Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Bukan Pemain Wanita


__ADS_3

Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading πŸ€—


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Sarah berdiri di depan cermin yang besar dan tersenyum. Melihat wajahnya yang sudah dipoles dengan jenis make up natural oleh dirinya sendiri. Kepalanya yang dibalut dengan jilbab putih dengan bordiran motif bunga. Mulai hari ini Sarah sudah mengenakan pakaian muslim dan jilbab atas keinginan dirinya sendiri yang ingin memperbaiki dirinya.


"Saatnya hijrah," ucap Sarah sambil mengambil tas selempangnya yang berada di atas meja hias.


Tak berselang lama, Sarah memutarkan badannya. Dia berjalan menuju pintu kamarnya. Menekan handle pintu kamarnya ke bawah sehingga pintu terbuka secara perlahan. Dia melepaskan tangannya dari handle pintu. Berjalan menuju ruang keluarga. Dia melihat Rifky sedang fokus melihat iPad miliknya dan duduk di salah satu sofa.


"Ayo Abi kita berangkat ke Singapore," ucap Sarah yang mengagetkan Rifky.


Rifky menoleh ke Sarah, melongo melihat Sarah yang mengenakan hijab dan baju gamis, lalu berucap, "MasyaAllah, anak Abi cantik sekali memakai hijab. Alhamdulillah. Semoga istiqomah ya Aisyah."


"Terima kasih Abi. InsyaAllah istiqomah Bi."


"Ayo kita berangkat sekarang," ucap Rifky sambil menaruh iPad nya di dalam tas kopernya, lalu menutup tas kopernya.


"Abi, kapan Abi mengenalkan aku sama Zayn?" ucap Sarah ragu - ragu ketika Rifky beranjak berdiri sambil membawa tas kopernya.


"Ciyeee, yang nggak sabaran ingin tahu calon suaminya," ledek Rifky sambil melangkahkan kakinya menuju pintu rumahnya.


"Ihhh ... Abi, aku tanya serius malah diledekin," gerutu Sarah sambil melangkahkan kakinya, lalu para bodyguardnya Sarah mengekor.


"Apakah kamu memakai hijab karena Zayn?"


"Nggaklah Bi, aku pakai hijab karena kewajibanku sebagai muslimah. Terus kapan Abi ngenalin aku sama Zayn?" ucap Sarah sambil berjalan melewati pintu rumah yang sudah terbuka.


"Hari ini anakku sayang. Nanti Abi tanyakan hal itu lagi ke Irene."


"Oh ya Bi, aku dengar, Abi dulu sempat suka sama Ummi Irene ya?"


"Kamu tahu itu dari mana?"


"Ada dech."


"Bukan Abi yang suka, tapi Om Bambang."


"Ooo Om Bambang yang COO nya The R Corporation?"


"Iya. Ayo masuk," ucap Rifky sambil membuka pintu mobil.


Tak lama kemudian Sarah ataupun Aisyah masuk ke dalam mobil. Disusul sama Rifky, sedangkan para bodyguardnya Sarah masuk ke dalam dua mobil Jeep. Sarah memakai safety belt ketika Rifky menutup pintu mobil. Mobil melaju dengan pelan. Sarah mengalihkan pandangannya ke kebun bunga mawar. Dia menjadi mengenang Antony dan Rafael yang sering memberikan dia bucket bunga mawar.


"Apa yang sedang kamu pikirkan Nak?" tanya Rifky sambil menoleh ke Sarah.


Sarah menoleh ke Rifky, lalu berucap, "Aku hanya teringat sama El dan Antony Bi. Mereka dulu sering memberikan aku bucket bunga mawar."


"Apakah benar kamu pernah menjadi kekasihnya Rafael?"


"Iya Bi."

__ADS_1


"Untung kamu tidak berjodoh sama dia Nak."


Sarah tersenyum manis menanggapi ucapan ayah kandungnya, lalu berucap, "Aku juga sangat bersyukur akan hal itu Bi. Oh ya Bi, berkas identitasku yang mengatas namakan Sarah sudah dihapus?"


"Sudah sayang."


Kringgg ... kringgg ... kringgg ...


Bunyi dering dari smartphone milik Rifky. Rifky mengambil smartphone miliknya di dalam kantung kemejanya. Melihat nama Irene di layar smartphonenya. Menggeser ikon hijau di layar smartphonenya. Mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya.


"Assalamu'alaikum Ky," ucap Irene ramah.


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh, ada apa Ren?"


"Ky, Zayn mau ta'aruf sama Aisyah. Dia sekarang sudah ada di bumi tapi masih Perancis. Besok baru pulang ke London. Dia minta alamat email dan nomor handphonenya Aisyah KY," ucap Irene senang.


"Kamu ngomong langsung aja sama Aisyah ya Ren?"


"Ya udah, mana Aisyahnya?"


Rifky menyodorkan smartphone miliknya ke Sarah, lalu berucap "Ummi Irene mau ngobrol sama kamu."


"Iya Bi, terima kasih," ucap Sarah sopan sambil menerima smartphone milik Rifky.


"Hallo assalamu'alaikum Ummi Irene," salam Sarah sopan.


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh, sayang Ummi Irene mau minta alamat email dan nomor handphone kamu, boleh?"


"Boleh dong Ummi, Sarahcondet@gmail.com. 081367548935."


"Zayn mau kenalan kamu sama kamu, boleh kan?"


"Terima kasih Aisyah yang cantik juga. Oh ya kemarin Ummi dengar kamu diangkat sama Abang Rojali dan Mpok Rogaya?"


"Iya Ummi Irene."


