
Di like ya guys π
Di vote ya guys π
Di komen ya guys π
Happy reading π€
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Langit malam di kota Jakarta yang masih gagah memperlihatkan para bebintang dan bulan purnama yang berbentuk bulat sempurna. Sinar dari bintang - bintang yang bertaburan dan cahaya syahdu dari bulan purnama yang berbentuk bulat sempurna seakan menambah romantis bagi jiwa - jiwa yang sedang memadu kasih pada malam Minggu.
Seperti yang telah dilakukan oleh El dan Sarah saat ini. El bersikap mesra ke Sarah walaupun mereka pergi bersama para bodyguard mereka. Mereka beserta para bodyguard pergi jalan - jalan pada malam hari setelah Sarah manggung di acara salah satu stasiun televisi yang terkenal di Indonesia. Dua mobil mengiringi mobil yang ditumpangi oleh El dan Sarah menembus hiruk pikuk keramaian kota Jakarta. Keadaan malam hari di kota Jakarta sangat hidup dengan segala hingar - bingar dari aktivitas masyarakatnya.
Kota Jakarta yang dikenal dengan kota yang selalu hidup, tak akan ada matinya. Tiga mobil sedan mewah milik El terus melaju menyusuri tiap sudut kota Jakarta. Menembus bisingnya malam hari. Melewati beberapa pejalan kaki di trotoar yang sedang menghabiskan waktu dengan orang - orang tercinta atau sekedar menunggu waktu pagi datang.
Ada beberapa pemuda - pemudi sedang asyik memainkan alat musik dan sebagainya lagi sedang bernyanyi sambil menggoyangkan badannya. Di pojok jalan ada kelompok yang terdiri dari enam wanita yang sedang asyik bersenda gurau. Di dekat kelompok wanita itu ada beberapa para pedagang makanan sedang berteriak dengan suara lantang untuk menawarkan dagangannya.
"Sebenarnya kamu mau ajak aku pergi ke mana? Dari tadi kita sudah mengelilingi kota Jakarta," ucap Sarah yang mengalihkan perhatiannya El yang sedang mengecup punggung telapak tangan kanannya Sarah.
"Ke tempat makan yang biasa aku kunjungi. Pas tikungan jalanan ada yang jualan gulai, gulainya enak dan terkenal, namanya Gultik, gulai tikungan," jawab El sambil menoleh ke Sarah.
Ketiga mobil sedannya El belok ke kiri jalanan, lalu menepi di pinggir jalan. Ketiga mobil itu parkir di pinggir jalan. Para bodyguard El dan Sarah membuka safety belt setelah mesin ketiga mobil itu mati. Para bodyguard itu menarik tuas handle pintu mobil sehingga pintu terbuka. Pengawal - pengawal itu keluar dari dalam mobil, lalu berjalan beberapa langkah. Mengambil posisi mereka masing - masing sehingga orang - orang yang berada di area Gultik menoleh ke para pengawal.
Mengedarkan pandangannya untuk memastikan keamanan untuk El dan Sarah. Adi, kepala para pengawal yang saat ini sedang bertugas menganggukkan kepalanya ke para pengawal sebagai kode bahwa keamanan sudah terjamin. Adi berjalan pelan menghampiri El dan Sarah. Membungkukkan badannya ketika berada di depan pintu mobil yang ditumpangi oleh El dan Sarah. Kaca pintu mobil itu terbuka.
"Tuan Muda tempat aman, tapi penuh dengan para pengunjung. Apakah anda mau makan di dalam mobil?" ucap Adi sopan sambil menoleh ke El
"Tunggu sebentar saya tanyakan dulu sama my love," ucap El ramah sambil menoleh ke Adi.
"Ada apa El?" tanya Sarah sedikit penasaran.
El menoleh ke Sarah, lalu berucap, "Gultiknya penuh. Mau makan di dalam mobil?"
"Ya udah makan di dalam mobil aja kalau begitu," ucap Sarah sambil menoleh ke El.
__ADS_1
"Kamu mau pakai nasi nggak? Gulainya mau pedas nggak? Mau minum apa?" tanya El.
"Iya pakai nasi, air mineral gulainya pedas ya."
El menoleh ke Adi, lalu berucap, "Gulai pedas dua, nasi dua. Nasinya dipisah ya. Oh ya sama air mineral dua botol."
"Baik Tuan Muda," ucap Adi, lalu dia melangkahkan kakinya menghampiri pedagang gulai.
