Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Kehilangan Dirimu Di Dalam Hidupku


__ADS_3

Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading 🤗


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


"Katanya mau traktir aku, malah ngajak ke sini," gerutu Sarah sambil berjalan mengikuti langkahnya Maimunah


"Sabar Sarah yang cantik."


"Oh ya, aku baru ingat, hari ini kan ulang tahun ku. Wah, berarti kamu merencanakan kejutan di hari ulang tahunku dong Munah?"


"Bukan gw, tapi El. Kemarin dia telepon gw, dia minta tolong ke gw, bawa elu ke sini," ucap Maimunah.


"Huh ...," Sarah menghela nafas panjang.


"Sebenarnya kenapa sich kalian putus? Gw masih penasaran nich, soalnya dari kemarin gw tanya ke kalian berdua, kalian pasti jawabnya bukan jodohnya."


"Emang benar kok, aku bukan jodohnya El."


"Kakak kapan kita sampai?" tanya Aqila polos.


"Sebentar lagi sampai cantik," ucap Maimunah.


"Mommy, aku pegal, minta gendong," ucap Aqila manja sambil menoleh ke Sarah.


"Sini, biar Daddy aja yang gendong ucap Antony."


"Nggak ah, aku udah lama nggak digendong ama Mommy."


"Nggak apa - apa Pak, biar saya yang gendong," ucap Sarah sambil menghentikan langkahnya, lalu menggendong Aqila.


"Sarah, mulai sekarang panggil saya Aa aja, nggak usah Pak," ucap Antony sambil berjalan di samping kirinya Sarah.


"Di kantor juga?"


"Iya, di mana pun, panggil aku Aa."


Sarah menganggukkan kepalanya sebagai respon dari ucapan Antony. Mereka menghentikan langkahnya ketika berada di tengah sebuah tempat cagar budaya yang memiliki luas seratus enam puluh lima hektare. Sarah tercengang melihat tempat itu sudah dihias dengan berbagai macam stand flower, stand lamp, beberapa meja bundar dan lilin dengan indahnya dipadu dengan cahaya rembulan yang syahdu. Sarah mengerutkan keningnya ketika melihat El, Meira, Ucok, dan Zarkasih berdiri membelakangi mereka.


Ddduuuaaarrr ... ddduuuaaarrr ...


Tiba - tiba terdengar bunyi beberapa kembang api Chrysanthemum yang membahana di langit danau daerah cagar budaya. Sarah, Antony, Aqila, Maimunah, Zarkasih, Meira, Ucok dan El takjub melihat keindahan dari beberapa kembang api Chrysanthemum. Tanpa disadari, Antony menggenggam erat telapak tangan kirinya Sarah. El membalikkan badannya, lalu dia marah melihat telapak tangan kirinya Sarah digenggam erat sama Antony. Mau nggak mau El harus menahan emosinya supaya rencananya berjalan lancar.


Dua orang pramusaji melangkahkan kakinya sambil membawa trolly makanan menghampiri Sarah yang masih terlena melihat kembang api. El berjalan menghampiri dua orang pramusaji yang berhenti di belakang sebelah kanannya Sarah. Meira, Ucok, dan Zarkasih membalikkan badannya setelah aktraksi kembang apinya selesai. El menyalakan lilinnya setelah dikasih api dari koreknya. El mengambil kue ulang tahun itu, lalu menyodorkan kue itu di depan Sarah.


"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you," nyanyian El, Maimunah, Meira, Zarkasih, dan Ucok serempak.


"Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga," nyanyian mereka kompak.


"Make a wish," ucap El lembut.


Sarah memejamkan kedua matanya untuk berdoa meminta ketabahan di dalam dirinya supaya bisa menghadapi segala cobaan yang menerjang dirinya. Meniup lilin angka dua puluh tiga. El berjalan ke sebuah meja bundar yang berada di tengah - tengah tempat acara. Sarah dan Antony mengikuti langkahnya El. El menghentikan langkahnya di depan meja itu. Menaruh kue ulang tahunnya di atas meja.


