
Di like ya guys 😁
Di vote ya guys 😁
Di komen ya guys 😁
Happy reading 🤗
Terima kasih sudah mau membaca novel saya 🥰🥰🥰
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
"Mari kita sambut, penyanyi baru kita, Sarah!" ucap Rio sang pembawa acara musik.
Tak lama kemudian intro lagu yang akan dinyanyikan oleh Sarah terdengar. Sarah tersenyum ramah ke para penonton yang sedang menonton langsung di studio. Para penonton di studio menggoyang - goyangkan badannya sambil mendengarkan musik. Sarah maju beberapa langkah ke depan panggung.l
"Sejak pertama kali ku jumpa kamu, ku langsung jatuh cinta. Walau hanya sebentar kita berjumpa. Tapi ku tak dapat membohongi hati nurani jika aku ingin selalu berjumpa dengan mu dan ingin memiliki dirimu. Ku tak mampu menghindari gejolak rasa cinta ini," ucap Sarah yang menyanyikan sebagian lagunya sambil menggerakkan tangannya yang disesuaikan dengan irama lagunya.
Terdengar interlude lagu yang mengiringi Sarah ke arah sebelah kanan panggung mengedarkan pandangannya, lalu dia melihat para penonton yang sangat menikmati lagu yang dibawakan oleh Sarah. Sekilas dia melihat Trisno yang sedang menatap tajam ke dirinya. Sontak Sarah mengalihkan pandangannya ke yang lain.
Jangan takut!
Batin Sarah setelah melihat sosok Trisno.
"Wahai sang pencuri hatiku, kamu telah mengusik relung hatiku. Sang pencuri hatiku, nama mu terpatri di sanubari ku."
Sarah melangkahkan kakinya ke sisi kiri panggung sambil menggerakkan tubuhnya dengan pelan yang diiringi oleh interlude lagu. Sekilas Sarah melihat sosoknya Regina yang sedang berjalan ke sisi kanan panggung. Sarah mengerutkan keningnya untuk memperjelas penglihatannya.
Benarkah itu Regina? Tapi mana mungkin itu Regina. Regina kan tinggalnya di Surabaya.
batin Sarah.
"Sangat bahagia hatiku rasanya tertusuk panah cinta. Namun rasa itu tak seindah realita. Kita harus berpisah karena waktu dan jarak yang memisahkan kita. Ow, lara dan hancur hati ku. Yang sedang dicumbu asmara cinta. Hilanglah selera. Hilanglah segala rasa."
Terdengar lagi interlude lagu yang mengiringi Lily berjalan pelan ke bagian tengah panggung. Berjalan menyusuri panggung bagian tengah. Tak sengaja Sarah melihat salah satu peri kecil bagi dirinya, yaitu Aqila. Sebuah kejutan yang menyenangkan bagi Sarah. Sarah tersenyum hangat ke anak itu yang sedang tersenyum bahagia melihat Sarah. Sudah beberapa bulan mereka tidak bertemu. Aqila bersama Daddynya dan Belinda yang berdiri di belakang panggung. Sarah membalikkan badannya menghadap para penonton.
"Wahai sang pencuri hatiku, kamu telah mengusik relung hatiku. Sang pencuri hatiku, nama mu terpatri di sanubari ku."
Sarah tersenyum ramah ke para penonton sambil menikmati alunan musik interlude lagunya. Sekilas Sarah melihat Ricky di tengah - tengah penonton. Sarah mengerutkan keningnya karena bingung melihat Ricky berada di antara penonton.
Semoga dia tidak mencari masalah di sini.
Batin Sarah.
"Tak kuduga, kita bertemu jua hingga kita bersatu menjalin kasih. Kau selalu ada ketika aku berada di dalam keadaan duka. Kau selalu ada ketika aku berada di dalam keadaan suka. Dirimu selalu membuat ku nyaman berada di sisi mu. Hari - hari ku selalu bersama mu membuat hati ini sangat bahagia. Ku harap kita tidak berpisah lagi untuk selamanya."
