
Siang hari Sarah dan El pergi ke sebuah restoran mewah untuk menghadiri undangan acara makan siang bersama Regina. Sebuah mobil Audi A8 L warna hitam berhenti di tempat parkiran sebuah bangunan dua lantai yang berdiri di pusat kota Surabaya. Sarah menurunkan dua kaki jenjangnya dari mobil, lalu menutup pintu mobil. Sarah terpana melihat bangunan restoran yang bergaya retro klasik.
El menggaet tangan kirinya Sarah. Mereka berjalan menuju pintu restoran melewati sebuah taman yang asri. Dua orang pegawai restoran menyambut mereka dengan sopan dan ramah ketika mereka berada di ambang pintu masuk restoran. Masuk ke dalam restoran yang bernuansa kolonial sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.
"Selamat siang Tuan dan Nyonya, ada yang bisa saya bantu," ucap salah satu pelayan restoran itu.
"Meja yang atas nama Bu Regina Sulistyowati di sebelah mana ya Mba?" ucap El sambil menoleh ke pelayan itu.
"Mari ikut saya Tuan," ucap pelayan itu sopan.
Tak lama kemudian mereka berjalan menyusuri ruangan restoran yang memiliki konsep fine dining resto. Memperhatikan interior ruangan yang bernuansa klasik. Melihat langit - langit restoran yang mempunyai tinggi enam meter, panel kayu dan kaca pada pintu. Seperti bangunan jaman kolonial Belanda. Mereka berhenti di depan meja yang masih kosong.
"Di sini mejanya Tuan, silakan duduk Tuan dan Nyonya," ucap pelayan itu sopan dan ramah.
"Terima kasih ya Mbak," ucap Sarah ramah.
"Sama - sama Bu. Saya permisi dulu," ucap pelayan itu, lalu dia pergi.
"Ternyata orangnya belum datang," gumam El.
"Selamat siang Pak El dan Bu Sarah, maaf telat sedikit," sapa Regina sopan dan ramah.
Ternyata aku yang lebih cantik dari calon istrinya El. Pantesan aja kemaren El mau diajak bercinta denganku.
Batin Regina.
"Perkenalkan nama saya Regina," lanjut Regina sopan dan ramah sambil mengulurkan tangan kanannya ke Sarah.
"Sarah, senang berkenalan dengan anda Nyonya," ucap Sarah sopan dan ramah sambil mengulurkan tangan kanannya ke Regina, lalu mereka berjabat tangan.
"Nice to meet you," ucap Regina, lalu dia melepaskan genggaman tangan kanannya. "Selamat datang kembali Pak El," ucap Regina sambil mengulurkan tangan kanannya ke El.
"Selamat siang Bu Regina," ucap El sambil membalas uluran tangannya Regina, lalu mereka berjabat tangan.
"Nice to meet you," ucap Regina sambil mengelus punggung telapak tangan kanannya El.
"Aku dengar harga bahan baku bangunan di toko kamu naik semua tanpa persetujuan dari kesepakatan kita. Itu sama saja kamu melanggar aturan kerja sama kita," ucap El to the point sambil melepaskan genggaman tangan kanannya.
"Mohon maaf sebelumnya, tapi saya sudah memberi tahu ke pihak pembelajaran bahwa bahan baku bangunan toko dari toko saya naik dan mereka menyetujuinya," ucap Regina lembut sambil menurunkan tangan kanannya.
"Tapi dalam surat kerja sama kita, harga bahan baku bangunan tidak segitu. Jika ada perubahan harga, kerja sama kita batal," ucap El serius.
"Silakan duduk dulu Pak El dan Bu Sarah," ucap Regina sopan dan ramah sambil menduduki tubuhnya di salah satu kursi.
"Kita harus membahasnya lagi untuk kesepakatan kita," ucap El sambil menduduki tubuhnya di depan Regina.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita bahas tentang itu besok pagi?" ucap Regina lembut.
"Besok saya berada di Malang, habis makan siang kami langsung berangkat ke sana," ucap El serius.
"Besok saya yang ke Malang. Nanti aku kabarin lagi ketemuan di mananya," ucap Regina lembut sambil mengambil daftar menu. "Pak El dan Bu Sarah mau pesan apa?" lanjut Regina sambil membuka daftar menu.
"U.S. beef tenderloin 2, mashed potato 2 dan air mineral 2," ucap El tanpa membuka daftar menu."
"Baiklah," ucap Regina, lalu dia membunyikan lonceng klasik.
Seorang pelayan restoran berjalan cepat ke arah mereka, lalu berucap dengan sopan dan ramah, "Iya Tuan dan Nyonya, mau pesan apa?"
"Norwegian Salmon 1, mashed potatonya 3, U. S Tenderloin steaknya 2 dan sparkling air mineralnya 3," ucap Regina sopan.
