Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Aku Memilih Yang Ini


__ADS_3

Bunyi high heels yang dipakai oleh Sarah terdengar menggema saat menapaki lantai koridor menuju ruang kerja CEO Mustika Corporation, founder maupun executif produser yang berada di lantai dua puluh satu gedung Mustika Corporation. Aura muka Sarah menampakkan ketegangan dan grogi karena dia akan bertemu lagi dengan aktor favoritnya sekaligus produsernya.


Berdasarkan perjanjian mereka ditelepon, Sarah datang ke ruang kerjanya Andrew untuk memberikan CV, tanda tangan surat kontrak kerja sama dan langsung rekaman jika kedua belah pihak menyetujui isu surat kontrak kerja samanya. Dia berjalan menyusuri lorong sambil meremas kedua telapak tangannya. Menghampiri meja kerja seorang pria yang berumur sekitar tiga puluh enam tahun. Pria itu berdiri sambil tersenyum sopan.


Sarah tersenyum sopan, lalu berucap ke seorang pria sambil mengulurkan tangan kanannya ke pria itu, "Selamat sore Pak, saya Sarah yang sudah punya janji sama Pak Andrew Allison. Di mana ya ruangannya?"


"Selamat sore Bu, tunggu sebentar ya," ucap pria itu dengan ramah sambil membalas uluran tangan kanannya Sarah, lalu mereka berjabat tangan. "Ruangannya ada di sana," lanjut pria itu ramah sambil menunjuk sebuah ruangan yang berada di lorong dengan dagunya.


Tak lama kemudian Sarah melepaskan jabat tangannya. Pria itu duduk kembali. Sarah melanjutkan langkahnya ke sofa panjang yang berada di depan meja kerja pria itu. Menduduki tubuhnya di atas sofa panjang itu. Mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. Pintu ruang kerjanya CEO terbuka lebar. Keluar seorang wanita cantik yang memiliki tubuh proporsional. Melenggangkan kakinya seperti peragawati yang sedang berjalan di catwalk.


"Nona Sarah silakan masuk," ucap pria itu sambil menoleh ke Sarah yang sedang fokus melihat wanita cantik itu.


"Eh iya," ucap Sarah, lalu dia berdiri dari sofa.


Tak lama kemudian Sarah melangkahkan kakinya menuju ke ruangan CEO. Melewati pintu yang masih terbuka lebar. Berjalan menghampiri meja kerja Andrew yang sedang tersenyum manis ke Sarah. Sarah membalas senyuman Andrew dengan senyuman yang sopan. Andrew berdiri dari kursi singgasananya ketika Sarah berdiri di depannya.


Sarah mengulurkan tangan kanannya ke Andrew, lalu berucap dengan sopan, "Selamat sore Pak Andrew."


"Selamat sore Nona cantik," ucap Andrew sambil membalas uluran tangan kanannya Sarah, lalu mereka berjabat tangan. "Silakan duduk," lanjut Andrew sambil melepaskan jabat tangannya, lalu dia menduduki tubuhnya lagi di atas kursi kerjanya.


Sarah menduduki tubuhnya di atas kursi yang berada di depan Andrew. Membuka reselting tas jinjingnya. Mengambil amplop cokelat yang berisi CV nya. Memberikan amplop cokelat itu ke Andrew. Andrew menerima amplop cokelat itu, lalu menaruhnya di atas meja kerjanya.


Andrew memberikan map biru ke Sarah. Sarah menerimanya, lalu membuka map itu. Membaca isi map yang merupakan surat kontrak kerja sama di antara mereka. Membaca satu persatu pasal di dalam surat perjanjian kontrak kerja sama itu. Sarah sedikit terkejut membaca satu pasal.


"Jika ada yang ingin dipertanyakan, silakan bertanya kepada saya," ucap Andrew sopan.


"Pak Andrew apakah benar maksud pasal dua puluh satu bahwa saya harus latihan vokal dan rekaman untuk meningkatkan kualitas suara saya dalam bernyanyi?" tanya Sarah sambil menoleh ke Andrew.


"Iya. Memangnya kamu keberatan?


"Nggak. Tapi aku masih kerja, aku kira nggak ada latihan setiap hari."


"Kamu tinggal memilihnya. Mau sebagai penyanyi terkenal karena kamu mempunyai anugerah untuk menjadi seorang diva atau sebagai karyawan biasa. Jika kamu belum yakin ingin menjadi penyanyi terkenal, kamu boleh mempertimbangkan kerja sama ini," ucap Andrew tenang.


Tak lama kemudian Sarah melanjutkan membaca beberapa pasal yang belum terbaca. Membuka lembar berikutnya lagi, lalu membaca lagi beberapa pasal di surat perjanjian kerja sama. Sarah membuka halaman terakhir dan membaca dua pasal surat perjanjian kerja sama. Menutup surat perjanjian itu.


"Bagaimana?" tanya Andrew.


"Boleh saya mempertimbangkan surat perjanjian kerja sama ini?"


"Boleh. Saya kasih waktu dua hari mulai hari ini."


"Baiklah. Kamu ke sini sendirian?"


"Iya."

__ADS_1


"Tumben El tidak ikut?"


"Dia harus bertemu sama clientnya."


"Kamu tahu dia seorang casanova?"


"Tahu. Tapi semenjak jadian sama saya, dia sudah tidak pernah melakukan hubungan intim lagi sama wanita, termasuk diriku."


"Kabar yang bagus. Aku senang dia sudah berubah."