Sarah melangkahkan kakinya ke depan panggung bagian kiri yang diiringi oleh interlude lagu. Menyambut uluran tangan dari para penggemarnya sambil berlari kecil hingga ke bagian depan kanan panggung. Hatinya Sarah sangat bahagia bisa bernyanyi di depan para fansnya.
"Wahai sang pencuri hatiku, kamu telah mengusik relung hatiku. Sang pencuri hatiku, nama mu terpatri di sanubari ku. Sang pencuri hatiku, nama mu terpatri di sanubari ku. Ah - a - a - a," ucap Sarah yang menyanyikan lirik bagian akhir lagunya.
Interlude lagu bagian akhir mengiringi Sarah berjalan ke tengah panggung. Sarah menghentikan badannya ketika musik berhenti. Sarah tersenyum hangat ke para penonton di acara musik itu. Para pembawa acara musik itu berjalan cepat menghampiri Sarah.
"Beri tepuk tangan untuk Sarah!!" ucap Rio, salah satu presenter acara musik itu sambil berjalan menghampiri Sarah.
__ADS_1
"Terima kasih atas dukungan dari kalian semua, tidak ada kalian, diriku hampa," ucap Sarah ramah.
"Ajib bener suaranya Bro, keren abisss!!" ucap Bima presenter yang satunya lagi sambil menghentikan langkahnya di samping kanannya Sarah.
"Iya dong, makanya baru beberapa bulan ngeluarin album sudah terkenal," ucap Rio semangat.
"Bahkan yang aku dengar posisi dia sekarang hampir sama dengan salah diva kita," ucap Bima yang nggak kalah semangat.
"Ok, saatnya kita berbincang sama penyanyi baru yang popularitas sudah hampir menyamai salah satu diva di negara ini," ucap Rio.
"Hola Sarah! Apa kabar?" ucap Bima sambil menoleh ke Sarah.
"Hallo juga semuanya! Terima kasih banyak atas dukungan dari kalian semua," ucap Sarah semangat. "Kabarku baik Kak," ucap Sarah sopan sambil menoleh ke Bima dan Rio secara bergantian.
"Waduh kita dipanggil Kakak, emangnya umur kamu berapa Sarah?" ucap Rio.
"Umurku dua puluh dua tahun mau ke dua puluh tiga tahun Kak," ucap Sarah sopan.
"Widihhh, umurnya masih muda Bro," ucap Bima. "Ternyata umurnya masih di bawah kita."
"Walaupun dia umurnya masih muda, dia mampu menyaingi para diva di negeri ini," samber Rio.
"Kamu suka nyanyi sejak umur berapa?" tanya Bima.
"Sejak usiaku satu tahun."
"Wow! Umur satu tahun udah bisa nyanyi?! Keren banget," ucap Rio semangat. "Waktu itu kamu suka nyanyi lagi apa?"
"Satu - satu aku sayang Babe," jawab Sarah spontan yang membuat hatinya sedih, tapi dia harus bisa menyembunyikan kesedihannya di depan para penggemarnya.
tanya Rio.
"Iya, tapi diganti sama Babe, jadinya satu - satu sayang Babe."
"Babe kamu yang ngajarin kamu nyanyi ya?" tanya Bima.
"Iya."
"Kamu pernah mengikuti kontes nyanyi?" tanya Rio.
"Nggak pernah."
"Bagaimana ceritanya kamu bisa menjadi seorang penyanyi?" tanya Bima.
"Waktu aku masih jadi penyanyi di kafe, aku ditawari sama Pak Andrew untuk menjadi seorang penyanyi terkenal dan mengeluarkan album rekaman."
"Aku kira kamu ditawarin sama Pak Antony, soalnya Pak Antony sedang menunggumu di belakang panggung," ucap Bima polos. "Kalau boleh tahu, kamu punya hubungan apa sama Pak Antony?"
"Husss, di sini bukan acara gosip - gosip," sanggah Rio. "Ok, terima kasih ya sudah bersedia datang ke sini," ucap Rio sambil mengulurkan tangan kanannya ke Sarah, lalu mereka berjabat tangan.
"Sama - sama," ucap Sarah sambil melepaskan tangan kanannya.
