
Sang dewi malam yang bulat sempurna memancarkan cahayanya bersama berjuta bintang berkedip menawan yang merentang di cakrawala menghiasi langit malam yang gelap. Deretan lampu jalan yang remang menghiasi jalanan yang sepi. Suasana hening di malam hari mengiringi El dan Sarah yang sedang berada di dalam perjalanan pulang dari villanya Rogen.
Waktu yang terus bergulir dengan cepat. Begitu pun dengan empat roda dari sebuah mobil milik El yang melewati jalan raya di daerah Condet yang cukup sepi. El membelokkan mobilnya ke arah kiri sambil sekilas menoleh ke Sarah yang sedang menguap. Hatinya El selalu berbunga - bunga ketika berada di dekat Sarah walaupun rasa cintanya kepada Maysaroh suka menoreh luka di hatinya.
"Kamu selalu tidur di dalam mobil?"
"Hehehe, iya," ucap Sarah malu sendiri karena selalu tidur di dalam mobilnya El.
"Kamu tidak takut ada yang mencuri barang - barangmu kalau kamu ketiduran di dalam mobil angkutan umum atau nggak takut ada yang mau memperkosamu?"
"Nggak, lagipula di dalam tasku nggak ada barang yang berharga. Sebelum mereka memperkosaku, aku akan melawan mereka," ucap Sarah datar.
"Kamu udah dapat kerjaan?"
"Belum."
"Bagaimana kalau kerja di perusahaan Papiku?"
"Memangnya perusahaan Papimu buka lowongan?"
"Nggak," jawab El singkat sambil menyetir mobilnya.
"Kamu aneh, di sana lagi nggak buka lowongan, ngapain juga kamu nawari aku kerjaan," ucap Sarah datar.
"Kamu bisa menjadi asisten pribadiku."
"Memangnya kamu membutuhkan seorang asisten pribadi?"
"Iya. Aku punya dua pekerjaan yang sangat penting. Karena itu aku membutuhkan asisten pribadi."
"Tapi aku tidak tahu pekerjaan seorang asisten pribadi. Lagipula jabatan sebagai asisten pribadi bukan passionku."
"Apa salahnya kamu mencoba sebelum kamu mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan passionmu."
"Aku pikir - pikir dulu."
"Mereka siapa?" tanya El sambil menepikan mobilnya di pinggir jalan depan rumahnya Sarah.
Sepasang netra hitam legam milik Sarah melihat Mariana dan Ricky sedang berciuman mesra dan berpelukan di depan pintu rumah. El mematikan mesin mobilnya. Sedangkan Sarah membuka seat belt. Kunci pintu mobil dibuka, Sarah langsung membuka pintu mobil dan langsung keluar tanpa menutup pintu mobil. Langkah kakinya dipercepat dari biasanya untuk menghampiri kedua orang tersebut.
"Berhenti!" pekik Sarah menggelegar yang mengagetkan ke dua orang tersebut, sontak mereka berdua menghentikan kegiatannya.
Mariana menoleh ke Sarah, lalu berucap, "Elu kaga ada hak untuk ngatur gw!"
"Aku ini Kakakmu!" ucap Sarah kesal karena selalu tak pernah dianggap ada oleh Mariana.
"Kakak dari mana? Wajah kita berbeda! Elu kaga mirip Nyak ame Babe! Elu harus sadar kita bukan adik kakak! Bilang aja elu iri! Iri ngeliat gw bermesraan sama pacar gw!" ujar Mariana ketus sambil melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Aku mirip almarhum Engkong. Siapa juga yang iri. Aku tak ingin terjadi apa - apa pada dirimu," ujar Sarah.
"Itu kan ceritanya Babe. Sedangkan kita tak pernah melihat wajahnya almarhum Engkong. Gw baru sadar, ternyata elu suka mesum juga. Ternyata benar omongan orang - orang tadi sore soal elu berbuat mesum di dalam mobil," ledek Mariana sambil melihat El yang sedang berjalan menghampiri mereka.
"Maksud kamu apa!?"
"Gw denger berita tadi sore tentang elu berbuat mesum bersama seorang pria di dalam mobil."
"Gw nggak pernah berbuat seperti itu sebelum menikah."
"Alah, elu nggak usah menyangkalnya. Kita sama - sama suka berbuat mesum, tapi bedanya elu munafik, sedangkan gw to the point. Setelah putus dari Bang Juned, ketahuan juga busuknya elu," ledek Mariana, lalu tersenyum sinis ke Sarah.
"Jaga ucapanmu!" ucap Sarah marah.
"Boleh juga penggantinya Bang Juned," ujar Mariana sambil melihat genit ke El.
Sarah mengikuti arah matanya Mariana, lalu berucap, "Ngapain kamu ke sini?"
