Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Malam Ini


__ADS_3

Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading 🤗


Terima kasih karena mau membaca novel saya 🥰🥰🥰


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


"Malam ini aku berangkat ke villanya," ucap Aisyah lembut sambil memandang lukisan langit malam yang indah.


"Kamu dapat penghargaan lagi?" tanya Zayn.


"Iya, aku dapat penghargaan penyanyi terfavorit dan terbaik lagi. Sekarang kamu tidur di mana?" ucap Sarah.


"Selamat ya. Di kamar almarhum Abi dan Ummi. Udah sampai mana?"


"Terima kasih. Masih di jalan tol. Kamu sekarang lagi di rumah Abi kamu?"


"Iya. Next time kamu tidur di sini bersamaku."


"Iya, jika aku sudah jadi istrimu. Zayn, boleh aku tanya sesuatu?"


"Boleh, mau nanya apa?"


"Apakah kamu sudah melupakan Julia dan melupakan perasaanmu kepadanya?"


"Iya, karena aku telah falling in love with you sejak pertama kali kita bertemu langsung dan aku sudah sangat mantap ingin mempersunting dirimu. Kalau kamu sudah bisa melupakan Rafael?"


"Sudah. Aku juga sudah bisa mencintaimu sejak kita pertama kali bertemu langsung."


"Alhamdulillah. Ai, udah dulu ya, see you on tomorrow. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam."


Tak lama kemudian sambungan telepon itu terputus. Sarah menjauhkan benda persegi panjang itu dari telinga kirinya. Menyimpannya di dalam clutch. Menutup reselting clutch putih miliknya. Sarah menoleh ke pemandangan yang berada di langit. Malam hari ini langit masih dengan indahnya menampakkan bintang - bintang bertaburan dengan formasi cantiknya dan rembulan dengan bentuk bulat sempurna mengeluarkan sinarnya yang menyinari gelapnya malam.


Keindahan alam itu mengiringi waktu yang terus bergulir dengan cepat. Begitu pun dengan dua belas roda dari tiga mobil milik Rifky yang masih berputar melintasi jalanan yang cukup ramai. Sarah mengalihkan pandangannya ke sebuah bucket bunga mawar yang sangat indah. Bucket pemberian dari Rafael karena Sarah telah memenangkan lomba.


Wahai sang hatiku, kamu telah mengusik relung hatiku. Sang pencuri hatiku, nama mu terpatri di sanubari ku.


Bunyi nada dering ponsel Sarah di dalam tas. Spontan Sarah membuka resleting dan merogoh tasnya untuk mengambil smartphone miliknya. Dia melihat nama El yang tertera di layar smartphonenya. Kemudian dia menyentuh ikon hijau di layar ponselnya untuk menjawab panggilan itu dan mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya.


"Hallo ada apa El?"


"Selamat ya Ai. Aku yakin kamu pasti mendapatkan penghargaan itu. By the way kamu udah sampai mana?"

__ADS_1


"Masih di tol, sebentar lagi mau melewati perbatasan kota. Makasih ya bucket bunganya."


"Iya sama - sama. Kamu mau ke luar kota?"


"Iya."


"Mau nginap di villanya Om Rifky?" tanya El ketika iringan mobilnya keluar dari gerbang tol antar kota.


"Iya."


"Ada acara keluarga?"


"Iya, besok ada rapat keluarga untuk mempersiapkan pernikahanku."


"Semoga selalu bahagia bersamanya."


"Aamiin Ya Robbal Alamiin."


"Sarah udah dulu ya, aku mau tidur," ucap El.


"Iya."


"See you again, bye."


"Bye."


Kemudian dia menjauhkan ponselnya dari telinga kiri dan menyentuh ikon merah untuk memutuskan panggilan telepon itu. Dia menaruh ponselnya ke dalam tasnya. Dia mengalihkan pandangannya ke luar jendela mobil. Gelap gulita menyelimuti daerah yang telah dilewati oleh Lily.


Braakkk...!


Ckiiittt... Jery mengerem mendadak hingga menabrak mobil pengawal yang berada di depan. Mobil pengawal itu berjalan ke pinggir tepian jalanan. Dan Jery juga meminggirkan mobil itu ke tepi jalanan. Ternyata di depan mobil pengawal ada sebuah mobil yang melintang hingga menghalangi jalan.


"Sialan!" umpat Jery kesal sambil memukul setir mobil sambil melihat ada sebuah mobil Jeep yang tadi menabrak dari belakang mobil itu. "Sepertinya mereka bukan dari preman jalanan atau penjahat kelas teri," gumam Jery yang masih melihat mobil belakang melalui kaca spion.


"Mobil depan juga berhenti," ujar Ani sambil melihat salah satu mobil milik Sarah yang lain ikut berhenti juga.


"Ada apa ini? " tanya Sarah sedikit panik dan bingung.


"Tenang Nyonya. Saya akan menelpon Tuan Billy. Kami harus tetap tenang dan harus berada di dalam mobil sebelum mendapatkan arahan dari Tuan Billy," ucap Ani yang melihat gelagat aneh dan mencurigakan datang dari mobil Jeep hitam yang tadi menabrak mobil Sarah dari belakang.


