
Nia memejamkan matanya menikmati saat Naufal memijat-mijat punggungnya perlahan. rasa sakit nya lumayan berkurang.
"besok ke dokter ya, periksa in ini, mas takut kamu kenapa-kenapa" ujar Naufal.
"terserah kamu aja mas" ujar Aulia yang sudah mengantuk.
"maaf ya mas, Lia ngantuk banget, Lia tidur dulu boleh kan??"
"iya sayang, tidur dulu aja" Naufal terus memijat punggung aulia.
setelah terdengar dengkuran halus dari Aulia Naufal pun berhenti, ia pun ikut tertidur disamping Aulia.
sebelum subuh Naufal sudah terbangun dia segera mandi dan shalat tahajud, lalu berdzikir menunggu adzan subuh.
saat sedang berdzikir Aulia bangun dengan keadaan mual-mual, segera ia berjalan ke kamar mandi, Naufal juga segera mengikuti nya. memang sekarang Aulia sudah jarang mual tapi kalau pagi sesekali itu terjadi.
Naufal memijat pelan tengkuk leher Aulia, setelah Aulia agak lega dan membersihkan mulutnya Aulia berbalik dan memeluk Naufal erat.
Naufal pun membalasnya, ia mengerti, memang kadang Aulia lelah kalau ia sering muntah, apalagi tadi malam punggung Aulia sakit.
"sabar ya sayang" Naufal mengusap punggung Aulia. kemudian menuntun Aulia menuju ranjang.
"masih sakit punggung nya?" tanya Naufal, Aulia mengangguk.
"mau mas pijitin lagi?" Aulia menggeleng.
"maafin Lia ya mas, gara-gara lia malam pertama kita jadi berantakan gini"
"ngomong apa sih kamu, kayak pengantin baru aja, kamu begini juga kan karna hamil anak mas sayang" Naufal mengusap lembut rambut Aulia.
"sekarang kamu mau gimana? mau tidur lagi nggak?? tapi nanggung bentar lagi adzan subuh yang"
"Lia pengen berendam air anget mas,"
"oke, mas siapin airnya dulu ya" Aulia mengangguk.
"airnya yang anget banget ya mas"
"oke" Naufal pun menyiapkan air hangat di bathtub.
Aulia segera mengambil sabun cuci muka nya dalam tasnya, segera ia masuk ke dalam kamar mandi, Naufal sudah selesai kemudian berwudhu lagi dan kembali ke sajadah nya untuk menunaikan ibadah sholat subuh nya sendiri, karena takut Aulia lama.
setelah selesai sholat Naufal membuka pintu kamar mandi.
"jangan lama-lama yang" Naufal mengingatkan Aulia memang sudah akan membilas badannya di shower.
"iya mas ini udah mau selesai kok" Naufal pun kembali ke kamar mengecek ponselnya.
setelah Aulia selesai mandi segera ia menunaikan ibadah sholat subuh nya.
__ADS_1
Aulia ikut berbaring di samping Naufal setelah selesai dengan semua kegiatannya.
"mas pesen makan gih, Lia laper banget "
Naufal pun mengangguk segera ia menelpon pihak hotel dan memesan sarapan yang terlalu pagi ini.
setelah menelpon Naufal merapatkan tubuhnya dengan Aulia tangannya mengusap perut Aulia masuk kedalam piyama Aulia.
"sehat-sehat ya kalian berdua" ujar Naufal menatap wajah istrinya.
"pasti dong yah, kan ada ayah yang selalu jagain kita berdua" ujar Aulia tersenyum membalas ucapan Naufal.
"ehh.. gimana kalau panggilnya Daddy sama mommy aja mas?" tanya Aulia
"nggak ah, mas nggak mau, maunya di panggil ayah aja" Naufal tidak setuju saran Aulia.
"iihhh, masa' nggak mau sih di panggil daddy?"
"nggak sayang, panggil ayah sama bunda ya" Naufal kemudian mencium pipi Aulia.
"hemmmhh.. yaudah deh" padahal sebenarnya Aulia ingin di panggil mommy biar agak keren dikit, tapi Naufal maunya begitu yasudah.
"kamu ganteng banget sih mas" ujar Aulia mengusap pipi Naufal lembut. Naufal agak salah tingkah mendengar pujian Aulia.
"kamu juga cantik banget sayang" Naufal memberanikan diri menatap Aulia dengan tersenyum.
naufal mendekat kan wajahnya pada Aulia, ingin mencium bibirnya, tapi saat bibirnya sudah akan menyentuh bibir Aulia terdengar suara ketukan pintu.
