
"Assalamu'alaikum Mpok Sarah," sapa Zarkasih ceria.
"Eh kamu Njar. Mau makan apa?" ucap Sarah ramah.
"Biasa nasi uduk pakai semur jengkol," ucap Zarkasih sambil berjalan masuk ke dalam warung nasi milik Rogaya
"Pakai bihun, orek tempe sama sambal nggak?" tanya Sarah sambil menuangkan nasi uduk ke piring.
"Iya, sambelnya sambel kacang," ucap Zarkasih sambil menduduki tubuhnya di bangku panjang. "Gimana kabar Babe elu?"
"Alhamdulillah udah lebih baik," ucap Sarah sambil menuangkan bihun ke piring.
"Sekarang Babe elu bangun?"
"Belum, tadi subuh sich udah bangun, terus sarapan dan minum obat, eh malah tidur lagi," ucap Sarah sambil menuangkan semur jengkol ke piring. "Oh ya Njar, elu udah dapat kerajaan belum?" lanjut Sarah sambil menuangkan orek tempe.
"Belum. Cariin gw kerjaan dong Sar."
"Nah ini aku mau ngasih elu kerjaan," ucap Sarah sambil berjalan menghampiri Zarkasih.
"Kerja apaan?"
"Arsitek," ucap Sarah sambil memberikan piring ke Zarkasih.
"Mau dong," ucap Zarkasih sambil menerima piring itu.
"Elu gantiin gw di perusahaan IR Design and Cotractor, kamu mau nggak?" ucap Sarah sambil menduduki tubuhnya di depan Zarkasih.
"Elu keluar dari perusahaan itu?"
"Iya."
"Kenapa?"
"Ehm ... beberapa hari ke sini, aku ngerasa semua orang di kantor tempat aku bekerja pada ngejauhiku, termasuk teman - teman satu divisi denganku, aku sudah merasa sudah tidak nyaman kerja di sana dan aku sudah punya kerjaan yang baru."
"Kok mereka seperti itu ke elu?"
"Aku juga nggak tahu. Aku juga nggak habis pikir, apa salahku kepada mereka? Karena mereka begitu samaku, aku udah nggak nyaman kerja di sana," ucap Sarah sendu.
"Udahlah nggak usah terlalu dipikirin, masih ada kami yang selalu setia berada di sekitarmu. Kalau begitu elu keluar aja dari sana. Tapi setahu gw nggak gampang kita mengundurkan diri, apalagi kalau sebagai pegawai kontrak."
"Aku sudah pegawai tetap. Aku bisa keluar setelah mengundurkan diri asalkan sudah ada penggantinya."
"Widihhh ... baru setengah tahun udah menjadi karyawan tetap, keren euy, cepat amat diangkat jadi karyawan tetap," ucap Zarkasih.
"Iya, itu karena hasil karyaku banyak disukai oleh para client dan costumer perusahaan itu, dan karena aku rajin bekerja."
"Wah kalau begitu elu susah keluar Sar walaupun sudah ada penggantinya. Surat pengunduran diri elu susah di acc."
"Masa sich?" ucap Sarah yang tidak percaya sama ucapan Zarkasih.
"Iya, soalnya elu adalah tambang emas mereka. Elu udah kasih surat pengunduran diri?"
"Belum sich, rencananya besok aku kasih surat pengunduran diri."
"Kita lihat sampai berapa bulan surat pengunduran diri itu di acc."
"Eh ada Njar," ucap Maimunah sambil berjalan menghampiri mereka.
"Ngapain elu ke sini?" ucap Zarkasih ketus sambil menoleh ke Maimunah.
"Set dah jutek amat elu Njar ama gw," gerutu Maimunah sambil menduduki tubuhnya di samping kanannya Sarah.
"Kenapa kamu Njar, pagi - pagi udah kesal aja bawaannya?" ucap Sarah penasaran.
"Gw kesal karena dia terima perjodohan itu," ucap Zarkasih datar.
__ADS_1
"Kalian benaran dijodohin sama orang tua kalian?" ucap Sarah antara percaya dan tidak percaya.
"Iye, saking bawelnya Nyak gw, gw iye aje biar die mingkem," ucap Maimunah.
"Elu yang enak, gw yang pusing. Gara - gara elu terima perjodohan itu, gw dicecer nikahi elu, saban pagi ampe malam Nyak Babe gw ngomongin soal perjodohan itu ke gw. Saking bosannya gw pergi aja ke sini."
"Udahlah Njar, elu terima aja perjodohan itu, apa salahnya sich nyenengin orang tua Njar."
"Gw kagak cinta ama Muna, gw masih cinta ama Marimar."
"Njar, sebaiknya kamu jangan berharap Mariana menerima cinta elu. Dia sudah pergi dari sini dan kita tidak tahu di mana dia berada sekarang."
"Dia kan pergi dari sini karena diusir ama Babe elu "
"Ingat Njar, dia diusir karena dia hamil diluar nikah dan dia udah bikin malu keluargaku," ucap Sarah sedikit kesal.
"Iye gw inget," ucap Zarkasih ketus.
"Sarah kapan El ke sini lagi?" tanya Maimunah.
Sarah melihat jam dinding di salah satu sisi dinding warung nasi, lalu berucap, "Dikit lagi nyampe. Emang kenapa?"
"Gw mau nawarin tanah Engkong gw ke El."
"Eh guys, lusa kan El ulang tahun, bantuin aku bikin surprise buat dia," ucap Sarah.
