
Kerlap - kerlip ribuan bintang dan cahaya rembulan purnama di langit yang mengiringi aktivitas para manusia pada malam hari di kota Jakarta. Seperti yang telah dilakukan oleh Sarah, Maimunah, Meira dan El. Mereka saat ini masih berada di dalam mobilnya El. Mereka habis bekerja di kafe milik Clara yang dikelola sama El.
Mobil yang ditumpangi oleh mereka menembus hiruk pikuk keramaian kota Jakarta dan bisingnya kota Jakarta pada malam hari. Keadaan malam hari di kota Jakarta lumayan ramai dengan segala hiruk - pikik dari aktivitas masyarakatnya. Mobil itu terus melaju menelusuri tiap sudut kota Jakarta. Maimunah tercengang melihat pemandangan yang memperlihatkan kehidupan malam di kota Jakarta dari balik jendela mobil. Baru kali ini dia melihat langsung keramaian di kota Jakarta pada malam hari.
Melewati beberapa pejalan kaki di trotoar yang sedang sedang berjalan, halte, gedung - gedung, dan beberapa jembatan. Saat berada di lampu merah ada beberapa pemuda - pemudi sedang asyik memainkan alat musik dan sebagainya lagi sedang bernyanyi sambil menggoyangkan badannya. Di pojok jalan ada kelompok yang terdiri dari enam wanita yang sedang asyik bersenda gurau. Di dekat kelompok wanita itu ada beberapa para pedagang makanan sedang melayani pembeli.
Roda mobil terus berputar melewati keramaian kota Jakarta menuju sebuah jalanan yang lebih ramai. Pinggir jalan yang dilewati mobil itu dihiasi para pedagang. Ada beberapa pedagang menawarkan dagangannya. Ada beberapa pedagang sedang bernegosiasi sama pembelinya, ada beberapa orang yang sedang membawa barang - barang dan ada beberapa orang sedang bertransaksi.
"Ini namanya pasar apa?" tanya El sambil menoleh ke Sarah.
"Pasar Kramat Jati," jawab Sarah datar sambil melihat pemandangan di luar jendela.
"Bang El, udah berapa kali lewat sini?" ucap Maimunah.
"Baru sekali."
"Tapi kenapa kamu tahu lokasi rumah sakit Polri?" tanya Meira penasaran.
"Aku tahu itu dari GPS."
"Wah keren banget Bang El punya GPS, jadi kalau ke mana - mana kaga bakal nyasar," celetuk Maimunah.
"Bagaimana kabar Amangmu Mei?" tanya El sambil melirik Mei lewat kaca spion.
"Masih sama aja, belum ada perkembangan," ucap Mei sedih.
"Semoga Amangmu cepat sembuh ya Mei," ucap El tulus sambil menyetir mobilnya.
"Iya, makasih ya El. Oh ya El, uang hasil kerja kita di kafe ibumu untuk bayar cicilan hutangku sama kau."
"Kamu jangan memikirkan uang itu. Saya ikhlas membantumu Mei."
"Terima kasih El. Semoga semua keinginanmu tercapai."
"Aamiin."
"Apa sich salah satu keinginanmu Bang El?" tanya Maimunah.
"Aku ingin menjadi suaminya Sarah," ucap El serius.
"Hah!? Kau serius?" ucap Meira yang kaget mendengar ucapan El.
"Kamu harus berjuang lebih keras lagi untuk menjadikan Sarah sebagai istrimu Bang El," ucap Maimunah.
"Aku akan berjuang."
Sarah menoleh ke El, "Sampai kapanpun aku tidak mau menjadi istrimu."
"Widihhhh ... kejam sekali kau ini Saroh," ledek Meira.
"Sar, elu seriusan menolaknya?"
"Iya," jawab Sarah yakin sambil memandangi keramaian di pinggir jalan.
"Yah ... kasihan sekali kau El," ledek Meira.
"Oh ya, akad nikah si Juned jam berapa ya?" tanya Maimunah.
__ADS_1
"Jam delapan pagi, hari Minggu," ucap Sarah serius.
"Widihhhh ... romannya ada yang sakit hati mengingat hari itu," ledek Maimunah.
"Eh ujan gerimis aje. Ikan teri di asinin. Eh jangan menangis aje. Yang pergi jangan dipikirin," ledek Meira yang berupa nyanyian.
"Maaf Mei aku nggak punya recehan," ledek Sarah. "Wwhooaamm," Sarah menguap sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya.
"Bang El, hari Minggu ikut aja ke acara nikahan Juned!" ajak Maimunah.
"Kita perginya barengan?" tanya El.
"Iya. Mau ya," ucap Maimunah.
"Iya."
"El, di depan toko itu, turuni kami," ucap Meira sambil menunjuk sebuah jalanan yang menuju rumah sakit Polri.
"Iya."
"Kalian yakin mau dituruni di sana?" tanya El.
"Iya," jawab Meira.
"Munah, kamu benaran mau nemenin Meira nungguin Amangnya?" ucap Sarah sambil menoleh ke Maimunah yang berada di belakang El.
"Iyalah. Udah jangan khawatir. Gw yakin, Bang El kaga gigit elu," ucap Maimunah sedikit meledek.
"Hahaha, emangnya aku vampir," celetuk El.
"Kalau digigit juga nggak apa - apa," ledek Meira.
"Palingan langsung ditonjok," ledek Maimunah.
