Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Elu Adalah Anak Gw


__ADS_3

Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading 🤗


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


Tok ... tok ... tok ...


Bunyi ketukan pintu kamarnya El telah membangunkan El. El mengerjakan kedua matanya untuk menyesuaikan cahaya temaram yang masuk ke dalam kornea kedua matanya. Menggeliatkan tubuhnya untuk meregangkan otot - otot tubuhnya. Bangun dari tempat tidur. Melangkahkan kakinya menuju pintu kamarnya.


Mengintip siapa yang telah membangunkan dirinya. Melihat sosok Adi di depan pintu kamarnya. Menyentuh beberapa ikon di layar pemindaian untuk membuka kunci pintu kamarnya. Setelah mendengar suara bip, El menekan handle pintu kamarnya ke bawah, lalu menariknya sehingga pintu kamar itu terbuka.


"Ada apa Di?" ucap El datar.


"Tuan Muda, ada beberapa wartawan di bawah."


"Mau ngapain?"


"Mereka ingin menanyakan tentang kejadian saat Mariana berulah dan ingin tahu tentang Mariana."


"Kan sudah kuperintahkan kamu untuk menghentikan pemberitaan itu!" ucap El kesal.


"Sudah Tuan Muda, tapi diantara mereka pasti ada yang penasaran."


"Usir mereka!"


"Sudah Tuan Muda."


"Mariana!" teriak Sarah yang telah mengejutkan El dan Adi.


Sontak El langsung keluar dari dalam kamar. Melihat pintu lift tertutup dan Sarah yang sedang berlari bersama para bodyguard menuju pintu lift. El bersama para bodyguard berlari kecil menghampiri Sarah. Sarah memencet tombol panah ke bawah di dinding lift ketika dia, El dan para bodyguard mereka berhenti di depan pintu lift. Pintu lift terbuka, lalu mereka masuk ke dalam lift. Adi memencet tombol angka 1, lalu pintu lift ketutup secara otomatis.


El menggenggam telapak tangan kanannya Sarah dengan erat. Tak lama kemudian pintu lift terbuka. Mereka keluar dari dalam lift. Mereka melihat Mariana sedang berbicara sama para wartawan. Mereka mempercepat langkah kakinya mereka menghampiri Mariana. Jepretan flash dari kamera para pers mengenai wajah mereka ketika mereka berada di belakangnya Mariana.


"Jangan kalian dengarkan omongan wanita gila ini!' ucap El tegas sambil menunjuk ke Mariana.


Sontak Mariana menoleh ke El, lalu berucap, "Enak aja aku dibilang wanita gila!"

__ADS_1


"Omongan dia ngawur ngidul, jangan dipublikasikan," ucap El lugas dan tegas.


"Apanya yang ngawur? Aku kan adik kandungnya Sarah, kamu adalah calon kakak ipar tersayang, dan kami tinggal seatap."


"Ada sebagian yang dia ucapkan tidak benar. Sarah bukan kakak kandungnya dia dan aku bukan calon kakak iparnya, dia hanya numpang di sini karena dia diusir sama suaminya sendiri. Berdasarkan dari ucapan suaminya, dia sering bikin ulah makanya dia gila."


"What? Kamu kejam banget El bilang aku gila! Aku masih waras!" ucap Mariana marah.


"Kalau kalian tidak percaya silakan kalian test kejiwaannya."


"Terus kenapa dia ada di sini?" tanya salah satu wartawan.


"Karena kebaikan Sarah. Sebenarnya Sarah diangkat sebagai anak oleh orang tua kandung wanita gila ini. Waktu masih bayi, Sarah ditemukan di bak mobil Babe, Babe wanita gila ini. Sarah juga baru mengetahuinya, dan sejak itu Sarah berusaha untuk mencari orang tua kandungnya."


"Itu tidak mungkin!" teriak Mariana sambil beranjak berdiri.


"Tuch kalian lihat sendiri kelakuan anehnya," ucap El serius yang membuat Mariana melengos pergi.


"El, sudah cukup," ucap Sarah lemas.


"Ya udah para wartawan kami harap kejadian yang tadi dipublikasikan soalnya ini masalah pribadi keluarganya Sarah bukan suatu hal yang menyangkut prestasi dia sebagai seorang penyanyi," ucap El sopan.


"Apakah benar kalian tidur satu atap?" tanya wartawan yang satunya.


"Kenapa Sarah tinggal bersama dengan anda?" tanya pers yang satunya lagi.


"Karena saya menyuruh Sarah untuk tinggal di sini demi keamanan dirinya."


"Kenapa bisa begitu? Apakah Sarah dalam bahaya?"


"Bisa dikatakan seperti itu."


"Kenapa bisa seperti itu?"


