Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Malam Ini


__ADS_3

Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading πŸ€—


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Sarah memandang dirinya yang sudah dipoles di depan cermin. Dandanan yang flewless mempercantik wajahnya Sarah. Malam ini El akan mengadakan acara konferensi pers untuk mempublikasikan hubungannya dengan Sarah. El tidak mau orang - orang, terutama para penggemarnya salah paham perihal kekasihnya Sarah.


Pintu rahasia terbuka sehingga Sarah menoleh ke pintu itu. El keluar dari dalam ruang rahasia. El tersenyum manis ke Sarah yang sedang menatap datar ke dirinya ketika pintu rahasia tertutup. El sudah mempersiapkan diri untuk acara ini. Bagaimana pun juga dia ingin hubungannya dengan Sarah harus jelas di depan umum. Makanya dia mengundang para pers dan mengumpulkan para awak media di lantai dasar penthousenya malam ini.


Tubuhnya Sarah dibalut dengan baju sweater warna putih tulang dan celana jins yang ngepres sehingga memperlihatkan lekuk kaki jenjangnya. Rambut sebahunya diurai begitu saja. Sarah beranjak berdiri dari kursi yang berada di depan meja hias. Sarah berhadapan sama El yang memakai kaos putih gading dipadu dengan celana jins. El tersenyum manis menggoda sambil membelai wajahnya Sarah.


Pintu kamarnya Sarah tebuka. Belinda masuk ke dalam ketika El hendak ingin mencium Sarah. Sontak Belinda membalikkan badannya, lalu berlari keluar dari pintu kamar. Belinda melihat Rogaya sedang menangis tersedu - sedu di depan pintu kamarnya yang terbuka. Belinda tersenyum sinis melihat Mariana melengos keluar dari dalam kamarnya Rogaya.


Mariana melangkahkan kakinya melewati Belinda dan beberapa penjaga rumahnya El tanpa basa - basi dan attitude. Belinda mengelus dadanya berulang kali. Rogaya berjalan menuju kamarnya Sarah. Belinda menahan badannya Rogaya yang sedang menundukkan kepalanya sambil menangis. Rogaya menoleh ke Belinda dengan tatapan mata yang bingung.


"Nyak kenapa?" tanya Belinda basa - basi.


"Hiks ... hiks ... hiks ... Nyak mau ngomong sama Rogaya hiks ... hiks ... hiks ...."


"Tapi Sa β€”."


"Nyak kenapa?" tanya Sarah yang tiba - tiba datang.


Rogaya menoleh ke Sarah, lalu mendekap tubuhnya Sarah. Menenggelamkan wajahnya sambil menangis sesenggukan. Lama kelamaan badannya Rogaya terkulai lemah. Dengan sigap El yang berada di samping kanannya Sarah langsung menggendong Rogaya. Membawa tubuhnya Rogaya ke kamarnya Sarah.


"Pasti Nyak berantem lagi sama Mariana," ujar Sarah.

__ADS_1


"Iya benar Sar, tadi Mariana pergi tanpa adab."


"Tuch anak benar - benar kelewatan."


"Nanti aku tegur dia," samber El sambil membaringkan tubuhnya Rogaya di atas tempat tidurnya Sarah.


"Oh ya Sarah, acaranya sebentar lagi dimulai," ucap Belinda.


"Ayo kita ke sana!" ajak El semangat sambil menegakkan badannya.


Tak lama kemudian mereka melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya Sarah. Sarah menutup pintu kamarnya. Mereka tersenyum sopan ke para penjaga penthousenya El. Melanjutkan langkah kaki mereka menyusuri lorong. Menuruni beberapa anak tangga sehingga mereka berada di bawah anak tangga yang terakhir.


Berjalan menuju pintu lift yang sudah terbuka. Masuk ke dalam yang sudah ada tiga orang penjaga. Pintu lift ketutup setelah mereka masuk ke dalam lift. El menggenggam tangan kanannya Sarah dengan erat. Pintu lift terbuka. Mereka keluar dari dalam lift, kecuali para penjaga. Mereka berjalan ke bagian depan lantai satu penthousenya El, tempat acara konferensi pers itu.


Belinda, Sarah dan El beserta para bodyguardnya yang bertugas di lantai satu melangkahkan kakinya ke tempat acara itu. Mereka sampai di belakang tempat acara tersebut. Mereka melihat di dalam ruangan sudah ada Mariana sedang duduk santai di meja konferensi pers itu. Sarah menoleh ke El dengan mengerutkan keningnya karena bingung kenapa ada Mariana di sana.


"Aku juga nggak tahu dia ada di sana," ujar El yang tahu arti dari tatapan kedua matanya Sarah. El menoleh ke salah satu bodyguardnya, lalu berucap, "Usir wanita yang sedang duduk itu."


Mereka melihat bodyguard itu meminta Mariana pergi dari tempat itu dengan sopan tapi Mariana mengelaknya. Mariana ngotot tak mau pergi dari sana sehingga Mariana dan bodyguard itu cekcok. Sarah merasa risih melihat kelakuan Mariana. Sarah melepaskan genggaman El. Melangkahkan kakinya menghampiri Mariana.