"Ummi sempat syok dengar bahwa Abang Rojali sudah meninggal dunia dan Mpok Rogaya kena serangan stroke. Nanti tolong temani Ummi ke Mpok Rogaya dan ke makamnya Abang Rojali ya cantik?"


"Iya Ummu."


"Oh ya makamnya Abang Rojali di Kober Kampung Tengah ya?"


"Iya Ummi."


"Yah udah nanti kita sekalian ke makam abinya Zayn. Kalau Rogaya sekarang tinggal di mana sayang?"


"Di rumahnya engkong Ummi."


"Ooo rumahnya engkong Rozak?"


"Iya Ummi."


"Kamu kenal sama Juneidi, Zarkasih, Sarifah, Umi Kulsum, Fatimah, Sultan, Zimam, Ruqqayah, Zaenab, Ilyas, Rifa'i, Pandu, Irna, Hendrik, Soraya, Diana, Rina, Rini, Irfan dan Yahya?"


"Kenal Ummi. Mereka semua kan cucunya Engkong Abdullah dan Nyai Hasanah. Juneidi dan Zarkasih sahabatku Ummi."


"Ooo, kebetulan sekali. Mereka juga yang dekat sama Zayn. Waktu Zayn kecil suka main ke rumah Jid dan Jaddahnya, dia seringnya main sama Juneidi dan Zarkasih."

__ADS_1


"Seingatku, aku juga waktu kecil suka main bareng sama mereka Ummi, bahkan aku pernah diajak ke rumahnya Zayn yang ada di daerah pondok indah. Kami suka berenang di sana Ummi."


"Ya Allah, beruntung sekali kalian nanti bisa ketemu lagi. Iya benar, waktu Zayn liburan sekolah dia selalu pulang ke Indonesia. Waktu itu yang nemenin Zayn pulang adalah Anna dan David, assistennya Ummi."


"Ummi jarang pulang ke Indonesia ya?"


"Iya sayang, Ummi harus ngurusin semua perusahaan peninggalan Daddynya Zayn dan Amstrong. Oh ya, kamu udah kenal Amstrong ya?"


"Iya Ummi, waktu itu kami kenalan sama Amstrong di rumah sakit."


"Amstrong itu orangnya nggak tegaan lihat anak kecil menderita, sedangkan Zayn nggak tegaan lihat orang lain menderita. Mereka mempunyai sifat dan sikap yang sama, tapi jangan sampai membuat mereka marah. Kalau marah kayak batu. Mereka berdua terlalu baik sama seorang wanita. Nenek di pinggir jalan aja diperhatiin. Kadang - kadang aja Ummi suka pusing sama beberapa wanita yang suka telepon cariin mereka berdua, padahal mereka berdua tidak pernah memberikan harapan kepada para wanita yang suka nelponin mereka berdua. Untung Zayn pengen jadi astronot, gangguan dari para wanita itu berkurang. Zayn punya teman banyak sekali. Kalau lagi di luar angkasa, dia tidak pernah absen sholat dan ngaji. Tapi yang Ummi nggak suka dari Zayn adalah suka ladeni para wanita yang caper sama dia. Ummi pernah tegur dia, jangan ladeni para wanita yang seperti itu, tapi dia bilang nggak tega cuekin orang. Sampai sekarang juga begitu. Ada teman kerjanya yang caper banget sama dia sampai - sampai kesulitan keluarga cewek itu dibantuin sama Zayn. Dia selalu aja bilang, jika kita suka bantuin kesulitan orang lain, Allah akan mempermudah kesulitan kita. Selain itu dia bilang nggak tega lihat temannya itu menderita. Ummi berharap setelah kalian menikah, kalian bisa memahami sikap dan sifat satu dengan yang lainnya," cerocos Irene.


"Iya Ummi."


"Kamu udah pernah pacaran?"


"Pernah Ummi, kalau Zayn pernah pacaran?"


"Belum pernah. Udah berapa kali kamu pacaran?"


"Baru dua kali Ummi."


"Pacaran sama siapa aja?"


"Juneidi dan El Ummi."


"Juneidi sepupunya Zayn?"


"Iya Ummi."


"El mantan kamu yang nama lengkapnya Rafael Darmawan Pandjaitan?"


"Iya Ummi."


"Kamu diperbolehkan pacaran beda agama sama Mpok Rogaya?"


"Emangnya El bukan seorang mualaf Ummi?"


"Bukan sayang."


Dasar pembohong!


Umpat Sarah di dalam hati.


"Aku kira dia mualaf Ummi."


"Oh ya Aisyah udah dulu ya, Ummi mau latihan memanah dulu ya. See you cantik. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh Ummi."


Tak lama kemudian sambungan telepon itu terputus. Sarah menjauhkan benda pipih itu dari telinga kirinya, lalu memberikan smartphone itu ke pemiliknya. Rifky menerima smartphone miliknya, lalu menaruh smartphone miliknya ke dalam saku kemejanya.


"Abi suka tebar pesona nggak selain sama Ummi?" tanya Sarah sambil menoleh ke Rifky.


"Nggak sayang. Hanya sama Ummi kamu aja," ucap Rifky.


"Menurut Abi, Zayn playboy?"

__ADS_1


"Nggak sayang, Zayn nggak pernah mempermainkan perasaan wanita bahkan dia nggak pernah menyentuh wanita jika tidak dalam keadaan darurat. Cuma dia terlalu baik sama setiap wanita sehingga sebagian para wanita suka salah paham sama kebaikan Zayn. Kamu jangan khawatir, Zayn bukan pemain wanita."


___________________


__ADS_2