
Terima kasih sudah membaca novelku ini 😁
Di like ya guys 😁
Di vote ya guys 😁
Di komen ya guys 😁
Happy reading 🤗
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
"Kalian tunggu di sini aja," ucap Sarah sambil menatap ramah ke para pengawalnya satu persatu.
"Iya Non Sarah," ucap mereka kompak.
Tak lama kemudian Sarah membalikkan badannya. Sarah tersenyum ramah ke para pengawalnya El yang berada di depan pintu ruang kerjanya El. Mereka tersenyum sopan sambil menganggukkan kepalanya pelan ke Sarah. Sarah melihat pintu ruang kerjanya El terkunci dari layar pemindai yang berada di samping kiri pintu. Dia menyentuh beberapa ikon untuk membuka kunci pintu ruang kerja El. Mendorong gagang pintu ruang kerjanya El. Masuk ke dalam, lalu menutupnya sambil mendengar suara *******.
Kemudian Sarah berjalan mencari sumber suara. Membelokkan langkahnya ke sebuah kamar tidur yang berada di dalam ruang kerjanya El. Sarah menelan salivanya ketika berada di ambang pintu kamar. Nafasnya sesak dan tubuhnya kaku mematung tidak dapat digerakkan sama sekali. Jantung milik Sarah seketika berhenti berdegup, rasanya sangat sakit ketika melihat El tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya.
Saat ini El terlihat sedang berhubungan intim dengan Regina yang berada di dalam pangkuannya. Mereka nampak sedang memasuki satu sama lain dan bermain kuda - kudaan. Sarah menutup mulutnya sambil menggelengkan kepalanya berulang kali. Sarah tidak mempercayai dengan ini semua. Dadanya terasa begitu sakit. Bibir Sarah bergetar, air matanya tumpah membasahi pipinya.
"El ...."
Suara Sarah terdengar sendu yang sangat pilu. Adegan itu menusuk hati Sarah sehingga hatinya terluka tak kasat mata. Dia memegang dadanya yang terasa begitu sangat sesak. Sarah menangis terisak untuk kesekian kalinya sambil menggelengkan kepalanya berulang kali. El dan Regina nampak begitu terkejut melihat keberadaan Sarah di dalam ruang kerjanya El. Sontak El mendorong tubuhnya Regina sehingga wanita itu terlepas dari pangkuan El.
Regina lari ke kamar mandi tanpa mengenakan sehelai benang pun karena panik. El yang kelihatan tak kalah panik langsung mengambil dan memakai pakaiannya yang berserakan di atas lantai. Sarah menunduk ketika Benny mengambil dan memakai pakaiannya. Sarah mengepalkan semua jemarinya untuk menahan rasa kecewa di dadanya. Cintanya telah dikhianati.
"Kamu telah membohongi diriku, kamu bilang selalu mencintai diriku, tapi nyatanya kamu telah berbohong, sebuah kebohongan yang amat menyakitkan," ucap Sarah sendu.
"Ai, dengerin aku dulu, sayang. Ini nggak seperti yang kamu pikirkan," sergah El sambil menghampiri Sarah yang sedang menggelengkan kepalanya berulang kali karena sudah tidak percaya lagi dengan El yang selalu bilang mencintai dirinya.
"Kamu jangan mengelaknya El!" ucap Sarah kesal sambil mengeluarkan air matanya.
__ADS_1
"Aku bisa jelasin semuanya ke kamu, Ai. Ai, tolong dengerin aku dulu!" ucap El yang tampak panik dan wajahnya begitu pias karena merasa bersalah sambil memegang erat kedua bahu Sarah.
"Jelasin apa lagi, El? Semuanya sudah jelas!" ucap Lily dengan suara yang sendu sambil mengeluarkan air matanya.
"Ini nggak seperti yang kamu bayangkan, Ai. Aku memang selalu mencintai kamu," ucap El sambil melihat Sarah yang sedang menatap dirinya dengan tatapan luka, luka yang sangat menyayatkan hatinya.
"Kalau kamu mencintai diriku, kamu tidak melakukan hal yang seperti itu El! Apa kamu melakukan itu karena nggak puas sama diriku!? Yang tidak ingin memberikan tubuhku seutuhnya sebelum menikah!? Terus kamu melampiaskannya ke wanita lain!? Kalau iya, nggak seperti ini juga kelakuan kamu untuk melampiaskan semua itu. Kamu jahat sama aku, El!!" ucap Sarah kesal, lalu Sarah menutup wajahnya yang bersimbah air mata karena air matanya mengalir deras dari kedua pelupuk matanya diiringi dengan suara tangisan.
"Ai. Maafin aku karena kamu kecewa padaku. Tolong dengerin penjelasan aku dulu," ucap El sendu.
"Ini semua sudah jelas. Jika kamu selalu mencintai diriku, kamu tidak melakukan hal itu dengan wanita lain, El. Hubungan asmara kita telah usai."
Sarah melepaskan kedua tangannya dari wajahnya. El mencoba memeluk Sarah, namun Sarah menolaknya. Sarah meronta sambil menatap El dengan tatapan yang penuh luka. El tak kuasa menahan air matanya di kedua pelupuk matanya sehingga menangis terisak sampai matanya memerah. Sarah menggelengkan kepalanya berulang kali sambil menangis.
