Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Cowok Posesif


__ADS_3

Pintu kamar rawat inap El terbuka lebar menampilkan sosok anak perempuan yang energik bernama Aqila dan Antony, lalu Antony menutup pintu kamar itu. Aqila berjalan dengan lincah, sedangkan Antony berjalan di belakang Aqila. Sarah tertawa kecil melihat Aqila berjalan karena ketika berjalan semua badan Aqila bergerak dan saat ini Aqila memakai topi serta rambut hitam nan tebal diurai begitu saja.


Ini anak mirip banget sama boneka Susan.


Batin Sarah.


"Assalamu'alaikum Kaka antik dan Om anteng," ucap Aqila riang sambil berjalan menghampiri Sarah dan El.


"Wa'alaikumussalam Aqila yang cantik," ucap Sarah ceria sambil tersenyum sopan dan menganggukkan kepalanya ke Antony, Antony pun membalas senyuman Sarah dengan sopan.


"Kaka aku mau lihat Om anteng," ucap Aqila ketika berada di samping kiri tempat tidur, lalu Aqila menyalim tangan kanannya Sarah.


Dengan senang hati Sarah mengangkat dan menggendong Aqila, lalu Aqila berkata, "Hallo Om anteng."


"Hallo juga Nona cantik," ucap El lembut.


"Om anteng ditabrak sama apa? Kok tangannya ampe diperban banyak sich?" celoteh Aqila.


"Ditabrak sama mobil sayang."


"Sakit nggak Om anteng?"


"Sakit sayang."


"Sini aku cium lukanya biar cepat sembuh," ucap Aqila yang membuat El bingung.


"Cium pipi aja ya Nona cantik," bisik Sarah.


Aqila menoleh ke Sarah, lalu berucap, "Emang pipinya Om anteng sakit juga?"


"Iya sayang," ucap Sarah asal.


"Ya udah pipi sama tangan Om anteng dicium ama Aqila," ucap Aqila polos.


"Aqila, cium pipi Om Anteng aja ya," ucap Antony lembut sambil mengusap puncak kepalanya Aqila.


"Ok Daddy," ucap Aqila, lalu Sarah membungkuk badannya dan Aqila berhasil mencium pipi kanannya El.


"Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Antony ramah setelah menaruh parcel buah di atas nakas sebelah kanan tempat tidur.


"Lebih baik dari kemarin Bang."


"Kasus kecelakaan itu diusut nggak?"


"Iya lagi diusut sama Papi Billy."


"Semoga lekas sembuh ya," ucap Antony tulus.


"Terima kasih atas doanya dan parcelnya."

__ADS_1


"Iya sama - sama. Ayo Aqila kita pamit dulu," ucap Antony sambil menatap El dan Aqila secara bergantian.


"Om anteng dan Kaka cantik, Aqila mau pulang dulu soalnya Granny lagi ulang tahun, aku ama Daddy mau ke sana."


"Iya sayang," ucap Sarah lembut.


Pintu kamar rawat inap El terbuka lagi sehingga mengalihkan perhatian mereka. Kali ini menampilkan sosok salah satu petugas catering rumah sakit. Petugasnya itu berjalan masuk ke dalam kamar sambil membawa trolly makanan. Berjalan menghampiri ranjangnya El. Berhenti di ujung bawah ranjang.


"Selamat siang, waktunya makan siang," ucap petugas itu sopan, lalu mengambil satu nampan berisi makan siang untuk El.


"Terima kasih ya Mbak," ucap Sarah ramah sambil menoleh ke petugas itu yang sedang berjalan menghampiri nakas sebelah kiri ranjang.


"Sama - sama Bu, anaknya lucu sekali Bu," ucap petugas itu setelah menaruh nampan makanan untuk El sambil menoleh ke Sarah.


"Makasih Mbak," ucap Aqila senang.


"Maaf Bu, ini keponakan saya," ucap Sarah sopan.


"Maaf Bu, saya kira anak Ibu, soalnya mirip Bu. Saya permisi dulu," ucap petugas itu sopan.


"Iya," ucap Sarah


Tak lama kemudian petugas itu melangkahkan kakinya menuju pintu kamar yang terbuka sambil membawa trolly makanan. Pintu kamar itu ditutup oleh petugas itu. Sarah menurunkan Aqila. Antony menoleh ke Aqila sambil tersenyum hangat.


"Ayo kita pulang sekarang!" ajak Antony.


"Saya pamit dulu, selamat siang Sarah," ucap Antony sambil mengulurkan tangan kanannya ke Sarah.


"Selamat siang juga Pak," ucap Sarah sopan sambil mengulurkan tangan kanannya ke Antony, lalu mereka berjabat tangan. "Maaf ya Pak, besok saya nggak jadi ajak Aqila pergi ke planetarium," lanjut Sarah sambil melepaskan genggaman tangannya. "Iya nggak apa - apa," ucap Antony sambil menurunkan tangan kanannya.


Sarah mensejajarkan tubuhnya dengan Aqila, lalu berucap dengan ceria, "Selamat siang Aqila. Tunggu sebentar, Kakak mau ngasih sesuatu untuk Aqila."


