
Di like ya guys 😁
Di vote ya guys 😁
Di komen ya guys 😁
Happy reading 🤗
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
"Mommy!" panggil Aqila riang sambil berlari menghampiri Sarah dan Antony, lalu Sarah berjongkok.
"Wah anaknya Mommy lucu sekali," ucap Sarah ceria sambil berjongkok dan merentangkan kedua tangannya ke samping kanan kiri.
"Hup," ucap Aqila sambil mengalungkan kedua tangannya di leher jenjangnya Sarah.
"Lalu ditangkap," ucap Sarah sambil memeluk erat tubuhnya Aqila, lalu mencium pipi kanan kirinya Aqila.
"Mommy, kok ke sininya lama banget sich?" protes Aqila.
"Mommy beli kue kesukaan Aqila," ucap Sarah.
"Kue pancong ya?"
"Iya sayang."
"Mana kuenya?"
"Sama Daddy."
"Mommy, hari ini aku jadi Minnie mouse lagi, kita main kucing - kucingan lagi yuk," ajak Aqila.
"Ayo, tapi kue pancongnya dimakan dulu, mumpung masih hangat."
"Ok Mommy."
Tak lama kemudian Sarah melepaskan pelukannya dan Aqila juga melepaskan pelukannya. Sarah beranjak berdiri, sedangkan Aqila mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Daddynya. Aqila bertolak pinggang sambil menatap tajam ke Antony. Sarah mengikuti arah pandang Aqila. Sarah menelan salivanya melihat Antony bertelanjang dada sambil membawa satu kantung plastik.
"Daddy mana kue pancongku?"
"Ini my baby," ucap Antony sambil menunjukkan kantung plastik yang sedang dia bawa.
"Aa, habis ngapain?" samber adiknya Antony yang bernama Annastasia yang tiba - tiba datang tanpa sepengetahuan mereka.
"Habis ganti ban mobil," ucap Antony sambil menghentikan langkahnya. "Ini kuenya my baby," lanjut Antony sambil memberikan satu kantong plastik ke Aqila.
"Terima kasih Daddy," ucap Aqila sambil menerima kantong itu.
"Aa, ini yang calon istrinya Kakak," ucap Annastasia ramah.
__ADS_1
"Iya," ucap Antony yang membuat Sarah tertegun, lalu Sarah membalikkan badannya.
"Sayang, kenalkan ini adikku, namanya Annastasia," ucap Antony.
Sarah menjulurkan tangan kanannya ke Annastasia, lalu berucap dengan sopan, "Sarah."
"Annastasia, panggil Anna aja," ucap Annastasia sopan sambil mengulurkan tangan kanannya ke Sarah, lalu mereka berjabat tangan.
"Nama yang cantik, secantik orangnya," ucap Sarah tulus sambil melepaskan genggaman tangannya.
"Ah, Kak Sarah bisa aja. Aa calon istrinya AA pintar juga ngegombalnya," ucap Annastasia sambil menurunkan tangan kanannya.
"Aa aja baru tahu Dek. Setahu Aa dia nggak pernah ngegombal."
"Aku ngomong apa adanya Anna," ucap Sarah.
"Oh ya Aa, Sabtu besok ajak Sarah ke acara pesta ulang tahunku."
"Aku sudah punya niat ngajak dia, tapi belum diungkapkan."
"Sarah, Sabtu besok datang ya ke acara pesta ulang tahunku," ucap Annastasia ramah.
"Iya."
"Aa, Sarah aku pamit pulang ya, aku mau ngurusin semua keperluan untuk acara pesta besok," ucap Annastasia ramah.
"Iya, hati - hati ya Dek."
"Iya, bye."
"Bye."
"Bye."
Tak lama kemudian Annastasia melangkahkan kakinya keluar dari mansion Antony. Sarah mengedarkan pandangannya mencari sosoknya Aqila. Ternyata Aqila sedang asyik makan kue pancong di atas sofa ruang keluarga. Tiba - tiba Antony memegang telapak tangan kanannya Sarah, lalu menaruhnya di dada kirinya. Sontak Sarah terkejut, lalu menoleh ke Antony.
"Rasakan detak jantungku, temponya begitu cepat ketika berada di dekatmu. Rasakan hatiku yang selalu berbunga - bunga ketika berada di dekatmu karena kamu adalah belahan jiwaku," ucap Antony lembut.
"Gombal."
"Aku nggak gombal, aku ngomong apa adanya."
"Daddy, Mommy lagi ngapain?" ucap Aqila sambil menoleh ke mereka.
Sontak mereka menoleh ke Aqila, lalu Sarah berkata, "Lagi nggak ngapain - ngapain sayang."
"Mommy sini! Kita makan kue pancong sama - sama," ucap Aqila sambil mengunyah.
"Iya sayang," ucap Sarah sambil melepaskan tangan kanannya.
__ADS_1
Tak lama kemudian Sarah melangkahkan kakinya menghampiri Aqila. Antony tersenyum bahagia melihat kedekatan Sarah dengan Aqila. Ternyata Aqila bisa dekat sama orang lain yang tidak punya hubungan darah selain dekat sama Ayu. Dan orang itu adalah Sarah, orang yang dia cintai. Antony melanjutkan langkahnya ke kamarnya. Sedangkan Sarah menduduki tubuhnya di samping kirinya Aqila.
