
Malam hari Sarah dan Antony pergi ke sebuah club mewah untuk menghadiri undangan acara pesta ulang tahunnya Annastasia Allison yang merupakan aktris ternama di Indonesia. Iringan mobil Sarah berhenti di depan sebuah bangunan dua lantai yang berdiri di pusat kota Jakarta terlihat lebih gemerlap dari biasanya.
Pintu mobil Limosin yang Sarah naikin dibuka oleh salah satu pegawai club itu. Antony keluar dari dalam mobil dengan elegan. Melangkah maju ke depan, lalu membalikkan badannya. Mengulurkan tangan kanannya ke Sarah yang hendak keluar. Sarah meraih uluran tangan kanannya Antony, lalu keluar dari dalam mobil dengan anggun.
Antony langsung menggenggam erat telapak tangan kirinya Sarah. Sontak Sarah menyambut genggaman tangannya Antony. Sarah melihat banyak sekali para awak media memotret dirinya dengan Antony. Sarah memasang wajah sumringah ke para wartawan. Mereka berjalan pelan di atas karpet merah. Langkah kaki mereka diiringi sama langkah kakinya para bodyguardnya Sarah.
Setiap tamu datang ke acara itu harus berhenti di tengah karpet merah untuk diwawancara. Begitu juga dengan Sarah dan Antony. Mereka dihentikan di tengah karpet merah oleh salah satu reporter berita entertainment. Reporter itu memberikan mic ke Sarah. Blitz kamera para wartawan mengarah ke mereka. Bagi wartawan ada berita yang baru.
"Selamat malam Sarah, apa kabarnya?" sapa reporter itu ramah.
"Malam juga, kabarku baik," ucap Sarah sopan.
"Saya dengar kamu sudah putus sama Rafael dan sudah jadian sama bos kamu yang bernama Pak Antony, apakah itu benar?"
"Saya memang sudah putus sama Rafael. Tapi saya bukan pacarnya Aa Antony, kami hanya sebatas kerabat dekat saja."
"Kenapa kamu putus sama Rafael padahal beberapa waktu yang lalu kalian ingin menikah? Apakah karena orang ketiga?"
"Yah ... karena kita tidak berjodoh aja."
"Apakah kamu ingin memiliki hubungan spesial dengan seseorang?"
"Untuk saat ini aku ingin sendiri."
"Apakah kamu berniat ingin memiliki hubungan spesial dengan Pak Antony?"
"Tidak, selamanya kami hanya sebagai kerabat dekat saja," ucap Sarah yang membuat Antony kecewa dan terkejut.
Kenapa kamu tidak ingin? Walaupun begitu aku akan terus berjuang untuk mendapatkan hatimu sayang.
Batin Antony.
"Sangat disayangkan jika kamu tidak jadian sama Pak Antony padahal kamu sudah sangat akrab sama anaknya. Kenapa kamu tidak ingin menjadi kekasihnya Pak Antony?"
"Yah ... karena tidak ingin aja. Saya memang dari dulu dekat sama anak kecil karena saya sangat menyukai anak kecil."
"Apakah karena dia seorang duda?"
"Waduh, pertanyaan yang sangat privasi banget," ucap Sarah dengan nada suara yang bercanda. "Bukan karena itu, udah dulu ya, kami mau masuk dulu," lanjut Sarah, lalu dia memberikan mic ke reporter itu.
Tak lama kemudian Sarah, Antony dan para bodyguardnya Sarah melanjutkan langkah kakinya mereka menuju ke pintu utama club itu. Sarah melenggangkan kakinya dengan anggun, sedangkan Antony berjalan dengan gagah. Mereka berjalan melewati pintu utama club itu. Sarah mengedarkan pandangannya ke dalam club sambil mendengar hingar bingar musik disco klub malam di pusat kota Jakarta yang dimainkan oleh seorang DJ yang memekakkan gendang telinga mengiringi gerakan para pengunjung.
"Sarah, kita samperin Mommyku ya, aku mau ngenalin kamu sama dia," ucap Antony lembut.
"Iya."
Mereka berjalan menghampiri Bu Claudia di bawah naungan cahaya lampu disko yang kerlap - kerlip menyinari setiap sisi klub malam elite yang banyak dikunjungi oleh orang golongan atas dan memiliki kantong tebal yang dapat berkunjung ke klub malam untuk menghabiskan malam dengan hanya sekedar bersenang - senang untuk melepaskan penat, ada juga yang ingin melampiaskan nafsu, ada juga yang ingin bertransaksi jual - beli, dan ada juga yang ingin mengadakan rapat ataupun bernegosiasi. Tapi khusus malam ini semua pengunjung club adalah para undangan.
"Semalam malam Mommy," sapa Antony sopan ketika mereka berhenti di samping kanannya Claudia sambil melepaskan genggaman tangannya, lalu menyalim mommynya dengan takzim.
__ADS_1
"Wah, anak Mommy yang tertua akhirnya datang juga. Ini siapa ya?" ucap Claudia.
"Oh ya Mom, kenalin, ini calon Mommynya Aqila dan calon istriku," ucap Antony lembut yang membuat Sarah sedikit terkejut.
Kenapa sich Aa masih menganggap diriku sebagai calon istrinya? Padahal tadi dengan jelas aku tidak ingin memiliki hubungan spesial dengan dirinya.
Batin Sarah.
"Saya Sarah Tante, senang dengan berkenalan sama Tante," ucap Sarah sopan, lalu menyalim tangan kanannya Claudia dengan takzim.
