
Hai reader, terima kasih sudah memilih novel karyaku ini untuk menemani waktu luang kamu 😊
Jangan lupa tinggalkan jejak ya 😊 dengan kasih bintang lima, masuki ke daftar favorit, di-like, di kasih hadiah, divote, dikasih kupon dan dikomentari.
Semoga kamu suka dengan cerita novel ini. Happy reading. 🤗
______________________________________________
Saat ini Sarah diajak sama El ke Surabaya dan Malang. El sengaja mengajak Sarah untuk meninjau lokasi proyeknya, bertemu dengan relasinya dan ingin memberikan kejutan untuk Sarah. Sarah melihat sekeliling area ruang tunggu bandara Soekarno - Hatta yang sudah penuh dengan aktivitas manusia.
Dia sebelah kanan ada sosok sepasang suami istri yang sedang tidur nyenyak. Sebelah kirinya ada El yang sedang mengetik. Didepannya ada sekumpulan orang yang sepertinya sedang berlibur bersama. Sarah menatap bentangan langit yang gelap dihiasi dengan cahaya rembulan dan bintang - bintang. Kemudian dia menatap runway yang diisi dengan beberapa pesawat yang lepas landas dan mendarat.
Lalu mengalihkan pandangannya ke apron yang dipenuhi dengan pesawat yang sedang parkir dari balik jendela kaca yang besar. Sarah baru ingat bahwa handphonenya belum di non aktifkan. Sarah membuka reselting tas ranselnya, lalu mengambil handphonenya. Memencet beberapa tombol untuk menon aktifkan handphonenya.
Menaruh handphonenya di tempat semula. Menutup reselting tas ranselnya. Tiba - tiba dia merasakan bola di depan kedua kakinya. Dia menoleh ke bola, lalu mengambilnya. Melihat seorang bocah laki - laki sedang berlari menghampirinya.
"Ah ... ah .... Maafin saya Kakak, ah ... ah ...," ucap bocah laki - laki itu dengan nafas yang tersengal - sengal.
"Iya nggak apa - apa, ini bolanya," ucap Sarah sambil memberikan bola itu ke pemiliknya.
"Terima kasih ya Kakak," ucap bocah itu sambil menerima bola itu, tak lama kemudian bocah itu berlari ke tempat asalnya.
"Kenapa bocah itu?" tanya El sambil mematikan laptopnya.
"Bolanya gelinding ke sini, aku jadi ingat dan kangen sama anak - anak," jawab Sarah sambil menoleh ke El.
"Kamu ingin mengajar lagi di sana?" ucap El sambil memasuki laptopnya ke dalam tas.
"Iya, tapi TK organisasi Penyayang Anak Indonesia di sana sudah ditutup, ini semua gara - gara Pak Trisno," ucap Sarah sendu.
"Kamu bisa membuka TK di sana," ucap El sambil menoleh ke Sarah.
__ADS_1
"Rencananya begitu, tapi aku belum punya uang untuk mendirikan TK di sana."
"Pakai uangku aja."
"Aku nggak mau. Aku mau kumpulin uangnya dulu."
"Ya udah terserah kamu. Aku dengar kamu dekat sama Aqila ya?"
"Iya, setiap makan siang, dia selalu ingin bersamaku."
"Berarti dia pengganti diriku yang nemani kamu makan siang?"
"Iya, pengganti dirimu yang sibuk rapat."
"Kamu kesal ya samaku sejak kamu pindah ke perusahaan baru, aku nggak nemani kamu makan siang?" ledek El.
"Enggak," jawab Sarah datar.
"Your attention please, passengers of Garuda Indonesia on flight number GA 457 to Surabaya please boarding from door A11, thank you. Perhatian, para penumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 457 tujuan Surabaya dipersilahkan naik ke pesawat udara melalui pintu A11," kalimat announcements yang keluar dari speaker.
Tak lama kemudian mereka beranjak berdiri, lalu memakai tasnya Mereka. Melangkah kakinya menuju pintu A11. Berjalan melewati pintu yang sudah terbuka. Menyusuri lorong panjang dan air bridge. Sarah memberikan tiket pesawat ke salah satu pramugari ketika berada di ambang pintu pesawat. Pramugari merobek sebagian tiket, lalu memberikan tiket pesawat ke Sarah. Sarah memasuki pesawat mengikuti langkahnya El.
"Sini Ai," ucap El sambil menunjukan kursi mereka.
