Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Harus Bagaimana


__ADS_3

Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading 🤗


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


"Wah bagus sekali bucket bunganya, terima kasih Aa," ucap Sarah senang sambil menerima bucket bunga dari Antony.


"Sama - sama sayang. Kamu sudah meminta izin sama Mas Dafa?" ucap Antony lembut.


"Sudah Aa," ucap Sarah setelah menghirup aroma khas bunga mawar.


"Aku mau minta izin bawa kamu pergi dulu sama Mas Dafa."


"Nggak perlu Aa, Mas Dafanya lagi nggak ada di sini."


"Ya udah kalau begitu. Ayo kita berangkat sekarang!" ajak Antony.


"Ayo, nanti kasihan Aqila, nunggu kita kelamaan," ucap Sarah sambil berjalan keluar dari dalam rumahnya.


"Kamu tenang aja, dia masih tidur," ucap Antony sambil berbalik.


Sarah melebarkan kedua matanya karena terkejut melihat sepuluh orang kurir sedang berjalan menghampiri dirinya sambil membawa sebuah bucket bunga marah putih dan merah. Sarah menoleh ke Antony yang sedang terlihat kesal menatap sepuluh orang kurir itu. Sarah mengalihkan pandangannya ke sepuluh orang kurir dengan tatapan mata yang bingung.


"Dengan nona Sarah?" tanya salah satu kurir itu.


"Iya, ada apa ya Pak?" tanya Sarah bingung sambil memindahkan bucket bunga yang dia pegang dari tangan kanan ke tangan kirinya.


"Ini ada kiriman bucket bunga untuk anda," ucap orang itu sambil memberikan bucket bunga itu ke Sarah.


"Dari siapa?" ucap Sarah sambil menerima bunga itu.


"Dari Tuan Muda Rafael. Dan semua bucket bunga ini dari dia."


"Ooo," ucap Sarah, lalu dia mengedarkan pandangannya. "Bi Na!" panggil Sarah ketika melihat salah satu maid di rumah itu.


Bi Na menoleh ke Sarah. Sarah mengayunkan tangan kanannya ke Bi Na supaya Bi Na menghampiri dirinya. Bi Na berlari kecil ke arah Sarah. Menghentikan langkahnya ketika Bi Na berada di hadapan Sarah. Sarah memberikan bucket bunga dari El ke Bi Na. Dengan senang hati Bi Na menerimanya.


"Tolong kamu taruh semua bucket bunga dari Pak Rafael ke dalam vas bunga yang ada di dalam rumah ini," ucap Sarah sopan.

__ADS_1


"Baik Nona."


"Sar, sebaiknya bucket bunga dari El dibuang aja," ucap Antony serius.


"Memangnya kenapa dibuang? Sayang kan semua bucket bunganya dibuang."


"Ya udah kalau begitu. Ayo kita berangkat!"


"Bi Na, saya pamit pergi dulu ya. Tolong jagain rumah ya."


"Baik Nona."


Sedetik kemudian Sarah dan Antony melangkahkan kakinya menuju mobilnya Antony. Antony membuka pintu bagian penumpang belakang mobil. Sarah terkejut melihat enam buah bucket bunga yang tersusun rapih di jok mobil. Sarah menarik kedua sudut bibirnya sehingga membentuk senyuman yang manis.


Pagi ini hatinya Sarah bahagia karena mendapatkan bucket bunga dalam jumlah yang banyak. Wajahnya Sarah bersinar - sinar. Sarah menoleh ke Antony yang sedang tersenyum sumringah ke dirinya. Antony mengusap pipi kanannya Sarah dengan lembut. Sarah mengambil telapak tangan kirinya Antony, lalu menggenggamnya.


"Terima kasih banyak Aa," ucap Sarah senang.


"Sama - sama Sayang."


Sarah menoleh ke Bi Na yang sedang berjalan masuk ke dalam rumah sambil membawa dua buah bucket bunga. Lalu menoleh ke area halaman. Melihat tukang kebun yang bernama Mang Asep yang sedang memetik tumbuhan layu. Sarah berjalan cepat menghampiri Mang Asep. Antony melihat Sarah sedang bicara sama Mang Asep. Lalu Sarah berjalan cepat menuju Antony.


"Kalian membicarakan tentang apa?"


"Permisi Neng, di mana bucket bunganya?" tanya Mang Asep ketika berhadapan dengan Sarah dan Antony.


"Di sana," ucap Sarah sambil menunjuk ke dalam mobil bagian penumpang belakang.


"Bucket bunga lilynya jangan diambil ya," ucap Antony serius yang membuat Sarah bingung.


