Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Angkara Murka


__ADS_3

Bunyi flat shoes yang dipakai oleh Sarah terdengar menggema saat menapaki beberapa anak tangga di dalam penthousenya El. Melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Aura muka Sarah menampakkan kesedihan, kekecewaan dan amarah. Dia berjalan sambil meremas kedua telapak tangannya untuk menahan semua rasa yang sedang bergejolak di jiwanya.


Sarah langsung pergi ke penthousenya El setelah mengetahui perselingkuhan El dengan Regina. Sarah ingin mengepak - ngepak barangnya dan mengajak anggota keluarganya pergi dari penthousenya El. Untuk sementara waktu dia dan keluarganya akan tinggal di hotel. Sarah menghentikan langkahnya ketika berada di depan Rogaya. Menyalim tangan kanannya Rogaya.


"Elu kenapa?" tanya Rogaya panik ketika melihat kedua matanya Sarah sembab.


"El selingkuh Nyak," ucap Sarah sendu.


"Ya Allah," ucap Rogaya sedih, lalu dia mendekap tubuhnya Sarah dengan penuh kasih sayang.


Tiba - tiba air matanya Sarah mengalir lagi tanpa diminta. Sarah membalas dekapan Rogaya. Lalu menangis terisak - isak. Rogaya jadi ikutan menangis. Mariana keluar dari dalam kamar. Menatap sinis ke mereka berdua. Mariana berjalan menghampiri mereka. Sarah melihat tatapan sinis dari Mariana. Sarah menyeka air matanya. Menarik nafas dalam - dalam, lalu menghembuskan nafasnya dengan perlahan sehingga berhenti menangis. Melepaskan dekapannya, lalu menghapus air matanya Rogaya. Rogaya melepaskan dekapannya.


"Nyak, Mariana dan Michael sebaiknya jangan tinggal di sini lagi. Aku mohon kalian ngepak - ngepak barang kalian. Untuk sementara waktu kita tinggal di hotel," ucap Sarah dengan suara parau ketika Rogaya merubah posisinya sehingga berhadapan dengan Mariana.


"Memangnya kenapa kita harus pindah dari sini?" tanya Mariana datar.


"Ehm ... aku sama El sudah putus dan aku tidak mau tinggal di sini lagi. Aku harap kamu sadar diri Mariana."


"Maksud kamu apa ngomong kayak gitu? Elu sich kagak menyerahkan tubuh elu ke El, jadinya El selingkuh," ucap Mariana judes.


"Tolong jaga ucapanmu. Kamu kan salah satu anggota keluargaku, jadi kamu harus ikut aku pergi dari sini."


"Ogah ah, gw kan bukan anggota keluarga diri elu. Gw mau tinggal di sini lebih nyaman dan enak, dari pada plontang - planting tinggal di luar, kagak jelas tempat tinggalnya. Lagi pula Michael lagi demam, mana mungkin dia pergi dari sini," ucap Mariana datar.


"Nanti aku usahakan cari tempat tinggal yang aman dan nyaman untuk kita."


"Gw udah pw tinggal di sini."


"Terserah."


"Untuk sementara waktu Nyak tinggal di sini, temani Mariana dan Michael. Nyak ikut elu jika elu sudah dapat tempat tinggal yang tetap."


"Ya udah kalau begitu, Nyak aku ke kamar dulu mau ngepak - ngepak barang."


"Iya."


Tak lama kemudian Sarah melanjutkan langkahnya menuju kamar tidurnya. Melewati pintu kamar yang sudah terbuka. Menutup pintu kamar, lalu berjalan menuju walking in closet. Sarah menoleh ke pintu kamar tidurnya yang terbuka. Dia melihat wajah El yang pias. Sarah memalingkan wajahnya ketika El menatap sendu ke dirinya. El berjalan menghampiri Sarah yang sedang berjalan ke walking in closet setelah menutup pintu kamar tidurnya Sarah.

__ADS_1


"Jangan ikuti diriku!" ucap Sarah marah tanpa menoleh ke El.


Ucapan Sarah tidak digubris sama El. El berlari cepat menghampiri Sarah. Langsung memeluk pinggang rampingnya Sarah dengan erat. El membenamkan wajahnya di tengkuk lehernya Sarah, lalu meneteskan air matanya. Sarah memejamkan kedua matanya. Merasakan tetesan buliran bening dari kedua matanya El. El menangis tanpa bersuara.


"El, tolong lepaskan diriku," ucap Sarah datar sambil membuka kedua matanya.


"Aku nggak mau Ai. Aku sangat mencintaimu. Maafkan atas khilafku yang tadi. Aku berjanji tidak akan mengulanginya," ucap El parau.


"Kamu sudah lupa sama janji kamu yang waktu kita baru jadian, bahwa kamu tidak akan berhubungan intim lagi sama wanita sebelum menikah. Sekali tidak menepati janji, seterusnya seperti itu. Aku nggak suka sama orang yang tidak menepati janjinya," ucap Sarah datar.


