
Di dalam toilet sebuah club besar di ibu kota Jakarta ada Antony. Setelah mengeluarkan cairan putihnya di dalam salah satu bilik toilet, Antony memandang dirinya yang memiliki tinggi badan seratus delapan puluh lima centimeter di depan kaca westafel. Tak sengaja dia mendengar suara ******* dan lenguhan dari salah satu bilik toilet, namun dia tidak mempedulikan suara - suara itu.
Dia tidak menyangka dirinya bisa berfantasi liar di dalam bilik sambil membayangkan wajahnya Sarah sehingga membuat dirinya sedikit frustasi. Mengusap wajahnya dengan kasar berulang kali. Membungkukkan badan tegapnya yang memakai kemeja warna abu - abu. Menggulung kedua lengan kemeja yang tampaknya dijahit khusus untuk ukuran badannya karena menempel dengan begitu pas di tubuhnya sampai ke siku.
Membuka kran di westafel depan dirinya. Membasuh kedua lengannya dan mukanya. El keluar dari bilik yang tadi mengeluarkan suara - suara yang sensual. Melangkahkan kaki jenjangnya yang dibungkus dengan balutan celana jins. Berjalan menghampiri Antony yang sedang merenung. El membuka kran di westafel yang berada di samping kanannya Antony, lalu membasahi kedua tangannya secara bergantian.
"Tadi aku mendengar suara ******* dan lenguhan dari bilik yang paling ujung," ledek El sambil mematikan kran, lalu memencet tombol untuk mengeluarkan sabun cuci tangan.
Waduh ketahuan sama El pas aku lagi onani.
Batin Antony.
"Apakah kamu sedang bercinta dengan seseorang atau sedang onani?" ledek El sambil mencuci kedua telapak tangannya.
Shitt! Si El ember juga mulutnya.
Gerutu Antony di dalam hati.
"Aku juga mendengar suara - suara cabul dari bilik yang berada di tengah barisan. Apakah kamu sedang bercinta atau sedang onani?" ucap Antony sambil menoleh ke El.
"Onani sambil membayangkan wajahnya Sarah yang cantik jelita," ucap El jujur sambil mematikan kran di westafel depannya.
Tak lama kemudian tanpa babibu, Antony langsung menonjok El sampai terjungkal ke pojok area westafel. Saat ini El sangat marah, tanpa sebab dia ditonjok. Dia bangkit, lalu dengan cepat dia membalas pukulan Antony sehingga tubuhnya Antony jatuh lunglai ke lantai toilet. El menghampiri Antony yang duduk lemas di lantai, lalu berjongkok dan menarik dan mencengkram kerah kemejanya Antony sambil menatap tajam ke Antony.
"Kenapa kamu menonjok wajahku?" ucap El marah.
"Aku nggak suka kamu berfantasi liar dengan menggunakan wajahnya Sarah!" bentak Antony.
"Emangnya elu siapanya dia sampai elu tonjok gw?"
"Gw calon suaminya Sarah!" ucap Antony kesal.
"Gw nggak percaya itu, asal elu tahu, Sarah masih mencintai gw," ucap El serius.
__ADS_1
"Itu tidak mungkin!" ucap Antony kesal.
"Kalau elu nggak percaya, tanya aja ke orangnya," ucap El tegas.
"Elu jangan macam - macam sama Sarah! Jika elu macam - macam, perusahaan elu akan bangkrut."
"Gw nggak takut ancaman elu!"
"El!!! Teriak Andrew sambil memegang daun pintu toilet.
Sontak El dan Antony menoleh ke Andrew. Andrew berlari kecil menghampiri mereka. El melepaskan cengkramannya di kerah kemejanya Antony, lalu beranjak berdiri. Andrew menghentikan langkahnya di depan mereka berdua. Andrew berjongkok. Memapah Antony untuk berdiri. Antony menatap marah ke El.
"Udahlah A jangan memperpanjang masalah, Mommy lagi nyariin kamu," ucap Andrew tegas.
"Awas aja elu ya!" ancam Antony sambil menatap tajam ke El.
"Gw nggak takut ancaman elu!" ucap El.
Antony berusaha melepaskan Tangan kanannya Andrew yang sedang memapahnya, lalu Andrew berucap, "Udahlah A, jangan terpancing dengan ucapan El, ingat sekarang kita lagi di acara pesta ulang tahunnya Annastasia!!"
Mereka menghentikan langkahnya ketika saling berhadapan, lalu Sarah berucap dengan nada suara yang khawatir, "Aa nggak apa - apa?"