"Aku ingin melindungimu," ucap El lembut.
"Wah, dalam hitungan hari, Sarah sudah mendapatkan seorang jongos yang baru," ledek Mariana.
"Maaf Nona, bisakah anda bisa bersikap lebih sopan lagi?" ledek El.
"Anda yang seharusnya lebih bersikap sopan terhadap pacar saya," ujar Ricky.
"Aku akan pulang jika kamu sudah masuk ke dalam kamarmu," ucap El serius.
"Fine, aku masuk," ucap Sarah.
"Aku temanin kamu di kamar ya Sarah," ucap Ricky dengan nada suara sensual yang membuat El dan Sarah geram, serta membuat Mariana melebarkan kedua matanya.
"Tolong jaga ucapan anda!" ucap El marah.
"Hahaha ada yang terpancing. Gw juga kaga sudi niduri cewek cupu seperti dia," ledek Ricky.
"Aku peringatkan, jangan pernah gangguin Sarah lagi! Kalau itu terjadi, kau akan menyesal seumur hidup!" gertak El.
"Gw kaga takut ancaman dari elu!" ucap Ricky ketus.
Ceklek
Pintu rumah terbuka secara perlahan. Sontak Mariana dan Ricky membalikkan badannya. Setelah pintu terbuka sempurna ada sosok Rojali dengan tampang yang menyedihkan. Rojali sedikit terkejut melihat Ricky yang sedang memandang sinis ke dirinya. Rojali langsung melayangkan telapak tangan kanannya ke arah Ricky.
Plak
"Babe! Kenape Babe menampar Ricky?" tanya Mariana heran.
__ADS_1
"Gara - gara dia dagangan Babe ludes! Cepat kamu pergi dari sini! Jangan pernah temuin anak gw lagi!" ucap Rojali geram.
"Tapi kan Be bisa diselesaikan dengan cara yang baik - baik. Ricky datang ke sini mau minta maaf," ucap Mariana sendu.
"Kaga ada maaf untuk die!" ucap Rojali sinis. Cepat elu pergi dari sini!" lanjut Rojali marah.
Tak lama kemudian Ricky berlari kencang meninggalkan rumahnya Rojali. Mariana langsung masuk ke dalam rumah sambil menangis. Rojali menatap tajam ke El. El langsung grogi ditatap seperti itu. Sarah dan El menyalim tangan kanannya Rojali secara bergantian. Sarah kebingungan melihat keadaan yang mencekam.
"Sarah masuk ke dalam!" titah Rojali, lalu Sarah langsung masuk ke dalam rumah.
Plak
"Tadi pagi gw udeh bilang tolong jagain anak gw si Sarah, kenapa elu menghancurkan masa depannya!?" ucap Rojali marah setelah menampar pipi kanannya El.
"Maksud Babe apa?" ucap El sambil memegang pipi kanannya.
"Tadi pas gw ke undangan Juned, gw dapat berita kalau elu niduri Maysaroh di dalam mobil elu pas kalian datang ke acara akad nikahnya si Juned!"
"Hah!!!" ucap El kaget. "Mereka salah paham Be. Waktu itu aku ganti baju karena bajuku basah. Kami tidak melakukan apa - apa. Demi Tuhan, kami tidak melakukan mesum waktu itu," ucap El jujur dengan wajah yang meyakinkan.
"Jangan bawa nama Tuhan!"
"Kalau Babe masih ragu sama ucapan saya, Sarah bisa melakukan test keperawanan. Kalau Babe mau, besok kita bawa Maysaroh ke rumah sakit untuk melakukan test tersebut," ucap El menyakinkan.
"Ehmmm ... tidak perlu, kalian cukup membuat pernyataan bahwa kalian tidak melakukan mesum pada waktu itu di kantor RT sini."
"Baiklah. Saya mau melakukan itu. Kapan itu dilakukan?"
"Nanti gw kabari lagi. Udah cepatan sana elu pulang! Gw kaga mau ada berita yang menjelekkan nama baik Sarah lagi."
"Babe, izinkan aku mendekati Sarah," ucap El serius.
"Elu mau jadi pacarnya Sarah?"
"Iya Be.
"Itu sangat sulit, elu jangan terlalu berharap."
"Apakah benar dia sulit untuk jatuh cinta?"
"Iya, dia sulit untuk jatuh cinta."
💐🌷🌹💐🌷🌹💐🌷🌹💐🌷🌹💐🌷🌹💐
Terima kasih sudah membaca novelku yang ini 😊😊😊🥰🥰🥰.
Semoga para readers suka membaca novelku. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam novel ini karena novel ini masih jauh dari kata sempurna 😊😊😊.
__ADS_1
Dukung novel ini dengan like, komen, kasih vote, kasih bintang lima dan kasih hadiah ya, love you 😁😁😁😘😘😘