Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Kubangan Maksiat


__ADS_3

"Sar, elu yakin, Meira datang ke sini?" tanya Zarkasih ketika mereka berada di depan pintu masuk klub malam.


"Iya, aku yakin Njar."


"Ya udeh kita masuk ke dalam aja, elu gandeng tangan gw."


"Nggak mau."


"Idih nich anak, susah banget dibilangi. Elu gandeng tangan gw biar kita nggak mencar dan nyasar."


"Ya udah, aku pegang ujung jaket elu aja."


"Ya udah terserah elu aja. Ayo dach!"


Tak lama kemudian, mereka masuk ke dalam salah satu klub malam yang terkenal di Jakarta melewati pintu utama. Celingak - celinguk mengedarkan pandangan mereka untuk mencari sosoknya Meira. Suara hingar bingar musik disco klub malam yang dimainkan oleh seorang DJ yang terkenal di Jakarta mengiringi gerakan para pengunjung, termasuk Sarah dan Zarkasih. Lampu disko yang berkelap - kelip menyinari setiap sisi klub malam elite yang berada di pusat kota Jakarta.


Menelusuri klub malam yang banyak dikunjungi oleh orang golongan atas dan memiliki kantong tebal untuk menghabiskan malam dengan hanya sekedar bersenang - senang, ada juga yang ingin melampiaskan nafsu, ada juga yang ingin bertransaksi jual - beli, dan ada juga yang ingin mengadakan rapat. Para waiters klub malam dengan memakai pakaian yang seksi dan selalu menebarkan senyuman menawan yang hilir mudik membawa aneka minuman ke para pengunjung.


"Di mana Meiranya Sar?" tanya Zarkasih setelah mereka menelusuri klub malam


"Aku juga nggak tahu, tapi dengan jelas aku lihat Meira masuk ke sini Njar. Kamu tahu tentang tempat seperti ini nggak?"


"Tahu dari teman - teman. Oh ya, gw baru inget, di tempat seperti ini pasti ada ruangan VVIP."


"Ya udah kita ke ruangan VVIP aja!" ajak Maysaroh.


"Tapi di mana ruangan VVIPnya?"


"Tanya aja sama satpam."


Zarkasih menoleh ke sebelah kirinya, lalu berkata, "Permisi Mbak, kalau ruangan VVIP di mana ya?"


Wanita itu menoleh ke Zarkasih, lalu berucap dengan suara sensual, "Di atas, kamu mau booking aku? Nanti aku kasih servis yang sangat memerlukan."


"Nggak, aku udah punya."


"Yang di sebelah pacarnya," ucap wanita itu sambil menoleh ke Sarah.


"Iya," ucap Zarkasih yang membuat Sarah terkejut dan langsung menoleh ke Zarkasih. "Ayo yang kita ke sana," ucap Zarkasih sambil menoleh ke Sarah dan berkedip untuk memberikan kode supaya Zarkasih tidak dipepet sama wanita itu.


"Ayo Beb," ucap Sarah yang sudah mengerti maksudnya Zarkasih, lalu dia menggandeng tangan kanannya Zarkasih.


Mereka melanjutkan langkahnya menuju tangga. Sisi kanan - kiri di penuhi sama beberapa pasangan yang sedang bercumbu. Sarah langsung menundukkan kepalanya karena tidak suka melihat pemandangan yang seperti itu. Bau alkohol yang menyengat telah membuat Sarah eneg sehingga Sarah menutupi hidungnya dengan telapak tangan kanannya. Menaiki beberapa anak tangga sehingga mereka menemukan beberapa ruangan VVIP.

__ADS_1


"Kira - kira di mana ya Meira?" ucap Zarkasih ketika mereka menghentikan langkah mereka.


"Kita dari ujung kiri aja dulu Njar."


"Ok."


Tak lama kemudian mereka melanjutkan langkahnya ke sisi kiri. Sarah melepaskan tangannya dari tangan Zarkasih. Dengan was - was, Zarkasih menekan handle pintu salah satu ruangan VVIP ke bawah, lalu mendorongnya sehingga pintu terbuka secara perlahan. Zarkasih dan Sarah melebarkan kedua matanya, dengan sangat jelas mereka melihat sosok El yang sedang menikmati layanan kebutuhan biologis dari salah satu pekerjaan **** komersial.


"El!" pekik Zarkasih marah.


Sontak El membuka kedua matanya, lalu berbicara di dalam hatinya, "Benarkah itu Zarkasih sama Sarah? Kalau benar, bisa runyam urusanku yang ingin menjadikan Sarah sebagai kekasihku. Kalau iya, ngapain mereka berdua ke sini? Jangan - jangan Zakarsih dan Sarah ingin ajib - ajib disini."


Di bawah cahaya lampu yang cukup terang, El melihat sosok Sarah dan Zarkasih yang sedang marah. Sarah menahan tangan kanannya Zarkasih ketika Zarkasih hendak menghampiri El. El langsung menghentikan gerakan seorang kupu - kupu malam yang telah memberikan El sebuah kepuasaan. Wanita itu berdiri, lalu duduk di sebelah kirinya El. Maysaroh memejamkan kedua matanya ketika El menutup reselting dan mengancingkan celananya.