"Kuenya enak?" ucap Sarah lembut.
"Enak Mommy," ucap Aqila polos sambil mengunyah. "Ini buat Mommy," lanjut Aqila sambil memberikan satu kue pancong.
"Terima kasih cantik," ucap Sarah senang sambil menerima kue pancong itu.
Tak lama kemudian Sarah memakan kue itu. Mereka berdua asyik makan kue pancong. Aqila ambil gelas plastik miliknya, lalu meminum air putih dari gelas itu. Setelah minum, Aqila memberikan gelas itu ke Sarah. Sarah menerimanya sambil tersenyum sopan. Meminum sisa air putih yang berada di dalam gelas itu.
"Mommy ayo kita main kucing - kucingan, aku jadi tikusnya," ucap Aqila ceria ketika Sarah menaruh gelas di atas meja.
"Ok," ucap Sarah, tak lama kemudian Sarah dan Aqila berdiri.
"Ayo, lari sekencang - kencangnya," ucap Sarah ceria, lalu Aqila berlari cepat menuju area kolam renang.
Sarah berjalan cepat menyusul Aqila. Menyusuri ruang makan dan pantry. Melewati pintu pembatas antara teras belakang sama ruang makan. Sarah melebarkan kedua matanya ketika Aqila kecebur ke kolam renang. Sontak Sarah berlari cepat. Menyemburkan diri ke kolam renang untuk menolong Aqila.
Menyelamkan dirinya sambil mengedarkan pandangannya. Menelusuri dasar kolam renang. Dia menemukan tubuh mungilnya Aqila yang sudah tidak menyadarkan diri. Mengambil tubuhnya Aqila, lalu menggendongnya. Berenang ke permukaan kolam renang. Melanjutkan renangnya ke area tepian kolam renang.
Menaruh tubuhnya Aqila di pinggiran kolam renang. Naik ke tepian kolam renang dekat Aqila. Sarah langsung memeriksa denyut nadinya Aqila. Memeriksa pernafasan Aqila. Sarah memberikan nafas buatan ke Aqila. Baru tiga kali Robin memberikan nafas buatan, terdengar sedakan air keluar dari mulutnya Aqila.
"Uhuk uhuk uhuk!!"
Sarah langsung menegakkan badannya Aqila. Aqila menangis menderu setelah semua air keluar dari mulutnya Aqila. Sarah langsung mendekap tubuhnya Aqila dengan penuh kasih sayang. Menciumi puncak kepalanya Aqila berulang kali supaya Aqila tenang. Sarah menyeka air matanya Aqila yang mengalir deras.
"Tenang sayangku, di sini ada Mommy. Mommy selalu bersamamu."
"Apa yang telah terjadi?" tanya Antony panik.
"Aqila habis tenggelam A," ucap Sarah tenang.
"Wah parah nich, aku sudah bilang ke beberapa orang yang bekerja di area kolam renang untuk menutup kolam renang dengan tirai kalau kolam renangnya lagi nggak dipakai," ucap Antony kesal, lalu Antony menggendong Aqila. "Kamu nanti ganti baju di dalam kamarku, aku punya cadangan baju dan pakaian dalam wanita yang baru," lanjut Antony ketika Sarah beranjak berdiri.
"Iya A. Di mana letak kamarnya?"
"Di samping ruang keluarga."
Tak lama kemudian mereka melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumah. Mereka melewati para pekerja yang sedang melihat mereka. Karena malu diperhatikan sama orang lain dalam keadaan basah kuyup, Sarah mempercepat langkahnya. Antony menelan salivanya berulang kali melihat jiplakan bra yang sedang dipakai oleh Sarah dengan sangat jelas.
"Tolong ambilkan pakaian Aqila dan pakaian yang baru, bawa ke kamar saya!" titah Antony, lalu dua orang pekerja melaksanakan instruksi Antony.
Antony mengikuti langkah kakinya Sarah supaya bisa menutupi jiplakan branya Sarah. Sarah dan Antony melewati pintu kamarnya Antony yang sudah terbuka. Antony menutup pintu kamarnya dengan kakinya. Sarah menghentikan langkahnya ketika berada di tengah kamar. Antony menaruh tubuhnya Aqila di atas tempat tidur. Lalu Antony memeluk Aqila yang masih menangis dengan penuh kelembutan.
"Tenang my baby, semua baik - baik aja," ucap Antony lembut sambil mengelus punggungnya Aqila.
"Maafin aku A, dia lari ke area kolam renang ketika kami sedang main kucing - kucingan," ucap Sarah yang merasa bersalah.
"Sudah ketiga kali kejadian seperti ini, pertama kali, padahal aku sudah memasang penutup kolam renang. Aku sudah perintahkan ke para pekerja di area kolam renang untuk menutup kolam renang ketika kolam renang lagi tidak dipakai. Ini semua salah mereka, bukan salahmu," ucap Antony serius.
__ADS_1
"Huhuhu ... Daddy aku takut huhuhu ... aku takut ditinggal huhuhu ... ," ucap Aqila di dalam tangisannya.
"Tenang sayang, kamu jangan takut karena di sini ada Daddy dan Mommy, kami selalu bersamamu."