"Waktu dia belum lulus kuliah, dia mengajar anak - anak jalanan. Ketua preman di tempat Sarah mengajar tidak mau Sarah mengajar karena dapat mempengaruhi pemikiran anak - anak jalanan yang dia jadikan budak untuk mencari uang. Karena penghasilannya menurun, pria itu telah mengancam nyawanya. Saya mohon untuk pengertian dari kalian semua, tolong tinggalkan tempat ini," ucap El lugas.


Mau nggak mau para pers mengikuti permintaan El. Para pers mematikan semua alat - alat kerja. El membalikkan tubuhnya, lalu. berjalan pelan menghampiri Sarah dan para bodyguard mereka. El menggenggam telapak tangan kanannya Sarah. Sarah menggelengkan kepalanya berulang kali yang membuat El mengerutkan keningnya karena bingung.


"Kenapa Ai? Ada yang salah?"


"Kenapa kamu menceritakan semuanya El?"

__ADS_1


"Memangnya kenapa?"


"Aku nggak mau semua urusan privasiku diumbar El, lagi pula nanti Pak Trisno tahu keberadaanku."


"Kamu jangan takut soal Trisno mengetahui keberadaanmu. Jika kita bersama, dia tidak akan berani macam - macam, jika kita berpisah, itu adalah peluang dia untuk membalas dendam kepadamu. Aku minta maaf soal aku memberi tahu semua urusan pribadimu ke para wartawan," ucap El lembut sambil melepaskan genggaman tangannya.


Tangannya El beralih ke keningnya Sarah yang masih panas, lalu berucap," Hari ini kamu tidak boleh kerja."


"Enak aja, hari ini aku ada briefing untuk video klipku yang kedua," protes Sarah.


"Kamu masih panas Ai," ucap El lembut.


"Nanti juga hilang panasnya setelah minum obat."


"Ya udah kalau itu maumu," ucap El pasrah.


Rasa sakit di kepalanya Sarah bertambah. Penglihatan kedua matanya Sarah buram. Tubuhnya Sarah gemetar sehingga membuat Sarah terkulai lemas. Dengan sigap El memeluk tubuhnya Sarah agar tidak terjatuh ke lantai. El menggendong Sarah ala bride style. Sarah mengalungkan kedua tangannya di leher kokohnya El.


El melangkahkan kakinya sambil menggendong Sarah menuju pintu lift. Para bodyguard mereka mengikuti jejak langkahnya El. Sarah memejamkan kedua matanya ketika berada di dalam gendongan El. Salah satu pengawal mereka memencet tombol panah ke atas di dinding lift. Pintu lift kebuka. Mereka bersama para pengawal masuk ke dalam lift.


Pintu lift ketutup secara otomatis setelah salah satu bodyguard mereka memencet tombol angka 2. Sarah menenggelamkan wajahnya di dada bidangnya El. Tubuhnya semakin gemetaran ketika pintu lift kebuka. El berjalan melewati pintu lift yang terbuka dengan langkah kaki yang cepat. Begitu juga dengan langkah kaki bodyguard mereka.


El melewati beberapa penjaga keamanan dan pintu kamarnya yang sudah terbuka. Berjalan menghampiri tempat tidurnya. Sedangkan para bodyguard berhenti di depan kamarnya El. Merebahkan tubuhnya Sarah di atas tempat tidur. Mengambil smartphone miliknya yang berada di atas nakas sebelah kiri tempat tidur. Menyentuh beberapa ikon untuk menghubungi dokter pribadi. Mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya.


"Hallo Om Surya, tolong datang ke penthouseku ya," ucap El sopan.


"Siapa yang sakit?"


"Calon istriku. Tolong ya Om Surya datang ke sini secepatnya."


"Ok."


Tak lama kemudian El menjauhkan benda persegi panjang itu dari telinga kirinya. Menyentuh ikon merah untuk memutuskan sambungan telepon itu. Menaruhnya di tempat semula. Menoleh ke wajahnya Sarah. Memperhatikan wajahnya Sarah yang ternyata sudah pucat. Memegang keningnya Sarah yang bertambah panas. Sarah membukakan kedua matanya setelah merasakan sentuhan di keningnya.


"Kamu harus diperiksa sama dokter," ucap El lembut sambil melepaskan tangannya dari keningnya Sarah.


"Aku tidak apa - apa El," ucap Sarah lemah.


"Sarah elu kenapa Nak?" ucap Rogaya panik yang tiba - tiba hadir di antara mereka, lalu dia duduk di samping kanannya Sarah.


"Sarah nggak kenapa - kenapa Nyak," ucap Sarah lemah sambil merasakan sentuhan Rogaya yang penuh kasih sayang di keningnya.

__ADS_1


"Nggak mungkin elu nggak kenapa - kenapa. Nyak tahu seluk beluk elu, karena elu adalah anak gw."


__ADS_2