
"Rah, tolong bungkusi nasi, tumis kacang panjang ama ikan tongkol, jangan lupa sambelnya," ucap seorang bapak - bapak.
"Ok Pak Udin," ucap Sarah semangat, lalu dia mengambil makanan pesanan Udin.
"Rah, beneran besok siang elu dan pacar baru elu mau disidang ame warga sini di kantor RT?" tanya Ulfa kepo sambil menaruh kue apem di meja kue.
"Iya Mpok, tapi aku nggak bisa datang," ucap Sarah sambil membungkus pesanan Udin.
"Karena besok siang aku ada test interview."
"Kalau pacar baru elu datang?"
"Dia bukan pacarnya aku Mpok, dia hanya teman," ucap Sarah sambil menaruh satu bungkus pesanan Udin di plastik. "Jadi sepuluh ribu Pak," lanjut Sarah sambil memberikan plastik itu ke Udin, lalu Udin memberikan uang pas ke Sarah dan pergi keluar dari warungnya Rogaya.
"Teman tapi mesra, alias TTM," celetuk Ulfa.
"Kayak lagunya ratu aja," samber Sarah.
"Assalamu'alaikum," ucap Juned yang tiba - tiba datang yang membuat Sarah gelagapan.
"Wa — 'alaikumussalam. Bang Juned mau beli apa?" ucap Maysaroh.
"Masih ada es selendang Mayang ya?"
"Masih. Mau beli berapa?" ucap Sarah.
"Beli dua puluh gelas," ucap Juned.
"Banyak amat belinya Jun," celetuk Ulfa.
"Anggota keluarga ku kan banyak Fa," ucap Juned sambil menoleh ke Ulfa.
"Bagaimana kabar istrimu Bang?" ucap Sarah basa - basi sambil menuangkan air gula ke gelas plastik.
"Kabarnya Salma baik"
"Rah, gw balik dulu yak, kue apemnya ada tiga puluh potong."
"Iya Mpok," ucap Sarah sambil menuangkan es ke gelas, lalu Ulfa meninggalkan mereka berdua.
"Sar, emangnya kamu beneran jadian sama El?" tanya Juneidi penasaran.
"Enggak Bang."
"Kalau tentang gosip yang beredar?"
"Itu salah paham Bang. Aku punya bukti dan saksi untuk menyatakan bahwa kami tidak melakukan hubungan intim."
"Sebaiknya kamu jaga jarak sama El, karena setahu aku dia bukan orang yang baik," ujar Juneidi yang membuat Sarah menghentikan gerakannya.
Sarah menoleh ke Juneidi, lalu berkata, "Kita tidak boleh menjudge seseorang dari satu pihak Bang."
"Kamu menyukainya?"
"Soal perasaanku bukan urusan Abang lagi."
"Assalamu'alaikum Sarahku," ucap El semangat.
"Wa'alaikumussalam El, mau beli apa?" ucap Sarah yang masih mengurusi pesanan Juneidi.
"Kayaknya kamu lagi repot, aku bantuin ya," ucap El sambil melangkahkan kakinya ke etalase makanan. "Eh ada Bang Juned, Bang Juned mau beli apa?" lanjut El.
"Pesanan lagi dibikinin sama Sarah," ucap Juneidi datar.
__ADS_1
"El, elu pantas jadi penjual nasi," ledek Edward sambil melihat El yang sedang mengambil makanan. "Itu cewek elu El," ucap Edward sambil menoleh ke Sarah.
"Calon bini gw Ed," celetuk El asal ngejeplak.
"El, kamu jangan asal ngomong dong!" ucap Sarah ketus.
"Just kidding, hehehe," ucap El. "Elu ambil aja sendiri makanannya. Flo, elu juga ambil aja sendiri makanannya," lanjut El.
"Ok Bos," ucap Edward, lalu Edward dan Flo mengambil makanan mereka sendiri.
"Nyak di mana Sar?" tanya El sambil menoleh ke Sarah.
"Udah tidur."
"Elu beli apa?" tanya El sambil menoleh ke Juneidi.
"Es selendang mayang."
"Eh Sarah, buatin tiga gelas es selendang mayang."
"Udah habis El. Diborong sama Bang Juned."
"Kalau gitu, bir pletok tiga gelas ya," ucap El sambil melangkahkan kakinya ke sebuah meja.
"Iya."
"Nggak salah di sini jual bir?" ucap Edward terkejut sambil mengikuti langkahnya El.
"Bir di sini bukan bir yang berakohol. Sebuah minuman khas orang Betawi. Semacam bajigur gitu."
"Ooo, enak nggak?"
"Dijamin enak."
"Yup, benar sekali," ucap El sambil menduduki tubuhnya di bangku.
"Wah kebetulan sekali, dari dulu aku pengen nyicipin bir pletok, akhirnya kesampaian juga. Terima kasih ya El udah ngajakin aku ke sini," ucap Flo sambil duduk di depan El.
"Kayaknya tuch cowok dekat ama incaran elu El," ucap Edward sambil memperhatikan Sarah yang sedang mengobrol sama Juneidi.
