Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Disiarkan


__ADS_3

Cahaya sang mentari bersinar indah menerangi bumi. Tiupan semilir angin di pagi hari menyejukkan setiap insani. Udara cerah melingkupi bumi. Bersenergi suasana alam yang dapat mengbangkitkan semangat juang para insani, termasuk El.


El berdiri di atas balkon kamarnya. Tatapan matanya terlihat bahagia karena semalam dia bisa mencium Sarah walaupun akhirnya wanita itu meminta El untuk melupakan dirinya. Merenungkan kejadian semalam di toilet club milik Joshua. El tersenyum bahagia membayangkan kejadian itu.


El membalikkan badannya. Melangkahkan kakinya ke dalam kamar. Berjalan santai melewati pintu pembatas antara balkon dan kamar yang terbuka. Menyusuri kamar sambil melihat sosok wanita muda yang bernama Giselle sedang terlelap tidur di bawah selimut. Menghampiri nakas sebelah kiri tempat tidur.


Menduduki tubuhnya di tepian sebelah kiri tempat tidur. Menyambar smartphone miliknya. Menyentuh beberapa ikon untuk memesan bucket bunga mawar merah dan putih kesukaan Sarah. Setelah itu mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya. Terdengar nada sambung dari panggilan telepon itu.


"Hallo selamat pagi yang cerah secerah hatimu!" ucap pemilik toko bunga yang bernama Sisil.


"Sil, gw pesan karangan bunga mawar dan putih yang ada di toko bunga elu dong," ucap El penuh semangat.


"Ok, semua bucket bunga mawar dan putih, pasti untuk Sarah?"


"Iya, tapi alamat tempat tinggalnya sekarang udah nggak di penthouse gw lagi."


"Terus pindah ke mana?"


"Jalan Kemang Raya No. 5."


"Ok."


"Sekarang juga dikirimnya."


"Ok."


Tak lama kemudian sambungan telepon itu terputus secara sepihak. Sisil mendengus kesal karena dia belum memberi tahu semua harga bucket bunga mawar merah dan putih ke El. Sisil menjauhkan benda pipih itu dari telinga kanannya. Menyentuh beberapa ikon untuk mengirim pesan ke El.


Ternyata pembicaraan Sisil dengan El terdengar oleh Antony yang sedang berniat membeli karangan bunga mawar merah dan putih untuk Sarah. Tadi sambil mendengar, Antony meminta salah satu karyawan untuk mengambil semua bucket bunga merah dan putih yang ada di toko bunga itu. Dengan senyum yang penuh kemenangan, akhirnya Antony mendapatkan semua yang dia inginkan.


Karyawan itu mengambil semua bucket bunga mawar dan putih ketika Sisil masih bicara sama El. Karyawan itu beserta dua temannya membawa bucket bunga mawar merah dan putih ke hadapan Sisil yang sedang menulis pesan ke El. Sedangkan Antony berdiri di depan Sisil. Sisil menaruh smartphone miliknya di meja kasir.


Sisil melebarkan kedua matanya karena terkejut melihat meja kasir dipenuhi sama karangan bunga mawar merah dan putih. Sisil menoleh ke Antony dengan wajah datarnya. Sisil mengerutkan keningnya memandang Antony sambil menatap bingung.


"Berapa semuanya?" tanya Antony sambil membuka dompetnya.


"Kamu suruhan Rafael ya?" tanya Sisil bingung.


"Bukan."


"Ooo, tapi ka —."

__ADS_1


"Semuanya saya bayar sekarang, cepat katakan berapa yang harus saya bayar?" ucap Antony yang mulai kesal.


"Baiklah," ucap Sisil, lalu dia menghitung totalnya.


"Tolong ditulis selamat pagi my sweet heart, I love you Sarah, by Antony orang yang selalu mencintaimu di kartu ucapan."


Sisil tersenyum kikuk mendengar ucapan Antony sambil mengambil beberapa kartu ucapan, lalu berucap, "Kamu salah satu penggemarnya Sarah?"


"Bukan, saya calon suaminya Sarah," ucap Antony ketika Sarah menulis perintah Antony di salah satu kartu ucapan.


"What!?" ucap Sisil terkejut sambil menoleh ke Antony setelah selesai menulis.


"Iya, Sarah dan Rafael sudah putus sekitar dua Minggu yang lalu."


"Ooo, maaf aku nggak tahu soal itu."


"Berapa totalnya?"


"Tiga juta enam ratus ribu rupiah."


Lalu Antony mengeluarkan kartu hitam miliknya, lalu memberikan kartu itu ke Sisil. Sisil menerimanya dengan senang hati. Pandangannya beralih ke layar komputer. Menyentuh beberapa tombol di keyboard komputer. Sesekali melihat kartu hitam milik Antony sambil mengetik. Sisil menoleh ke mesin gesek, lalu menggesek black card milik Antony. Struk belanjaan keluar dari mesin itu. Sisil mengambil struk belanja itu.


