
"El, buka matamu sekarang," bisik Sarah setelah membuka ikatan mata di kepalanya El.
Ddduuuaaarrr ...
Ddduuuaaarrr ...
Ddduuuaaarrr ...
Tiba - tiba bunyi beberapa kembang api warna - warni yang menggelegar dan memeriahkan gelapnya malam di sekitar monas. El terkesima dengan pesta kembang api yang sangat indah. Ini pertama kalinya dia melihat pesta kembang api dari jarak dekat. Dia sangat senang melihat pesta kembang api.
"Selamat ulang tahun, kami ucapkan.
Selamat panjang umur, kita 'kan doakan. selamat sejahtera, sehat sentosa. Selamat panjang umur dan bahagia," nyanyian teman - teman dekatnya El sambil menepuk telapak tangan mereka.
Spontan El membalikkan badannya. Wajahnya Rafael tersenyum sumringah mendapatkan kejutan dari Sarah dan teman - teman dekatnya dengan tatapan mata yang berbinar. Hatinya El berbunga - bunga karena mendapatkan perhatian dari kekasihnya dan teman - teman dekatnya. El tidak menyangka dengan kejutan itu.
"Selamat ulang tahun Elku, waktunya tiup lilin," ucap Sarah dengan lembut sambil membawa kue ulang tahun.
"Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga," nyanyian teman - teman dekatnya El.
El meniup lilin, lalu berkata, "Terima kasih sayang."
"Elu udah make a wish belum?" tanya Edward.
"Udah Ward."
"Kalau boleh tahu make a wishnya apa?" tanya Zarkasih.
"Semoga panjang umur, menjadi orang sukses dan menikah sama Sarah," ucap El sambil menoleh ke Sarah dengan tatapan mata yang berbinar - binar.
"Cie ... yang mau dikawini sama yayang El," ledek Maimunah yang membuat Sarah tersipu malu.
"Ayo kita makan sekarang!" ajak Meira.
Tak lama kemudian, mereka melangkahkan kakinya ke sebuah meja makan. El terharu karena baru kali ini dia diberi kejutan saat dia ulang tahun sama Sarah dan teman - teman dekatnya dan sejak remaja dia tidak merayakan ulang tahunnya. El melangkahkan kakinya sambil melihat pemandangan kota Jakarta yang sangat indah. Perpaduan antara gemerlapnya cahaya lampu warna - warni yang menyinari kota Jakarta dengan sahdunya sinar rembulan dan kerlap - kerlip bintang bertaburan membentang di langit malam.
Mereka duduk lesehan di atas tikar. Mereka ngebotram di dalam ruangan puncak monas yang terbuat dari perunggu yang dilapisi oleh emas murni seberat 35kg. Di atas tikar sudah disajikan nasi uduk Betawi, ayam goreng Jakarta, semur jengkol, semur tahu, sambal kacang, emping dan lalapan. Sarah menaruh kue ulang tahun di atas tikar. El tersenyum bahagia melihat makanan kesukaannya.
"Ai, apakah kamu yang menyiapkan ini semua?" tanya El sambil menoleh ke Sarah dengan mata yang berbinar kebahagiaan.
"Iya. Apakah kamu menyukainya, El?" tanya Sarah sambil menoleh ke El.
"Iya, aku sangat menyukainya, terima kasih ya sayang. Kenapa kamu menyiapkan ini semua?" ucap El dengan raut wajah yang bahagia.
"Karena waktu aku ulang tahun, kamu memberikan aku kejutan dan hadiah. Aku juga ingin memberikan yang terbaik untukmu saat kamu ulang tahun."
__ADS_1
"Ayo kita makan, mumpung masih hangat!" ajak Maimunah.
"Potong kuenya dulu, baru makan!" protes Meira.
"Oh iya, potong kuenya dulu baru makan," ujar Sarah, lalu memberikan pisau kue ke El.
El menerima pisau kuenya, lalu dengan sigap El memotong kue ulang tahunnya. Aisyah mengambil piring kue dan garpu kecil, lalu mengadahkan ke El, El menaruh potongan kue ulang tahun di atas piring kue yang dipegang oleh Sarah. El mengambil piring kue dari tangannya Sarah.
"Suapi, suapi, suapi!" teriak Maimunah dan Meira dengan semangat.
Tak berselang lama, El menyuapi Sarah, lalu Sarah memakannya dengan malu - malu sampai rona merah menyeruak di pipinya. El tersenyum manis melihat ekspresi Sarah yang malu - malu lalu mengusap puncak kepala Aisyah dengan lembut.
"Sekarang elu Sar, yang nyiapin El," celetuk Zarkasih.
Tak lama kemudian El memberikan piring yang berisi kue ke Sarah. Sarah memotong kecil kuenya, lalu menyuapi El. El terlihat sangat bahagia mendapatkan perhatian yang lebih dari Sarah. Spontan El mencium pipi kanannya Sarah. Sarah membulatkan kedua matanya setelah mendapatkan perlakuan El.
"Maaf, spontan sayangku," ucap El lembut.
"Ya elah elu Sar, cuma dicium pipi aja, sampai marah kayak gitu," celetuk Zarkasih sambil memotong kue ulang tahunnya El.
