
kini Naufal, umi dan Abah sedang makan malam di kantin rumah sakit, sedangkan Aulia sudah tidur di tunggui Bu Mira di ruang rawatnya.
Naufal pun akhirnya menceritakan semuanya pada kedua orang tua nya tentang apa yang telah bu Alika lakukan pada Aulia yang kadang memanas-manasi Aulia dan sering membuat Aulia kepikiran bahkan Naufal juga menceritakan jika dulu yang menyebarkan video kenakalan Aulia dulu adalah Bu Alika.
" Astaghfirullah haladzim, pokoknya umi nggak mau kamu masih biarin dia dan nggak tegas sama Bu Alika, dia bener-bener udah keterlaluan banget fal, masih banyak di luar sana guru yang lebih baik dari dia, ngerti kan maksud umi" ujar umi menasehati putranya.
" iya mi, aku juga mikir kayak gitu, tapi gimana ya kalo menurut Abah? bukannya gimana-gimana sih soalnya ini kan masalah pribadi dan nggak ada sangkut pautnya sama kerjaan tapi aku nggak terima sama perlakuan dia, apa kita pecat aja apa gimana bah?" tanya Naufal yang memang kini sangat membutuhkan pendapat abahnya.
" ya kalau menurut Abah suruh mengundurkan diri aja fal, kalau dia nggak mau bilang aja kamu bakalan lapor polisi, atau terserah kamu sih nak, Abah juga mikirnya nggak enak kalau tiba-tiba kamu pecat sedangkan dia ngajarnya baik-baik aja" tambah Abah karena memang ia sendiri bingung harus bagaimana menyelesaikan masalah Bu Alika itu.
" yaudah bah aku tanya pendapat guru-guru yang lain lagi ya bah" ujar Naufal Abah dan umi pun setuju.
" apapun keputusan kamu fal, yang penting kamu kasih peringatan dan efek jera buat dia " kata umi naufal pun mengangguk.
" baik umi" jawab Naufal.
" ya udah kamu cepetan makannya gih takut keburu di cari sama istri kamu"tambah umi, akhirnya Naufal pun mempercepat makannya agar dapat Segera menuju kamar inap Aulia.
setelah berpamitan umi dan Abah pun pulang, sebenarnya umi sangat ingin ikut menunggui cucu dan anak mantunya di rumah sakit, tapi mengingat kesehatan Abah masih belum sepenuhnya, jadi terpaksa Abah dan umi pulang dulu.
mereka pun pulang bersama supir menaiki mobil Abah, sampainya di rumah mereka di kejutkan dengan kedatangan Bu alika yang sudah menunggu mereka di teras rumah nya.
" ada apa ya Bu Alika? kok malem-malem gini ada disini?" tanya umi pura-pura tak tau, kini Bu Alika pun sudah berdiri lalu menyalami tangan umi.
", umi, saya kesini mau tanya tentang Aulia, gimana keadaannya mi?" tanya Alika pada umi.
" kenapa? kok tumben kamu tanya-tanya Aulia?" tanya balik umi pada Bu Alika, kini terdengar dari nada bicara umi padanya lebih judes dari biasanya, karena biasanya umi ini adalah orang lembut dan tak pernah benci pada orang lain.
__ADS_1
"eee.. itu mi... anu.." Alika hendak menjelaskan tapi ia bingung akan di mulai darimana.
" begini saja Bu Alika, mari masuk dulu, kita bicara di dalam" ujar Abah yang tau Bu Alika sedang kebingungan menjelaskan.
"ee... boleh bah" jawab Bu Alika.
" yasudah... ayo kita masuk dulu, mari Bu... ayo mi..." ajak Abah, lalu mereka pun masuk ke dalam rumah, Bu Alika langsung di persilahkan duduk di sofa ruang tamu oleh umi.
" jadi kenapa kamu dorong menantu saya yang lagi hamil? kamu ada dendam apa sama anak saya?" tanya umi tiba-tiba karena ia sudah tak tahan ingin segera menanyakan hal tersebut pada Bu Alika, Bu Alika yang mendengar nya pun langsung kaget dengan pertanyaan umi tersebut, berarti Aulia telah menceritakan semuanya.