El memencet sebuah tombol di dekat pintu mobil sehingga kaca mobil tertutup. El memencet tombol yang lain. Tiba - tiba atap mobil yang ditumpangi oleh El dan Sarah terbuka. Sarah dan El merasakan udara sejuk yang menerpa dirinya. Rambut sebahunya dibiarkan tertiup angin. El menggenggam erat telapak tangan kirinya Sarah, lalu mencium punggung telapak tangan kirinya. Sarah mendongakkan kepalanya, memandang indahnya alam di malam hari.
"Indahnya rembulan," ujar Sarah sambil menatap bulan purnama.
"Hey itu kan Sarah?" tanya seseorang dengan volume suara yang keras.
"Eh iya, itu Sarah," timpal seseorang.
Seketika Sarah menoleh ke sumber suara yang menyebutkan namanya. Sarah tersenyum manis melihat dua orang yang sedang melambaikan tangannya pada dirinya. Kedua orang itu berlari kecil menghampiri dirinya setelah mengobrol dengan seseorang. Berhenti di depan pintu mobil dengan nafas yang tersengal - sengal. Dua orang yang menghampiri Sarah mengatur nafasnya agar kembali normal.
"Hai Sarah! Boleh kita foto bareng?" kata salah satu orang yang menghampiri Sarah.
"Boleh," ucap Sarah.
"Eh, ada cowoknya Sarah. Boleh kok."
Tak lama kemudian El membuka pintu mobil. El dan Sarah keluar dari dalam mobil. El menutup pintu mobil itu. Yang lainnya sudah menyiapkan kamera smartphonenya untuk foto selfi mereka. Sarah merangkul kedua orang itu sambil berdiri di tengah - tengah penggemarnya. Sedangkan El berdiri di belakang Sarah.
Cekrek ... cekrek ... cekrek ...
Mereka bergaya sesuka hati. Beberapa gaya diabadikan lewat foto. Mereka kelihatan ceria sekali karena bisa foto bareng sama Sarah, sang idola mereka. Senyum sumringah menghiasi wajah mereka. Sarah sangat senang bisa bertemu foto bareng sama para penggemarnya.
"Ini harus kita upload di media sosial kita," ujar salah satu dari mereka.
"Iya benar," kata yang satunya lagi.
"Terima kasih ya Sarah" ucap mereka berdua serempak.
__ADS_1
"Sama - sama," ucap Sarah dengan sopan.
"Kak Sarah kok pacarnya nggak diexpos sich?"
"Belum waktunya," jawab Sarah sopan.
"Kenapa belum? Pada hal cowoknya Kak Sarah ganteng kok, kayak oppa - oppa Korea."
"Besok ada konferensi pers mengenai hubungan kami," samber El ramah.
"Jam berapa?"
"Jam delapan malam, nonton aja acaranya, siaran langsung di stasiun Garuda Citra," ucap El yakin yang membuat Sarah menoleh ke El dengan tatapan mata yang bingung.
"Oh ya, pasti kami tunggu. Selamat ya atas hubungan asmara kalian, semoga hubungan kalian berlanjut ke jenjang pernikahan," ucap salah satu penggemarnya Lily.
"Aamiin Ya Robbal Alamiin, terima kasih ya atas doanya," ucap El spontan.
"Sama - sama," ucap mereka berdua kompak.
"Kami makan dulu ya," ucap yang lainnya.
"Iya," ucap Sarah sopan.
Kemudian mereka berdua cipika - cipiki dengan Sarah secara bergantian. Setelah itu mereka berjabat tangan sama El. Lalu mereka pergi meninggalkan El dan Sarah. El membuka pintu mobil. Sarah masuk ke dalam mobil. Sedetik kemudian El masuk ke dalam. El menutup pintu mobil itu. Sarah memandang langit malam lagi sambil menikmati angin semilir di malam hari.
"Kamu benar - benar akan melakukan konferensi pers untuk menyatakan hubungan kita?" ucap Sarah serius sambil menatap langit.
"Iya, para kru yang akan datang ke penthouseku," ucap El serius sambil menatap langit juga.
"Permisi Tuan Muda, ini makanannya," ucap Adi sopan sambil menyodorkan nampan yang berisi dua mangkok gulai, dua botol air mineral dan dua piring nasi.
"Iya, terima kasih ya Adi," ucap El ramah sambil mengambil satu buah mangkok dan satu piring nasi.
"Kita makan satu porsi berdua?" ucap Sarah sambil melihat El menoleh ke dirinya sambil membawa satu piring dan satu mangkok.
__ADS_1
"Iya, aku mau seperti itu, tapi nanti kita makan satu porsi lagi. Aku mau disuapi sama kamu."
"Dasar cowok manja."