Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Kamu Telah Menyelamatkanku


__ADS_3

Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading πŸ€—


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Matahari berada di seperempat langit biru yang cerah. Cahayanya telah menaungi manusia yang sedang beraktivitas. Salah satunya adalah aktivitas dari beberapa manusia yang sedang menyiapkan acara untuk mengklarifikasi foto - foto Sarah dengan Antony dan foto syur antara Sarah dan El yang sudah tersebar luas.


Sarah dan Antony sudah mempersiapkan diri untuk acara ini. Bagaimana pun juga mereka harus mengklarifikasi tentang foto - foto itu supaya beritanya tidak simpang siur. Para awak media sudah berada di sebuah hall gedung perusahaan milik Mustika Group yang diperuntukkan untuk acara konferensi pers dengan membawa berbagai macam alat untuk mengabadikan acara penting itu.


Sehari sebelum Sarah dan Antony memberikan klarifikasi, mereka sepakat untuk mengatakan yang sebenarnya. Tubuh Sarah yang berbalut baju you can see warna hitam putih dan celana kulit yang memperlihatkan lekuk kaki jenjangnya berwarna hitam. Rambut bob nya dibiarkan begitu saja. Sedangkan Antony memakai setelan jas biru muda.


Mereka berjalan beriringan menuju ke tempat acara klarifikasi itu. Langkah kaki mereka diikuti oleh langkah para bodyguardnya Sarah. Antony dan Sarah beserta para bodyguardnya sudah sampai di depan ruang acara tersebut. Mereka melihat di dalam ruangan sudah ada Pak Andrew, Belinda, Maimunah dan para pengawal dan para awak media yang telah berkumpul untuk menunggu kehadiran mereka.


Ketika Sarah, Antony dan para bodyguardnya memasuki ruangan itu, flash dari kamera para wartawan bertebaran mengenai wajahnya Sarah dan Antony. Matanya Sarah sedikit menyipit karena silaunya flash tersebut mengelilingi dirinya. Antony dan Sarah berjalan menuju tempat duduk yang sudah disediakan oleh kru penanggung jawab acara tersebut. Sarah duduk di sebelah kiri Antony dan sebelah kanan Pak Andrew.


Sebelah kirinya Sarah ada Maimunah dan Belinda. Mendengar suara kamera yang sedang sibuk mengambil gambar dengan flash bertebaran di mana - mana membuat percaya dirinya bertambah. Dia yakin jika masalah ini bisa diselesaikan dengan waktu yang cepat karena Antony langsung turun tangan mengatasi perkara ini.


Belinda mengambil mic untuk membuka acara konferensi pers, lalu berkata, "Selamat siang para hadiri yang telah sudi menyempatkan waktu untuk datang ke acara konferensi pers ini. Saya selaku perwakilan dari saudari Sarah dan saudara Antony akan membuka acara ini. Saya mohon kepada para wartawan untuk harap tenang dalam acara ini. Dan untuk acara konferensi pers ini, tidak ada sesi tanya jawab. Baiklah kita mulai acara ini, silakan Pak Antony untuk memberikan statement."


Kemudian Belinda memberikan mic itu ke Antony. Antony menerima mic itu, lalu menghirup udara yang panjang dan menghembuskannya secara pelan untuk menenangkan dirinya yang menegang. Antony menatap ke Sarah, begitu sebaliknya, Sarah juga menatap ke Antony sehingga tatapan mata mereka beradu. Antony mengalihkan pandangannya ke para wartawan yang siap mendengarkan statement darinya.


"Selamat siang para awak media yang saya hormati. Saya mengadakan konferensi pers ini untuk memberikan klarifikasi mengenai foto - foto saya, Sarah dan anak saya yang sudah beredar. Foto - foto itu benar adanya, hubungan saya dan Sarah sudah dekat, tapi kami belum pacaran. Dan satu lagi, foto Sarah yang sedang bercumbu itu, benar adanya tapi pria yang ada di foto itu bukan saya. Pria yang ada di foto itu adalah Rafael, mantan kekasihnya Sarah. Cukup sekian statement dari saya dan terima kasih banyak atas perhatiannya," ucap Antony dengan nada suara yang tegas, lalu dia meletakkan mic di atas meja.


Belinda mengambil mic itu, lalu berkata, " Terima kasih banyak kepada saudara - saudari wartawan yang telah bersedia datang ke acara ini. Dengan berat hati, saya mengakhiri acara konferensi pers ini.