"Ayo semuanya silakan dipotong kue ulang tahunnya!" ucap El ceria. "Siapa yang bantuin kamu untuk menyiapkan ini semua?" tanya El sambil menoleh ke Sarah.
"Semua sahabatku, dan Edward, a ...," ucap Sarah sambil menyuapi El.
"Pantesan tadi Edward sampai membiusku, ternyata aku diculik sama my sweet heart," ucap El sambil mengunyah.
"Wa'alaikumussalam, ke sini Bang Juned dan Salma!" ucap Sarah ramah sambil melambaikan tangan kanannya.
"Ngapain kamu undang Juneidi?" bisik El.
"Dia juga membantu aku untuk menyiapkan ini semua sayang," ucap Sarah pelan.
"Sepertinya aku telat datang ke sini," ucap Juneidi sambil berjalan menghampiri mereka.
"Nggak juga, bagaimana kabarmu Salma?" ucap Sarah ramah sambil menoleh ke Salma.
"Alhamdulillah baik Sar," ucap Salma sambil menduduki tubuhnya di atas tikar.
"Ayo di makanannya!" ucap El senang.
"Happy birthday my boy!" ucap Clara sambil berjalan menghampiri mereka.
El menoleh ke Clara, lalu berdiri dan berkata dengan nada suara yang kaget, "Mami!?"
Clara berjalan menghampiri El sambil merentangkan kedua tangannya. Memeluk erat anak cowok satu - satunya. El membalas pelukan Clara. Mereka saling berpelukan dengan erat. Tiba - tiba air matanya Clara mengalir lembut.
__ADS_1
"Kamu sudah besar sayang, umurmu sudah dua puluh tiga tahun. Semoga semua keinginan kamu tercapai and all the best for you. Maafkan Mami ya Nak, selama ini Mami masih kurang untuk mengurus dan mendidikmu. Mami hanya bisa berdoa untuk kebaikan dirimu," bisik Clara sambil mengeluarkan air matanya.
"Terima kasih Mami atas doanya," ucap El sendu.
"Assalamu'alaikum," salam Rogen sambil berjalan menghampiri mereka.
Clara melepaskan pelukannya, lalu berucap, "Salim sama Papimu Nak."
Tak lama kemudian El menghampiri Rogen, lalu menyalim tangan kanannya Rogen. Sarah beranjak berdiri, lalu menoleh ke Clara dan Rogen. Rogen mengelus puncak kepalanya El dengan penuh kasih sayang. Rogen mendekap erat tubuhnya El. El membalas dekapan Rogen. Rogen mengusap punggungnya El.
"Barakallah fii umrik wahayatik my Boy, all the best for you," bisik Rogen.
"Terima kasih Papi," ucap El sambil melepaskan dekapannya, lalu Rogen juga melepaskan dekapannya.
"Kapan kalian menikah?" tanya Rogen sambil menatap ke El dan Sarah secara bergantian.
"Setelah aku membayar hutangku ke El," ucap Sarah, lalu dia menyalim tangan kanannya Rogen dan Clara secara bergantian.
"Nggak apa - apa kamu nggak usah bayar hutang, toh uangnya El banyak," ucap Rogen.
"Tapi aku mau bayar hutang dulu Papi," ucap Sarah keukeh.
"Mami, Papi ayo makan dulu!" ajak El sambil duduk kembali.
"Ceritanya kita ngebotram di puncak Monas?" ucap Clara sambil menduduki tubuhnya di atas tikar.
"Iya Mi," ucap Sarah sopan ucap Sarah sambil menduduki tubuhnya, lalu mengambil nasi uduk
"Siapa yang masak?" tanya Rogen.
"Aku Papi" ucap Sarah sopan sambil menoleh ke Rogen.
"Wah pasti enak nich makanannya," ujar Rogen sambil mengambil nasi uduk.
"Enak nasi uduknya," komen Clara setelah mengunyah nasi uduk.
"Terima kasih Mami," ucap Sarah sopan.
"Ayo waktunya makan bersama!" ajak El senang.
Tak lama kemudian mereka makan bersama sambil mendengarkan alunan musik klasik. Mereka sangat menikmati makanan yang dibuat oleh Sarah. Edward memberikan kode ke para pemain musik orkestra untuk memainkan lagu romantis. Sedetik kemudian terdengar alunan musik lagu romantis menggema.
"El, ajak Sarah dansa," celetuk Edward.
Sarah dan El saling menatap. Tatapan mata mereka saling bertemu. El tersenyum manis ke Sarah, lalu beranjak berdiri. Menarik tangan kirinya Sarah. Mau tak mau, Sarah menerima ajakan El untuk berdansa. Mereka berjalan menghampiri area pemain musik sambil bergandengan tangan. Mereka menghentikan langkah kaki mereka di depan area pemain musik. Sarah tersipu malu ketika El memeluk erat pinggangnya. Sarah mengalungkan kedua tangannya di leher kokohnya El.
__ADS_1
"Aku tidak bisa berdansa El," bisik Sarah sambil mengikuti gerakan kakinya El dengan kikuk.
"Ikuti langkahku sayang. Terima kasih sayangku atas semua ini."