
Di like ya guys 😁
Di vote ya guys 😁
Di komen ya guys 😁
Happy reading 🤗
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
Sarah yang mengenakan dress pesta hasil rancangan designer ternama sedang mengayunkan langkahnya menuju ke pintu lobby hotel bersama El dan para bodyguard mereka. Mereka berjalan di atas red karpet. Sepanjang di atas red karpet, El dan Sarah saling bergenggaman tangan. Flash dari jepretan beberapa kamera mengiringi langkah kaki mereka mulai dari dalam ballroom hotel.
Tiba - tiba langkah kaki mereka dihentikan oleh dua orang penjaga keamanan acara penghargaan musik. Seorang presenter acara menghampiri mereka sambil membawa mic. Presenter itu tersenyum sopan ke El dan Sarah. Presenter cewek itu mengarahkan tubuhnya Sarah untuk menghadap ke kamera. Mereka mengetahui arahan dari presenter sehingga mereka menghadapkan tubuh mereka di depan para wartawan.
"Hallo pemirsa, sekarang saya bersama Sarah dan El. Kalian pasti tahu dong siapa mereka, mereka sepasang kekasih yang lagi naik daun, di penghargaan ini Sarah memenangkan dua kategori, yaitu penyanyi pendatang baru terbaik dan penyanyi pendatang baru terfavorit dan El yang merupakan salah satu CEO termuda di tanah air ini. Mari kita wawancara mereka," ucap presenter itu ceria, lalu dia menoleh ke Sarah. "Hallo selamat malam semuanya, kalian benar - benar pasangan yang sangat serasi. Lihat pemirsa, pakaian mereka senada. El yang mengenakan setelan tuxedo putih, sedangkan Sarah mengenakan dress putih, serta bandana bunga berwarna putih. By the way, kapan nich kalian menikah?" ucap presenter itu dengan riang, lalu presenter cewek itu menyodorkan mic ke tengah antara depan mulutnya El dan Sarah.
"Secepatnya, nanti kami kabari," jawab El ramah sambil merangkul pinggang rampingnya Sarah.
"Bagaimana perasaan kalian setelah Sarah dinobatkan sebagai penyanyi pendatang baru terbaik dan penyanyi pendatang baru terfavorit?"
"Aku sangat senang, terima kasih banyak atas dukungan dari kalian semua," ucap Sarah riang.
"Saya turut bahagia melihat Sarah sebagai pemenang dua kategori sekaligus," ucap El senang.
"Ok, terima kasih atas waktunya, saya tunggu loh undangan pernikahan kalian."
__ADS_1
"Kamu pasti kami undang," ucap El yakin.
Tak lama kemudian presenter cewek itu menarik sebuah mic, lalu berjalan menghampiri seorang pria sambil berucap, "Ingat pemirsa, sebentar lagi mereka akan menikah. Iya sekarang aku akan mewawancarai seorang pencipta lagu terkenal."
Sedangkan El dan Sarah melanjutkan langkah kakinya mereka menuju pintu keluar lobby hotel. Gerak - gerik mereka diperhatikan oleh banyak orang, termasuk Regina dan Trisan Notonegoro alias Trisno. Regina dan Trisno merupakan tamu hotel yang sedang membooking sebuah kamar di hotel itu. Regina menoleh ke Trisno yang sedang memperhatikan Sarah tanpa berkedip dan menatap ke Sarah dengan pancaran mata yang penuh bergairah.
"Sepertinya kamu mengenali penyanyi itu?" ucap Regina.
"Iya, ayo kita ke kamar!" ajak Trisan, lalu dia menarik tangan kanannya Regina.
Mereka melangkahkan kakinya menuju pintu lift dari pintu samping hotel tanpa harus melewati lobby hotel yang dipenuhi sama orang. Berhenti di depan pintu lift. Trisan memencet tombol panah ke atas. Dua detik kemudian pintu lift terbuka, semua orang keluar yang berada di dalam lift keluar. Trisan dan Regina masuk ke dalam lift. Trisan menekan tombol angka dua di dinding lift. Pintu lift ketutup secara otomatis.
Tiga detik kemudian pintu lift terbuka setelah lampu tombol angka dua di atas pintu lift nyala. Trisan dan Regina keluar dari dalam lift, lalu pintu lift ketutup. Berjalan menyusuri koridor lantai dua menunju kamar yang sudah dibooking sama Trisan. Trisan menscan key card di depan handle pintu kamar yang memiliki nomor tiga. Terdengar bunyi bip bip bip, lalu Trisan menekan gagang handle pintu ke bawah.
Pintu kamar terbuka, lalu mereka masuk ke dalam kamar itu. Trisan menutup pintu kamar, lalu menguncinya. Menaruh key card di tempatnya sehingga lampu kamar menyala. Trisan berjalan ke arah pantry. Sedangkan Regina melangkahkan kakinya ke arah tempat tidur. Regina menaruh tas jinjingnya di atas nakas sebelah kanan tempat tidur.
Trisan menyeringai licik melihat gayanya Regina yang sensual. Trisan memberikan satu sloki red wine ke Regina. Regina menerimanya lalu meneguknya. Trisan menaruh sloki red winenya di atas nakas sebelah kanan tempat tidur. Membuka laci nakas, lalu mengambil tali ikatan dan melilitkan tali itu ke telapak tangan kanannya. Trisan membalikkan badannya menghadap Regina.
