Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Terima Kasih Atas Semuanya Ini


__ADS_3

Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading 🤗


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


"Buka kedua matamu ai," bisik El setelah membuka ikatan mata di kepalanya Sarah.


Ddduuuaaarrr ... ddduuuaaarrr ... ddduuuaaarrr ...


Bunyi petasan yang berwarna - warni turut memeriahkan gemerlapnya malam di dunia fantasi. Sarah terkejut dan terpana melihat kemeriahan di depan kedua matanya. Baru pertama kali Sarah diperlakukan dengan sangat spesial oleh orang lain. Hatinya berbunga - bunga karena merasakan kebahagiaan yang luar biasa di hari ulang tahunnya.


"Happy birthday Sarahku, semoga panjang umur, sehat selalu, tambah rezekinya dan all the best for you," ucap El, lalu dia memeluk Sarah dengan erat dari belakang.


Sarah memegang erat kedua tangannya El yang berada di depan perutnya, lalu berkata, "Terima kasih banyak sayangku. Aamiin Ya Robbal Alamiin. Malam ini adalah malam yang terindah bagi diriku. Aku belum pernah merasakan kebahagiaan seperti kebahagiaanku pada malam ini."


"Maaf aku hanya bisa memberikan semua ini, tidak ada kue ulang tahun. Aku juga merasakan kebahagiaan yang amat luar biasa pada malam ini karena aku bisa menemani kamu di hari spesial kamu," bisik El.


"Aku sangat bersyukur dengan apa yang telah kamu berikan kepadaku malam ini, bahkan ini lebih dari cukup untuk aku. Aku tidak akan bisa melupakan malam ini selamanya."


Mereka berdua melihat pemandangan yang menakjubkan. Syahdunya cahaya rembulan dan kerlap - kerlip bebintang yang bertaburan membentang di langit malam sehingga seperti lukisan langit malam yang indah. Sinar lampu warna - warni yang menyinari wilayah dunia fantasi yang membuat dunia fantasi begitu indah dilihat. Perpaduan keindahan alam pada malam hari dengan gemerlapnya sinar lampu yang menyinari dunia fantasi di dalam wahana bianglala.


Sarah melepaskan kedua tangannya El. Berjalan pelan di dalam salah satu kapsul wahana yang memiliki kurang lebih tiga puluh meter. Bianglala saat ini diberi hiasan lampu berwarna biru dan merah menambah gemerlapnya tempat wisata dunia fantasi. Sarah baru menyadari bahwa di dalam kapsul hanya ada dia dan El. Sarah menelisik salah satu kapsul yang berada di seberangnya. Di sana tidak ada orang. Dia melihat ke bawah menelisik dunia fantasi yang kosong dari pengunjung yang lainnya selain dirinya dan El.


"El, apakah kamu yang memesan dunia fantasi ini hanya untuk kita berdua?" tanya Sarah sambil mengalihkan pandangannya melihat hamparan luas laut Jawa yang dihiasi dengan berbagai macam kapal laut.


"Iya. Apakah kamu menyukainya Ai?"


"Iya, bahkan aku sangat menyukainya," jawab Sarah dengan raut wajah yang bahagia sambil menoleh ke El.


Kemudian Sarah berjalan menghampiri El yang sedang duduk. Sarah duduk di depan El. Mereka tersenyum manis ketika pandangan mereka saling beradu. El membelai lembut wajahnya Sarah. Menyingkirkan anak rambut Sarah yang menutupi wajahnya Sarah dan menyelipkannya di belakang telinga.

__ADS_1


"Terima kasih sayang," ucap Sarah senang.


"Sama - sama, tapi ini belum selesai, dengarkanlah lagu ini," ucap El sambil menekan tombol.


Beberapa detik kemudian terdengar alunan musik dari sebuah lagu. Sarah tersenyum manis mendengar alunan lagu itu. Sarah memejamkan kedua matanya untuk menikmati alunan lagu itu. El tersenyum bahagia melihat reaksi Sarah yang mengungkapkan rasa kebahagiaan.


Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu. Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu. Karena langkah merapuh tanpa dirimu. Karena hati telah letih. Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau sentuh. Aku ingin kau tahu bahwa 'ku selalu memujamu. Tanpamu sepinya waktu merantai hati. Oh, bayangmu seakan-akan. Kau seperti nyanyian dalam hatiku. Yang memanggil rinduku padamu


Seperti udara yang kuhela kau selalu ada.Kau selalu ada. Kau selalu ada. Hanya dirimu yang bisa membuatku tenang. Tanpa dirimu aku merasa hilang dan sepi, sepi ...


Kringgg ... kringgg ... kringgg ...


Bunyi dering dari handphone milik Sarah telah membuyarkan Sarah yang sedang menikmati lagu yang dinyanyikan oleh El. El sengaja merekam suaranya lewat lagu yang berjudul dealova dan memutar rekaman itu saat ulang tahunnya Sarah. Sarah membuka reselting tas selempangnya. Mengambil handphone miliknya. Dia melihat tulisan Maimunah di layar handphonenya. Sarah menekan tombol hijau untuk menjawab panggilan telepon itu, lalu mendekatkan benda itu ke telinga kirinya.