"Masih ada meja yang kosong untuk kalian berdua Bro, aku ingin duduk berdua sama Sarah," ucap El kesal sambil menoleh ke Antony.


"Aku tidak mau duduk berdua sama kamu El. Terima kasih atas perayaan ulang tahunku ini," ucap Sarah tegas, lalu Sarah berbalik.

__ADS_1


"Ai, kamu mau ke mana?"


"Aku ingin duduk berdua sama Aqila. Kalian berdua duduk aja di sini."


"Mommy aku juga mau duduk sama Daddy," ucap Aqila manja.


"Ya udah, kalian bertiga duduk di sini aja, biar aku aja yang duduk di sana," ucap El melunak.


Tak lama kemudian Sarah berbalik yang masih menggendong Aqila. El mau tak mau harus pasrah menerima keinginan Sarah. El melangkahkan kakinya menuju meja bundar yang masih kosong. Antony dan Sarah menduduki kursi. Aqila dipangku sama Sarah. Salah satu pramusaji memberikan pisau kue ke Sarah.


"Tolong dipotongi, lalu dibagikan ke yang lain ya," ucap Sarah sopan.


"Baik Nona," ucap pramusaji itu, lalu dia memotong kue ulang tahunnya Sarah.


"Mommy hari ini lagi ulang tahun ya?" tanya Aqila polos sambil menoleh ke Sarah yang sedang tersenyum sopan ke pramusaji yang memberikan dua potong kue.


"Iya cantik."


"Daddy kenapa nggak kasih Mommy kado?" ucap Aqila kesal sambil menoleh ke Antony.


"Iya, besok Daddy kasih tahu Mommy kado."


"Kenapa nggak sekarang?" ucap Aqila sedikit protes.


"Aqila nggak boleh seperti itu sama Daddy, Daddy baru tahu kalau hari ini ulang tahunnya Mommy, jadinya Daddy belum beli kado untuk Mommy," ucap Sarah lembut. "Ayo kita makan kuenya," lanjut Sarah, lalu dia memotong kue dengan ukuran yang lebih kecil.


"Mommy besok main yuk ke rumahnya Aqila!" ajak Aqila.


"Iya, besok Mommy main ke rumahnya Aqila," ucap Sarah lembut.


"Asyik!!" teriak Aqila senang.


"Aaa," ucap Sarah sambil menyodorkan kue ke mulutnya Aqila, lalu Aqila melahap potongan kue kecil itu.


"Dua minggu lagi, aku belum sempat bikin paspor. Hari Senin baru aku bikin paspor," ucap Sarah sambil mengunyah kue.


"Aku temani ya bikin paspornya?"


"Nggak perlu A, aku bisa sendiri," tolong Sarah halus.


"Mommy kuenya enak, aku mau lagi dong," ucap Aqila polos, lalu Sarah menyuapi Aqila lagi


"Bagaimana kabarnya Ayu Ada? Ibunya sudah sembuh?"


"Dia baik - baik aja, ibunya belum sembuh. Makanya setiap Jum'at malam dia pulang kampung untuk menemui ibunya, balik ke sini hari minggu sore. Kamu mau mengadakan konser tunggal untuk pertama kalinya?"


"Mau banget A, tapi siapa yang mau ngadain konser itu?" tanya Sarah sambil mengunyah.


"Aku, aku akan rapatkan hal ini sama redaksi Mustika Group."


"Terima kasih banyak ya A," ucap Sarah senang sambil menyuapi Aqila.


"Sama - sama sayangku," ucap Antony keceplosan.


"Apakah Ada benar - benar menyayangiku?" tanya Sarah.


"Iya, bahkan aku sudah jatuh cinta padamu," ucap Antony yakin.


"Tapi kan Aa masih mencintai almarhum istri Aa."


"Sudah beberapa bulan belakangan ini, rasa cintaku ke dia memudar karena kehadiranmu di hatiku Sayang. Apakah kamu sudah bisa menghilangkan rasa cintamu ke El?"

