Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Aku Minta Maaf


__ADS_3

Saat ini Sarah dan El sedang berada di salah satu mall yang beralamat di Jalan M.H. Thamrin. Mereka menyusuri pusat perbelanjaan besar di Menteng, Kota Jakarta Pusat sambil berpegangan tangan. Melihat - lihat beberapa toko dari luar. Menikmati suasana mall yang keadaannya cukup ramai oleh para pengunjung mall.


"Bagus banget bangunan mallnya. Siapa ya pemilik mall ini?" ucap Sarah yang terkesima melihat megahnya mall.


"Setahuku, pemilik mall ini adalah perusahaan sinar mas land."


"Berapa lantai mall ini?"


"Enam lantai. Sar, aku panggil kamu Ai aja ya?"


"Kok Ai?"


"Iya, singkatan ayang I, boleh ya?" ucap El memelas.


"Terserah kamu," ucap Sarah datar.


"Ai, kita masuk ke toko itu yuk!" ajak El.


Belum adanya persetujuan dari Sarah, El langsung menarik tangannya Sarah masuk ke dalam toko pakaian branded dunia. Sarah terperangah melihat isi toko. Baru pertama kali dia ke sini. Biasanya dia hanya bisa melihat pakaian - pakaian branded seperti di dalam toko hanya dari majalah dan televisi.


"Untuk apa kita ke sini?" tanya Sarah bingung.


"Untuk membeli pakaian pestamu dan tas untuk Mamiku. Besok Mamiku ulang tahun, aku ingin membelikan tas sebagai hadiah ulang tahun dan baju untukmu supaya kamu bisa memakainya pas acara pesta ulang tahun Mamiku pada hari Sabtu.


"Tapi kamu tak perlu membelikan baju untukku El."


"Rezeki tidak boleh ditolak. Udah sana pilih beberapa baju dan tas yang kamu suka. Aku tunggu di depan kasir."


"Terima kasih ya El."


Tiba - tiba ada seorang yang memeluk erat pinggangnya El dari belakang. Sontak El menoleh ke belakang. Sarah terkejut melihat El yang tiba - tiba dipeluk sama seorang wanita blasteran yang cantik. El menatap dengan tatapan dingin ke orang yang sudah memeluk dirinya dan ternyata orang itu adalah Clarissa. Clarisa tersenyum manis ke El. El tersenyum sinis ke Clarisa sambil melepaskan tangannya Clarisa.


"Tumben kamu tidak mau dipeluk samaku El?" ucap Clarisa manja sambil memindahkan posisi tubuhnya.


"Cla, kenalin, ini calon istriku," ucap El serius sambil menatap tajam ke Clarisa.


"Wow! Benaran kamu yang notabenenya seorang casanova mau menikah?" ucap Clarisa terkejut sambil menoleh ke El.

__ADS_1


"Iya, gw serius sama dia."


"Berarti kamu udah tobat, tidak celap - celup sana - sini?"


"Iya, sekarang aku tidak seperti itu lagi," ucap El sambil mengalihkan pandangannya. "Ai, kenalin, ini salah satu teman kuliahku," ucap El lembut sambil menatap hangat ke Sarah.


Clarisa menoleh ke Sarah, lalu mengulurkan tangan kanannya ke Sarah sambil tersenyum manis dan berucap, "Clarisa, aku juga pernah menjadi pacar dan teman ranjangnya El. Kamu harus kuat di ranjang kalau jadi istrinya."


"Sarah," ucap Sarah sambil membalas uluran tangan kanannya Clarisa sehingga mereka berjabat tangan.


"What? Nggak salah tuch namanya. Namamu sama seperti nama mantannya El," ucap Clarisa spontan dan sedikit kaget sambil melepaskan tangan kanannya.


"Nggak," ucap Sarah datar sambil menurunkan tangan kanannya.


"Oh, sorry kalau aku nyinggung perasaanmu," ucap Clarisa yang telah mendapatkan tatapan mata yang tajam dari El.


"Nggak apa - apa," ucap Sarah datar.


"Oh ya El, aku mau milih baju dulu ya dan senang berkenalan denganmu Sarah," ucap Clarisa ramah sambil menatap ke El dan Sarah secara bergantian.


El menduduki tubuhnya di salah satu bangku sofa. Mengambil smartphone miliknya dari kantung celana jeansnya. Mengutak - ngatik beberapa ikon di layar smartphonenya untuk melihat harga saham perusahaan development dan property milik papinya. Tanpa sepengetahuan El, Clarisa menduduki tubuhnya di samping kanannya El.


"Sepertinya wanita itu tidak mencintaimu El?" ucap Clarisa pelan yang telah membuat El sontak menoleh ke dirinya.


