
"Wajah menjadi bersih dan bersinar cerah," ucap Sarah dengan ekspresi senang sambil bergaya yang sudah diarahkan oleh sang sutradara.
"Ok. Done," puji Ray sambil mengacungkan kedua jempolnya yang mengakhiri syuting iklan sabun cuci muka.
Semua kru syuting merapikan perlengkapan syuting setelah mendengar ucapan Ray. Sarah melangkahkan kakinya menuju ke ruang ganti. Tak sengaja Sarah melihat Antony sedang tersenyum manis ke dirinya. Sedari tadi mulai syuting Antony sampai syuting selesai berada di lokasi syuting.
Dia merasakan sesuatu desiran lembut di setiap relung hatinya ketika berada di dekat Sarah, dia tahu perasaan itu adalah rasa cinta dia ke Sarah. Sarah menghentikan langkahnya ketika berada di depan Antony, lalu tersenyum sopan sambil menganggukkan kepalanya ke Antony.
"Selamat sore Pak Antony," ucap Sarah sopan.
"Selamat sore juga," balas Antony lembut.
"Bagaimana kabarnya Aqila Pak?"
"Alhamdulillah baik. Oh ya kapan kalian menikah?"
"Kami belum sempat mendiskusikan mengenai tanggal pernikahan dan beberapa point untuk pernikahan kami Pak."
"Tapi kenapa El sangat yakin dengan pernikahan yang kalian rencanakan?"
"Dia sangat antusias dengan pernikahan kami Pak. Saya yang selalu menunda rencana pernikahan kami selama ini."
"Kenapa kamu menundanya?"
"Karena ada sesuatu masalah keluarga yang sangat pribadi Pak."
Apakah karena wanita yang kemarin sempat muncul saat acara konferensi pers itu baru dimulai?
Batin Antony.
"Hallo cintaku," ucap El senang sambil berjalan menghampiri Sarah dengan membawa bucket bunga, melati, mawar merah dan putih.
Sarah sontak menoleh ke El yang sedang dikawal sama dua orang bodyguard sambil mundur beberapa langkah. Sarah melihat El dengan ekspresi wajah yang senang. Sarah tersenyum senang ke El yang sedang menghentikan langkahnya di samping kanannya. El mengecup pipi kanannya Sarah dengan penuh rasa cinta.
"Ini untukmu Ai," ucap El sambil memberikan bucket bunga itu ke Sarah.
"Terima kasih sayang," ucap Sarah senang mendapatkan bucket bunga dari kekasihnya sambil menerimanya, lalu mencium aroma dari bucket bunga itu.
El menoleh ke Antony, lalu berucap sambil mengulurkan tangan kanannya ke Antony, "Selamat sore Bro."
"Selamat sore juga El," ucap Antony sambil membalas uluran tangan kanannya El, lalu mereka berjabat tangan.
"Bagaimana kabar kamu dan Tante Clara?" tanya Antony sambil melepaskan telapak tangan kanannya dari genggaman El.
__ADS_1
"Baik semuanya," ucap El sambil menurunkan tangan kanannya. "Bagaimana kabarnya Aqila, tumben dia nggak ke sini?" ucap El sambil meraih pinggang rampingnya Sarah.
"Alhamdulillah baik, Aqila lagi les. Sudah beberapa bulan yang lalu Aqila ikut dua les, jadi dia tidak bisa ke sini."
"Kami permisi dulu Pak Antony," ucap Sarah sopan sambil merasakan sentuhan tangannya El di pinggang sehingga Sarah risih. "Ayo El!" lanjut Sarah sambil melepaskan tangan El dari pinggangnya.
Tiba - tiba kepala Sarah sakit lagi. Hari ini kepalanya sudah dua kali pusing, tadi pagi sama sekarang. Badannya gemetaran dan perutnya terasa mual. Sarah memejamkan kedua matanya untuk menahan rasa sakitnya. El langsung menoleh ke Sarah. Melihat wajahnya Sarah yang pucat walaupun masih ditutupi sama make up. Dengan sigap El menggendong Sarah ala bride style. Lalu melangkahkan kakinya menuju ruang ganti sambil menggendong Sarah. Langkahnya El diiringi dengan langkahnya para bodyguard El dan Sarah.
"Kepalaku sakit sekali," gumam Sarah pelan saat digendong sama El.
"Kamu harus banyak makan dan minum obat dulu, kalau perlu ke dokter," ucap El ketika dia dan para bodyguard menghentikan langkah kaki mereka.
"Aku tidak perlu ke dokter, yang hanya aku perlukan istirahat, dan minum obat. Aku hanya kecapekan," ucap Sarah lemas ketika El merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang, lalu dia duduk di samping kanannya Sarah.
"Kepala kamu panas," ujar El sambil menyentuh dahi Sarah. "Kamu harus ke dokter."
"Nggak perlu El. Aku lapar," ucap Sarah lemah.
"Kamu mau makan apa?" tanya El lembut.
"Mau makan bubur El," ucap Sarah lemas.
"Kamu lagi mikirin sesuatu ya?" tanya El menyelidik sambil merogoh kantong jas kerjanya untuk mengambil smartphone miliknya.