" umi... saya tadi bener-bener nggak sengaja,.. saya nggak ada niat sama sekali buat dorong Aulia, saya berani bersumpah mi" ujar Alika dengan air mata sudah mengalir, karena ia benar-benar tidak ada niat untuk mencelakakan Aulia, melainkan tadi ia hanya ingin memanas-manasi Aulia, tapi tangannya tak sengaja mendorong tubuh Aulia hingga terjatuh.
" nggak usah bohong Bu Alika, saya tau kok anda menyukai anak saya dan ingin di peristri Naufal, tapi mohon di mengerti ya Bu, Naufal anak saya itu sudah punya istri yaitu Aulia, dia adalah wanita yang tepat untuk Naufal jadi jangan pernah berharap Naufal mau nikahin ibu Alika,.
" mi... udah .. gak usah bertengkar, tolong ambilin Bu Alika minum dulu gih" kata Abah mendinginkan suasana yang sudah mulai memanas. karena itu perintah Abah degan terpaksa umi pun segera bangkit dan menuju dapur untuk mengambilkan Bu Alika minum.
bukannya membuatkan umi hanya mengambilkan botol minuman rasa instan yang tersedia di kulkas.
" ya itu kan juga teh bah" kata umi.
" tapi kan..."
"ee . . nggak apa-apa kok pak kyai, ini saja " sela Bu Alika yang tak mau makin merepotkan umi. setelah mendengar itu umi pun kembali duduk.
" Bu Alika..." panggil umi, Bu Alika pun langsung menatap umi mendengarkan apa yang ingin ia bicarakan.
" jadi Bu, saya mau ibu mengundurkan diri aja, daripada di pecat secara tidak hormat dari sekolah" ujar umi membuat Bu Alika makin kaget.
__ADS_1
" ee .. umi... saya kan nggak sengaja lakuin itu, dan ini nggak ada sangkut pautnya sama kerjaan saya" ujar Bu Alika melakukan pembelaan.
" iya Bu, saya ngerti... tapi bukannya ada mendorong menantu saya di sekolahan? itu sama aja, apalagi saya udah denger semuanya kok kalau kamu itu yang sebarin video kenakalan Aulia dulu, bahkan karena video itu Aulia di omongin orang-orang Sampe bikin dia stres malah Sampe keguguran, jadi secara nggak langsung ibu Alika mau bunuh dua cucu saya begitu? " kata umi makin emosi.
" mi... istighfar... jangan ngomong sembarangan dulu" ujar Abah menenangkan.
" iya mi, saya nggak ada maksud sama sekali seperti yang umi tuduhkan itu, memang benar saya lakuin itu tapi saya nggak tau kalau Aulia sedang hamil, dan untuk yang tadi saya kan udah bilang kalo saya nggak sengaja " kata Bu Alika masih kekeuh.
" masih nggak mau ngakuin kesalahan kamu ya ternyata, yaudah lah mending suruh Naufal pecat aja bah" kata Bu Alika.
" itu biar jadi urusan Naufal mi, udah ya Alika, kamu kan tadi kesini mau tanya keadaan Aulia, Alhamdulillah Aulia sudah baik dan terpaksa harus di lakukan operasi sesar karena detak jantung anak dalam kandungan nya semakin melemah, jadi harus di lakukan tindakan secepatnya " jelas Abah karena tadi Alika kesini untuk menanyakan hal tersebut.
" tapi dua-duanya selamat kan pak kyai?" tanya Alika yang memang khawatir sungguhan.
" kalo nggak selamet kamu sekarang udah masuk kantor polisi "ujar umi dengan nada agak kurang enak di dengar.
" mi.... " panggil Abah seraya menggeleng.
"Alhamdulillah selamat dan sehat semuanya Bu" jawab Abah
"Alhamdulillah..." gumam Bu Alika.
" yasudah kalau begitu pak kyai saya permisi dulu ya" kata Alika abah pun mengangguk. setelah itu Alika pun bersalaman pada umi dengan terpaksa umi pun menerima uluran tangan Bu Alika.
"mi... jangan gitu lah sama orang... Abah nggak suka ya" ujar Abah mengingatkan istrinya.
"tapi bah... umi udah kesel banget sama dia " kata umi
__ADS_1
" istighfar mi, jangan Sampe setan yang mempengaruhi umi buat benci sama orang" kata Abah akhirnya umi pun perlahan beristighfar sampai hatinya mulai tenang.
setelah itu mereka pun masuk kamar untuk segera beristirahat.