"Masih mending ditonjok, asal jangan dipiting aja," ledek Meira ketika El memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Udah sampai nona - nona," ucap El sambil menoleh ke Sarah yang sedang memejamkan kedua matanya.
"Eh iya, ayo turun Mei," ucap Maimunah ketika El membuka kunci pintu mobil.
"Sarah, kami turun dulu ya, El makasih banyak ya," pamit Meira.
"Iya, sama - sama Meira. Sarahnya udah tidur," ucap El.
"Bujug buneng, dia malah tidur. Keenakan duduk di dalam mobil sich," celetuk Maimunah.
"Munah, cepetan buka pintunya! titah Meira.
"Lah iya, gw lupa mau turun," ucap Maimunah sambil menarik tuas pintu mobil bagian penumpang.
Tak lama kemudian, Maimunah membuka pintu mobil, lalu keluar dari dalam mobilnya El. Meira menutup pintu mobilnya El setelah dia keluar dari dalam mobilnya El. El menurunkan kaca mobilnya, lalu melambaikan tangannya. Maimunah dan Meira membalas lambaian tangannya El. El menaikkan kaca mobilnya. Menghidupkan mesin mobilnya, lalu menarik tuas rem tangan. Memasuki gigi, lalu melajukan mobilnya dengan pelan.
Menyusuri jalanan yang padat. El menoleh ke Sarah yang sedang terlelap tidur di kursi penumpang sebelah kirinya. El tertawa kecil melihat mulutnya Sarah sedikit berbuka dan mendengar suara dengkuran dari mulutnya Maysaroh. El memperhatikan seluk beluk wajahnya Sarah. Tak sengaja, El melihat paha mulusnya Sarah. El merapikan rok selututnya Sarah yang tersingkap sehingga pahanya Sarah tertutup.
Melintasi beberapa bangunan menuju jalan raya Inpres. Membelokkan mobilnya ke kanan jalanan. Menyusuri jalan yang lebih kecil menuju rumahnya Sarah. El menepikan mobilnya ketika berada di sekitar jalan yang ada tanjakannya. Menarik tuas rem tangan, lalu mematikan mesin mobilnya. Membuka sabuk pengaman, lalu membuka kunci pintu. Membuka pintu pengemudi, lalu keluar dari dalam mobil. Berlari kecil menghampiri seorang kakek yang sedang mendorong sebuah gerobak besar di tanjakan.
"Terima kasih Tuan," ucap kakek itu sambil menoleh ke El yang sedang ikut mendorong gerobaknya.
__ADS_1
"Iya, sama - sama Kek."
"Kamu orang sini Nak?"
"Bukan Kek, saya pacarnya Sarah."
"Ooo, kamu pacarnya Neng Sarah. Alhamdulillah, Neng Sarah sudah punya penggantinya."
"Maksud Kakek, saya penggantinya Juned?"
"Iya. Kamu kenal Juned juga?"
"Kenal Kek."
"Kalian sama - sama orang baik. Kakek sangat senang Neng Sarah mendapatkan orang baik lagi."
"Kakek sepertinya sudah kenal lama sama mereka?"
"Yah ... sekitar lima tahun yang lalu. Mereka selalu membantu orang - orang yang susah seperti Kakek ini. Apalagi Neng Sarah, walaupun dia tidak kaya, tapi dia suka sekali membantu orang - orang susah seperti Kakek. Kamu beruntung sekali mendapatkan Neng Sarah. Oh ya, kamu dari rumahnya Neng Sarah?"
"Nggak Kek, aku lagi anterin Sarah pulang Kek."
"Kok malam - malam begini pulangnya?" tanya kakek itu heran.
"Dia habis pulang kerja Kek."
"Alhamdulillah, Neng Sarah sudah mendapatkan pekerjaan. Pantesan tadi tidak ada di rumahnya Juned, ternyata dia lagi kerja," ujar kakek itu.
"Ada acara apa di rumahnya Juned?"
"Acara pengajian, ini aja dagangan Kakek diborong habis sama Juned. Neng Sarahnya di mana?" ucap kakek itu sambil menghentikan langkahnya karena sudah berada di puncak jalanan.
"Di mobil, dia lagi tidur," ucap El yang juga menghentikan langkahnya.
"Terima kasih banyak ya, tolong jaga Neng Sarah ya. Dia wanita yang baik, kuat, pintar dan mandiri. Oh ya, nama kamu siapa?"
El mengulurkan tangan kanannya ke kakek itu, lalu berucap, "El."
"Kakek Ujang," ucap kakek itu sambil membalas uluran tangan kanannya El.
Ternyata ketika El membantu kakek Ujang, Sarah terbangun. Dia melihat perilaku El yang sangat baik terhadap kakek Ujang. Sarah tersenyum simpul melihat keakraban El sama kakek Ujang. Tapi tiba - tiba Sarah mengingat kejadian di ruang VVIP sebuah klub malam yang terkenal di Jakarta. Sarah tersenyum kecut mengingat perilaku El yang menjijikkan itu.
"Apakah sekarang dia hanya bersandiwara?"
💐🌷🌹💐🌷🌹💐🌷🌹💐🌷🌹💐🌷🌹💐
Terima kasih sudah membaca novelku yang ini 😊😊😊🥰🥰🥰.
Semoga para readers suka membaca novelku. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam novel ini karena novel ini masih jauh dari kata sempurna 😊😊😊.
Di like ya
Di komen ya
Di vote ya
Di kasih bintang lima ya
__ADS_1
Di kasih hadiah ya
Love you all 😁😁😁😁😘😘😘😘