"Berikan aku kesempatan lagi Ai untuk menepati janjiku itu."


"Aku tidak percaya itu El," ucap Sarah sambil berusaha melepaskan kedua tangannya El.


"Tolong jangan lepaskan pelukanku."


"Aku tidak suka dipeluk sama orang pembohong macam kamu," ucap Sarah yang masih berusaha melepaskan kedua tangannya El.


Akhirnya El melepaskan pelukannya. El memegang kedua bahunya Sarah, lalu membalikkan badannya Sarah sehingga mereka saling berhadapan. Sarah memperhatikan kedua matanya El yang sembab. El menurunkan kedua tangannya dari kedua bahunya Sarah. Sedetik kemudian El bersujud di hadapan Sarah. Sarah menjadi tak enak hati melihat sikap El.


"El tolong kamu berdiri," ucap Sarah melunak.


"Tapi maafkan aku dan berikan aku kesempatan lagi sebagai kekasihmu dan kesempatan untuk berubah."


"Aku sudah memaafkan kamu, tapi aku pikir - pikir dulu soal memberikan kesempatan lagi kepada kamu."


"Sampai kapan kamu berfikirnya?"


"Tidak bisa ditentukan El, nanti secepatnya aku kabari soal itu. Tolonglah berdiri."


"Baiklah, aku tunggu jawabanmu," ucap El, lalu dia berdiri. "Kamu mau ngapain?" lanjut El ketika melihat Sarah sedang membalikkan badannya.


"Mau ngepak - ngepak barangku," ucap Sarah sambil berjalan santai ketika El berdiri.


"Kamu mau pergi dari sini?" tanya El sambil berjalan menghampiri Sarah.


"Iya," jawab Sarah sambil membuka dua daun pintu sekaligus.

__ADS_1


"Ngapain kamu pergi dari sini?" tanya El ketika berdiri di belakangnya Sarah.


"Kita kan sudah putus El, jadi untuk apa aku tinggal di sini?" ucap Sarah datar sambil mengambil beberapa pakaiannya.


"Tapi kan kamu temanku, sesama teman kan harus saling membantu," ucap El sambil melihat Sarah membalikkan badannya.


"Aku tidak mau terlalu merepotkanmu El," ucap Sarah, lalu El langsung memeluk Sarah.


"Aku mohon kamu jangan pergi dari sini," ucap El sendu.


"Tidak bisa El, aku ingin sendiri dulu. Aku minta kamu jangan menghalangi aku untuk pergi dari sini. Tolong lepaskan pelukanmu."


"Aku sangat mencintaimu Ai."


"Sudahlah, tidak usah bilang itu lagi, aku sudah muak, El tolong lepaskan pelukanmu!" ucap Sarah marah.


El melepaskan pelukannya. Sarah melangkahkan kakinya ke tempat tidur ketika El membalikkan badannya. Menaruh beberapa pakaiannya di atas tempat tidur ketika El berjalan menghampiri Sarah. Sarah menegakkan badannya, lalu berbalik. El langsung mendekap Sarah, lalu mencium bibirnya Sarah dengan brutal. Sarah meronta - ronta di dalam dekapan El. Pintu kamar tidurnya Sarah dibuka sama Clara.


"El!" pekik Clara sambil melebarkan kedua matanya yang membuat El lengah dengan perbuatannya.


Plak


Sarah langsung menampar pipi kanannya El sehingga ciuman brutalnya El terlepas. Sarah mendorong tubuhnya El. Sarah melangkahkan kakinya menuju pintu kamar yang terbuka. Sarah tersenyum sopan ke Clara ketika berada di depan Clara, lalu melengos pergi keluar dari dalam kamar. Berjalan cepat menyusuri lorong lantai atas penthouse milik El melewati beberapa maid sambil mengepalkan telapak kedua tangannya.


"Sarah! Tunggu!" teriak El sambil berlari mengejar Sarah.


Teriakan El tak digubris sama Sarah. Sarah tetap melanjutkan langkahnya menyusuri beberapa anak tangga. Rahang mukanya Sarah mengeras karena menahan angkara murka yang sedang bergejolak di jiwanya. Para maid bingung melihat mukanya Sarah yang memerah. El menarik pergelangan tangan kirinya Sarah sehingga menghentikan langkahnya Sarah. Sarah membalikkan badannya, lalu melayangkan pukulan ke wajahnya El.


Bug


💐🌷🌹💐🌷🌹💐🌷🌹💐🌷🌹💐🌷🌹💐


Terima kasih sudah membaca novelku yang ini 😊😊😊🥰🥰🥰.


Semoga para readers suka membaca novelku. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam novel ini karena novel ini masih jauh dari kata sempurna 😊😊😊.


Dukung novel ini dengan like, komen, kasih vote, kasih bintang lima dan kasih hadiah ya, love you 😁😁😁😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2