Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Cemburuan Seperti Itu


__ADS_3

Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading πŸ€—


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


"Mulai hari ini kamu tidur di kamarku Ai, sampai kamu badanmu fit banget," ucap El sambil berjalan keluar dari dalam lift.


"Kenapa aku harus tidur di dalam kamarmu?" tanya Sarah sambil mensejajarkan langkahnya dengan langkah kaki El.


"Kamu kan baru pulang dari rumah sakit, jangan keseringan naik turun tangga, aku takut kamu kecapekan lagi, ingat kata dokter untuk sementara ini, kamu jangan terlalu capek," ucap El sambil berjalan menuju kamarnya.


"Kalau itu sich nggak ngaruh El. Lagi pula El, nanti aku setiap dua minggu sekali dikasih infus vitamin c supaya tubuhku fit terus," protes Sarah lembut sambil mengikuti langkahnya El.


El menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke Sarah dan berucap, "Terserah kamu. Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu."


"Permisi Nona Sarah, koper anda mau dibawa kemana?" ucap salah satu bodyguardnya Sarah.


"Tolong taruh di kamar saya Pak," ucap Sarah sopan.


"Baik Nona," ucap orang itu.


Tak lama kemudian orang itu berjalan menuju ke kamarnya Sarah sambil membawa satu koper milik Sarah. El kembali melanjutkan langkahnya ke kamar miliknya. Sarah mendengus pasrah ketika melihat aura kekesalan dari wajahnya El. Sarah ragu untuk melangkah kemana. Akhirnya dia mengikuti langkah kakinya seorang bodyguard yang sedang membawa koper miliknya.


Menaiki anak tangga satu persatu hingga dia berada di puncak tangga. Sarah menghentikan langkahnya ketika melihat Rogaya yang sedang berjalan menghampiri dirinya sambil tersenyum hangat. Rogaya mendekapnya dengan penuh kasih sayang. Mengelus punggungnya Sarah berulang kali.


"Terima kasih ya Sarah, karena dirimu Mariana dan Michael bisa tinggal di sini lagi," bisik Rogaya lembut.


"Iya, sama Nyak. Sekarang di mana?"


"Mereka masih di dalam kamar, maaf ya Nyak nggak bisa jemput kamu di rumah sakit," ucap Rogaya sambil melepaskan dekapannya.


"Iya nggak apa - apa Nyak. Nyak, aku mau istirahat dulu Nyak," ucap Sarah sopan.


"Iya, kamu istirahat aja dulu supaya badanmu lebih fit lagi," ucap Rogaya.


Tak lama kemudian Sarah menyalim punggung tangan kanannya Rogaya, lalu melanjutkan langkahnya ke kamar miliknya. Berjalan melewati pintu kamar yang sudah terbuka. Dia melihat bodyguardnya yang sedang menaruh koper di depan pintu lemari. Lalu orang itu membalikkan badannya. Orang itu tersenyum sopan sambil menganggukkan kepalanya ke Sarah sehingga Sarah tersenyum ramah ke orang itu.


"Terima kasih banyak ya Pak," ucap Sarah tulus.


"Iya Non sama - sama. Saya permisi dulu Non."


"Iya."


Sedetik kemudian orang itu berjalan menuju ke pintu kamar. Berjalan melewati pintu kamar yang masih terbuka. Menutup pintu kamar itu. Sarah membalikkan badannya, lalu berjalan menuju ke pintu kamar. Mengunci pintu kamarnya, lalu melanjutkan langkahnya ke tempat koper miliknya berada.


Sarah merasakan handphone miliknya bergetar. Dia membuka reselting tas selempangnya. Mengambil smartphone miliknya. Melihat nama Belinda di layar smartphonenya. Menyentuh ikon hijau untuk menjawab panggilan telepon itu, lalu mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya.

__ADS_1


"Hallo selamat siang Mbak, ada apa ya?"


"Aku hanya mengingatkan bahwa besok kamu ada jadwal syuting iklan sabun mandi."


"Iya, makasih ya Mbak, sudah mengingatkan hal itu kepada saya," ucap Sarah sopan sambil melihat El yang sedang berjalan masuk ke kamarnya melalui pintu rahasia.


"Semua perlengkapanmu sudah siap?"


"Lagi disiapin sama Maimunah Mbak," sambil melihat El sedang berjalan menghampiri dirinya.


"Sip kalau begitu. Udah dulu ya, bye Sarah."


"Bye Mbak."


Sedetik kemudian sambungan telepon itu terputus. Sarah menjauhkan benda persegi panjang itu dari telinga kirinya. Menaruhnya di dalam tas selempangnya. Menutup reselting tas selempangnya. Sarah menatap ke El yang hanya memakai celana di atas lutut. Sesaat mereka mematung. El memeluk Sarah dengan erat.


"Kamu jangan sakit lagi ya Ai, aku menderita jika kamu sakit," bisik El sendu.


"Udah ke seribu kali kamu bicara seperti itu El," ucap Sarah datar sambil melepaskan kedua tangannya El dari pinggangnya.


Seketika suasana sunyi. Sarah membuka dua pintu lemari pakaiannya. Tak sengaja Sarah melihat bra yang bukan miliknya. Sarah mengerutkan keningnya karena bingung. Sarah mengambil bra itu, lalu menunjukkan ke El. El terkejut melihat bra milik Regina yang sedang dipegang sama Sarah, namun segera dia menetralisir keterkejutannya.


"Ini bra siapa?" tanya Sarah sambil menunjukkan sebuah bra berwarna merah mencolok.