"Assalamu'alaikum, ada apa Mun?"


"Sar, Babe elu di bawa ke rumah sakit."


"Ya Allah, di bawa ke rumah sakit mana?" ucap Sarah khawatir dan panik sehingga menimbulkan wajahnya yang pias.


"Setahu gw ke rumah sakit pasar rebo."


Sarah menjauhkan handphone miliknya, lalu menekan tombol merah untuk memutuskan sambungan telepon itu. Menaruhnya di tempat semula. Menutup reselting tas selempangnya. Sarah menoleh ke El yang kelihatan bingung. Tak terasa air matanya Sarah mengalir lembut di pipinya. El menyeka air matanya Sarah.


"Ada apa Ai?" tanya El lembut sambil mengelus pipinya Sarah.


"Babe masuk ke rumah sakit, aku mau ke sana sekarang," ucap Sarah sedih.


"Babe masuk ke rumah sakit!" ucap El terkejut.


"Iya."


Secepat mungkin El menenangkan dirinya supaya bisa menenangkan mentalnya Sarah. El mendekap Sarah dengan erat. Mengelus punggungnya Sarah berulangkali. Sarah menangis sesenggukan di dalam dekapan El. Antara sedih dan kesal berkecamuk di jiwanya El. Sedih karena Rojali masuk ke rumah sakit. Kesal karena sebagian rencananya untuk membahagiakan Sarah pada hari ulang tahunnya tidak terealisasi.


"Hiks ... hiks ... hiks ... Babe orang yang baik hiks ... hiks ... hiks ... walaupun dia orang yang cuek tapi dia keluargaku yang paling baik kepadaku dan yang paling pengertian hiks ... hiks ... hiks .... Kenapa ini terjadi? Hiks ... hiks ... hiks ...," bisik Sarah di dalam tangisannya.

__ADS_1


"Aku harus yang sabar ya," ucap El lembut.


"Hiks ... hiks ... hiks ... aku mau ke sana sekarang hiks ... hiks ... hiks ...."


"Baiklah, sekarang kita ke sana, tapi kamu berhenti nangis dulu. Nanti Babe sedih lihat kamu menangis," ucap El tenang.


Tak lama kemudian El melepaskan dekapannya. El mengusap air matanya Sarah di kedua matanya dan pipinya Sarah dengan lembut. Sarah menghirup udara sebanyak - banyaknya, lalu menghembuskannya secara perlahan sehingga dia bisa menghentikan tangisannya. El mengusap puncak kepalanya Sarah dengan penuh rasa kasih sayang.


Tak lama kemudian El mengambil smartphone miliknya di saku celananya. Menyentuh beberapa ikon di layar smartphonenya untuk menelpon Edward. Mendekatkan benda pipih itu ke telinga kanannya. El mendengar nada sibuk dari sambungan telepon itu yang membuatnya geram.


"Damn it!" gerutu El spontan sambil menjauhkan benda pipih itu dari telinga kanannya.


"Kenapa El?" tanya Sarah panik.


"Nggak kenapa - kenapa ai," ucap El tenang.


"Tapi kenapa kamu bilang damn it?"


"Aku tadi telepon Edward tapi dia sedang sibuk telepon sama orang lain," ucap El tenang.


"Kenapa kamu menghubungi Edward?"


"Dia yang membantuku untuk menyiapkan semua ini. Dia yang tahu nomor telepon beberapa karyawan di sini yang merealisasikan rencanaku. Seharusnya, nanti ada kejutan lagi sampai jam dua belas malam."


"Kamu punya nomor telepon salah satu karyawan yang bekerja sekarang?"


"Tidak."


"Ya ampun," ucap Sarah sendu.


"Kamu tenang aja," ucap El lembut.


Sedetik kemudian El menyentuh beberapa ikon untuk menghubungi Edward lagi. Mendekatkan benda pipih itu lagi ke telinga kirinya. Nada sibuk masih terdengar lagi yang membuat El marah. Tapi El harus menaklukkan rasa marahnya agar tidak menambah beban di pikiran Sarah.


Sarah menatap El dengan tatapan mata yang penuh harap. Berharap semoga panggilan telepon itu dijawab sama Edward. El menggelengkan kepalanya berulang kali sambil menjauhkan smartphone miliknya dari telinga kirinya. Sarah memejamkan kedua matanya untuk menenangkan dirinya.

__ADS_1


El beranjak berdiri, lalu berteriak, "Hai yang ada di bawah sana, tolong turunkan kami! Hallo spada, tolong turunkan kami! Haloha, turunkan kami! Hola turunkan kami! Turunkan kami!"


Tak lama kemudian bianglala bergerak memutar pelan, lalu Sarah membuka kedua matanya dan berucap, "Terima kasih atas semuanya ini."


__ADS_2