
Di like ya guys 😁
Di vote ya guys 😁
Di komen ya guys 😁
Happy reading 🤗
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
Sang mentari sudah tenggelam di ufuk barat beberapa waktu yang lalu. Langit gelap bertaburan bintang - bintang menaungi beberapa gedung - gedung di kota Jakarta. Salah satunya gedung stasiun televisi swasta terkemuka di Indonesia. Di gedung itu sedang sibuk - sibuknya menerima para tamu yang akan menghadiri acara ulang tahun stasiun televisi itu. Suasana ballroom tower itu sudah sangat meriah, para tamu undangan yang hadir sudah duduk memenuhi kursi - kursi yang sudah disediakan oleh panitia.
Para tamu yang hadir disuguhi doa bersama dan sambutan - sambutan. Setelah kata sambutan akan ada penampilan para penyanyi terkenal. Salah satu penyanyi yang mengisi acara ini adalah Sarah. Dia menyanyikan lagu pada bagian pertengahan acara. Saat ini Sarah sedang mempersiapkan diri untuk tampil. Keringat dingin keluar membasahi wajahnya dan dia merasa gugup sebelum bernyanyi.
"Munah, kenapa aku jadi grogi begini?" bisik Sarah sambil menautkan kedua telapak tangannya.
"Tumben elu grogi?" bisik Munah. "Apa karena harus tampil di depan keluarga besar calon suami?" bisik Munah dengan nada meledek.
"Auah," ucap Sarah sambil mencubit lengan kirinya Munah.
"Ayo Sarah naik ke panggung!" kata salah satu panitia acara. "Silahkan diri di tengah lingkungan merah," lanjut orang itu.
Tak lama kemudian Sarah berlari kecil ke panggung utama mengikuti arahan orang itu. Mencari lingkaran merah. Berdiri di tengah lingkaran merah. Ternyata lingkaran merah itu ada di tengah panggung. Cahaya panggung di matikan untuk sementara waktu.
"Tiga, dua, satu, mulai!" ucap pengarah acara.
Intro lagu yang akan dinyanyikan oleh Sarah mengiringi nyalanya lampu di panggung. Para penari balet menggerakkan tubuhnya mengikuti irama musik intro lagu yang akan dinyanyikan oleh Sarah. Sarah tersenyum ramah ke para penonton yang antusias menyambut kehadiran Sarah. Kali ini Sarah menyanyikan lagu yang kedua dari album perdananya.
"Mommy, kamu adalah pahlawan aku oh ... Dirimu adalah inspirasi diriku oh... oh... Namamu terpatri di hatiku oh... oh..." lirik bagian pertama lagu yang berjudul Mommy yang dinyanyikan oleh Sarah.
Interlude lagu yang mengiringi Lily maju ke depan panggung bersama para balerina yang sedang meliuk - liukan tubuhnya. Sarah menyambut uluran tangan dari para penggemarnya dengan senang hati. Sekilas Sarah melihat Clara yang sedang duduk anggun di bagian VVIP sambil tersenyum manis ke dirinya.
"Mommy, mommy ku tersayang
Mommy, mommy ku tercinta. Mommy, mommy ku tersayang. Mommy, mommy ku tercinta. Oh ... cinta mu selalu tulus untuk ku. Cinta mu selalu abadi untuk ku. Cinta mu selalu ada untuk ku," ucap Sarah yang menyanyikan bagian reff lagu.
Lily melangkah ke bagian kanan depan panggung yang diiringi oleh interlude lagu. Tak sengaja Sarah melihat Rogen sedang duduk tegap sambil tersenyum sopan ke dirinya. Walaupun Sarah sedang gugup, dia bisa menguasai dirinya.
"Dengan sabar dirimu selalu menjaga diriku
__ADS_1
Dengan tulus dirimu mendidik diriku
Kamu adalah harapan dan doaku. Dirimu selalu menjadi pencerah diriku. Dirimu selalu mengingatkanku kepada kebaikan dan kebenaran. Dirimu adalah segalanya untuk diriku."
Interlude lagu yang mengiringi para balerina yang sedang menggerakkan tubuhnya dan Sarah yang sedang berjalan ke tengah panggung. Berdiri di lingkaran merah. Sedangkan para penari balet mengelilingi dirinya.
"Mommy, mommy ku tersayang
Mommy, mommy ku tercinta. Mommy, mommy ku tersayang. Mommy, mommy ku tercinta. Doaku selalu menyertai dirimu."
Interlude lagu bagian akhir mengiringi para penari balet menggerakkan tubuhnya mengelilingi Lily. Musik berhenti seketika para penari balet mengerumuni Lily dengan berbagai gaya. Kemudian kembang api menyala di bagian depan panggung disertai dengan hamburan kertas kecil yang berwarna - warni. Suara riuh tepuk tangan dan standing applause dari beberapa penggemar Sarah menggema.