"Hallo selamat sore Andrew," sapa El ramah sambil berjalan menghampiri mereka.


Andrew tersenyum sopan ke El, lalu berucap, "Selamat sore Bro El."


"Selamat sore Ai," ucap El lembut sambil menduduki tubuhnya di samping kanannya Sarah.


"Selamat sore sayangku," ucap Sarah lembut.


"Bagaimana hasil rapatnya sama clientmu?" tanya Andrew sopan.


"Bagus. Clientku menyetujui surat kerja samanya dengan perusahaan yang sedang aku kelola. Sarah sudah menyetujui surat perjanjian kerja sama yang kamu buat?" ucap El.


"Belum, dia masih mempertimbangkannya."


"Kalau aku menyetujuinya, aku harus kehilangan pekerjaan sebagai arsitek. Aku masih bingung."


"Ya udah kalau itu maumu, aku sich terserah kamu, kamu yang memilihnya."


"Tapi jika kamu bisa menjadi penyanyi terkenal, kamu bisa memiliki uang yang banyak dalam waktu yang dekat dan bisa membayar hutangmu. Di dalam surat perjanjian kerja sama itu kan tertulis, kamu mendapatkan empat puluh persen dari hasil keuntungan penjualan album perdanamu."


"Lumayan besar juga pembagian hasil keuntungannya," ujar El.


"Aku sebagai produser tidak mau meremehkan bakat orang yang aku kelola. Setelah penjualan album perdanamu laris manis, kamu bisa keluar negeri," ucap Andrew.


"Kalau laris manis," celetuk Sarah.


"Kamu jangan pesimis. Aku sangat yakin, album perdanamu pasti laris manis soalnya suara kamu mampu membius para pendengar lagu. Kalau kamu nggak percaya, coba tanya ke El," ucap Andrew yakin.


"Benarkah El?" tanya Sarah sambil menoleh ke El.


"Iya. Suara kamu bagus banget, aku juga yakin album perdanamu pasti laris manis."


"Selamat sore sayangku," ucap seorang wanita yang sangat lembut.


"Sore istri tercintaku," ucap Andrew senang melihat istrinya sedang berjalan menghampiri mereka.

__ADS_1


El sempat tertegun mendengar suara mendayu dari wanita itu. El menoleh ke wanita itu. El terpana melihat penampilan wanita yang bernama Viola Wijaya Kusuma. Viola tersebut manis ke Andrew dan ke El. El mengalihkan pandangannya ke Sarah yang sedang membaca ulang surat perjanjian kerja sama. Viola berdiri di samping kanannya Andrew.


"Selamat sore El," sapa Viola.


El menoleh ke Viola, lalu berucap, "Selamat sore Vio."


"Kamu masih saja memanggilku dengan sebutan itu," ujar Viola. "Itu siapa kamu El?"


"Dia calon istriku. Dia diajak kerja sama dengan suamimu."


"Sayang apakah itu benar?" ucap Viola sambil menoleh ke Andrew.


"Benar sayangku, suaranya dia bagus banget dan dia pintar bernyanyi," ucap Andrew lembut sambil menoleh ke Viola.


"Wah kabar bagus sekali, sudah lama kita belum mendapatkan pengganti almarhuma Tika sebagai penyanyi wanita di perusahaan label ini."


"Tapi dia masih mempertimbangkan kerja sama dengan kita sayang."


Viola menoleh ke Sarah, lalu berkata dengan sangat lembut, "Hallo wanita cantik, siapa namamu?"


Sarah menoleh ke Viola dengan tatapan mata yang terkejut dan senang, lalu berucap dengan sopan, "Sarah."


Ya Allah di depanku ada artis terkenal. Tapi aku harus bisa menjaga sikap supaya tidak mempermalukan El dan diriku.


Batin Sarah


"Hah Sarah? El kok namanya sama kayak nama mantan pacarmu sich?" ucap Viola kaget yang membuat Sarah menatap tajam ke El.


"Namanya aja yang sama tapi orangnya berbeda, lebih berkualitas Sarah yang ini," ucap El serius.


"Sarah, kenapa kamu masih mempertimbangkannya?"


"Karena aku masih bingung memilih menjadi penyanyi atau mempertahankan pekerjaanku sebagai arsitek."


"Kamu nggak usah bingung. Kamu kan sudah punya bakat alami, tinggal diasah sedikit, rekaman dan kamu bisa menjadi penyanyi. Kamu nggak bakal rugi jika berhasil sebagai penyanyi dari perusahaan label ini. Walaupun nanti kurang terkenal, kamu pasti tidak rugi. Amit - amit jabang bayi, semoga itu tidak terjadi karena semua bintang dari perusahaan ini pasti terkenal dan laris manis. Contohnya aku, aku salah satu artis terkenal yang diasah dan dipromosikan oleh agensi dan PH perusahaan yang dikelola oleh suamiku."


"Baiklah aku memilih yang ini," ucap Sarah sambil memegang surat perjanjian kerja sama Sarah dengan perusahaan label milik Andrew.


💐🌷🌹💐🌷🌹💐🌷🌹💐🌷🌹💐


Terima kasih sudah membaca novelku yang ini 😊😊😊🥰🥰🥰.


Semoga para readers suka membaca novelku. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam novel ini karena novel ini masih jauh dari kata sempurna 😊😊😊.


Dukung novel ini dengan like, komen, kasih vote, kasih bintang lima dan kasih hadiah ya, love you 😁😁😁😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2