Ani mengeluarkan ponselnya dari dalam salah satu jas hitamnya. Kemudian dia menyentuh beberapa ikon di layar handphonenya untuk menghubungi Billy. Sesaat Ani menggelengkan kepalanya karena panggilan telepon ke nomor handphonenya Billy tidak bisa terhubung setelah memutuskan panggilan ke ponselnya Billy. Lalu Ani menyimpan ponselnya itu ke dalam salah satu saku jasnya.


"Tuan Billy tidak bisa dihubungi," kata Ani "Derrick, coba kamu telepon Tuan Billy."


Salah satu bodyguardnya Sarah yang sedang duduk di depan samping kanan Pak Jery yang bernama Derrick. Orang itu langsung mengambil handphonenya dari salah satu kantung dalam jasnya dan dengan sigap memecat tombol angkat di keyboard ponselnya untuk menghubungi Billy.


"Tuan Billy masih tetap tidak bisa dihubungi," ujar Derrick sambil memutuskan panggilannya dan menyimpan ponselnya ke tempat semula.


"Saya akan mencoba menelpon Felix untuk menanyakan keadaan di dalam mobil di depan kita," ucap Ani sambil menyentuh beberapa ikon di layar handphonenya untuk menghubungi Felix yang berada di dalam mobil depan mereka.

__ADS_1


"Dia juga tidak bisa dihubungi," kata Ani kecewa.


Braakkk...


Mobil Jeep di belakang mobil mereka berulah lagi dan menabrakan diri untuk yang kedua kali dengan kekuatan yang lebih besar. Tubuh Ani dan Sarah sampai terpelanting ke depan. Sedetik kemudian mereka menegakkan badannya mereka.


"Mengapa kita tidak turun keluar Pak Jery? Kita berhak menegur mereka. Mereka sudah melakukan banyak kesalahan kepada kita," ucap Sarah dengan nada suara yang kesal.


Jery hanya diam, dia tidak menanggapi ucapan Sarah. Jari - jarinya masih cekatan menyentuh beberapa ikon di layar handphonenya untuk menghubungi seseorang.


"Kamu telepon siapa Jery?" tanya Ani sambil melihat Jery yang sedang menempelkan benda pipih miliknya si telinga kanannya.


"Saya telepon Edi," jawab Rocky sambil menunggu panggilan itu terjawab oleh Edi.


Tiba - tiba ada dua mobil jeep hitam menghampiri mereka dan berhenti berada di sebelah kanan kedua mobil milik Sarah. Kemunculan dua mobil jeep itu membuat mereka terkejut dan tak bisa berkutik, hening seketika. Diam bagaikan patung.


''Apa yang akan terjadi?" tanya Sarah.


"Hasilnya sama, Edi tidak bisa dihubungi," ujar Jery bingung. "Andre, Felix maupun Edward tidak bisa dihubungi," lanjut Jerry yang membuat mereka bingung.


"Kurang ajar!" umpat Jery.


"Apa yang telah terjadi? Tolong katakan pada saya Jery!" ucap Sarah dengan suara yang keras karena kesal.


"Nona, yang mengepung kita sekarang adalah geng The evil blood," jawab Ani sambil mengambil senjata api dari salah satu saku dalam jasnya.


"Apa? Kenapa kamu mengatakan seperti itu?" tanya Sarah dengan suara yang masih bergetar.


"Dari penampilan dan pakaian mereka. Mereka memakai kaos hitam, topi hitam, kacamata hitam dan empat mobil Jeep yang berwarna hitam. Seperti itulah kesimpulan saya, mereka adalah The Devil blood yang telah menghadang kita," samber Derrick sambil memompa pistolnya.


"Saya harap Nona tetap tenang," pinta Ani sambil memegang senjata api miliknya.


"Gimana saya bisa tenang? Nyawa kalian akan terancam! Mereka itu anak buahnya Pak Trisno ataupun Pak Trisan!"


"Apa yang harus kita lakukan Ani?" tanya Derrick sambil memegang pistolnya.


"Hanya tetap tenang sampai mereka menembak duluan," jawab Ani.


"Aku akan berhadapan langsung sama mereka!" ucap Sarah marah.


"Jangan Nona! Itu bisa membahayakan nyawa anda!"


"Biarin! Soalnya mereka hanya menginginkan saya."


Byussss


Tiba - tiba kepulan asap menyelimuti semua mobil. Kepulan itu berasal dari keempat mobil yang telah mengepung mereka.


"Matikan AC nya!" perintah Ani.

__ADS_1


Titah Ani telat, kepulan asap itu telah masuk ke dalam mobil lewat dari celah - celah AC. Mereka semua membekap mulut dan hidung mereka masing - masing. Namun usaha mereka sia - sia. Dalam waktu yang sangat cepat, tubuh mereka lemas dan mereka langsung tidak menyadarkan diri mereka.


__ADS_2