
" san kamu nanti pulang nya jam berapa?" tanya Aulia saat menemui Hasan yang hendak berangkat.
"palingan sore Ning, ada yang bisa saya bantu?"
" iya saya mau beliin kamu hp sama beli laptop buat di ruangan kamu, kamu mau anter nggak?"
"mau sih Ning, tapi saya masih belum jago nyetir nya, Ning Aulia berani?" tanya Hasan yang masih ragu Aulia sontak menggeleng ya memang siapa yang berani kalau supir nya sendiri masih ragu
"nggak berani lah san, yaudah nanti kamu habis kuliah kesini ya, saya minta anterin kak Fahri nanti kita sama-sama pergi, biar kamu pilih sendiri modelnya.
"nggeh Ning, tapi saya nggak keberatan kok model apa aja, terserah Ning Aulia aja,"
"gitu ya?" tanya Aulia Hasan mengangguk.
"yaudah kalo gitu saya berangkat sama kak Fahri aja ya," Hasan pun mengangguk..
"yasudah kalau gitu saya berangkat dulu ya Ning takut terlambat nggak Nemu angkot"
"iya hati-hati ya san"
"iya Ning, mari" Hasan pun pergi dengan setengah berlari.
"jadi dia tiap hari naik angkot?" gumam Aulia kasihan dengan Hasan.
"Zidan.." panggil Aulia saat melihat Zidan lewat
"iya kenapa kak?"
"kamu liat kak Reno nggak? itu mobilnya kok masih di parkiran?"
"iya kak, dia masih tidur di mess, oiya semalem dua kotak warna oranye di meja bekas kakak duduk aku masukin ke ruangan kakak, udah liat kan?" tanya Zidan Aulia mengangguk.
"makasih ya, terus Nabila sama cewek-cewek yang lain udah dateng???"
"udah ada di dapur semua, siap-siap in bahan, nanti kalo ada pengunjung mereka keluar kok, ini kan masih sepi soalnya bukan weekend "
"iya deh, yaudah saya samperin kak Reno dulu ya, ngebo banget itu orang" Aulia pamit, zafran mengangguk lalu ia segera menuju mess, disana terlihat Reno yang masih baru bangun tapi sudah sibuk main hp yang Aulia tau di hp Reno adalah judi slot membuatnya makin emosi.
__ADS_1
"kakakkkkkk" teriak Aulia membuat Reno kaget hingga tak sengaja melempar hp nya ke kasur.
"ngagetin aja sih kamu Lia, kenapa? " Reno mengambil kembali ponselnya dan memperhatikan lagi ponselnya yang masih menyala
"apa-apaan ini?? kakak main judi online???" Aulia menghampiri tempat tidur Reno, meskipun kasur lantai tapi sangat empuk dan mencoba merebut hp nya membuat Reno terpaksa duduk dari tidurnya.
" dari mana judinya sih Lia, nggak ada judi ini" Reno mencoba merebut hp nya kembali.
"Bohong !! dikira aku nggak tau apa ini judi berkedok permainan"
"udah deh, sini dek" pinta Reno dengan lembut Aulia mematikan mengeluarkan permainan yang masih menyala ia lalu memasukkan ponsel Reno ke dalam sakunya.
"udah stop dulu mainnya, aku mau ngomong" Reno pun mengangguk ia lalu duduk berhadapan dengan Aulia.
"kak, kakak nggak di cariin om herman??emang udah nggak ada kerjaan di Jakarta?" tanya Aulia yang ingin bicara baik-baik dengan Reno.
"di telfonin sih, tapi aku bilang pengen ke opening cafe kamu, jadi papa nggak ngelarang tuh"
" yaudah kalo gitu, aku boleh minta sesuatu nggak sama kakak?" tanya Aulia Reno mengangguk ia sepertinya tau apa yang akan di minta Aulia.