"Sampai kapan pun, aku mencintaimu," ucap El dengan getir.
Sarah berbalik badan seketika El memeluk pinggangnya dari belakang. Sarah merasakan tetesan air mata Benny membasahi punggungnya. Suara tangis El terdengar jelas di telinga Sarah. Sentuhan dan suara yang sudah dia benci. Hatinya Sarah sangat terluka melihat langsung perselingkuhan El bersama Regina. Sarah memejamkan kedua matanya. Menarik nafas dalam - dalam, lalu menghembuskan nafasnya secara perlahan. Membuka kedua matanya setelah dirinya sedikit tenang.
Tak lama kemudian berjalan menuju pintu ruang kerjanya El sambil menangis terisak. Menarik gagang pintu ruang kerjanya El. Melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruang kerjanya El. Menutup pintu ruang kerjanya El. Semua para pengawal terkejut melihat Sarah menangis. Sarah tidak mempedulikan tatapan mata dari para bodyguard.
Sarah dan beberapa bodyguardnya menyusuri lorong apartemen sambil menangis hingga sampai di depan lift. Dia menyeka air mata di kedua pelupuk matanya dan membasuh air mata di pipinya. Dia memakai masker dan kacamata hitamnya lagi untuk menutupi identitas dirinya. Sambil menunggu lift, Sarah menarik nafas dalam - dalam, lalu menghembuskan nafasnya secara perlahan sehingga dia merasa lebih tenang.
Ting
Pintu lift terbuka lebar. Sarah dan para pengawalnya masuk ke dalam lift yang hanya berisikan dua orang wanita muda yang sedang asyik bergosip. Salah satu bodyguardnya Sarah langsung menekan tombol lantai dasar gedung apartemen dan tombol menutup pintu lift. Tak lama kemudian pintu lift tertutup. Sarah dan para pengawalnya membelakangi mereka bertiga.
"Aku rasa pernyataan dari bos itu hanya settingan dan mereka benaran kumpul kebo," ucap seorang wanita dari salah satu ketiga wanita itu.
"Aku rasa juga begitu. Mana mungkin bos mau ngasih tempat tinggal dengan gratis. Secara bos suka gonta - ganti cewek dan suka bawa beberapa cewek ke ruang kerjanya secara gantian," ucap yang satunya lagi.
Kurang ajar sekali mereka membicarakan kejelekan aku dan El. Kayaknya mereka anak buahnya El. Aku harus berjalan cepat supaya terhindar dari omongan mereka pas sudah sampai di lantai dasar. Bisa tambah sakit hati ini jika terlalu lama mendengar ucapan mereka.
batin Sarah.
__ADS_1
Ting
Pintu lift terbuka otomatis ketika berada di lantai dasar. Sarah keluar dari lift diikuti oleh kedua wanita tadi. Sarah dan para pengawalnya langsung berjalan ke pintu utama gedung. Mereka berjalan melewati pintu utama yang otomatis menuju ke tempat parkiran VVIP yang letaknya berada di depan teras gedung perkantoran itu. Tak membutuhkan waktu yang lama, mereka langsung menghampiri mobil milik El. Mereka membuka pintu mobil dan menutup pintu mobil. Sopir langsung mengunci semua pintu mobil. Mereka langsung memakai seat belt.
"Antarkan aku ke penthousenya Tuan Muda," ucap Sarah dengan suara serak parau.
"Baik Nona," ucap sopir sopan.
Sopir menyalakan mesin mobilnya dan mengendarainya menuju penthouse milik El. Sarah menengokan kepalanya ke jendela samping kirinya, melihat deretan mobil, jalanan dan gedung - gedung. Lama kelamaan Sarah tertidur. Salah satu pengawalnya Sarah mengambil smartphone miliknya karena smartphonenya bergetar, lalu menyentuh ikon hijau untuk menjawab panggilan telepon itu. Mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya.
"Nona Sarah sekarang pergi ke mana?" tanya El to the point.
"Nona Sarah sekarang pergi ke penthousenya Tuan Muda."
"Dia sekarang lagi tidur?"
"Iya Tuan Muda."
"Ok terima kasih informasinya."
El menjauhkan benda pipih itu dari telinga kirinya, lalu menyentuh ikon merah untuk memutuskan sambungan telepon itu. Menaruh smartphone miliknya di kantung celananya. Mengambil jas kerjanya yang bersandar di kursi kerjanya. El melihat Regina yang sedang berjalan menghampiri dirinya. El menatap kesal ke Regina.
"Udah sana pergi kamu!" ucap El kesal.
"Itu semua salah kita El, kamu juga menikmati hubungan intim kita tadi."
"Iya aku tahu. Katanya tadi kamu ke sini mau pamitan pergi ke New York, udah sana kamu pergi!" ucap El kesal.
"Baiklah," ucap Regina datar.
Tak lama kemudian Regina membalikkan badannya. Berjalan ke pintu ruang kerjanya El. Menarik gagang pintu ruang kerjanya El sehingga terbuka. Melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan itu. Menutup pintu ruangan itu. El melihat sosok Regina yang telah keluar dari ruangan itu. El mengusap mukanya dengan kasar.
Maafkan aku karena telah membuatmu terluka.
__ADS_1