Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Hubungan Kita


__ADS_3

Sarah melangkahkan kakinya ke ruang makan. Dia melihat Rogaya sama dua orang pelayan sedang mempersiapkan makan malam. Melihat menu asli dari daerah Condet. Tergiur menatap soto Betawi buatan Rogaya yang sangat lezat. Sarah langsung menarik kursi meja makan, lalu mendudukinya. Tiba - tiba El mengecup puncak kepalanya. Sarah menoleh ke El ketika El menarik kursi di samping kirinya Sarah, lalu mendudukinya.


"Mariana ke mana Nyak?" tanya Sarah sambil mengambil nasi.


"Lagi nyusuin Michael," ucap Rogaya sambil menduduki tubuhnya di depan Sarah setelah selesai menyiapkan makan malam.


"Maaf telat datang," ucap Mariana sambil berjalan menghampiri mereka ketika Sarah sedang mengambil soto Betawi.


"Iya, kaga apa - apa," ucap Rogaya.


"Wihhh, ada soto Betawi," ucap Rogaya senang sambil menduduki tubuhnya.


"Nyak sengaja buatin soto Betawi buat elu, soalnya elu pasti kaga pernah makan itu di Singapore," celetuk Rogaya sambil menaruh nasi di atas piringnya Mariana.


"Nyak tahu aja," ucap Mariana senang sambil melihat Rogaya mengambil soto Betawi.


"Emangnya kamu selama ini tinggal di Singapore?" tanya Sarah.


"Iya, tempatnya bet keren banget. Kasihan dech elu kagak pernah ke sana," ledek Mariana.


"Rencananya setelah kami menikah, kami akan tinggal di sana," samber El yang membuat Sarah spontan menengok El dengan tatapan mata yang bingung.


"Widihhh, gitu dong. Tapi semoga pernikahan kalian langgeng ya," ucap Mariana sambil mengambil nasi dan lauknya. "Oh ya, tadi gw denger berita gosip - gosip, elu dipanggil Mommy sama anak bos elu ya? Emangnya kedekatan hubungan elu sama bos elu udah sampai mana sampai anaknya panggil elu Mommy dan digosipin elu sama bos elu punya hubungan spesial?" lanjut Mariana yang membuat El menatap tajam ke Sarah dan merasakan cemburu.


"Nggak dekat, aku hanya dekat sama anaknya aja. Aku pernah bilang ke anak itu, boleh panggil aku Mommy. Lagi pula saat itu juga aku memberikan penjelasan ke para wartawan bahwa aku dan bosku hanya sebagai atasan dan bawahan," penjelasan Sarah setelah Sarah menelan makanannya.


"Hati - hati, awalnya cuma hubungan tekan kerja, lama - lama jadi hubungan kekasih," celetuk Mariana yang membuat jiwanya El terbakar.


"Mariana! Kamu tidak boleh mencari masalah di sini selama kamu tinggal di sini!" ucap Sarah kesal setelah dia beranjak berdiri dari kursinya.


"Kok elu jadi sewot sich!" ucap Mariana kesal.


Tanpa berkata lagi, Sarah mendorong kursi makannya. Melangkahkan kakinya ke tangga. El pun langsung menghentikan makan malamnya, lalu menatap marah ke Mariana. Tanpa basa - basi lagi, El beranjak berdiri. Mengikuti langkahnya Sarah dengan berlari kecil. El menarik tangan kirinya Sarah sehingga langkah mereka langsung berhenti. Sarah menoleh ke El.


"Aku ingin bicara sama kamu," ucap El serius.


"Mau ngomong apa sich El!? Aku udah capek banget, aku nggak mau berantem karena itu akan menguras tenagaku!"


"Aku tidak mau berantem sama kamu, aku hanya mau ngomong sebentar sama kamu," ucap El.


"Ok, kita ngomong di mana?"


"Di dalam kamarku."


"Baiklah."


Tak lama kemudian El dan Sarah melanjutkan langkahnya ke pintu kamarnya El sambil bergandengan tangan. El menyentuh beberapa ikon untuk membuka kunci pintu kamarnya. Setelah bunyi bip, El menekan handle pintu kamar ke bawah. Mendorong pintu kamar sehingga terbuka. Mereka masuk ke dalam kamar El. El menutup pintu kamar itu. Sarah menghentikan langkahnya, lalu membalikkan badannya ketika berada di tengah ruangan.


"Kamu mau ngomong apa?" tanya Sarah to the point.


"Emangnya benar apa yang diucapkan oleh Mariana?" tanya El serius.


"Benar."

__ADS_1


"Aku ingin kita membuat konferensi pers," ucap El serius.


"Untuk apa El?" tanya Sarah bingung.


"Untuk memperjelas hubungan kita di depan semua orang."


"Hahaha, kamu itu lucu. Masa soal hubungan kita harus diperjelas dengan cara mengadakan konferensi pers. Kamu ada - ada aja."