"kakak udah berusaha lupain kamu Lia, tapi ya gimana, namanya hati nggak bisa di paksa, kadang kalo liat kamu sama Sumi kamu itu kakak cemburu tau"
" kakak aja cemburu apalagi suami aku kak? kakak peluk-peluk terus cium-cium aku mas Naufal juga cemburu loh" jawab Aulia membuat Reno terdiam.
"apalagi omongan kakak kemarin yang ngerendahin profesi suami aku, Lia nggak suka ya kakak ngomong kayak gitu, "
"maaf Lia ..."
" aku maafin kak, semua kesalahan kakak bakal aku maafin semuanya, tapi aku mau kakak berubah, aku tau pasti selama ini hidup kakak di Jakarta nggak pernah tidur malem? ini muka kakak jadi kusem terus bawah matanya item banget"
"aku mau kakak berubah, aku mau liat kak Reno yang dulu, yang fokus sama tujuan hidupnya, yang selalu sayangin adik-adik nya tulus, yang baik yang nggak neko-neko, apalagi ini main apa ini di hp nya" Reno tidak menjawab sama sekali.
"kakak mau aku bahagia kan?" tanya Aulia Reno mengangguk
"aku bahagia kalo liat kakak bisa berubah jadi lebih baik, aku mau kakak mulai nata masa depan kakak buat menikah, buatin cucu buat om herman, bahagiain Tante Maya sayangin Rara, aku bahagia kalau anggota keluarga ku adem ayem kak"
"iya Lia kakak janji mau berubah demi kamu"
__ADS_1
"janji?" tanya Aulia meyakinkan, Reno mengangguk
"yaudah kalo gitu sekarang kakak mandi ikut aku, kita jalan-jalan mau ya, sambil beliin operasional cafe " ajak Aulia karena selama disini Reno tidak pernah di ajak nya jalan jadi sekalian mengembalikan masa kecil keduanya saat Reno dan Aulia saling menyayangi layaknya kakak beradik bukan antara wanita dan pria.
"mau mau, kamu tunggu Kakak mandi sebentar ya?" Aulia mengangguk lalu berdiri.
"aku tunggu di luar ya kak" Aulia melangkah pergi meninggalkan kamar mess ia lalu menuju ruangannya untuk mengambil tas dan dompetnya, ia memutuskan menggunakan tas yang semalam Reno hadiahkan untuk nya.
setelah siap Aulia menuju meja cafe sambil menunggu Reno selesai.
" ayo Lia" ajak Reno yang sudah di depan meja Aulia.
" udah siap?" Reno mengangguk Aulia pun berdiri mengikuti Reno ke mobil nya.
"eh Aulia sama kak Reno mau kemana tuh?" tanya Ririn pada kedua temannya Nabila dan nisa
"ya nggak tau lah Rin,, lagian juga mereka sodara, emang kenapa kalo pergi berdua." tanya nisa
"lah kok sewot, kan aku cuma tanya Nia, kamu Nih emosian" jawab Ririn, Nabila hanya terdiam masih memikirkan apa jawaban yang akan ia sampaikan pada Reno nanti, haruskah ia menerima atau menolak?
"apa terima aja dulu ya, jalanin dulu " batin Nabila
"wooyyy... kok diem bae sih bil? kenapa kamu??" tanya Nisa
"ehhh.. nggak apa-apa kok," jawab Nabila gelagapan
"jangan-jangan kamu suka ya sama kak Reno, dari tadi liatin terus" tiba-tiba Ririn bicara sambil mengupas bawang putih.
"ehh enggak kok" jawab Nabila
" udah jujur aja, tuh kamu ngomong nya liat ke bawah" ledek Ririn.
"nggak kok apaan sih," elak Nabila ia pun melanjutkan kegiatannya mengelap peralatan makan.
"sebenernya aku suka tapi aku takut dia nggak tulus suka sama aku, dia bilang mau lupain masa lalu nya itu jelas banget kalo aku cuma pelarian" batin Nabila
"ya udah lah, untuk sekarang aku nggak mau pacaran dulu, mending fokus kerja, jodoh nggak jodoh yaudah sih" tambah nya mengambil keputusan.
__ADS_1