Ketika Sarah memasuki ruangan itu, flash dari kamera para wartawan bertebaran mengenai wajahnya Sarah. Sarah tersenyum sopan ke para awak media di samping kirinya Mariana. Tak lama kemudian Sarah menghadapkan badannya ke Mariana, lalu membungkukkan badannya


"Kalau nggak mau nurut, silakan angkat kaki dari sini," bisik Sarah tegas.


Dengan geram Mariana berdiri, lalu berteriak, "Lihat! Sang idola telah mengusir saudara kandungnya sendiri! Benar - benar wanita yang angkuh!"


Sarah melebarkan kedua matanya setelah mendengar ucapan Mariana yang lantang, lalu berucap, "Saudara sekalian, wanita ini tidak terdaftar di acara konferensi pers ini, jadi jangan direkam ucapan dan tindakannya."


"Saudara macam apa? Masa saudaranya sendiri nggak dimasukin ke daftar acara sich," ucap Mariana ngotot.


"Karena ini bukan acara kamu," ucap Sarah ketus.

__ADS_1


"Aku saudara kamu, kamu tega nggak masukin aku ke dalam acara ini. Aku juga ingin membantu kamu untuk acara ini."


"Terima kasih atas tawarannya. Aku tidak mau melibatkan kamu karena aku tidak mau merepotkanmu karena kamu sibuk ngurusin anakmu," ucap El yang tiba - tiba datang menghampiri mereka.


Mariana langsung menoleh ke El, lalu berucap dengan nada suara yang menggoda, "Hei Sayangku."


Anjir, nich cewek udah gila ya.


Batin El yang sedang menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Sebaiknya kamu pergi dari sini!' ucap El tegas.


"Aku nggak mau sayang," ucap Mariana manja yang membuat Sarah kebingungan.


"Adi tolong gotong cewek ini, bawa dia dan kunciin kamarnya!" ucap El sambil menoleh ke Adi yang bertugas sebagai ketua pengawalan mereka dan menunjuk ke arah Mariana.


"Baik Tuan Muda."


Tak lama kemudian Adi mengangkat tubuhnya Mariana, lalu membopong tubuhnya Mariana. Mariana meronta - ronta sambil memukul punggung kekarnya Adi. Adi membawa Mariana keluar dari acara itu. Sarah, El dan Belinda menduduki tubuhnya di atas tempat duduk yang sudah disediakan oleh kru penanggung jawab acara tersebut.


Sarah duduk di sebelah kiri El dan sebelah kanan Belinda. Mendengar suara kamera yang sedang sibuk mengambil gambar dengan flash bertebaran di mana - mana membuat percaya dirinya El bertambah. Dia yakin jika konferensi pers ini bisa diselesaikan dengan waktu yang cepat, dia bisa tenang jika dia tidak bersama Sarah.


Belinda mengambil mic untuk membuka acara konferensi pers, lalu berkata, "Selamat malam para hadiri yang telah sudi menyempatkan waktu untuk datang ke acara konferensi pers ini. Saya selaku perwakilan dari saudari Sarah dan saudara El akan membuka acara ini. Saya mohon kepada para wartawan untuk harap tenang dalam acara ini. Dan untuk acara konferensi pers ini, tidak ada sesi tanya jawab. Baiklah kita mulai acara ini, silahkan El untuk memberikan statement."


"Selamat siang para awak media yang saya hormati. Saya mengadakan konferensi pers ini untuk menyatakan bahwa saya adalah kekasihnya Sarah. Jadi kekasihnya Sarah itu bukan Antony. Karena kesibukan saya dan Sarah, hubungan asmara kami tidak terekspos oleh kalian semua. Jadi soal kedekatan ataupun hubungan asmara antara Sarah dengan Antony itu tidak ada. Dalam waktu dekat kami akan menikah. Doakan supaya rencana kami berjalan lancar. Nanti semua wartawan di negara ini pasti kami undang untuk acara pernikahan kami Cukup sekian statement dari saya dan terima kasih banyak atas perhatiannya," ucap El dengan nada suara yang ramah, lalu dia meletakkan mic di atas meja.


Belinda mengambil mic itu, lalu berkata, " Terima kasih banyak kepada saudara - saudari wartawan yang telah bersedia datang ke acara ini. Dengan berat hati, saya mengakhiri acara konferensi pers ini. Selamat malam."


Kemudian Belinda menaruh mic itu di atas meja. Sarah menggeleng - gelengkan kepalanya karena dia tidak menyangka bahwa waktu konferensi persnya sangat singkat. Sarah, El, Belinda beranjak berdiri yang diiringi dengan kilatan lampu kamera dan jepretan kamera dari para wartawan. Ada sebagian wartawan yang sedikit kecewa dengan acara konferensi pers dari El karena tidak ada sesi tanya jawab. Mereka berbalik dan berjalan meninggalkan ruangan itu, diikuti oleh para bodyguard. Mereka melangkah kakinya menuju ke pintu lift yang sudah terbuka.


Benar - benar singkat konferensi pers malam ini.

__ADS_1


Batin Sarah.


__ADS_2