"Biar aku jelaskan," ucap El sambil beranjak berdiri.


"Nggak perlu dijelasin, Njar kita lanjut cari Mei lagi," ucap Sarah datar, lalu dia membalikkan badannya.


"Sar tunggu!" pekik El.


"Ayo Njar kita pergi!" ajak Sarah yang mengabaikan ucapan El.


"Aku mohon berilah aku kesempatan," ucap El memelas sambil berjalan menghampiri Sarah dan Zarkasih.


"Tidak ada kesempatan untukmu," ucap Sarah datar.


Zarkasih menarik handle pintu untuk menutup pintu, lalu membalikkan badannya. Sarah dan Zarkasih melanjutkan langkahnya ke ruangan VVIP yang lainnya. Sementara El, memakai kaosnya. Mengambil dompetnya dari saku celananya. Mengambil beberapa lembar uang seratus ribu, lalu melemparnya ke wanita yang sudah melayani nafsu birahinya.


"Kok dilempar?" ucap wanita itu sedih.


Namun diabaikan sama El. El berjalan menghampiri pintu ruangan VVIP itu. Samar - samar El mendengar suara keributan di luar. El menekan gagang pintu ke bawah, lalu menariknya hingga pintu terbuka. El menoleh ke sumber keributan. Dia melihat Sarah dan Zarkasih sedang cekcok sama beberapa pengawal di depan pintu VVIP yang lainnya.


"Tadi dengan jelas, aku mendengar suara temanku dari dalam ruangan!" ucap Sarah kesal.


"Tolonglah Pak, kami ingin menyelamatkan teman kami, teman kami itu orang baik - baik."


"Kalau dia orang baik - baik, kenapa dia mau dibooking sama om - om!" teriak salah satu pengawal.


El menghampiri mereka, lalu berucap dengan tegas, "Buka pintu ruangan itu, jika tidak kalian tidak bisa beroperasi di sini lagi."


Para bodyguard langsung menoleh ke El, sontak mereka menundukkan kepalanya. Sarah dan Zarkasih langsung menoleh ke El dengan tatapan mata yang heran. El tersenyum manis ke Sarah dan Zakarsih. Salah satu pengawal telah membukakan pintu untuk mereka. Mereka masuk ke dalam ruangan. Sarah melihat Mei sedang berciuman sama om - om, tangan om - om itu dengan lihai menjelajahi area inti tubuhnya Mei dari balik kain segi tiganya Mei, spontan Sarah memejamkan kedua matanya.


"Selamat malam Pak Burhan," sapa El.

__ADS_1


Sontak orang yang dipanggil menghentikan kegiatannya. Pria paruh baya itu menoleh ke El. Dengan sigap Burhan beranjak berdiri dari sofa tanpa mengenakan kemeja. Sementara Mei yang berada di dalam pengaruh obat perangsang, keblingsatan seperti cacing kepanasan. El berjalan menghampiri Burhan. Sedangkan Sarah berlari kecil menghampiri Mei. Burhan langsung menoleh ke Sarah ketika Sarah hendak membawa Mei.


"Biarkan wanita itu pergi Pak Burhan jika anda ingin masih beroperasi di sini," ucap El tegas.


Burhan langsung menoleh ke El, lalu berucap dengan nada suara yang marah, "Tidak bisa begitu dong! Aku udah bayar ke Joshua supaya aku bisa beroperasi di sini. Kamu jangan seenaknya bicara seperti itu!"


"Anda kan bisa cari cewek yang lain."


"Aku sudah bayar mahal ke dia!"


"Berapa?"


"Seratus lima puluh juta!" ucap Burhan kesal.


Untuk apa si Mei membutuhkan uang itu? Jangan - jangan untuk biaya rumah sakit?


Batin Sarah.


"Baiklah aku bayar. Kita bahas ini di kantor Omku," ucap El. "Sarah, Njar bawa Mei pergi dari klub malam ini!" lanjut El sambil menoleh ke Sarah.


Zarkasih langsung membantu Sarah memapah tubuhnya Mei yang selalu bergerak ke sana ke mari tanpa arah. Sarah, Zarkasih dan Mei pergi dari dalam ruangan. Sementara El menatap tajam ke Burhan. Begitu juga sebaliknya.


"Kamu mau pakai dia juga?"


"Nggak."


"Lalu kenapa kamu menghentikan kegiatan panas kami?"


"Karena wanita itu adalah seorang wanita yang baik - baik."


"Cih, mana ada wanita yang baik - baik mau menerima tawaranku."


"Pertama kali kalian bertemu di mana?"


"Di rumah sakit. Saat itu dia sedang membutuhkan uang untuk biaya operasi dan biaya rawat inap. Karena itu aku menawarkan sebuah solusi jika dia menginginkan uang sebesar itu, dia harus melayaniku seharian penuh."


"Apakah dia masih disegel?"


"Iya."


Ternyata dugaanku salah. Ternyata Sarah datang ke sini hanya mau menyelamatkan salah satu sahabatnya dari kubangan maksiat.


Batin El.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai para readers Budiman 😊, terima kasih ya sudah membaca cerita novelku ini. Tolong dikasih bintang lima, like, vote, hadiah dan komentar ya. Dukungan kalian sangat berarti untukku. 😊


__ADS_2