"Ide suprisenya makan malam yang romantis pake segala lilin dan bunga?" ucap Maimunah.
"Itu udah basi, mendingan bikin surprise di Monas. Ngegelar tikar di sana, terus makan rame - rame di sana," celetuk Zarkasih.
"Kalo piknik jangan di Monaslah, bagusnya di kebon," samber Maimunah.
"Itu namanya anti mainstream Muna yang pintarnya keblinger," ledek Zarkasih.
"Biasa aja kali ngomongnya," ucap Maimunah ketus.
"Gila aja elu Sar, masa ngegelar tikar di Monas."
"Pemecah rekor Muna," ucap Sarah.
"Terus elu mau bawa makanan apa?" tanya Zarkasih.
"Yang ada di warung aja. Nanti tolong bantuin aku ya."
"Kalau gitu gw yang booking monasnya dari sekarang," ujar Zarkasih.
"Terima kasih Zarkasih yang baik hati dan tidak sombong," ucap Sarah sedikit bercanda.
"Kalau gw bagian apa Sar?" ucap Maimunah.
"Elu bagian angkut barang," celetuk Zarkasih.
"Elu dan Meira bantuin gw mempersiapkan segalanya, tapi kamu jangan sampai keceplosan bilang soal suprise ulang tahunnya El ke orang - orang ya, hanya kita doang yang tahu," ucap Sarah lembut.
"Ok, by the way gimana kabarnya Babe elu?"
"Alhamdulillah udah baikan."
"Assalamu'alaikum," salam El sambil berjalan menghampiri mereka.
"Wa'alaikumussalam," balas Sarah sambil menoleh ke El.
"Lagi pada ngumpul?" tanya El ramah sambil menduduki tubuhnya di samping kanannya Zarkasih.
"Iya Bang El yabg gantengnya kebangetan," ucap Maimunah.
El hanya tersenyum ramah menanggapi ucapan Maimunah, lalu berucap sambil menoleh ke Sarah, "Kamu sudah bikin surat pengunduran diri?"
__ADS_1
"Sudah."
"Elu bikin surat pengunduran diri buat apa?" tanya Maimunah bingung sambil menoleh ke Sarah.
"Aku mau keluar dari perusahaan The IR Design and Cotractor."
"Elu berhenti kerja sebagai arsitek di sana?"
"Iya Muna."
"Memangnya kenapa berhenti, kan elu udah jadi pegawai tetap?"
"Aky udah nggak betah kerja di sana dan udah dapet pekerjaan yang baru."
"Kenapa nggak betah? Memangnya ada masalah apa sampai elu udah nggak betah kerja di sana?"
"Sejak beberapa hari yang lalu, teman - teman kerjaku pada ngejauhiku."
Kok mereka pada ngejauhi Sarah setelah Adi menegur orang - orang yang suka ngegosipin Sarah? Pasti ada sesuatu, tapi biarin aja dech. Sebentar lagi Sarah keluar dari sana.
Pikir El.
"Kok mereka pada gitu ya sana elu, jangan - jangan mereka pada iri sama elu? Soalnya elu cepat banget diangkat jadi pegawai tetap."
"Bisa jadi."
"Terus pekerjaan baru elu apa?"
"Aku lagi garap album rekaman."
"Elu mau jadi penyanyi terkenal?"
"Iya."
"Widihhh, keren amat elu mau bikin album rekaman," samber Zarkasih.
"Siapa yang ngajak rekaman album elu?" tanya Maimunah.
"Andrew Allison."
"Apa!? Yang aktor super ganteng itu?" ucap Maimunah kaget.
"Iya."
"Wuihhh keren amat Sar, gw mau dong jadi asisten elu kalau elu jadi penyanyi terkenal, nggak dibayar juga, asalkan bisa bertemu sama Andrew Allison."
"Emangnya elu belum bertemu sama dia? Dia kan waktu hari Jum'at malam datang ke kafenya El dan sempat ngobrol samaku dan El."
"Waktu itu gw nggak ngeh dia yang datang ke kafenya El, lagi pula elu waktu itu nggak nyebutin namanya, elu bilang dia saudaranya El, dan elu bilang hanya obrolan biasa," cerocos Maimunah.
"Ok, nanti kamu jadi asistenku. Oh ya Zarkasih kamu mau kan gantiin aku?" ucap Sarah sambil menatap Maimunah dan Zarkasih secara bergantian.
"Iya Sarah yang cantik jelita."
"Sayang, kamu jadi jenguk Babe kan?" tanya Sarah sambil menoleh ke El.
"Iya."
"Muna tolong jagain warung ini ya sampai Ceu Titin datang."
"Okidoki," ucap Maimunah ceria sambil memberikan kode lambang OK dengan menggunakan beberapa jarinya.
"Ayo!" ajak Sarah sambil beranjak berdiri.
Tak lama kemudian El beranjak berdiri. Sarah melangkahkan kakinya menuju rumahnya melalui pintu belakang warung. El mengikuti langkahnya Sarah, lalu dia mempercepat langkahnya. Mensejajarkan langkahnya dengan langkahnya Sarah. Menggandeng tangan kanannya Sarah dengan mesra.
"Ai, Babe dan Nyak kamu sudah tahu tentang kamu mau keluar dari perusahaan The IR Design And Contractor dan kamu sudah mendapatkan pekerjaan yang baru?"
__ADS_1
"Mereka sudah tahu tentang aku mau mengundurkan diri, tapi mereka belum tahu tentang pekerjaan baruku."