Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Ambil Kesempatan


__ADS_3

"Ambil kesempatan juga nich si Lee," gumam El bermonolog setelah keluar dari taksi sambil melihat mobilnya Lee yang terparkir di depan rumahnya Sarah. "Mentang - mentang Sarah sendirian di rumah dan gw pergi keluar kota, dia seenaknya nginap di rumah Sarah. Gw aja yang pacarnya Sarah aja belum nginep malah dia yang nginep," gerutu El yang sedang berjalan melewati mobilnya Lele dan Babe Rojali.


El menghentikan langkahnya di depan pintu rumahnya Rojali. Melihat arloji mahalnya yang menunjukkan pukul satu dini hari. El memencet bel rumah yang tidak memiliki pagar itu. Satu kali memencet bel, tidak ada yang menyahuti. El memencet bel lagi.


El mendengar suara kunci pintu dibuka. Tak lama kemudian pintu terbuka. El tersenyum manis melihat Sarah yang telah membukakan pintu. Sedangkan Sarah syok melihat El datang sambil membawa satu buah koper besar. El menelan salivanya berulang kali melihat Sarah yang hanya mengenakan daster pendek.


Penampilan Sarah telah membuat perkututnya El bangun. Tanpa basa - basi lagi, El nyelenong masuk ke dalam rumah itu. Lalu duduk di bangku panjang. Sedangkan Sarah menutup pintunya. Berjalan menghampiri El. Lalu duduk di samping kanannya El.


"Kamu ngapain ke sini?" Bukannya nanti malam kamu pulang dari Surabaya?" ucap Sarah bingung sambil menoleh ke El.


El membelai wajahnya Sarah, "Aku khawatir sama keadaanmu Ai."


"Nggak usah lebay dach. Aku kan tadi udah bilang sama kamu bahwa aku baik - baik aja. Yang seharusnya kamu khawatirkan adalah keadaan Lee."


"Oh ya, sekarang Lee di sini ya? Tidur di mana dia?" ucap El penuh selidik.


"Dia sekarang tidur di rumahnya Zarkasih. Besok baru pulang ke rumahnya."


"Tapi itu mobilnya ada di sini?"


"Dia nitip mobilnya di sini. Kamu nggak nginep kan di sini?"


"Nginep lah, aku udah capek banget kalau harus pulang sekarang," ucap El manja sambil menyandarkan kepalanya di bahu kirinya Sarah.


"Ya udah, kamu tidur di kamarku aja."


"Tidur berdua sama kamu ya," goda El.


"Nggak!" ucap Sarah kesal sambil beranjak berdiri.


"Malam ini aja ya, aku janji nggak akan berbuat macam - macam lagi," ucap El memelas sambil melihat Sarah yang sedang berjalan menuju ke pintu rumah.


"Nggak!" ucap Sarah sinis sambil mengunci pintu rumah.


"Aku kan calon suamimu, masa nggak boleh tidur bareng," ucap El merengek.

__ADS_1


"Kalau nggak mau, nggak usah nginep di sini. Ayo ikut aku!" ucap Sarah serius sambil berjalan menuju ke kamarnya.


El mengikuti langkahnya Sarah, lalu memelas, "Please, aku kangen sama kamu Ai. Aku pengen banget berdekatan denganmu, aku janji tidak akan berbuat mesum sebelum kita menikah."


Ucapan El tidak ditanggapi sama Sarah, lalu Sarah berkata ketika berada di depan pintu kamar, "Masuk."


El masuk ke dalam kamarnya Sarah yang berukuran tiga kali tiga meter. Sedangkan Sarah pergi meninggalkan El sendirian di dalam kamarnya Sarah. El menaruh koper besarnya di samping kiri lemari yang memiliki dua pintu.


Menyalakan lampu kamarnya Sarah. Membuka kaos, lalu menggantungnya di tempat gantungan tembok. Membuka celana jinsnya, lalu menggantungnya di tempat gantungan tembok. El tersenyum sinis melihat sehingga dia hanya mengenakan celana boxernya. perkututnya bangun.


"Kamu harus yang sabar ya," ucap El sambil mengelus perkututnya.


Melangkahkan kakinya ke tempat tidur untuk merebahkan tubuhnya yang lelah. El membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya Sarah. Melihat langit - langit kamar yang dihiasi dengan lukisan langit biru karya Sarah. Lukisan Sarah sama seperti pemandangan langit biru yang sesungguhnya. Sarah melihat El yang sedang melihat lukisannya sambil berjalan menghampiri meja belajarnya untuk menaruh segelas teh manis hangat kesukaan El.