"Tuch cowok mantan pacarnya incaran gw."
"Waduhhhh, elu ada saingannya dong untuk mendapatkan hatinya," ledek Edward.
"Nggak, tuch cowok udah nikah."
"Kasihan banget si Sarah ditinggal kawin," celetuk Edward.
"Kenapa mereka putus?" tanya Flo basa - basi.
El langsung menoleh ke Flo dengan tatapan mata yang tajam, lalu berucap, " Hubungan mereka tidak direstui oleh orang tua mereka."
Flo langsung menundukkan kepalanya, lalu berucap pelan, "Maafkan aku jika aku salah."
"Neng cantik nggak salah, hanya si El aja yang baper," celetuk Edward. "Gw perhatiin, incaran elu cantik juga El."
El menoleh ke Edward, lalu berucap dengan tegas, "Jangan macam - macam elu!"
"Ya elah segitunya," ledek Edward.
"Permisi, ini pesanannya," ucap Sarah sopan sambil menaruh nampan di atas meja, lalu memberikan gelas yang berisi bir pletok satu per satu.
"Sar, kamu duduk sini, kita ngobrol sebentar," ucap El sambil menepuk sebelah kanannya.
__ADS_1
Sarah melangkahkan kakinya ke sebelah kanannya El sambil membawa nampan. El memperhatikan Sarah yang sedang melamun sambil berjalan. Tak sengaja Maysaroh kesandung salah satu kaki meja. Untung dengan sigap, El menangkap tubuhnya Sarah sehingga Sarah tidak terjatuh di atas lantai warung. Tatapan mata mereka bertemu, saling mengunci.
"Ekhmmm," deheman Edward yang mengalihkan perhatian mereka.
Sontak Sarah menegakkan badannya, lalu duduk di sebelah kanannya El dan berucap dengan datar, "Mau ngomong apa?"
"Kamu sudah memberikan hasil test ke Babe?" tanya El basa - basi sambil mengunyah.
"Sudah," jawab Maysaroh datar.
"Maimunah mau menjadi saksi?"
"Mau."
"Saksi apaan?" tanya Edward setelah menelan makanannya.
"Kami berdua mau disidang," jawab Sarah datar.
"Sidang apaan?" tanya Edward sedikit terkejut.
"Sidang pernyataan bahwa kami tidak melakukan hubungan intim di depan warga sini," jawab El.
"Hahaha, nggak salah tuch elu disidang karena itu?" ledek Edward sambil menoleh ke El.
"Nggak," jawab El datar.
"Gimana ceritanya elu sama Sarah bisa di sidang sama warga? Untung elu nggak berbuat mesum di sini, kalau ketahuan elu bisa dikawinin," ujar Edward sambil menoleh ke El.
"Waktu itu, gw sama Sarah berdua pergi ke acara akad nikahnya Juned, gw ganti baju di dalam mobil karena baju gw basah. Mungkin karena gerakan gw yang kasar sampai mobil bergoyang. Setelah selesai ganti baju, gw jatuh di pangkuan Sarah. Tak sengaja bibir kami bersentuhan ketika Maysaroh mau mengalihkan pandangannya dan gw mau menegakkan badan gw. Nah disitu Maimunah melihatnya dari kaca mobil."
"Kenapa elu nggak sekalian sosor aja tuch bibirnya Sarah?" tanya Edward yang mendapatkan tatapan tajam dari Sarah, tapi Edward cuek aja sama tatapan matanya Sarah.
"Bisa - bisa gw ditendang Ed," ucap El.
"Kalian bisa nggak sich nggak ngomong soal mesum di sini!" ucap Sarah ketus.
"Widihhhh, sadissss," ledek Edward.
"Udah Ed, kita nggak usah bahas soal mesum di sini."
"Hahaha, baru kali ini gw lihat El takut sama cewek. Seorang Casanova yang bertekuk lutut di hadapan Sarah," ledek Edward.
"Nggak ada yang lucu!" ucap Sarah ketus.
"Wuiiihhh, elu pantas jadi polisi Sar," ledek Edward.
Sarah beranjak berdiri, El melihatnya, lalu berucap, "Kamu mau ke mana?"
"Aku mau cuci piring," ucap Sarah datar.
Tak lama kemudian Sarah melangkahkan kakinya menuju tempat cucian piring. El menghembuskan nafasnya dengan kasar. Menoleh dan menatap tajam ke Edward. Edward mengerutkan keningnya melihat El.
"Kenapa Bro?" tanya Edward santai dan kepo.
"Besok - besok gw malas ajak elu ke sini lagi!" ucap El kesal.
"Ya elah, cewek elu aja yang baperan."
"Eh Ed, di sini tempatnya beda sama tempat biasa kita nongkrong. Jangan disamakan. Di sini, budaya timur dan ajaran agama masih dijunjung tinggi. Makanya jangan macam - macam kalau lagi di sini," penjelasan El.
"Iya dech. Elu benaran jatuh cinta dengannya?
"Iya. Gw jatuh cinta padanya."
__ADS_1