"Maaf ya kalau ada salah kata," ucap Bima sambil mengulurkan tangan kanannya ke Sarah, lalu mereka berjabat tangan.
__ADS_1
"Iya nggak apa - apa."
Tak lama kemudian Sarah membungkukkan badannya ke para penonton. Berbalik, lalu melangkahkan kakinya ke belakang panggung ketika para presenter acara musik itu memulai permainan. Sarah tersenyum senang ke Aqila. Sarah berjongkok di depan Aqila, lalu memeluknya dengan erat. Aqila juga memeluknya.
"Aku kangen sama Mommy," bisik Aqila sedih.
"Nggak usah sedih gitu dong, nanti cantiknya hilang," bisik Sarah sedikit meledek.
"Aku mau makan siang sama Mommy," bisik Aqila manja.
Sarah melepaskan pelukannya, lalu berucap, "Ayo! Mau makan di mana Sayang?"
"Di estolan biasa Mommy," jawab Aqila senang.
"Ok," ucap Sarah senang.
Sarah berdiri, lalu berkata sopan sambil menoleh ke Antony, "Selamat siang Pak Antony."
"Siang juga Sarah. Ayo kita berangkat ke tempat biasa!" ucap Antony senang.
"Tapi aku ganti baju dulu," ucap Sarah sopan.
"Iya."
Tak lama kemudian Sarah menggandeng tangan kanannya Aqila. Sarah, Antony, Belinda, dan Aqila melangkahkan kakinya ke ruang ganti. Menyusuri lorong yang berada di belakang panggung. Sarah melihat Maimunah sedang berlari kecil ke arahnya. Maimunah menghentikan langkahnya dengan nafas tersengal - sengal.
"Ada apa Maimunah?"
"Nich, El telepon sambil marah - marah, kayaknya dia lagi kesal," ucap Maimunah sambil menyodorkan handphone ke Sarah.
Waduh, ada apa lagi ini?"
Batin Sarah yang sedang menerima handphone miliknya dari Maimunah.
Sarah mendekatkan handphone itu ke telinga kirinya, lalu berucap, "Hallo Sayang."
"Apa maksudnya Antony menunggumu di belakang panggung, sedangkan kamu tadi ninggalin aku pada hal aku mau nonton kamu secara langsung mumpung jadwalku kosong, malah kamu ketemuan sama Antony!" ucap El kesal.
"Aku nggak tahu Pak Antony dan Aqila datang ke sini. Mereka memberi kejutan untukku. Lagi pula sudah beberapa bulan aku nggak ketemuan sama Aqila. Kamu ikut aja makan di restoran Pingoo," ucap Sarah lembut.
"Iya, nanti aku ke sana," ucap El datar.
Tak lama kemudian El menyentuh ikon merah untuk memutuskan sambungan telepon itu. Menjauhkan benda pipih itu dari telinga kirinya. Menaruh smartphone miliknya di saku celana pendeknya. Mengambil remote control untuk mematikan TV yang berada di atas meja. Mematikan TV, lalu menaruhnya di tempat semula.
Beranjak berdiri dari sofa single yang berada di ruang fitnessnya. Melangkahkan kakinya ke pintu ruangan itu. Menyentuh pegangan pintu, lalu menggesernya sehingga pintu terbuka. Mariana terpana melihat postur tubuhnya El yang atletis. Saat ini El hanya memakai celana pendek dan bertelanjang dada. El bingung melihat Mariana berdiri bengong di depan pintu.
"Ngapain elu ada di sini?" tanya El sinis yang mengagetkan Mariana.
"Eh ... aku mau kasih tahu, makan siang sudah siap," ucap Mariana sedikit gugup.
"Gw nggak makan siang di sini, awas!" ucap El datar.
Tak lama kemudian Mariana menepikan tubuhnya supaya El bisa lewat. El melengos pergi meninggalkan Mariana yang masih terpana melihat dirinya. Mariana melihat El menghentikan langkahnya di depan pintu kamarnya Sarah, lalu membukanya. El masuk ke dalam kamarnya Sarah, lalu menutup pintu kamar itu.
__ADS_1
Suatu saat nanti aku bisa menikmati tubuh itu.