
kini pekerjaan Aulia sepenuhnya di kerjakan oleh Naufal, hal itu di karenakan Aulia tidak ada waktu untuk mengurus nya, toh hanya mengecek saja, dan jika ada kesalahan Naufal meminta bantuan Hasan untuk membenarkan nya.
Pagi ini, om herman sekeluarga akan datang, karena mendengar keluarga Aulia dari jakarta akan datang umi dengan di bantu Bu Mira memasak banyak hidangan.
" udah semua kan mir?? itu sambel nya udah kamu kasih jeruk sambel nya kan??" tanya umi pada besannya.
" udah mbak, udah aku tambahin" kata Mira.
" Alhamdulillah, udah mir udah selesai semua ini, makasih ya, kamu kalo mau istirahat istirahat aja, panci-panci sama wajan bekas masaknya biar aku yang cuci" pinta umi pada Bu Mira.
" loh ya ayo di cuci bareng-bareng mbak, biar cepet selesai, habis ini kan kita mandi biar kalo tamu nya dateng nggak kebau an" jawab Bu Mira menghampiri umi Fatimah, lalu membantunya mengangkut-angkut sisa-sisa wajan dan beberapa peralatan di sebelah kompor yang mereka buat untuk memasak.
"gitu ya? yaudah yuk biar cepet" jawab umi lalu di angguki oleh bu Mira.
mereka pun mengerjakannya dengan bersama-sama dan benar saja tak membutuhkan waktu lama pekerjaan mereka pun selesai, setelah selesai mereka pun segera membersihkan diri karena kata nya tamu nya sudah akan datang.
kini Naufal tak berangkat mengajar karena ia harus ikut menyambut tamu nya, ya meskipun Naufal tidak suka dengan Reno tapi ia harus tetap berusaha menghargai nya bagaimana pun juga mereka adalah keluarga yang merawat istrinya dari kecil.
" assalamualaikum..." ucap seseorang dari luar pintu, Naufal pun bergegas membuka nya karena ia pikir mereka adalah tamu nya, tapi ternyata karyawan-karyawan di cafe yang berkunjung, yaitu Sam, Rifki, Zidan, Adi, Nabila, Ririn dan nisa, mereka semua datang untuk menjenguk Aulia dan bayi nya.
" lohhh, ayo sini masuk-masuk" ujar Naufal yang kaget karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.
" silahkan duduk,. saya panggilin Aulia nya dulu ya" ujar Naufal sambil mempersilahkan tamu-tamu nya duduk lalu ia menuju kamar nya di lantai bawah tidak jauh dari situ memanggil istrinya.
tidak lama Aulia keluar dengan berjalan masih perlahan dan di ikuti Naufal dengan membawa bayi mereka.
mereka pun mengobrol santai dan nisa meminta di ceritakan saat detik-detik persalinan nya, Aulia pun menceritakan lengkap.
mereka saling bercanda hingga tak sadar tamu Aulia datang, om herman, Tante Maya, Reno dan adik nya, tapi kali ini ada yang berbeda, ada seorang wanita cantik kira-kira berusia 25 an lebih mungkin yang sama sekali tidak Aulia kenal, Naufal pun mempersilahkan tamu-tamu nya masuk, beruntung ruang tamu mereka luas dan muat banyak orang karena memang sudah biasa di buat untuk rapat guru-guru,.
__ADS_1
setelah bersalaman dan berpelukan, umi, Abah dan Bu Mira pun ikut hadir di sana menyambut tamu nya.
tiba-tiba, Tante Maya memperkenalkan wanita itu.
"Aulia... ini dong kenalin Raisa calon mantu Tante..." ujar Tante Maya, Aulia pun mengangguk lalu mereka berkenalan,.
nabila yang juga berada disitu pun langsung melihat ke arah Reno, Reno pun kini juga sedang memandangnya, Nabila sontak menunduk lagi entah mengapa hati Nabila tiba-tiba sakit,.