__ADS_1


"Untuk saat ini belum rasa cinta itu belum hilang seratus persen A, tapi aku sedang berusaha untuk menghilangkannya dalam waktu dekat ini," ucap Sarah yakin, lalu dia menyuapi Aqila.


Tiba - tiba terdengar alunan musik vienna waltz menggema di telinga mereka, lalu Antony berucap, "Maukah kamu berdansa dengan diriku?"


"Tanya aja sama Aqila," ucap Sarah sambil menyuapi Aqila.


"Aqila, anak Daddy yang cantik, boleh Daddy pinjam Mommy sebentar?" ucap Antony lembut.


"Boleh, emangnya Daddy sama Mommy mau ke mana?"


"Mau berdansa," ucap Sarah lembut setelah minum air yang sudah disajikan.


"Dansanya di mana?"


"Di sini Sayang," ucap Antony lembut setelah meminum air yang sudah disajikan.


"Ok," ucap Aqila setelah minum air yang sudah disajikan.


Tak lama kemudian Antony dan Sarah berdiri. Melangkahkan kakinya ke tengah tempat acara yang diapit oleh dua buah danau. Antony tersenyum manis ke Sarah sehingga Sarah tersipu malu melihatnya ketika mereka berdekatan. Antony menarik tangan kanannya Sarah, lalu mencium punggung telapak tangan kanannya Sarah dengan penuh kasih sayang. Menggenggamnya, lalu tangan kanannya Antony menarik pinggang rampingnya Sarah, tangan kirinya Sarah memegang pundak kanannya Antony.


"Siapa yang mengajari kamu berdansa?" tanya Antony lembut sambil berdansa.


"El."


"Kamu sudah mengenal semua keluarga besarnya?"


"Belum semua yang sudah kukenal," ucap Sarah.


"Nanti aku kenalin semua keluarga besarku ke kamu," ucap Antony lembut.


Gerak - gerik Sarah dan Antony diperhatikan oleh El. Rahang mukanya El mengeras melihat kedekatan Sarah dengan Antony. Maimunah yang sedari tadi memperhatikan gelagat El yang sedang cemburu, merasa kasihan. Maimunah berdiri dari kursinya setelah selesai makan kuenya dan minum air.


"Munah, elu mau ke mana?" tanya Zarkasih.


"Gw mau samperin El, dari tadi dia dicuekin sama Sarah."


"Elu perhatiin juga gelagat mereka? Dari tadi gw perhatiin, kayaknya Sarah putus sama El. Benar kagak perkiraan gw?"


"Benar, mereka sudah putus semalam."


"Kenapa mereka putus?"


"Gw kagak tahu, gw tanya melulu ke Sarah bukan jodohnya. Sedangkan gw tanya ke El, dia jawab ada salah paham yang sangat fatal sehingga Sarah memutuskan hubungan mereka. Dari raut dan nada bicaranya El, El masih sangat berharap sama Sarah. El pernah bilang ke gw, dia ingin balikan lagi sama Sarah."


"Pasti ada apa - apa sama mereka," komentar Zarkasih.


"Ya udah, gw pengen cari tahu salah paham itu," ucap Maimunah.


Tak lama kemudian Maimunah melangkahkan kakinya menuju mejanya El. Maimunah duduk di depan El yang masih memperhatikan kemesraan Sarah dengan Antony. Maimunah menggeleng - gelengkan kepalanya melihat El yang sedang cemburu. Maimunah menopang dagu melihat raut wajahnya El yang sedang menahan marah.


"Hallo El," ucap Maimunah yang mengalihkan perhatian El.


Sontak El menoleh ke Maimunah, lalu berucap, "Ada apa Munah?"


"Boleh gw kepo?"


"Kepo untuk hal apa?"


"Alasan yang sebenarnya kenapa kalian putus sampai elu tidak merelakan kepergian Sarah dari hidup elu."


"Memangnya Sarah belum menceritakan semuanya?"

__ADS_1


"Belum."


Sarah kamu adalah wanita yang baik. Kamu telah menutupi aibku. Maafkan aku Ai. Aku sangat menyesal telah kehilangan dirimu di dalam hidupku.


__ADS_2