"Kamu suka melukis juga?" tanya El ketika Sarah menaruh gelas teh manis.


"Iya, El kamu pakai baju, nanti masuk angin," ucap Sarah risih.


"Aku memang sudah biasa tidur hanya memakai boxer," ujar El santai.


"Terima kasih. Aku mau lihat lukisanmu," ujar El.


Sarah melangkahkan kakinya menuju ke meja belajarnya dengan hati yang senang karena ada yang mau lihat lukisannya selain para sahabatnya. Membuka salah satu pintu lemari meja belajarnya. Mengambil beberapa lukisan karyanya. Menutup pintu lemari itu. Mendekatkan dirinya ke tempat tidur. Berdiri di samping kiri tempat tidurnya.


"Ini lukisannya," ucap Sarah sambil memberikan beberapa lukisan itu ke El.


El menerimanya, lalu melihat lukisan hasil ciptaan Sarah. El takjub melihat beberapa lukisan Sarah yang sangat bagus, persis seperti benda aslinya. El sangat senang memiliki calon istri yang jago melukis. Sarah duduk di tepian tempat tidur. El mengembangkan bibirnya ke samping sehingga menampilkan senyuman yang manis ketika melihat lukisan Sarah yang berupa wajahnya El.


"Kapan kamu melukis wajahku?" tanya El senang.


"Eh, sebulan yang lalu. Aku biasa suka melukis wajahnya para sahabatku."


"Semua lukisan ini untukku ya," ucap El senang sambil menoleh ke Sarah.


"Iya. Nanti aku bungkusi yang rapi. Kamu taruh aja dulu di atas meja belajarku.

__ADS_1


El beranjak berdiri sambil membawa beberapa lukisan Sarah. Menaruh beberapa lukisan Sarah di atas meja belajarnya Sarah. El melanjutkan langkahnya ke tempat tidurnya Sarah lagi. Membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya Sarah. Tiba - tiba mati lampu di rumahnya Sarah yang membuat El ketakutan.


Sontak El menarik tubuhnya Sarah yang membuat Sarah kaget dan tubuhnya Sarah terbaring di samping kirinya El. El langsung memeluk pinggangnya Sarah dengan sangat erat sambil menaruh wajahnya di punggungnya Sarah seperti anak kecil yang sedang ketakutan.


"Hey El, kamu kenapa?" ucap Sarah panik.


"Aku takut gelap gulita," jawab El jujur.


"Hahaha, kamu kayak anak kecil aja," ledek Sarah.


"Aku trauma di tempat gelap gulita," ujar El serius.


"Emangnya kenapa kamu bisa trauma?"


"Aku pernah diikat di tempat yang sangat gelap seperti ini saat aku masih kecil. Waktu itu aku diculik sama musuhnya Papi Rogen," jawab El jujur yang membuat hatinya Sarah terenyuh.


Ternyata dibalik badannya yang kekar, El memiliki masa lalu yang membuatnya takut sampai sekarang."


Batin Sarah.


"Ya udah kamu tenang aja. Aku akan temani kamu sampai lampunya nyala."


"Iya, makasih ya Sarah."


"Berarti kalau kamu tidur, lampunya dinyalain?" ucap Sarah.


"Iya, tapi nggak semua lampu. Lampu hias yang berada di sisi kanan kiri tempat tidurku. Sarah kamu di sini aja ya, temani aku tidur."


"Iya. Ya udah kamu tidur aja dulu."


Tak lama kemudian seketika suasana hening. El memejamkan kedua matanya sambil memeluk pinggangnya Sarah dari belakang dengan sangat erat. El menaruh kakinya di atas kakinya Sarah yang membuat detak jantung Sarah berdegup lebih kencang.


Aroma bunga mawar yang berasal dari tubuhnya Sarah telah membuat El tertidur. Sarah merasakan hembusan nafas yang teratur di punggungnya. Akhirnya Sarah ikutan memejamkan kedua matanya. Tak lama kemudian Sarah terlelap di dunia mimpi yang indah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Terima kasih banyak ya para readers yang baik hati yang telah membaca cerita novel ini 😊. Tolong dukungannya ya dengan memberikan like, hadiah, vote, komentar, bintang lima, poin dan koin 😊. Love you all 😘😘😘


__ADS_2