" ternyata cuma segitu, dia nggak mau berjuang lebih buat aku" batin Nabila, Aulia pun seperti ikut berpikiran ke arah sana sontak melihat ke arah Nabila yang kini sedang menunduk.
" ayo pulang .." bisik Nabila pada Sam, yang kebetulan duduk di sampingnya, dan untuk itu sam setuju, ia pun kemudian berpamitan pada sang tuan rumah dengan alasan akan membuka cafe nya, tapi bukan hanya alasan memang benar mereka sudah berencana membuka cafe setelah pulang dari rumah Aulia bos nya.
setelah karyawan-karyawan nya pergi, Reno meminta izin keluar sebentar, ia pun menarik tangan Nabila, di teras rumah Aulia dan membawa Nabila ke garasi rumah Naufal itu. teman-teman Nabila pun kaget saat Nabila tiba-tiba di tarik oleh Reno, tapi mereka tak mampu melarang, hanya bisa menunggu agak jauhan di sana.
" apa sih, aku mau pulang, " ujar Nabila dengan suara pelan takut terdengar oleh Aulia dan yang lain nya di dalam.
" kenapa buru-buru,? aku cuma mau ngomong sama kamu" ujar Reno.
" ee.. maaf, " kata Reno
" buat apa?" tanya Nabila berusaha santai
" buat barusan, kamu pasti ngira aku waktu itu cuma main-mainin kamu" kata Reno.
" nggak, biasa aja" jawab Nabila kini lebih bisa santai
" serius??" tanya Reno, Nabila pun mengangguk.
" yaudah kalo gitu, berarti kamu emang nggak ada rasa buat aku, yaudah aku masuk dulu," kata Reno, Nabila mengangguk. Reno pun melangkah masuk ke rumah Aulia lagi.
__ADS_1
sedangkan Nabila langsung meneteskan air matanya, dan langsung ia hapus.
" oke .. ikhlas bil, bukan jodoh kamu berarti, lagian aku sendiri kan yang buat keputusan aku nggak boleh nyesel, apalagi kak Reno dapetin yang lebih baik dari aku, aku mah nggak ada apa-apa nya kalo di bandingin cewek tadi" gumam Nabila sambil menyeka air matanya, kemudian ia pun kembali menuju teman-teman nya lalu mereka bersama-sama menuju cafe.
di cafe Nabila tampak masih banyak pikiran, entah apa yang ia rasakan, ia sudah ikhlas, tapi mungkin hati kecilnya masih tak terima karena merasa di permainkan oleh Reno,.
siang hari cafe sepi, tak ada pengunjung, Ririn dan nisa sedang beristirahat Nabila sedang duduk di salah satu bangku cafe disini sambil melamun, bekal yang ia bawa dari rumah pun hanya di aduk-aduk nya.
"heyy.... bengong aja" ujar Sam mengagetkan Nabila.
" aduh.... ih... ngagetin aja sih mas" kaget Nabila dan sedikit memukul lengan sam.
" lagian ngelamun aja, nggak takut kesambet lu??" tanya Sam yang kemudian ikut duduk bersama Nabila.
" kesambet apa dulu nih,? tuyul boleh biar cepet kaya" kata Nabila karena memang Sam ini orang nya santai, dan setiap omongannya itu sering bercanda.
" dihhh ya bukannya kaya gila lu kalo kesambet" kata Sam.
" bodo amat" kata Nabila dan mulai makan makanan yang dari tadi ia aduk-aduk.
" lagi mikirin cowok tadi ya?" tanya Sam tiba-tiba.
" hah cowok siapa?" tanya Nabila pura-pura bodoh.
"ya yang tadi itu, kakak nya Aulia, pasti Lo ada apa-apa kan sama dia???" tanya Sam.
" sok tau" cemberut Nabila.
" dihh ya emang tau lagi, di pikir nggak tau apa yang lagi berduaan di ruang mess terus cium..." Nabila yang kaget langsung berdiri menutup mulut Sam.
__ADS_1
" heh... kamu tau mas..??" tanya nabila kaget,
" emh enmmmhh" ujar Sam yang mulutnya masih tersumpal tangan Nabila.