Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Cewek Gw


__ADS_3

Selaksa langit kuning kemerahan. Sang mentari bertengger di ufuk barat. Hamparan awan berbentuk filamen. Sebuah lukisan langit senja yang menaungi kegiatan Sarah. Saat ini Sarah sedang jagain warung nasi milik Rogaya. Ditemani semilir angin sore yang berhembus lembut menerpa pori - pori kulitnya Sarah.


Sarah melihat sosok Juned bersama istrinya yang sedang berjalan mesra di depan warungnya. Tak terasa air matanya mengalir lembut di pipinya. Sarah segera menyeka air matanya. Menarik nafas dalam - dalam, lalu menghembuskan nafas secara perlahan berulang kali untuk menenangkan hatinya.


"Eh ujan gerimis aje, ikan teri di asinin. Eh jangan menangis aje, yang pergi jangan di pikirin," ledek Zarkasih yang tiba - tiba datang.


"Siapa juga yang mikirin," ucap Sarah sambil menoleh ke Zakarsih.


"Ah yang bener luhhh," ledek Zarkasih.


"Iya."


"Tadi gw lihat elu nangis pas si Juned ame istrinya sedang jalan bergandengan lewat warung ini."


"Dasar tukang ngutiti orang," ledek Sarah.


"Eh ujan gerimis aje. Ikan lele ada kumisnye. Eh jangan menangis aje. Kalo boleh cari gantinye. Mendingan elu jadian ame El aje," ledek Zarkasih.


"Auah gelap."


"Sekarang masih terang Mpok Saroh," ledek Zarkasih.


"Sebenarnya elu ke sini mau ngapain sich?"


"Mau ngemil. Bikini kerak telor satu."


"Pakai telur ayam atau telur bebek?" ucap Sarah sambil berjalan ke area dapur warung.


"Telur bebek."


"Ok."


"Sar, gw minta maaf atas kelakuan nyokap gw ke elu yang kemarin."


"Aku udah memaafkannya," ucap Sarah sambil mengocok telur.


"Tapi pan nyokap gw belum minta maaf ke elu."


"Walaupun nyokap kamu belum minta maaf, udah aku maafkan."


"Terima kasih banyak ya sahabatku yang baik hati. Tapi tolong bilangin ke El, jangan bawa masalah ini ke meja hijau ya," ucap Zarkasih serius.


Sontak Sarah menghentikan kegiatannya karena sedikit terkejut mendengar ucapan Zarkasih, lalu Sarah menoleh ke Zakarsih dan berucap," Masa sich mau bawa masalah itu ke meja hijau?"


"Iya benaran. Waktu itu dia sangat menjaga kehormatan elu. Gw aja sampai terharu melihat seorang cowok membela orang yang disukainya. Gw aja kaga pernah begitu sama pacar - pacar gw yang dulu. Elu beruntung banget dapatin dia."


"Ada hal yang membuat aku belum bisa menerimanya sebagai kekasihku," ucap Sarah yang sedang menuangkan adukan telur ke penggorengan.

__ADS_1


"Apa karena dia suka mempermainkan perempuan?"


"Bisa jadi, tapi bukan hanya itu aja."


"Kalau menurut gw, sebenarnya dia orang yang baik. Gw pernah nggak sengaja ngeliat dia lagi bantuin seorang lansia menyeberang jalanan. Kalau urusan dia suka mempermainkan perempuan dan free ****, itu hal lumrah bagi orang yang pernah tinggal di Amerika Serikat. Siapa tahu pas jadian ame elu dia tidak melakukan itu lagi. Dia tobat nasuha."


"Assalamu'alaikum Saroh," salam Maimunah.


"Wa'alaikumussalam Mun. Mau beli apa?" tanya Sarah sambil mengolah kerak telur.


"Sar, nanti malam gw kaga bisa manggung dulu, karena Nyokap gw lagi sakit," ucap Maimunah sambil berjalan menghampiri Sarah.


"Elu udah bilang ke El belum?"


"Udah, dia mengijinkannya.


"Ya udah kalau gitu."


Allah Akbar, Allah Akbar ...


Suara adzan berkumandang dengan lantang memanggil umat muslim untuk melakukan sholat. Sontak Zarkasih beranjak berdiri, lalu berjalan cepat keluar dari warungnya Rogaya ke masjid. Sarah melihat kepergian Zarkasih sambil menuangkan kerak telur ke piring. Maimunah menggeleng - gelengkan kepalanya melihat kepergian Zarkasih.


"Si Njar gimana sich, pesan makanan tapi malah kabur," gerutu Maimunah.


"Kamu nggak sholat?" tanya Sarah sambil membawa piring yang isinya kerak telur ke salah satu meja warung.


"Tumben elu datang bulan tanggal sekarang, biasanya akhir bulan?" ucap Sarah sambil menaruh piring yang berisi kerak telur di atas meja.


"Iya, kaga tahu nich. Lebih cepat dari biasanya. Eh Sar, gw balik dulu yak."


"Iya, semoga nyokap kamu sembuh ya."


"Aamiin Ya Robbal Alamiin, makasih yak doanya."


"Sama - sama Muna."


Tak lama kemudian Maimunah berjalan cepat keluar dari warung milik Rogaya. Sarah melangkahkan kakinya ke etalase makanan. Merapihkan etalase makanan. Tak sengaja Maysaroh melihat sosoknya Juneidi yang sedang berjalan menuju masjid. Maysaroh masih tetap terpana melihat Juneidi memakai baju koko, peci dan sarung. Dia belum bisa menghilangkan kebiasaannya yang suka terpana melihat Juneidi memakai baju koko, peci dan sarung.