"Baik Nyonya. Saya ulangi ya, Norwegian Salmon 1, Mashed potato 3, U. S Tenderloin steaknya 2 dan sparkling water mineralnya 3," ucap pelayan itu sopan setelah mencatat pesanan mereka.
"Iya."
"Terima kasih atas pesanannya. Silakan ditunggu," ucap pelayan itu sopan dan ramah.
"Sama - sama," ucap Sarah sopan.
"Permisi," ucap pelayan itu sopan dan ramah, lalu pelayan itu pergi.
"Kalian nginep di mana?" ucap Regina sambil menoleh ke Sarah.
Batin Regina.
"Di hotel Majapahit," jawab Sarah ramah.
"Kenapa nginep di hotel Majapahit?"
"Karena aku ingin menjelajahi hotel peninggalan jaman kolonial."
"Kamu suka sejarah?"
"Iya."
"Berarti selera kita sama, aku juga suka sejarah."
"Wah kebetulan sekali, aku bisa tanya tentang sejarah hotel Majapahit ke kamu."
"Boleh, tentang sejarah restoran ini aku juga tahu."
"Pantesan kamu mengajak kita makan siang di sini, ternyata tempatnya sarat akan sejarah dan aku perhatikan tempat itu peninggalan jaman kolonial juga selain hotel Majapahit."
__ADS_1
"Iya, memang benar. Restoran ini dibangun pada tahun seribu sembilan ratus sepuluh dan dibangun oleh Arichtec Algemeen Ingenieurs en Architecten Bureau, sebuah biro arsitek terkenal yang banyak membangun landmark selama masa penjajahan Belanda."
"Kalau hotel Majapahit kapan dibangun?" tanya Sarah antusias.
"Hotel Majapahit dibangun pada tahun 1910 oleh Sarkies Bersaudara dari Armenia. Waktu pembukaan ada Marilyn Monroe dan Charlie Chaplin."
"Salah satu momen yang paling dikenal di hotel ini adalah peristiwa perobekan bendera pada tanggal Sembilan belas September seribu sembilan empat puluh lima, yaitu Insiden Bendera. Peristiwa bermula ketika sekelompok orang Belanda yang dipimpin Mr. Ploegman mengibarkan bendera Belanda di puncak sebelah kanan hotel. Para pejuang Indonesia merobek warna biru pada bendera Belanda, yang berwarna merah, putih dan biru, dengan demikian bendera itu menjadi merah putih yaitu bendera Republik Indonesia. Insiden bendera itu mengakibatkan terbunuhnya Mr. Ploegman," celoteh Sarah semangat.
"Kalau aku ada momen romantis yang selalu kuingat di hotel itu," ujar Regina sambil mengusap pelan senjata pamungkasnya El dengan menggunakan jari - jari telapak kaki kanannya.
Ngapain Regina seperti ini? dia kasih kode ngajak bercinta denganku?
Batin El.
"Pasti kamu pernah menginap di hotel itu bersama pacarmu?"
"Oh iya tentu saja, kami menghabiskan sepanjang malam yang romantis dan hot di salah satu kamar eksklusif hotel itu, kamu benar - benar menikmatinya. Apakah kalian juga menghabiskan malam yang romantis dan hot di hotel itu semalam?"
"Nggak, kami tidak ingin melakukan hubungan intim sebelum menikah," ucap Sarah serius.
Pantesan si El minta jatah sama cewek lain.
Pikiran Regina.
"Wow, ternyata masih ada perawan di usia dua puluhan," ucap Regina sedikit kaget.
"Memang masih ada kok di Indonesia, bahkan masih banyak."
"Permisi, aku mau ke toilet," ucap El sambil beranjak berdiri dari kursinya.
"Iya," ucap Sarah sambil menoleh ke El.
"Aku juga mau ke toilet," ucap Regina sambil beranjak berdiri.
"Iya," ucap Sarah.
Tak lama kemudian Regina dan El melangkahkan kakinya mereka. Regina menarik tangan kanannya El ketika berada jauh dari Sarah. El tahu maksudnya Regina dan dia tidak bisa menahan birahi di dalam jiwa petualangannya sebagai seorang casanova sehingga dia mengikuti langkahnya Regina.
"Aku tahu, kamu ingin mengeluarkannya. Makanya aku ngajak kamu ke tempat sepi," ucap Regina sambil mengarahkan El ke pintu samping restoran.
"Di mana tempatnya?" tanya El sambil melewati pintu samping restoran.
"Tak jauh dari restoran ini. Selain itu aku ingin memberikan sesuatu ke kamu," ucap Regina sambil berjalan menuju ke mobilnya.
"Apa itu?"
__ADS_1
"Sesuatu yang tak bisa kamu lupakan dan sesuatu yang selalu kuingat."