"Itu bukan urusan elu," ucap El ketus sambil menatap tajam."


"Kamu berkata seperti itu, berarti kamu sudah mengetahui bahwa Sarah tidak mencintaimu."


"Elu jangan sok tahu!" ucap El sedikit kesal.


"Aku tahu itu karena aku juga seorang wanita. Aku tahu kalau seorang wanita lagi jatuh cinta. Aku nggak ngeliat pancaran cinta dari Sarah ketika berada di sampingmu. Apakah dia hanya menginginkan uangmu?" ucap Clarisa, lalu dia mengalihkan pandangannya ke Sarah yang sedang berjalan menghampiri mereka.


"Elu ngomong apa sih? Asal elu tahu, dia itu tidak matre dan dia itu wanita baik - baik," ucap El serius.


"Apa aku perlu bukti untuk membuktikan ucapanku tadi?"


"Tak perlu," ucap El datar.

__ADS_1


Tiba - tiba Clarisa mencium bibirnya El dengan penuh kelembutan. Sebagai seorang casanova, dia membalas ciuman Clarisa. Ciuman mereka penuh hasrat birahi. Udah beberapa hari El tidak menuangkan hasrat kebutuhan biologisnya sehingga dia menuangkan hasrat itu ketika dia berciuman dengan Clarisa. Ada sayatan luka di hatinya Sarah ketika melihat itu di depan kedua matanya.


Sarah merasa dirinya direndahkan oleh El. Ternyata El telah mengingkari janjinya. Tanpa aba - aba, Sarah melempar tas dan baju yang dipilih ke El dan Clarisa dengan kasar. Sarah berlari keluar dari toko baju itu. Berlari entah ke mana, tanpa arah tujuan. Tanpa diduga, Sarah masuk ke dalam lift yang sedang menuju ke lantai enam. Sarah melihat sekitarnya dengan tatapan mata yang bingung. Dia melihat orang - orang berpasang - pasangan, hanya dia sendiri yang tidak memiliki pasangan.


Pintu lift terbuka lebar, semua penumpang lift keluar dari dalam lift termasuk Sarah. Sarah menelusuri lantai enam mall itu hingga akhirnya dia menemukan bioskop. Dia melihat beberapa poster film yang sedang dipajang dari jarak yang lumayan jauh. Dia masuk ke dalam XXI mall itu. Baru pertama kali dia mengunjungi bioskop. Dia mengedarkan pandangannya ke sekitarnya. Dia berjalan pelan ke poster film Robin Hood.


"Sarah," panggil Clarisa yang sedang berdiri di samping kanannya Sarah.


Sarah menoleh ke Clarisa, lalu berucap dengan datar, "Ngapain kamu di sini?"


"Aku ingin menjelaskan yang tadi," ucap Clarisa, namun Sarah tidak merespon. "Tadi kamu salah paham. Tadi aku hanya mau mengetes, apakah kamu mencintai El atau nggak," lanjut Clarisa.


"Terus menurutmu test seperti itu etis di depan umum? Dan menurut hasil testmu, apakah aku mencintai El?" ucap Sarah tenang.


"Kalau menurutku etis. Dan dari hasil testku, kamu mencintai El."


Sarah hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Clarisa, lalu melengos pergi meninggalkan Clarisa. Clarisa tercengang melihat reaksi Sarah. Clarisa melangkahkan kakinya keluar dari XXI mall. Clarisa melihat El sedang berlarian menuju XXI. El menghentikan langkahnya ketika berada di depan Clarisa. Keringat membasahi mukanya El. Clarisa menggeleng - gelengkan kepalanya melihat reaksinya El setelah dilempar tas dan baju sama Sarah.


"Bagaimana ketemu?" tanya El dengan ekspresi wajah yang khawatir.


"Ketemu, dia di dalam. Kayaknya dia marah banget."


"Gara - gara elu sich ngetesnya pakai segala ciuman!" gerutu El sinis.


"Alah, bisanya nyalahi orang, kamu juga salah," protes Clarisa datar.


"Salah gw apa?"


"Elu balas ciuman gw!" ucap Clarisa kesal.


"Lah kan gw terbawa suasana."


"Alasan, bilang aja elu mau cium gw! Udah sana samperin calon bini elu!" ucap Clarisa kesal, lalu melangkahkan kakinya keluar dari XXI.


El menelusuri XXI mall itu untuk mencari keberadaan Sarah sambil membawa dua buah kantong besar. El melihat Sarah yang sedang mengantri di depan loket untuk membeli tiket nonton bioskop di XXI mall itu. El langsung berlari menghampiri Sarah. El menghentikan langkahnya ketika berada di samping kanannya Maysaroh.


"Ai, aku minta maaf."

__ADS_1


__ADS_2