"Ehmmm, tadi siang aku tonton infotainment, di dalam infotainment itu ada kejadian Mariana yang lagi eror saat kita mengadakan konferensi pers semalam. Dan parahnya lagi kejadian saat Mariana lagi eror jadi tranding topik di Twitter dan FB. Pasti para pers infotainment mencari tahu tentang Mariana dan menanyakan tentang kejadian itu. Ada beberapa komen yang telah menyudutkan diriku dan menyudutkan hubungan asmara kita," ucap Sarah ketika El sedang menyentuh beberapa ikon di layar smartphonenya untuk menghubungi seseorang.
"Iya."
"Adi tolong hentikan pemberitaan tentang perlakuan Mariana saat aku mau mengadakan konferensi pers. Dan tolong hentikan pemberitaan itu di FB dan Twitter," ucap El tegas.
"Baik Tuan."
"Tolong belikan bubur ayam jangan pakai sambal fan parasetamol," pinta El
"Iya Tuan."
Tak lama kemudian El menyentuh ikon merah untuk memutuskan sambungan telepon itu. Menjauhkan benda canggih itu dari telinga kirinya. Menaruh smartphone miliknya di tempat semula. El menyentuh keningnya Sarah yang masih panas. Lalu menyentuh lehernya Sarah yang juga masih panas.
"Habis ini kamu harus diperiksa," ucap El tegas.
"Nggak usah El, nanti juga habis makan dan minum obat panasnya hilang."
"Yah udah kalau itu maumu," ucap El datar.
__ADS_1
Janganlah kau tinggalkan diri ku. Tak 'kan mampu menghadapi semua. Hanya bersama mu ku akan bisa. Kau adalah darah ku. Kau adalah jantung ku. Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku. Oh sayangku kau begitu sempurna, sempurna. Kau genggam tangan ku, saat diri ku lemah dan terjatuh. Kau bisikkan kata, dan hapus semua sesal ku.
Bunyi nada dering dari smartphone milik El. El mengambil smartphone miliknya dari kantong jas kerjanya. Melihat nama Rio yang tertera di layar smartphonenya. El langsung menyentuh ikon hijau untuk menerima panggilan telepon itu. Mendekatkan benda persegi panjang itu dari telinga kirinya.
"Hallo ada Yo?" ucap El serius.
"Malam Bos. Ada satu nama Annisa yang dekat sama papinya Bos," ucap Rio sopan.
"Papi yang mana?"
"Papi Rogen. Salah satu nama Annisa yang diduga ibu kandungnya Sarah adalah istrinya Pak Rifky Wijanarto. Pak Rifky itu kan salah satu sahabatnya Papi Rogennya Bos. Besok saya akan ke rumahnya Bos untuk menceritakan tentang penculikan itu."
"Biar aku aja yang ke rumahnya."
"Baik Tuan, saya permisi dulu , selamat malam," ucap Rio sopan.
Tak lama kemudian El menyentuh ikon merah untuk memutuskan sambungan telepon itu. Menjauhkan benda persegi panjang itu dari telinga kirinya. Menaruh smartphone miliknya di saku jasnya. El menoleh ke Sarah yang sedang merasakan sakit di kepalanya. El tersenyum manis ke Sarah yang sedang memejamkan kedua matanya.
"Ada apa El?"
"Salah satu nama Annisa yang diduga ibu kandung kamu adalah istrinya Om Rifky," ucap El serius.
"Sudah kuduga. Pantesan dulu Pak Rifky ingin bicara sesuatu kepadaku, mungkin dia ingin membicarakan hal itu kepadaku. Kapan kamu mau ke rumahnya?"
"Besok siang sekalian aku nemuin client," ucap El sambil menyentuh beberapa ikon untuk menghubungi Rifky.
"Kamu mau telepon siapa?"
"Om Rifky, aku mau buat janji dulu," ucap El sambil mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya.
"Hallo, selamat malam El, ada apa telepon Om?" ucap Rifky.
"Malam juga Om. Om besok siang sibuk nggak? Aku mau ngomong sesuatu yang penting sama Om."
"Maaf El, sekarang sampai bulan depan masih di Singapore, nemenin Tante Annisa berobat. Emangnya El mau ngomong apa?"
"Dua puluh dua tahun yang lalu Om pernah kehilangan anak perempuan karena anak perempuan Om diculik?" tanya El dengan hati - hati.
"Iya, kok kamu tahu El. Sampai sekarang Om masih berharap untuk menemuinya walaupun hasil dari sidang penyelidikan pihak berwajib mengatakan bahwa anak kami hilang dan kasus penculikannya ditutup."
"Om, ada berita bagus, Sarah juga sedang mencari orang tua kandungnya."
"Bukannya dia memiliki orang tua kandung?"
__ADS_1
"Mereka itu bukan orang tua kandungnya Sarah. Sarah baru mengetahui bahwa dirinya bukan anak kandung mereka setelah almarhum Babenya ngomong. Sudah hampir setahun Sarah mencari keberadaan orang tua kandungnya. Waktu itu sarah ditemukan di bagian bak mobilnya almarhum Babe. Menurut perkiraan almarhum Babe, waktu itu umurnya Sarah sekitar tiga bulanan. Saat itu almarhum Babe tidak ingin memberi tahu hal itu ke pihak berwajib karena dia ingin sekali memiliki seorang anak," penjelasan El.
"Kenyataan yang mengejutkan," ujar Rifky.