Ngapain juga si Regina menaruh branya di dalam lemari pakaian Sarah. Aku harus jawab apa nich?


Batin El.


"Ngapain Regina nginep di sini?" tanya Sarah menyelidik.


"Waktu dia datang ke kantorku untuk membahas urusan bisnis. Setelah aku pulang dari kantor aku melihat dia di pinggir jalan. Aku melihat wajahnya kasihan karena dia habis dicopet. Dia nggak bisa nginep di hotelnya karena bukti pembayaran booking hotel ada di dalam handphone, sedangkan handphonenya ada di dalam tasnya. Makanya aku ajak dia nginep di sini semalam," ucap El berbohong.


"Kenapa kamu nggak nyuruh dia nginep di tempat lain?"


"Dia nggak punya uang Ai," kilah El.


"Kan bisa kamu pinjami uang kamu ke dia."


"Waktu itu aku nggak ada ide seperti itu. Aku spontanitas ngajak dia nginep di sini," ucap El mengada - ngada.


"Kenapa nggak tidur di kamar yang kosong?"


"Itu kamar khusus Mami Clara kalau dia nginep di sini."


"Kamu nggak berbuat macam - macam kan sama dia selama dia tidur di sini?"


El memegang pipi kanannya Sarah dengan penuh kelembutan, lalu berucap, "Kamu cemburu ya?"


"Wajarlah aku cemburu karena dia tidur di sini. Aku tahu kamu El yang suka menggoda wanita," ucap Sarah datar.


"Dari dulu aku nggak pernah menggoda wanita lain, selain dirimu Ai," ucap El serius.

__ADS_1


"Lain kali jangan suruh wanita lain nginep di sini."


"Iya cintaku."


Tak lama kemudian El mendekatkan wajahnya ke wajahnya Sarah. Semakin lama semakin dekat. El ******* bibirnya Sarah dengan penuh kelembutan sehingga Sarah membalas ciumannya El. El menarik pinggangnya Sarah, lalu memeluknya dengan erat. Sarah mengalungkan kedua tangannya di leher kokohnya El. Ditengah menikmati cumbuan mereka, tiba - tiba Sarah menghentikan kegiatan mereka.


Melepaskan kedua tangannya dari leher jenjangnya. Melepaskan kedua tangannya El yang masih betah memeluk pinggangnya. El pasrah menerima sikap Sarah yang suka seperti ini. Sarah sering menghentikan ciuman mereka secara tiba - tiba. El beranggapan jika Sarah tidak mau kelamaan berciuman karena dia takut keblablasan. Sarah menurunkan tubuhnya.


"Kamu mau ngapain?" tanya El sambil melihat berjongkok.


"Mau membereskan baju - bajuku," ucap Sarah sambil mengambil beberapa baju dalam satu tumpukan.


"Memangnya kemana Maimunah? Biasanya kan dia yang suka membantu kamu."


"Dia sedang mencari perlengkapanku untuk syuting iklan besok dan untuk acara anugerah musik Indonesia,"' ucap Sarah sambil berdiri.


"Kamu sudah gila! Kamu baru sembuh! Masa besok kamu udah syuting lagi!? Aku akan menelpon Belinda untuk membatalkan syuting iklan itu," ucap El marah yang membuat Sarah menghentikan kegiatannya.


"Hey El, kamu jangan terlalu mengatur hidupku dong!" ucap Sarah marah sambil menyimpan satu tumpukan baju di dalam lemari bajunya.


"Besok syuting iklan apa?" ucap El melunak karena dia tidak mau berantem lagi sama Sarah.


"Sabun mandi Sofy," jawab Sarah santai sambil menurunkan badannya.


"Batalkan iklan itu," ucap El serius.


"Memangnya kenapa kalau aku syuting iklan itu? Aku nggak bisa membatalkan iklan itu karena aku sudah tanda tangan kontrak," ucap Sarah datar, sambil berdiri setelah mengambil beberapa celana.


"Pasti kamu memakai pakaian mini, aku nggak suka bagian dalam tubuhmu dilihat oleh orang lain," ucap El serius.


"Kamu jangan terlalu posesif El, aku tidak suka itu," ucap Sarah tegas setelah menaruh beberapa celana miliknya di dalam lemari.


"Ya udah kalau gitu, tapi kamu harus bawa bathrobe, dan kamu pakai itu ketika lagi break selama di lokasi syuting," ucap El tegas.


"Iya," ucap Sarah datar sambil mengambil pakaian dalamnya.


"Kamu yakin mau datang ke acara penghargaan ajang musik Indonesia, sehari setelah kamu syuting iklan?"


"Karena aku salah satu nominasi penyanyi pendatang baru terbaik dan penyanyi pendatang baru terfavorit," ucap Sarah sambil menaruh pakaian dalamnya di lemari, lalu mengambil branya Regina.


"Aku ikut kamu ya," ucap El memelas.


"Aku sudah janji sama Maimunah untuk mengajak dia ke acara itu," ucap Sarah sambil berjalan ke tempat sampah.


"Kamu kok memberi tahu hal itu jauh - jauh hari? Aku kan juga mau ikut, mau menemani kamu."


"Aku tidak mau mengganggu waktu kamu," ucap Sarah sambil membuang branya Regina di tempat sampah.


"Ai, aku selalu sedia meluangkan waktuku hanya untuk dirimu. Aku nggak mau pria lain mendekatimu saat kamu menghadiri acara itu."


"El, aku nggak suka kamu cemburuan seperti itu."

__ADS_1


__ADS_2