"Buka pakaianmu!" perintah Trisan sambil berjalan menghampiri Regina.
Mau tak mau Regina melaksanakan perintahnya Trisan. Membuka pakaiannya satu persatu. Kali ini dia dibayar dia kali lipat untuk memuaskan nafsu liarnya Trisan. Berpose sensual di depan Trisan dalam keadaan naked. Trisan menarik rambutnya Regina dengan kasar. Lalu ******* bibirnya Regina dengan brutal. Regina mengimbangi permainan Trisan. Mulutnya Trisan beralih ke leher jenjangnya Regina, lalu menggigitnya sehingga Regina meringis.
Kringgg ... kringgg ... kringgg ...
Bunyi dering dari smartphone milik Trisan. Trisan menghentikan kegiatannya, lalu menegakkan tubuhnya. Mengambil smartphone miliknya di dalam kantung celananya. Melihat nama Rocky di layar smartphonenya. Menyentuh ikon hijau untuk menjawab panggilan telepon itu. Mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya.
__ADS_1
"Hallo ada Rock?" ucap Trisan sambil berdiri dari tempat tidur.
"Tanah sitaan kekuasaan kita telah diambil alih oleh perusahaan The R bos."
"DASAR BODOH!!" umpat Trisan sambil berjalan ke arah balkon kamar.
Regina tersenyum senang karena penyiksaan seksnya tertunda ketika melihat Trisan berjalan ke arah balkon. Regina beringsut ke tepian tempat tidur, lalu berdiri. Membuka reselting tas jinjingnya. Mengambil botol obat tidur, lalu membuka botol obat tidur itu. Membubuhkan obat tidur itu ke minumannya Trisan. Menutup botol obat tidur itu. Mengangkat sloki punya Trisan, lalu menggoyang - goyangkan sloki itu secara perlahan hingga obat tidur itu terlarut.
Menaruh sloki itu di tempat semulanya. Menaruh botol obat tidur itu ke dalam tasnya. Menutup reselting tas jinjingnya. Regina kembali ke tempat tidur. Merebahkan tubuhnya sambil merentangkan kedua tangan dan kakinya di atas tempat tidur. Trisan berjalan sambil menatap tajam ke Regina. Trisan menaruh smartphone miliknya di atas nakas sebelah kanan tempat tidur.
Meminum red wine yang dicampur dengan obat tidur sampai habis. Membuka satu persatu bahan yang menyelimuti dirinya hingga dirinya telanjang, membuang asal pakaiannya ke atas lantai kamar. Membuka lilitan tali di telapak tangannya. Mengikat tangan kanannya Regina. Berjalan ke arah bagian bawah tempat tidur, mengikat kaki kanan kirinya Regina. Berjalan ke arah tangan kirinya Regina, lalu mengikatnya.
Naik ke atas tempat tidur. Menindihi tubuhnya Regina. Sedetik kemudian Trisan langsung ******* dan menghisap bibirnya Regina. Regina membalas permainan Trisan. Mereka saling menukar saliva, mengaitkan lidah dan mengabsen deretan gigi. Tangan kanannya Trisan dijadikan penahan tubuhnya, sedangkan tangan kirinya menggerayangi gua milik Regina.
Trisan menghentikan aksinya sehingga Regina juga berhenti. Nafas mereka terengah - engah. Mereka saling mengatur nafas supaya kembali normal. Trisan merebahkan tubuhnya di samping kanannya Regina. Memejamkan kedua matanya hingga dia tertidur. Regina tersenyum puas mendengar suara nafas yang teratur di samping kanannya. Regina menengokan kepalanya ke kanan, dia melihat Trisan sedang tertidur.
Regina menggeliatkan tubuhnya dengan sekuat tenaga supaya bisa membuka ikatan tali yang berada di pergelangan tangan dan kakinya. Akhirnya Regina berhasil membukanya. Menduduki tubuhnya, lalu berdiri dari tempat tidur. Mengambil pakaiannya yang tercecer di atas lantai, lalu memakainya.
Melihat bekas ikatan tali yang berada di pergelangan kaki dan tangannya. Mendudukinya tubuhnya di tepian tempat tidur. Menghembuskan nafasnya dengan kasar. Regina sengaja memberikan Trisan obat tidur supaya dia tidak terlalu lama disiksa sama Trisan ketika mau berhubungan intim dan saat berhubungan intim. Regina melamun memikirkan setiap cowok yang telah menyetubuhi dirinya.
Regina tersenyum simpul mengingat kejadian saat dia berhubungan **** dengan El. El yang paling halus permainannya dari pada cowok yang lain. Regina berdiri dari tempat tidur. Berjalan ke nakas sebelah kanan. Membuka reselting tas jinjingnya lagi, mengambil smartphone miliknya. Menyentuh beberapa ikon di layar smartphonenya untuk menghubungi El. Mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya.
"Hallo El selamat malam, besok kita kita ketemuan yuk!"
"Aku nggak bisa, bagaimana hari Senin aja kita ketemuannya?"
__ADS_1
"Iya udah hari Senin kita ketemuannya."