__ADS_1


Kemudian Belinda menaruh mic itu di atas meja. Sarah, Antony, Pak Andrew, Maimunah, Belinda beranjak berdiri yang diiringi dengan kilatan lampu kamera dan jepretan kamera dari para wartawan. Ada sebagian wartawan yang sedikit kecewa dengan statement dari Antony, namun diurungkan untuk bertanya karena tidak ada sesi tanya jawab. Mereka berlima berbalik dan berjalan meninggalkan ruangan itu, diikuti oleh para bodyguardnya Sarah. Mereka melangkah kakinya menuju ke studio untuk tempat latihan konser.


"Pak Antony jadi lihat latihan konser tunggal Sarah?" ucap Maimunah sopan sambil berjalan.


"Jadi Munah. Latihannya sampai jam berapa?"


"Mungkin jam lima sore Pak."


"Ngapain Aa lihat latihan konsernya Sarah?" tanya Andrew.


"Aku mau mantau progres proyek perusahaan kita."


"Mau mantau atau mau memandang Sarah selama mungkin?" ledek Andrew.


"Dua - duanya. Oh ya besok bisa kita bicara sebentar sebelum rapat direksi?"


"Aku cek dulu jadwal aku besok, bentrok nggak dengan jadwal yang lain," ujar Andrew sambil menoleh ke Antony.


"Baiklah, aku bisa pas makan siang. Mau makan siang di mana Aa?"


"Di restoran avenue yang berada di lantai paling atas gedung."


"Baiklah," ujar Andrew ketika mereka sudah berada di depan pintu studio. "Ah aku mau ikutan mantau progres proyek," lanjut Andrew ngeledek.


"Hallo Bos, apa kabar?" tanya creative director konser tunggal Sarah yang bernama Jacob sambil mengulurkan tangan kanannya ke Pak Kennedy ketika mereka berjalan melewati pintu studio.


"Baik." sambil membalas uluran tangan Jacob untuk berjabat tangan.


"Ayo Sarah langsung ke panggung, udah pada nungguin kamu untuk latihan," ucap Jacob sambil melepaskan uluran tangannya.

__ADS_1


"Ok," ucap Lily semangat, lalu Sarah berjalan ke atas panggung.


"Maaf ya aku telat datang latihan, sampai kalian nunggu lama," ujar Sarah yang merasa bersalah ke para kru nya, namun hanya di tanggapin dengan senyuman masam.


"Ok, kita mulai ya, ambil posisi masing - masing. Sekarang latihan untuk penampilan pertama dulu, fokus ya guys," ucap Jacob.


"Ok bro," ucap mereka kompak.


Kemudian mereka mengambil posisi mulai untuk latihan pada penampilan pertama Sarah di konser tunggalnya. Para pemain alat musik berjalan ke tempatnya. Para backing vokal juga berjalan ke posisinya. Para penari, Sarah berjalan ke belakang panggung.


"Udah siap semua?" tanya creative director.


"Udah," ucap mereka kompak.


"Ok, tiga, dua, satu, action!" ucap Creative director.


Intro musik mengalun indah mengawali latihan penampilan pertama Sarah. Sarah masuk ke panggung sambil memegang mic diiringi intro musik dan pencahayaan panggung. Setelah Sarah di berada di depan panggung muncul para penari yang menyebar ke area panggung.


"Hatiku selalu untuk dirimu selamanya, hanya milik dirimu untuk selamanya. Kamu adalah belahan jiwaku. Aku tidak bisa jauh darimu, aku ingin selalu berada di samping kamu di kala suka maupun duka hingga hari ini kita bersumpah di depan Tuhan untuk sehidup semati. Ku mohon selalu bersama dengan ku karena kamu adalah belahan jiwaku. Sejak hari ini sampai maut yang memisahkan kita," ucap Sarah yang menyanyikan sebagian lirik lagunya sambil menggoyangkan badannya dan menggerakkan kedua tangannya sedangkan para penari menggoyang tubuhnya sambil berjalan menghampiri Lily.


"Awas Lily!" teriak creative director sambil berlari ke depan panggung.


Spontan Antony yang berada di depan panggung dengan jarak dua meter langsung berlari cepat ke Sarah. Naik ke atas panggung. Mendorong tubuhnya Sarah. Lalu langkah kakinya mereka mundur beberapa langkah. Sedetik kemudian Antony mendekap tubuhnya Sarah.


Bruggg


Lampu jatuh ke depan panggung. Semua orang yang berada di sana terkejut sehingga mereka mematung. Sarah membenamkan wajahnya di dada bidangnya Antony. Badannya gemetaran karena terkejut. Lampu hancur luluh lantah berserakan di atas panggung.


"Tenang Sar, aku akan selalu ada untuk dirimu," bisik Antony sambil mengelus punggungnya Sarah dengan lembut.

__ADS_1


Lily merenggangkan dekapan Robin. Mendongakkan kepalanya, lalu berkata, " Terima kasih Aa, kamu telah menyelamatkan aku."


__ADS_2