Sarah mengikuti ucapan El. Sarah memberikan tas ranselnya ke El. El menerimanya, lalu menaruhnya di tempat penyimpanan tas yang berada di atas kursi pesawat. Masuk ke bagian kursi. Menduduki tubuhnya di samping kiri jendela pesawat. Sedangkan El duduk di samping kirinya Sarah. El memegang erat telapak tangan kirinya Sarah.
"Tas kamu nggak disimpan?" ucap Sarah sambil menoleh ke El yang sedang memangku tasnya.
"Nggak, soalnya ada laptop dan barang penting yang lainnya."
"Sepertinya penumpang pesawat ini sedikit," ujar Sarah sambil melihat beberapa penumpang yang lewat.
__ADS_1
"Iya," sambil menoleh ke Sarah. "Bagaimana latihan vokal dan rekamannya?"
"Alhamdulillah berjalan lancar. Bagaimana bisnis perusahaan yang sedang kamu kelola? Apakah sesuai dengan keinginan para pemegang saham?"
"Alhamdulillah sesuai bahkan mereka puas dengan hasil kerjaku. Ai, nanti kalau kamu sudah terkenal dan setelah membayar hutangmu ke aku, jangan lupa dengan janjimu ya?"
"Nggak, kita akan menerima lamaranmu sayang," ucap Sarah lembut.
"Oh ya pakai sabuk pengaman Ai," ucap El, lalu dia dan Sarah memasang sabuk pengaman.
"Para penumpang yang terhormat, selamat datang di penerbangan GA 457 dengan tujuan penerbangan ke Surabaya akan kita tempuh dalam waktu kurang lebih satu jam dan tiga puluh menit, dengan ketinggian jelajah tiga puluh enam ribu kaki di atas permukaan air laut. Perlu kami sampaikan bahwa penerbangan ini adalah tanpa asap rokok, sebelum lepas landas kami persilahkan kepada Anda untuk menegakan sandaran kursi, menutup dan mengunci meja-meja kecil yang masih terbuka dihadapan Anda, mengencangkan sabuk pengaman, dan membuka penutup jendela. Atas nama penerbangan GA 457 kapten Boy Wibowo dan seluruh awak pesawat yang bertugas mengucapkan selamat menikmati penerbangan ini, dan terima kasih atas pilihan anda untuk terbang bersama kami. Dear passengers, welcome to Garuda Indonesia flight. Flights to Surabaya will take us with in 1 hour and 30 minutes, with a cruising altitude of 36.000 feet above sea level. We need to inform you that GA 457 flight is without cigarette smoke, before take off we invite you to hold the chair back, close and lock the small tables that are still open in front of you, tighten the seat belt, and open the window cover. On behalf of GA 457 captain Boy Wibowo and all the crew on duty congratulated this flight, and thank you for your choice to fly with we," kalimat announcement dari salah satu pramugari pesawat.
Sarah memperhatikan beberapa orang pramugari dan satu pramugara sedang berjalan di lorong pesawat. Tak lama kemudian demonstrasi penyelematan diri ketika terjadi kecelakaan pesawat. Pramugari dan pramugara itu berjalan ke tempat duduknya setelah demonstrasi. Sarah mengalihkan pandangannya ke luar jendela, memandang langit malam.
Pesawat melaju pelan, lalu terbang pelan hingga terbang kencang menembus awan sampai berbunyi kencang. Sarah memejamkan kedua matanya ketika pesawat yang dia tumpangi sedang take off. El menggenggam erat telapak tangan kirinya Sarah. Tiba - tiba pesawat bergoyang cukup kencang karena turbulensi ketika menembus awan tebal. Ada sebagian penumpang berteriak. Sedangkan El dan Sarah memejamkan kedua matanya dan saling menggenggam erat telapak tangan.
"Astaghfirullah, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih," ucap Sarah pelan sambil merasakan guncangan pesawat saat take off.
Setelah turbulensi selesai, Sarah merasakan kepalanya membentur dada bidangnya El. Membuka kedua matanya. Menegakkan kepalanya, lalu menoleh ke El yang sedang menatap ke dirinya dengan tatapan mata yang khawatir.
"Ai, are you ok?" tanya El khawatir.
"Iya aku baik - baik aja."
"Alhamdulillah, aku panik kamu kenapa - kenapa."
"Kenapa bisa goyang kencang pesawatnya El?"
"Karena turbulensi Ai."
"Kenapa bisa turbulensi?"
__ADS_1
"Karena cuaca buruk, tadi pesawat menembus awan tebal yang mengandung air hujan."
"Sebuah perjalanan yang tak pernah kulupakan."