"Ini Pak struknya, terima kasih banyak sudah belanja di toko bunga seharum dunia," ucap Sisil ceria sambil menyodorkan black card dan struk ke Antony.


"Iya Pak, tunggu sebentar ya Pak," ucap Sisil ramah, lalu dia pergi meninggalkan meja kasir.


Antony mengedarkan pandangannya ke sekeliling toko bunga milik Sisil setelah menaruh dompetnya di kantong celana jinsnya. Antony tersenyum manis melihat sebuah bucket bunga Calla lily yang sangat indah di atas etalase. Dia jadi teringat sama mendiang istrinya yang sangat menyukai bunga Calla Lily.


Antony berjalan menghampiri bucket bunga itu. Mengambil bucket bunga itu. Melangkahkan kakinya ke meja kasir. Melihat Sisil yang sedang menulis di kartu ucapan. Antony meletakkan bucket bunga itu di meja kasir. Sisil menoleh ke Antony dengan wajah yang sumringah.


"Aku juga mau beli bucket bunga ini," ucap Antony sambil mengambil dompetnya.


"Baik Pak," ucap Sisil sambil menaruh pulpennya, lalu mengambil bucket bunga itu.


"Berapa harganya?" tanya Antony ketika Sisil menaruh bucket bunga itu di atas meja kasir.


"Empat ratus lima puluh lima ribu rupiah Pak," ucap Sisil sambil melihat layar komputernya.


"Ini uangnya," ucap Antony sambil memberikan uangnya ke Sisil.


"Terima kasih, uangnya pas ya," ucap Sisil ramah sambil menerima uang itu. "Mau tulis sesuatu di kartu ucapan?" lanjut Sisil sambil memencet beberapa tombol di keyboard komputernya.

__ADS_1


"Nggak perlu."


Keluar struk yang kedua dari mesin. Sisil mengambil struk itu, lalu memberikannya ke Antony. Tak lama kemudian dua orang karyawan Sisil berjalan menghampiri mereka. Membantu Sisil menulis yang sesuai dengan permintaan Antony. Tak sengaja Antony menoleh ke sebuah TV yang sedang menyiarkan berita entertainment.


"Hallo pemirsa, kembali lagi di Hot News," ucap presenter laki - laki acara itu dengan ceria.


"Berita kali ini datang dari penyanyi pendatang baru yang sukses, yaitu Sarah," ucap presenter perempuan acara itu dengan semangat.


"Yup, berita beredar bahwa dia putus sama kekasihnya yang bernama Rafael atau sering disebut dengan El dan sudah memiliki kekasih baru yang bernama Antony."


"You know lah siapa Antony, dia itu salah satu miliarder di negara ini yang sudah memiliki satu orang putri."


"Tapi ada berita yang paling mengejutkan."


"Apa itu?"


"Kita lihat tayangan berikut ini."


Tak lama kemudian muncullah foto - foto Sarah yang sedang jalan - jalan bersama Antony dan Aqila, foto makan siang bareng, foto naik mobil bareng, foto lagi jalan berdua sama Antony dan foto Sarah yang sedang memejamkan kedua matanya ketika El menyesap leher jenjangnya di dalam sebuah toilet club. Seingat Antony, dia belum pernah melakukan cumbuan bersama Sarah di dalam toilet.


Aku belum pernah melakukan hal itu bersama Sarah. Siapa pria itu? Seingatku yang memakai kaos navy ... adalah El. Tapi kapan mereka melakukan itu? Apakah sebelum mereka putus?


Batin Antony sambil menatap ke layar televisi.


Tak lama kemudian acara itu menyiarkan rekaman wawancara Sarah waktu di acara ulang tahunnya Annastasia. Antony mendengarkan acara itu dengan khusyuk. Mau tak mau dia harus menyiapkan mentalnya jika ada berita yang tidak mengenakan. Menelan salivanya untuk mengusir rasa grogi.


"Saya dengar kamu sudah putus sama Rafael dan sudah jadian sama bos kamu yang bernama Pak Antony, apakah itu benar?"


"Saya memang sudah putus sama Rafael. Tapi saya bukan pacarnya Aa Antony, kami hanya sebatas kerabat dekat saja."


"Kenapa kamu putus sama Rafael padahal beberapa waktu yang lalu kalian ingin menikah? Apakah karena orang ketiga?"


"Yah ... karena kita tidak berjodoh aja."


"Apakah kamu ingin memiliki hubungan spesial dengan seseorang?"


"Untuk saat ini aku ingin sendiri."


"Apakah kamu berniat ingin memiliki hubungan spesial dengan Pak Antony?"


"Tidak, selamanya kami hanya sebagai kerabat dekat saja," ucap Sarah yang membuat Antony kecewa dan terkejut.

__ADS_1


Sialan! ucapan Sarah yang itu tetap disiarkan.


__ADS_2