
Awan stratus yang berbentuk lapisan tipis melebar pada langit biru dengan warna putih keabu - abuan. Bentuk arakan awan mendung yang teratur. Sebagian cahaya matahari tertutup oleh arakan awan mendung itu. Angin berhembus lumayan kencang. Cuaca mendung, semendung hatinya Sarah.
Hari ini adalah hari pemakaman jenazah Rojali di pemakaman kober. Setelah selesai pemakaman, satu persatu para pelayat pergi, kecuali Rogaya, Sarah, El, Zarkasih, Meira dan Maimunah. Rogaya mengusap batu nisan suaminya sambil duduk bertumpu lutut dan ujung jari kakinya. Rogaya masih menangisi kepergian suaminya.
Sarah menatap kosong ke hamparan aneka macam bunga sambil berjongkok. El merangkul Sarah dengan penuh kasih sayang sambil berjongkok di samping kirinya Sarah. Mengusap bahu kirinya Sarah dengan lembut. Sekali - kali mengecup puncak kepalanya Sarah. Tiba - tiba tubuhnya Rogaya jatuh ke depan.
"Nyak!" pekik Sarah.
Sontak Zarkasih menegakkan badannya Rogaya, lalu mengangkatnya dan berucap, "Nyak elu pingsan, biar gw bawa pulang ke rumah."
"Terima kasih Njar," ucap Sarah dengan suara yang parau sambil menoleh ke Zarkasih.
"Njar gw bantuin elu ngangkat Nyak Rogaya," ucap Maimunah.
"Iya udah, kalian berdua pegang kakinya."
Tak lama kemudian Zarkasih, Maimunah, dan Meira merubah posisi tubuhnya Rogaya. Mereka melangkahkan kaki mereka menuju rumahnya Rogaya. Suasana menjadi hening lagi. Sarah melepaskan rangkulan El. Beranjak berdiri, lalu menatap langit. Mendung semakin pekat.
Arakan awan Nimbostratus yang berbentuk tebal dan tidak teratur membentang langit kota Jakarta sehingga menutup sinar matahari. Hujan rintik - rintik turun ke bumi, membasahi mereka. Sontak mereka membalikkan badannya, lalu melangkahkan kakinya mereka pergi menuju pintu keluar area tanah pemakaman.
Ddduuuaaarrrr ... ddduuuaaarrrr ... ddduuuaaarrrr ...
Kilatan petir telah menyambar langit pagi hari yang mendung. Awan Nimbostratus mengguyur air hujan yang lebat ke hamparan tanah di sekitar komplek pemakaman kober sehingga Sarah dan El kebasahan. El membuka jasnya, lalu dia menutupi kepalanya Sarah dengan jasnya.
"Ayo cepat kita pergi dari sini!" ajak El sambil memayungi kepalanya Sarah dengan jasnya.
Tak lama kemudian, El dan Sarah berlari kecil menuju parkiran mobil. Kilatan petir masih saling bersahutan di bentangan cakrawala. Langit menjadi gelap karena sinar matahari tertutup oleh awan - awan yang tebal. Angin berhembus kencang menerpa El dan Sarah yang sedang berlari menuju parkiran mobil. Tiba - tiba Sarah kesandung batu hingga dirinya terjatuh.
"Aauuwww!" pekik Sarah sambil meringis kesakitan.
El membantu Sarah berdiri dengan memegang bahu kanan kirinya Sarah setelah dia memakai jasnya yang basah, lalu berucap dengan panik, "Kamu nggak apa - apa?"
"Iya, iihhh ... dengkul kananku sakit," lirih Liza sambil memegang dengkulnya.
Tanpa basa - basi, El langsung menggendong Sarah ala bride style. Sarah sedikit terkejut dengan perlakuan E. Detak jantung mereka tak beraturan. Gelayar lembut menyelubungi setiap aliran darah mereka. Sarah menatap wajahnya El dengan tatapan mata yang berbinar. Sedangkan El fokus dengan langkah kakinya yang bertempo cepat. Sesampainya mereka di dekat mobil milik El, El menurunkan Sarah dengan pelan. Mengambil kunci mobilnya, lalu memencet tombol untuk membuka pintu mobilnya.
Bip ... bip ... bip ...
Kunci pintu mobil terbuka. El membukakan pintu penumpang untuk Sarah. Sarah masuk ke dalam mobil, lalu pintu itu ditutup oleh El. El memutar ke tempat kemudi. Membuka pintu, masuk ke dalam mobil, menutup pintunya, dan mengunci pintu mobil. El memakai sabuk pengaman, lalu menyalakan mesin mobil.
El melajukan mobil di bawah naungan hujan deras. Menelusuri jalan kober menuju ke rumahnya Sarah. Sarah menatap jutaan air hujan dari jendela mobil. Dia ingin sekali bicara sama Mariana, tapi dia sendiri tidak tahu keberadaan Mariana. Kemarin dia gagal mendapatkan informasi tentang Mariana dari Irwan karena Rogaya menghalanginya dan keburu mendapatkan berita yang sangat menyedihkan bagi dirinya.
"Ai, kamu sedang memikirkan apa?" tanya El sambil melirik ke Sarah.
"Aku ingin bicara sama Mariana, tapi aku nggak tahu dia di mana sekarang. Kemarin Pak Irwan mau memberitahunya, tapi Nyak melarang aku untuk menemui Mariana dan keburu dapat berita Babe meninggal. Aku juga nggak tahu bagaimana caranya mencari Pak Irwan," ucap Sarah sendu sambil menoleh ke El.