"Oh ini yang namanya Sarah. Aqila selalu menceritakan dirimu. Kalau nggak salah kamu pacarnya El?" ucap Claudia ramah.
"Kami sudah putus Tante."
"Ooo, terus sekarang kamu jadian sama Antony?"
"Saya bukan pacarnya Aa Antony Tante," ucap Sarah sopan.
"Sangat disayangkan keinginan Aqila tidak terkabul. Oh ya Sarah silakan duduk," ucap Claudia ramah.
"Iya Tante."
Tak lama kemudian Sarah dan Antony duduk di samping kanannya Claudia. Antony langsung menggenggam erat telapak tangan kanannya Sarah sambil merasakan desiran lembut di hatinya yang sedang berbunga - bunga. Claudia menyodorkan kentang goreng dan orange jus ke Sarah dan Antony.
"Silakan nikmati hidangan pembukanya," ucap Claudia ramah.
"Terima kasih Tante," ucap Sarah sopan.
"Hallo my old sister," ucap Clara sambil menjulurkan tangan kanannya ke Claudia, lalu mereka cipika - cipiki.
"Silakan duduk Ra," ucap Claudia, lalu Clara duduk di sebelah kirinya Claudia.
"Kamu sendiri ke sininya?" ucap Claudia sambil menoleh ke Clara.
"Nggak, aku pergi sama Rania dan Rachel, mereka langsung nyamperin Annastasia."
"Pantesan aku tidak melihat mereka," celetuk Claudia.
"Kamu sama El resmi sudah putus?" tanya Clara ketika Claudia menyodorkan kentang goreng dan orange jus ke Clara.
"Iya Tante," ucap Sarah sopan.
"Maafin anak Tante ya," ucap Clara yang merasa bersalah sambil menyambar beberapa buah kentang goreng itu, lalu memakannya.
"Iya Tante."
"Kenapa kalian putus?" tanya Claudia.
"Karena kami tidak berjodoh," ucap Sarah yang masih menutupi kejelekan El.
__ADS_1
"Kamu ke sini sama Antony?" tanya Clara.
"Iya Tante."
"Ya udah kalian jadian aja, Tante rasa kalian cocok," ucap Clara santai.
Sarah hanya tersenyum sopan menanggapi ucapan Clara. Dia tidak mau membicarakan perasaan hatinya kepada Tante Clara dan Tante Claudia. Sarah menggenggam erat telapak tangan kirinya Antony ketika El sedang berjalan menghampiri mereka. Sarah melihat El sedang menggandeng seorang wanita muda. Antony juga mengetahui itu.
Antony melepaskan genggaman tangan kanannya Sarah, lalu memeluk pinggangnya Sarah sehingga kepalanya Sarah bersandar di bahu kirinya. El masih merasakan desiran lembut ketika menatap Sarah. El terpana Sarah mengenakan dress one shoulder warna perak mengkilap, rambut sebahunya dicurly dan hanya dihias dengan jepitan rambut. El tersenyum senang melihat Sarah memakai dress, jam tangan dan clutch pemberian dari dirinya.
El ingin sekali berada di dekat Sarah. Memeluk tubuhnya Sarah dengan erat. Sedangkan Sarah masih merasakan sakit di hatinya ketika melihat El. Ingin rasanya dia pergi dari acara pesta itu. Namun Sarah dengan sekuat tenaga menetralkan rasa sedih dan kecewanya. Dua tidak ingin mengecewakan Antony dan pemilik acara pesta.
"Hallo my prince," ucap Clara senang sambil beranjak berdiri, lalu cipika - cipiki sama El.
El berjalan pelan ke arah Claudia, lalu mengulurkan tangan kanannya ke Claudia dan berucap dengan sopan, "Selamat malam Tante, Tante tambah cantik aja."
"Ah kamu bisa aja El," ucap Claudia dengan nada suara yang bercanda sambil membalas uluran tangan kanannya El, lalu mereka bersalaman.
"Mami udah dari tadi di sini?" ucap El sambil melepaskan genggaman tangannya setelah dia selesai bersalaman dengan Claudia.
"Baru. Oh ya siapa lagi yang kamu gaet?" ucap Clara.
"Dia temanku Mam. Oh ya, di mana Annastasia Tante?"
"Di tengah tempat joget," jawab Claudia santai.
"Ya udah Mi, Tante aku mau ke Annastasia dulu."
"Iya," ucap Claudia."
"Oh ya, kita belum kasih selamat ke Annastasia," ucap Antony sambil menoleh ke Sarah.
"Kamu gimana sich Ton, sama adik sendiri lupa kasih selamat ulang tahu," celetuk Clara.
"Ya udah kita samperin Annastasia," ucap Sarah.
"Mom, kami ke Annastasia," ucap Antony sopan sambil menoleh ke Claudia.
"Iya."
Tak lama kemudian Sarah dan Antony berdiri. Berjalan melewati kerumunan orang sambil saling menggenggam tangan dengan erat. Menelusuri area dance. Tak sengaja seseorang menyenggol Sarah, sontak Sarah merapatkan tubuhnya ke dada bidangnya Antony dan hidung mereka bersentuhan. Laju detak jantung Antony bertambah cepat. Merasakan hembusan nafasnya Sarah.
"Maaf, aku nggak sengaja, tadi ada seseorang yang menyenggolku," ucap Sarah sambil menegakkan badannya.
"Iya nggak apa - apa, mari kita nikmati acara pestanya," ucap Antony sedikit kikuk.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
__ADS_1
Terima kasih telah membaca novelku ini ππ
Tinggalkan jejak dengan klik like, vote, hadiah dan komentar ya.ππ