"I'm ok sayang," ucap Antony senang karena Sarah selalu perhatian sama dirinya.
"Aa habis berkelahi ya?" ucap Sarah khawatir sambil melihat luka memar di ujung kanan mulutnya.
"Yah ... begitulah."
"Aa habis berkelahi sama siapa?"
"Sama El."
"Memangnya kenapa bisa berkelahi?"
__ADS_1
"Dia telah berfantasi liar sambil membayangkan wajahmu sayang."
"Kurang ajar sekali si El! Aku akan memberikannya pelajaran!" ucap Sarah geram, lalu Sarah melanjutkan langkahnya ke toilet.
Antony hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kepergian Sarah. Sarah berjalan cepat menuju toilet. Menyusuri lorong yang dipenuhi dengan beberapa pasangan yang sedang bercumbu. Memegang handle pintu, lalu menekannya ke bawah. Mendorong pintu ke dalam toilet hingga pintu terbuka. Sarah masuk ke dalam toilet sambil menutup pintu toilet.
El tersenyum manis melihat Sarah menghampiri dirinya. Sarah mengeraskan rahang mukanya. Sarah melayangkan tonjokan ke wajahnya El sambil menghentikan langkahnya. Dengan sigap El menangkis pukulan Sarah. El langsung mendorong tubuhnya Sarah ke tembok, lalu menghimpit tubuhnya Sarah dengan sangat kuat sehingga Sarah tidak bisa berkutit.
"Kenapa kamu jadi ganas seperti ini?" ucap El serius.
"Itu semua karena kelakuan bejatmu! Kamu telah membayangkan wajahku saat kamu berfantasi liar!" ucap Sarah marah.
"Aku seperti itu karena hasratku terhadap dirimu tidak terlampiaskan," ucap El lembut.
"Tapi itu salah El!"
El menatap Sarah dengan tatapan mata yang mampu menghipnotis Sarah. Tatapan mata mereka saling bertemu dan memaku. Pertahanan Sarah runtuh setelah ditatap El. Tanpa sungkan, El langsung melabuhkan bibirnya ke bibirnya Sarah. Menciumi bibirnya Sarah dengan penuh kelembutan sehingga Sarah terlena. Sarah membuka mulutnya, sedetik kemudian El ******* bibirnya Sarah.
Sarah membalas ciuman El. Mereka saling *******, menghisap, menautkan lidah, dan mengabsen deretan gigi sehingga mereka kehabisan nafas. Nafas mereka terengah - ngah. Mereka mengatur nafas mereka agar kembali normal. Setelah nafas mereka normal, bibirnya El beralih ke leher jenjangnya Sarah yang terekspos dengan tatapan mata yang mendamba dan berkabut.
Menciumi, *******, lalu menghisapnya dengan penuh kelembutan sehingga meninggalkan jejak kemerah - merahan. Sarah memejamkan kedua matanya sambil merasakan sensasi dari sentuhan El. Tangan kanan yang besar dan berototnya masih mencengkeram kedua pergelangan tangannya Sarah.
Sedangkan tangan kirinya bergerilya menjelajahi setiap lekuk tubuhnya Sarah. Membuka reselting dressnya sehingga bagian kanan tubuhnya terbuka. Tangan kirinya El masih menjelajahi tubuhnya Sarah tanpa penghalang lagi. Meremas salah satu bukit Sarah dengan penuh kelembutan sambil mencium lagi bibirnya Sarah. Tangan kirinya turun ke bawah sehingga menemukan titik kelemahan Sarah.
Aku harus menghentikannya, ini salah.
Batin Sarah.
Sarah telah menyadarkan dirinya dari perbuatan yang salah. Sarah melepaskan ciuman El dan memberontak di bawah kukungan El. El menatap kedua matanya Sarah yang memancarkan kesedihan dan kekecewaan. El sangat mengetahui tatapan mata itu. El melepaskan Sarah dari himpitan tubuhnya. El memundurkan langkahnya.
Akhirnya Sarah bernafas lega. Sarah menutup reselting dressnya. Merapihkan dress dan tatanan rambutnya. El langsung berlari kecil ke salah satu bilik toilet. Membuka pintu bilik, lalu menutup dan mengunci pintu bilik. Sarah berjalan mendekati pintu bilik itu untuk ngomong sesuatu. Tak sengaja Sarah mendengar suara ******* El. Sarah mengetuk pintu itu yang mengagetkan El.
"Iya, siapa?"
__ADS_1
"El, aku minta sama kamu lupakan diriku, jangan melakukan sesuatu yang tidak bagus sambil membayangkan diriku dan jangan memukul Antony lagi."