"Coba kamu hubungi Lee," ucap El sambil menyetir.
"Dia bisa menyelidiki seseorang?"
"Bisa. Dia semacam detektif, maniak detektif Conan."
"Baiklah," ucap Sarah.
Tak lama kemudian Sarah membuka reselting tas selempangnya. Mengambil handphone miliknya. Memencet beberapa tombol untuk menelpon Lee. Mendekatkan benda persegi panjang itu ke telinga kirinya. Terdengar tiga kali nada sambung sampai akhirnya dijawab oleh Lee.
"Hallo selamat pagi Lee. Bagaimana kabarmu?" sapa Sarah sopan.
"Pagi juga Sarah, kabarku baik, kabarmu gimana?" ucap Lee ramah.
__ADS_1
"Baik juga. Oh ya Lee boleh aku minta tolong?"
"Boleh, mau minta tolong apa?"
"Aku minta tolong selidiki seorang wanita, namanya Mariana."
"Kamu tahu dari mana aku bisa menyelidiki orang?"
"Dari El. Nanti ada imbalannya."
"Ini bukan masalah imbalannya, tapi sekarang - sekarang ini aku sedang sibuk. Bukannya El punya kenalan yang bisa menyelidiki orang?"
"Masa sich Lee?"
"Iya Sarah. Sekarang kamu sama El?"
"Iya."
"Aku mau ngomong sama dia."
"Iya," ucap Sarah, lalu Sarah menyodorkan handphone miliknya ke El.
El mengambil handphone itu, lalu mendekatkan benda persegi panjang itu ke telinga kirinya dan berkata, "El maaf sekarang - sekarang ini gw nggak bisa bantuin kalian. Elu cari yang lain aja."
"Orang yang sangat kupercaya adalah elu."
"Tapi β."
"Elu mau berapa?" ucapan El yang memotong ucapan Lee.
"Bukan itu maksud gw El. Sekarang - Sekarang ini gw lagi sibuk ngurusin software perusahaan klien Papi gw. Kalau mau bulan depan, bagaimana?"
"Baiklah bulan depan."
"Nanti gw telepon kalau urusan klien Papi gw udah beres."
"Elu minta berapa?"
"Kalau gw minta Sarah jadi pacar gw boleh?"
"Damn it! Gila elu ya!" ucap El marah.
"Hahaha, elu masih tetap cemburu nggak jelas, tapi sepertinya saingan elu tambah banyak El."
"Maksud elu apa nich!?"
"Yang suka sama Sarah tambah banyak. Kemarin gw lihat dia lagi dekat sama sepupu elu, si Antony."
"Elu lihat di mana?"
"Di restoran dan di kantornya Antony."
"Dia sekarang udah pindah ke kantornya Antony."
"Elu suruh pindah ke sana karena di kantor yang lama banyak yang suka sama Sarah?"
"Nggak, keinginan dia sendiri."
"Dia di sana kerja sebagai apa?"
__ADS_1
"Dia lagi menyiapkan album rekaman di perusahaan label milik A bersaudara. Awalnya dia ditawari menjadi salah satu penyanyi di perusahaan label itu oleh Andrew.
"Wow keren sekal! Tapi wajar kok Sarah ditawarin, wong dia suaranya bagus banget. Tapi El, elu harus hati - hati."
"Emangnya kenapa?"
"Kalau dia jadi penyanyi terkenal, nanti banyak yang sangat suka sama Sarah. Udah buruan elu nikahin dia."
"Gw sich pengennya gitu Lee, tapi dia yang menundanya."
"Karena apa?"
"Dia ingin membayar hutang - hutangnya dia ke gw sebelum kami menikah."
"Ah yang benar!?"
"Iya."
"Benar - benar seorang wanita yang berprinsip. Ya udah dulu ya, gw mau ngelanjuti kerjaan gw dulu."
"Elu minta berapa?"
"Gw minta dua hari kencan sama Sarah," ucap Lee serius.
"Benar - benar sialan elu!" ucap El kesal, lalu dia membanting handphone milik Sarah ke bawah.
"Hei El, jangan sembarangan ngebanting handphone orang lain dong!" ucap Sarah marah, lalu dia menunduk untuk mengambil handphone miliknya.
"Maaf, soalnya aku kesal."
Nnncccctttt
Tiba - tiba El ngerem mendadak sehingga mukanya Sarah kebentur senjata pamungkasnya El. El langsung membelalakkan kedua matanya karena kaget. El merasakan burungnya bangun setelah Sarah menyentuhnya. Gejolak hasrat telah bangkit di jiwanya El, tapi sebisa mungkin dia tahan. Sarah menegakkan badannya. El menoleh ke Sarah. El melihat rona merah di pipinya Sarah tatapan kedua mata mereka bertemu. Sarah langsung mengalihkan pandangannya.
"El kamu jangan modus dong!"
"Modus apanya?" ucap El sambil melanjutkan mengendarai mobilnya lagi.
"Tiba - tiba ngerem."
"Tadi ada kucing yang lewat."
"Tadi kamu marah sama Lee karena apa?"
"Lee minta kencan sama kamu selama dua hari."
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Terima kasih sudah membaca novelku yang ini π.
Dikasih like ya π
Dikasih hadiah ya π
Dikasih bintang lima ya π
Dikasih vote ya π
Terima kasih atas dukungannya. π
__ADS_1