"Aku serius Sarah!"


"Ya udah kamu aja yang mempersiapkannya. Tapi asal kamu tahu, sampai bulan April jadwalku full," ucap Sarah melunak.


"Kan bisa acaranya malam."


"Terus apa lagi yang mau kamu bicarakan?"


"Kamu jangan terlalu dekat sama Aqila."


"Pasti karena Pak Antony yang mencintai diriku."


"Iya. Kamu masih ingat tuch dengan ucapanku yang itu."


"Itu alasan yang klasik. Aku juga udah bilang bahwa itu tidak mungkin karena Pak Antony masih mencintai mendingan istrinya."


"Aku tahu itu karena dari tatapan kedua matanya Antony ke dirimu Ai."


"Kamu salah mengartikan tatapan matanya. Udah ah, soal itu nggak usah dibahas," ucap Sarah datar, dia membalikkan badannya.


El menahan tangan kanannya Sarah ketika Sarah hendak melangkahkan kakinya, lalu Sarah berucap, "El, tolong lepaskan tanganku."


"Iya, lagi pula aku udah jarang ketemuan sama Aqila karena aku sibuk dengan jadwal kerjaku dan Aqila sibuk dengan jadwal belajarnya. Kamu juga tahu hal itu. Udah ah El, tolong lepaskan tanganku," ucap Sarah datar sambil menoleh ke El.


"Dengan satu syarat."


"Asal syaratnya nggak macam - macam."


"Kamu tidur di sini bersamaku."


"Ehm ... baiklah tapi jangan macam - macam."


"Iya."


Tak lama kemudian El melepaskan genggaman tangannya. Sarah melanjutkan langkahnya ke tempat tidur. El juga melanjutkan langkahnya ke tempat tidur. Mereka merebahkan tubuhnya mereka. El memencet sakelar lampu di tembok kamar sehingga cahaya di dalam kamarnya sedikit terang. Sarah memiringkan badannya, membelakangi El. El memeluk erat pinggangnya Sarah.


"Ai."


"Hhhmmm."


"Besok kan aku mau pergi ke Singapore selama beberapa hari karena urusan kerjaan, tolong kamu jangan selingkuh ya," ucap El lembut.


"Kamu nggak salah tuch ngomong gitu? Seharusnya aku yang ngomong seperti itu ke kamu. Kamu kan dulu playboy."


"Sekarang kan nggak. Ai, perasaan kamu ke aku seperti apa?

__ADS_1


"Perasaan kamu ke aku bagaimana?"


"Cinta dan nafsu. Terus perasaan kamu ke aku bagaimana?"


"Tak perlu aku ngomong, kamu juga tahu. Perasaan kamu sama cewek - cewek yang dulu gimana?"


"Nafsu. Baru kali ini aku merasakan cinta yang sesungguhnya. Juneidi cinta pertama kamu ya?"


"Iya, kalau kamu siapa cinta pertamanya?"


"Kamu."


"Bullshit."


"Eh benaran. Dulu hanya suka - sukaan belum cinta, malah lebih ke nafsu."


"El, sebenarnya cinta itu menjaga kesucian hubungan sepasang kekasih."


"Tapi nggak semua orang di dunia ini memiliki pemikiran seperti itu Ai. Di bagian barat, sebagian besar sepasang kekasih yang saling mencintai bisa berhubungan intim saat mereka belum menikah maupun sudah menikah. Kalau mereka benar - benar saling mencintai, mereka pasti menikah."


"Berarti kalau sepasang kekasih yang hanya berdasarkan nafsu, mereka tidak menikah hanya untuk bersenang - senang?"


"Bisa dikatakan seperti itu."


"Jadi selama ini kamu menahan nafsu birahimu ke aku?"


"Iya."


"Terus kamu pernah melampiaskannya?"


"Pernah."


"Kamu lampiaskan ke mana?"


"Main sendiri di dalam kamar mandi," ucap El sedikit berbohong, kalau dia menceritakan semuanya, bisa - bisa dia bisa kehilangan Sarah.


"Jangan melakukan itu di dalam kamar mandi, nanti air manimu yang keluar di dalam kamar mandi bisa jadi tuyul."


"Hahaha, kamu bisa aja ngelawaknya. Pantesan aku kaya, wong aku bapaknya tuyul hahaha."


"Aku serius El. Kamu harus bisa menahannya."


"Aku sudah sering menahannya Ai. Kalau aku benar - benar nggak bisa menahannya, aku melakukan onani."


"Kamu harus lebih bersabar menahannya El."


"Iya."


"Udah ah udah jam sembilan malam, besok pagi buta aku harus ke studio."


"Aku anterin ya?"


"Iya, tapi jangan berulah."

__ADS_1


"Iya, palingan aku akan menyatakan hubungan kita."


__ADS_2