Naufal dan Aulia sontak saling menjauh, Naufal segera membuka pintu kamarnya yang sudah bisa ia tebak pasti staf hotel sedang mengantar kan makanan.
setelah mengambil sarapannya Naufal dan Aulia memulai sarapan mereka di sofa kamar tersebut.
"ke dokter nya nanti sore apa pagi ini aja yang?" tanya Naufal setelah mereka selesai makan.
"ntar aja sore mas, biar sekalian seharian berdua di sini"
"oke" jawab Naufal.
selesai makan Aulia dan Naufal disibukkan pekerjaan mereka masing-masing, Aulia tadi izin untuk mengecek keuangan resto dan cafe nya, Naufal mengizinkannya dia pun mengerjakan tugas yang bisa ia kerjakan dari hp, karena ia tidak membawa laptop nya. jam 7 pagi terdengar suara dering ponsel Aulia, ternyata om herman menelponnya.
"halo assalamualaikum om"
"waalaikumsalam, Lia boleh keluar sebentar nggak om mau pamit nih sama kamu sama Naufal"
"om lagi dimana ini?"
"di resto bawah"
"boleh, Lia sama mas Naufal kesana sekarang assalamualaikum "
__ADS_1
"waalaikumsalam " Aulia menutup telponnya lalu segera berganti baju gamis simpel dan memakai jilbab instan nya, lalu mengajak Naufal ke resto bawah sebentar.
setelah sampai terlihat om herman, Tante Maya, Rara dan Reno sedang menikmati sarapan pagi mereka.
"udah mau pulang aja om?" tanya Aulia basa-basi ikut duduk di sebelah Reno.
"iya nih lia besok om udah musti kerja lagi"
"yaudah, hati-hati ya om, Tan perjalanannya"
"iya sayang, muka kamu kok pucet gitu sih?" tanya Tante maya melihat wajah pucat Aulia.
"nggak papa kok Tan, emang biasa nya gini kalau habis muntah pagi"
"kok bisa muntah Lia, emang suami kamu gak bawa ke dokter ?" tanya judes Reno, segera om herman layangkan tendangan di bawah meja di kaki Reno.
"aww" Reno melotot kearah papanya.
"ee .. maaf kak, udah saya bawa ke rumah sakit kok, emang sesekali Lia muntah, bahkan sama dokter udah di kasih obat anti mual kok " jelas Naufal menjawab pertanyaan Reno.
"emang biasa nya begitu kok Lia, Tante dulu juga gitu, malah Tante hamil Reno ini nyampe hamil besar masih mual-mual " tante Maya menimpali, membuat Aulia, Naufal dan om herman tertawa tapi tertahan, membuat Reno kesal.
"eh Lia, kakak minta nomor telponnya temen kamu dong " ujar Reno tiba-tiba.
"siapa?" tanya Aulia menyelidik.
"namanya Nabila, ntar kirim ke wa kakak ya" Reno memulai aksinya, yaitu membuat Aulia cemburu padanya.
"ya elah kak, emang di Jakarta udah kehabisan stok cewek ya, Sampek nyari ke desa-desa " Aulia tertawa.
"ya biarin lah, terserah kakak dong" sewot Reno.
"yaudah ntar Lia kirim, tapi jangan di sakitin ya soalnya dia sahabat baik lia" ujar Aulia akhirnya.
Reno agak kesal pasalnya Aulia menjawabnya santai tanpa cemburu, "yasudahlah, mungkin Aulia emang udah bahagia sama itu cowok.
setelah berpamitan dan berpelukan segala macam, Aulia dan Naufal masuk ke kamar mereka masing-masing.
oiya om Farhan dan Tante Dewi kemarin datang hanya waktu resepsi saja jadi mereka langsung balik ke Jakarta, sedangkan ke 4 teman-temannya juga sudah pulang kemarin malam sebelum acara selesai.
Aulia dan Naufal pun kembali melanjutkan pekerjaannya mereka.
Aulia sudah selesai pukul 9 pagi, setelah itu ia menggeliat di atas ranjangnya, merenggangkan otot-ototnya.
"euh... akhirnya selesai juga " setelah selesai Aulia menuju kamar mandi membawa sebuah paper bag kado dari Andin, ia segera mengganti bajunya dengan baju haram dari Andin.
Aulia keluar mendekati Naufal yang masih fokus dengan ponselnya.
"mas" sebelum sampai Aulia memanggil suaminya terlebih dahulu agar Naufal memperhatikan jalan Aulia.
__ADS_1
Naufal segera menoleh