Para penari beranjak berdiri lalu berdiri di samping kanan kiri Sarah. Lalu mereka membungkukkan badan secara serempak. Seketika lampu panggung utama padam menandakan pergantian pengisi acar Sarah dan para balerina melangkahkan kakinya ke belakang panggung ketika dua orang presenter membacakan acara selanjutnya.
"Akhirnya selesai juga," kata Sarah sambil menuruni anak tangga kecil.
"Sarah ada telepon untuk kamu," ucap Maimunah sambil menyodorkan handphone ke dirinya.
"Dari siapa?" tanya Sarah sambil menerima handphonenya.
"Fans terberatmu" ledek Maimunah yang membuat Sarah mengerutkan keningnya.
"Assalamu'alaikum," ucap Sarah sopan.
"Ada apa lagi sich El, dari tadi telepon melulu?"
"Kangen sama kamu," ucap El manja.
"Kayak ABG ababil aja kamu," ledek Sarah.
"Selama kita belum menikah, aku selalu ababil. Oh ya, kamu udah lihat Papi Rogen sama Mami Clara?"
"Udah, mereka di kursi VVIP. Memangnya siapa sich pemilik stasiun televisi ini?"
"Awalnya punya Papi Rogen, terus beberapa tahun yang lalu sahamnya Papi dijual ke Tulang Hendrick. Kamu udah makan malam?"
"Belum, El udah dulu ya soalnya aku mau ganti baju dulu untuk bagian acara penutupan."
"Ok, hati - hati ya."
__ADS_1
"Iya."
Tak lama kemudian sambungan telepon itu terputus. El menjauhkan benda pipih itu dari telinga kirinya. Menaruhnya di tempat semula. Mengedarkan pandangannya ke penjuru restoran untuk mencari sosok clientnya yang tadi habis dari kamar mandi. Akhirnya El mendapati sosok clientnya yang sedang berjalan sambil tersenyum hangat ke dirinya.
"Maaf telah membuat kamu menunggu lama," ucap Richard, clientnya.
"Nggak apa - apa Tuan Richard," ucap El sopan.
"Apakah tadi yang telepon dari istri anda?"
"Calon istri saya Tuan."
"Hati - hati ditinggal jauh, bisa - bisa dia selingkuh. Saya aja diselingkuhi sama istri kedua saya, kamu masih ingat kan namanya?"
"Iya Pak."
"Dia hamil anaknya lelaki itu. Mariana benar - benar perempuan yang bejat, dia juga telah menipu saya dengan menyebut anak yang dia kandung adalah anakku. Untung Tuhan telah membukakan kebohongannya. Waktu itu dia bilang ingin pulang ke Indonesia, ingin nemuin ibunya, ternyata nemuin selingkuhannya. Dengan kepalaku sendiri, aku melihat mereka sedang bercinta di dalam kamar utama apartemenku yang berada di Indonesia. Aku langsung marah, lalu mengusir laki - laki itu. Setelah sampai di Singapore, aku langsung melakukan test DNA aku dan anak bayi yang baru dilahirkan oleh Mariana. Hasilnya membuatku syok, untung aku nggak kena serangan jantung. Hati - hati sama wanita. Kalau calon istrimu bagaimana El?"
"Dia orang yang baik hati, bukan wanita sembarangan, penyayang, pintar gambar, pintar nyanyi dan memiliki prinsip yang kuat, berbeda dari yang lain."
"Bagus. Tapi tetap hati - hatilah."
"Terus istri kedua Tuan diusir?"
"Iya, dia pulang ke Indonesia bersama anaknya. Untung aku tidak membuat laki - laki dan Mariana mati ditanganku, aku hanya menonjok laki - laki itu dan aku tidak memberikan Mariana uang untuk pulang ke Indonesia biar dia tahu rasa. Calon istrimu seorang artis?"
"Iya."
"Wah berarti banyak yang menyukainya," celetuk Richard.
"Iya Tuan, sampai anak bosnya pun menyukainya."
"Kalau gitu kamu harus extra hati - hati supaya dia tidak selingkuh."
"Iya Tuan, aku sudah memberikan pengawasan dua puluh empat jam ke dirinya. Aku menyewa beberapa bodyguard untuk dirinya."
"Itu tindakan yang bagus. Kalau Mariana tidak mau dikawal dengan alasan dirinya tidak nyaman dan dia merasa dirinya diintai melulu. Calon istrimu kenapa mau dikawal?"
"Karena dia sangat memahami diriku."
__ADS_1
"Benar - benar wanita yang pengertian."
"Bahkan dia seorang wanita yang luar biasa."