"Selamat siang Kakak, iya Kaka," ucap Aqila, lalu Aqila menyalim tangan kanannya Sarah.


Sarah beranjak berdiri, lalu berjalan menghampiri menghampiri nakas sebelah kanan tempat tidur. Membuka reselting tas selempangnya untuk mengambil sebatang cokelat. Menutup reselting tasnya, lalu berjalan mendekati Aqila. Sarah mejongkokan tubuhnya ketika berada di samping kirinya Aqila, lalu menghadapkan badannya ke Aqila. Aqila menoleh ke Sarah.


"Ini untuk Aqila yang cantik," ucap Sarah lembut sambil menyodorkan cokelat itu ke Aqila.


"Terima kasih Kaka yang cantik," ucap Aqila senang sambil mengambil cokelat itu dari genggaman Sarah.


"El, saya pamit pulang dulu ya," ucap Antony.


"Iya, hati - hati Bang."


Antony hanya tersenyum sopan sambil menganggukkan kepalanya sebagai respon dari ucapan El. Tiba - tiba tubuhnya Sarah oleng ketika hendak berdiri. Dengan sigap Antony meraih pinggang rampingnya Sarah supaya Sarah tidak terjatuh, lalu memeluknya. Tatapan mata mereka beradu. Tak disangka Antony merasakan gelayar lembut ketika menatap kedua matanya Sarah. Sebuah perasaan yang sama dia rasakan ke almarhum istrinya. Perasaan cinta ke seorang wanita selain ke almarhum istrinya.


Ya Allah, perasaan ini? Aku merasakannya seperti perasaanku terhadap almarhum istriku. Tapi, Sarah sudah menjadi milik orang lain, aku tidak mau menyakiti hatinya Rafael.


Batin Antony.

__ADS_1


"Ekhm," deheman El yang telah mengagetkan mereka, Antony langsung melepaskan tangannya dari pinggangnya Sarah.


"Yey, Daddy ama Kaka berpelukan, sebentar lagi Kaka jadi Mommyku yey," ucap Aqila senang dan semangat sambil merentangkan kedua tangannya ke atas berulang kali.


Rasa cemburu di hatinya mendidih melihat Antony memeluk pinggangnya Sarah dengan sangat erat, melihat tatapan dari kedua matanya Antony yang penuh dengan cinta ke Sarah dan ditambah lagi ucapan Aqila yang polos. Sarah merasa tak enak hati karena kecerobohannya dan Antony menjadi salah tingkah karena dia telah jatuh cinta sama Sarah.


"Ayo Aqila kita pulang!" ajak Antony sambil menoleh ke Aqila.


"Baik Daddy, tapi Kaka ikut ya," ucap Aqila polos sambil menoleh ke Antony.


Antony langsung menggendong Aqila, lalu berucap, "Kakak Sarah harus jagain calon suaminya."


"Yah ... kalo gitu nggak bisa jadi Mommyku dong," ucap Aqila sedih, lalu mengerutkan bibirnya.


"Yah ... nggak bisa sayang, nanti Daddy cari Mommy untuk Aqila."


"Iya benar itu Aqila, di luar sana kan masih banyak wanita yang bisa menjadi Mommynya Aqila," samber El datar.


"Kita pamit, sampai jumpa lagi El dan Sarah," pamit Antony.


Tak lama kemudian Antony dan Aqila melambaikan tangannya ke Sarah dan ke El. Melangkah kakinya menuju pintu kamar rawat inap El. Menekan handle pintu ke bawah untuk membuka pintu kamar, lalu menariknya sehingga pintu kamar terbuka. Mereka keluar dari dalam kamar, lalu Antony menutup pintu kamar rawat inap El. Sarah melangkahkan kakinya ke nakas sebelah kanan ranjang.


"Makan ya," ucap Sarah lembut sambil menoleh ke El.


"Nggak ah," ucap El datar tanpa menatap ke Sarah.


"Kamu kenapa marah sich? Apa karena kamu kesal melihat aku dipeluk sama Pak Antony? Dia itu nolong aku supaya aku tidak jatuh! Kamu kalau cemburu yang masuk akal dong!" ucap Sarah kesal.


El menoleh ke Sarah, lalu berucap dengan kesal, "Dasar perempuan nggak peka!"


"Maksud kamu apa sich El!?" ucap Sarah bingung dan kesal.


"Antony itu telah jatuh cinta kepadamu!!! Mulai besok pengawalanmu diperketat lagi!"


"Hey, jadi orang jangan sok ngatur dech! Mana mungkin Pak Antony mencintaiku! Dia itu masih mencintai almarhum istrinya! Kalau begini aku malas sama kamu!! Lebih baik aku pergi dari sini! Dasar cowok posesif!!! Asal kamu tahu ya, aku nggak suka cowok posesif!!!!" ucap Sarah marah.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Terima kasih sudah membaca novelku yang ini 😊😊😊🥰🥰🥰.


Semoga para readers suka membaca novelku. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam novel ini karena novel ini masih jauh dari kata sempurna 😊😊😊.


Di like ya 🥰🥰


Di komen ya 🥰🥰


Di vote ya 🥰🥰


Love you all

__ADS_1


__ADS_2