Lama kelamaan Sarah mengingat suatu kejadian yang membuat dirinya sangat bahagia karena perilaku Juneidi terhadap dirinya. Waktu itu acara pesta ulang tahun teman sekolahnya Juneidi. Maysaroh sangat cantik memakai baju pesta v - neck long dress warna putih yang stunning dan effortless dengan sentuhan make up yang natural, sepatu high heels dan rambutnya dikuncir setengah. Baju yang dipakai Maysaroh merupakan baju sewaan, sedangkan sepatunya milik Meira. Yang dandanin Sarah adalah Meira.


Juneidi terpesona melihat penampilan Sarah yang sangat cantik. Tidak hanya Juneidi yang terpesona melihat kecantikan Sarah, semua laki - laki yang hadir di acara pesta ulang tahun itu juga terpesona sama kecantikan Sarah. Sarah dan Juneidi jalan menyusuri sebuah taman yang menjadi tempat pesta ulang tahun untuk menemui si pemilik pesta yang bernama Sasha.


Juneidi merupakan salah satu kutu buku di sekolahnya, jadi hanya sedikit yang dia kenal di sekolahnya. Di dalam pesta ini, hanya Sasha yang dia kenal karena Sasha merupakan ketua OSIS di sekolahnya. Akhirnya mereka menemui Sasha yang sedang berjalan menuju sebuah ruangan. Mereka berjalan cepat menghampiri Sasha. Juneidi menepuk bahunya Sasha sehingga Sasha menghentikan langkahnya, lalu membalikkan badannya.


"Assalamu'alaikum Sha, selamat ulang tahun ya. Semoga panjang umur, sehat selalu dan tambah rezekinya," ucap Juneidi ketika berada di depan Sasha.


"Aamiin Ya Robbal Alamiin. Terima kasih ya Juned. Oh ya Jun, kamu ke sini sendirian?" ucap Sasha ceria.

__ADS_1


"Nggak, aku ke sini sama pacarku," ucap Juneidi, lalu Juneidi menarik tangan kanannya Sarah. "Ini pacarku," lanjut Juneidi sambil menggenggam erat telapak tangan kanannya Sarah.


"Ooo, aku kira kamu jomblo," ucap Sasha sedikit kecewa. "Silakan nikmati pestanya, aku mau ke dalam dulu ya," lanjut Sasha.


Juneidi menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Lalu Sasha tersenyum manis ke mereka. Sedetik kemudian, Sasha membalikkan badannya dan melanjutkan langkahnya masuk ke dalam sebuah ruangan. Mereka melihat suasana pesta yang sangat meriah sehingga membuat Sarah insecure. Mereka saling menoleh, lalu saling menatap sehingga tatapan mata mereka bertemu. Juneidi membelai pipi kanannya Sarah.


"Kamu merasa tidak percaya diri ya berada di sini?" tanya Juneidi sambil melepaskan tangannya dari pipinya Sarah.


"Iya. Soalnya aku baru pertama kali pergi ke pesta ulang tahun," ucap Sarah polos.


"Kamu tenang aja, kan ada aku," ucap Juneidi lembut. "Ayo kita ambil minuman!" ajak Juneidi.


"Bang Juned aja, aku tunggu di sini," ucap Sarah pelan.


"Kamu nggak apa - apa aku tinggal sendirian di sini?"


"Iya."


"Baiklah, kamu mau minum apa? Nanti sekalian aku ambil minuman buat kamu juga," ucap Juneidi.


"Air putih aja."


Tak berselang lama, Juneidi melangkahkan kakinya menuju meja aneka minuman. Sarah melihat Juneidi menerobos kerumunan orang sehingga sosoknya Juneidi menghilang dari pantauannya. Samar - samar Sarah mendengar derap langkah seorang laki - laki. Sarah menoleh ke orang itu. Laki - laki itu tersenyum licik ke Sarah. Lelaki itu berjalan menghampiri Sarah.


"Kamu siapa?" tanya cowok itu ketika berada di depan Sarah dengan tatapan mata yang tajam.


"Aku Sarah," ucap Sarah.


"Kamu bukan temannya Sasha?"


"Aku pacar temannya Sasha."


"Aku kira kamu jomblo. Siapa pacarmu?"


"Juneidi."


"Ooo, kamu pacarnya Juned. Bisa juga si Juned cari pacar yang sangat cantik seperti bidadari. Boleh minta nomor hp?" ucap cowok itu dengan nada suara yang menggoda.


"Maaf tidak boleh."


"Waw, baru kali ini gw lihat cewek yang berani menolak gw," ucap cowok itu serius sambil mendekatkan dirinya ke Sarah.


"Berhenti!" pinta Sarah tegas.


"Kamu takut sama aku," bisik cowok itu.


Tiba - tiba kerah jas cowok itu ditarik sama Juneidi, lalu Juneidi melempar tubuhnya cowok itu hingga cowok itu terjatuh. Juneidi menyiram dua gelas plastik yang berisi air ke cowok itu, lalu melempar dua gelas plastik ke cowok itu dengan kasar.

__ADS_1


"Gw minta elu jangan gangguin cewek gw!"


__ADS_2