"Iya Tuan," ucap Mang Asep sambil mengambil dua bucket bunga sekaligus, lalu berjalan menuju pintu rumah.


"Memangnya untuk siapa bucket bunga lilynya?" tanya Sarah bingung sambil menoleh ke Antony.


"Nanti setelah dari safari kita ke makam almarhum istriku."


Sarah hanya menganggukkan kepalanya sebagai respon dari ucapan Antony, lalu menoleh ke Mang Asep yang sedang berjalan masuk ke dalam rumah melewati pintu yang terbuka. Antony menyipitkan matanya ketika melihat bercak merah merah di lehernya. Menyentuh bercak merah itu sehingga Sarah menoleh ke Antony. Sarah menjadi salah tingkah karena bercak merah itu adalah kissmark ciptaan El yang tadi malam.


"Siapa yang menciptakan itu?" tanya Antony sambil menurunkan tangan kanannya.


Apakah aku harus jawab jujur?


Batin Sarah.

__ADS_1


Sarah mengalihkan pandangannya sehingga bisa menghindari tatapan matanya Antony, lalu Antony berucap, "Apakah El?"


"Ehm ... iya," ucap Sarah sangat pelan tapi bisa didengar sama Antony.


"Apakah semalam kalian berdua bercumbu di toilet club?"


"Iya," ucap Sarah sambil menundukkan kepalanya.


"Kejadian itu ada yang memotretnya, dan foto itu sudah tersebar luas di media massa maupun media sosial," ucap Antony yang membuat Sarah mendongakkan kepalanya karena terkejut.


Wahai sang pencuri hatiku, kamu telah mengusik relung hatiku. Sang pencuri hatiku, nama mu terpatri di sanubari ku. Tak kuduga, kita bertemu jua hingga kita bersatu menjalin kasih. Kau selalu ada ketika aku berada di dalam keadaan duka. Kau selalu ada ketika aku berada di dalam keadaan suka. Dirimu selalu membuat ku nyaman berada di sisi mu. Hari - hari ku selalu bersama mu membuat hati ini sangat bahagia. Ku harap kita tidak berpisah lagi untuk selamanya.


Nada dering dari smartphone milik Sarah yang berada di dalam tas selempangnya. Sarah membuka resleting tas selempangnya. Mengambil smartphone miliknya. Melihat nama Maimunah yang tertera di layar smartphonenya. Menyentuh bulatan hijau untuk menjawab panggilan telepon itu. Mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya.


"Hallo, assalamu'alaikum, ada apa Munah?"


"Wa'alaikumussalam. Eh Sar, foto elu lagi merem pas Antony cium leher elu lagi hot news di Twitty, Friendly, dan Intensgram. Elu berdua sebenarnya udah jadian belum sich?"


"Belum. Aku sama Aa Antony belum pernah ciuman. Di dalam fotobith hanya aku dan El. Kejadiannya semalam pas kami menghadiri acara pesta ulang tahunnya Annastasia."


"What the hell? Bagaimana itu bisa terjadi? Emangnya elu kagak mikir apa tentang komentar para netizen? Itu bisa menghancurkan nama baik elu kalau semuanya terbongkar. Masa sudah putus masih suka ciuman," cerocos Maimunah.


"Terus gw harus gimana dong?"


"Kalau menurut gw sich sebaiknya untuk sementara waktu elu menghindar dari para wartawan sampai keadaan kembali normal."


"Mana mungkinlah gw menghindar dari para wartawan."


"Iya juga sich. Coba elu bicarakan hal ini sama Pak Antony atau Pak Andrew."


"Iya nanti aku bicarakan ini sama Pak Antony."


"Elu juga sich segala mau dicium. Tadi gw kira cowok di foto itu adalah Pak Antony soalnya keterangan foto itu adalah tidak jadian tapi berciuman di dalam toilet club."


"Terus komentar para netizen gimana?"


"Ada yang komentar positif dan ada pula berkomentar negatif, tapi kebanyakan yang negatif. Udah dulu ya, gw mau bantuin Nyak gw."


"Bye."


Tak lama kemudian sambungan telepon itu diputusin sama Maimunah Sarah menjauhkan benda pipih miliknya. Menaruh smartphone miliknya ke dalam tas selempang. Menutup reselting tas selempangnya. Menatap tatapan matanya.


"Pak Antony, foto itu sudah tersebar luas dan menjadi hot news di media sosial. Keterangan di dalam foto itu adalah tidak jadian tapi berciuman di dalam toilet club. Aku bingung harus bagaimana."

__ADS_1


__ADS_2