kamu dari tadi di sekolah merah?"


"iya, untung sebelum berangkat tadi mas lihat kaca, jadi mas kasih aja bedak kamu yang di meja rias itu" jawab Nauval membuat Aulia tertawa terpingkal-pingkal.


"kamu ngetawain mas sih, ini kan juga gara-gara kamu sayang" keluh Nauval lalu menggelitik perut Aulia yang semakin membuat Aulia tidak bisa berhenti tertawa.


"ha ha ha ha"


"ha ha ha "


"maaf mas, ampunn... ha ha ha" Nauval pun berhenti kemudian memeluk Aulia.


"maaf ya mas Lia tadi langsung tidur, Lia nggak nunggu mas berangkat dulu" sesal Aulia setelah berhenti tertawa.


"udah nggak papa, mas ngerti kok kamu kan juga capek" jawab Nauval.

__ADS_1


"makasih ya mas, mas selalu bisa ngertiin Lia"


"kan mas sayang banget sama kamu"


"tapi mas, masa lalu aku dulu nggak begitu bagus, Lia suka mabuk-mabukan, party, keluar malem, mas nggak malu punya istri aulia?"


"tapi kamu mau berubah kan sayang??" tanya Nauval serius dan di angguki oleh Aulia.


"aku mau berubah mas, setelah kenal keluarga kandungku dan aku ngaji di pesantren aku sekarang mengerti yang mana yang baik dan mana yang buruk, mas mau kan tuntun aku menjadi lebih baik?" tanya Aulia.


"pasti sayang, mas akan menuntun jalan kamu, kamu tanggung jawab mas, kamu cinta nya mas, semoga kita bisa sehidup sesurga ya sayang" kata Nauval Aulia mengangguk air matanya mengalir begitu saja Nauval menghapus nya dan memeluk erat istrinya.


terdengar adzan ashar berkumandang mereka segera mandi dan sholat ashar berjamaah.


habis magrib Aulia ikut pelajaran Madin di kelasnya. saat ditengah pelajaran teman sebangku Aulia memberi nya surat.


"Aulia ini aku ada titipan surat buat kamu " kata Firda


"dari siapa?"


"dari Yusuf anak pesantren putra, kelas wustho " Firda menaruh diatas buku Aulia, Aulia kemudian melanjutkan memperhatikan gurunya kembali dan memasukkan suratnya di dalam buku nya.


setelah sholat isya berjamaah Aulia menunggu Firda di depan teras masjid, dia di hampiri dua santri laki-laki.


"assalamualaikum aulia" kata salah satu dari mereka yang Aulia tidak kenal.


"waalaikumsalam "jawab Aulia


"kamu udah terima surat aku ngga? " tanya laki-laki yang mengucap salam tadi.


Aulia terlihat berfikir sebentar.


"yang dari Firda tadi? kamu Yusuf?" tanya Aulia dan ia mengangguk, lumayan tampan, mungkin kalau Aulia belum menikah dia masuk kriteria tipe cowok Aulia, pikir Aulia.


"gimana jawaban kamu?" tanya Yusuf, Aulia bingung karena memang dia belum tau isi suratnya apa, Firda datang kemudian banyak santri yang melihat itu, karena mereka penasaran ada apa dengan Aulia dan Yusuf mereka masih mengulur-ulur waktu pulang hanya ingin tau urusan Aulia yang didatangi Yusuf.


"udah fir? ayok pulang " ajak Aulia tapi Yusuf mencegahnya.


"jawab dulu Aulia, jangan pulang" kata Yusuf, Firda pun menahan tangan Aulia karena tidak tega kalau Yusuf di cuekin Aulia.


"maaf sebelumnya ya mas, aku panggil kamu mas karena aku bersikap sopan, aku nggak ngerti pertanyaan kamu, yang jelas aku belum buka suratnya jadi jawaban yang kamu minta aku belum bisa jawab" jelas Aulia.

__ADS_1


"yaudah gak usah di buka suratnya aku bilang disini aja" katanya, Aulia menunggu ia melanjutkan kalimatnya.


"aku bingung sebenarnya gimana ngomong nya, aku.. tertarik sama kamu, aku pengen kamu jadi pacar aku, kamu mau nggak?" Aulia kaget dengan pernyataan cinta Yusuf ini, pasalnya banyak pasang mata melihat, meskipun tidak jelas terlihat mereka menonton,tapi Aulia tau mereka duduk-duduk di teras masjid, di depan tangga, dan ada yang berdiri di halaman mereka hanya ingin melihatnya.


__ADS_2