
"Eu, eu, eu," bunyi sendawa El yang sedang dipijat sama Sarah.
"Dikerok ya biar anginnya keluar semua," ucap Sarah sambil memijat punggungnya El.
"Terserah kamu," ucap El pasrah.
Sarah menghentikan pijatannya. Dia beranjak berdiri dari tempat tidur. Melangkahkan kakinya menuju tas ranselnya yang berada di atas meja rias. Membuka reselting tas ranselnya. Mengambil dompet khusus koin. Membuka kaitan dompet, lalu mengambil koin seribuan satu buah. Menutup kaitan dompet, lalu menaruhnya di dalam tas. Menutup reselting tas ranselnya.
Melangkahkan kakinya menghampiri El yang sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Naik lagi ke atas tempat tidur, lalu duduk di samping kirinya El. Menaruh koin di atas piring kecil yang berisi minyak tawon dan handbody. Mengoles campuran minyak dan handbody ke punggung kanannya El. Mengambil koin, lalu mengerok.
"Auww!" pekik El meringis.
"Baru segini, udah teriak."
"Sakit tahu! Pelan - pelan dong!" protes El.
"Kamu cuma menang badan doang, baru dikerok dikit langsung kesakitan," ucap Sarah sambil menghentikan gerakan tangannya, lalu dia mengambil campuran minyak dan handbody. "Tadi belum seberapa," ucap Sarah sambil mengoles campuran minyak dan handbody ke punggung kanannya El, lalu mengeroknya.
"Aduh sakit!" pekik El sambil meremas kencang paha kirinya Sarah.
"Hey, kamu jangan modus dong!" ucap Sarah sambil menghentikan gerakannya.
"Udah ah keroknya," ucap El sambil membalikkan badannya.
"Ya elah El, itu baru satu setengah kerokan udah nyerah," ucap Sarah sambil menaruh koinnya di atas piring kecil.
El menarik kedua tangannya Sarah sehingga Sarah jatuh di atas dadanya El. Tatapan mata mereka saling memaku. Desiran lembut menelusuri setiap nadi mereka. Detak jantung mereka melaju kencang. El mendekatkan wajahnya ke wajahnya Sarah. Rona merah di pipinya Sarah menyeruak.
"Permisi Tuan," ucap pria tua yang berada di ambang pintu kamar yang terbuka.
Sontak mereka berdua menoleh ke pak tua itu, lalu El berucap, "Iya ada apa Pak?"
"Makan malam sudah siap Tuan."
"Ok," sambil melepaskan kedua tangannya Sarah.
Tak lama kemudian Sarah menegakkan badannya dan berdiri. Pak tua itu pergi meninggalkan mereka berdua. El beranjak berdiri dari tempat tidur. Sarah langsung melangkahkan kakinya ke kamar mandi karena malu. El tersenyum manis melihat sifat malunya Sarah. Pintu kamar mandi ditutup.
Hanya dirimu yang bisa membuatku tenang
Tanpa dirimu aku merasa hilang dan sepi, sepi
Kau seperti nyanyian dalam hatiku. Yang memanggil rinduku padamu. Seperti udara yang kuhela kau selalu ada. Kau seperti nyanyian dalam hatiku. Yang memanggil rinduku padamu. Seperti udara yang kuhela kau selalu ada. Kau selalu ada. Kau selalu ada
Kau selalu ada. Kau selalu ada.
Bunyi dering dari smartphone milik El. El berjalan menuju nakas sebelah kanan tempat tidur. Mengambil smartphone miliknya. Melihat nama Regina yang tertera di layar smartphonenya. El menyentuh ikon hijau untuk menjawab panggilan telepon itu. Mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya.
"Hallo ada apa?" ucap El datar.
"Hallo, jangan jutek gitu dong sayang," ucap Regina dengan nada suara yang sensual.
__ADS_1
"Ada apa kamu teleponku?"
"Aku sudah sampai di villaku yang berada di desa kucur, tepatnya di sebelah kebun teh milikmu. Besok pagi jadi ke sini?" ucap Regina dengan nada suara yang menggoda.
"Jadi."
"Baiklah aku tunggu. Kamu lagi ngapain sayang?"
"Lagi di dalam kamar."
"Kamu mau video call denganku lagi?"
"Tidak," jawab El sambil menoleh ke pintu kamar mandi.
"Ada Sarah di sampingmu?"
"Tidak ada."
"Kok ngomongnya lempeng banget, kemarin ngomongnya nggak begini, kemarin ngomongnya romantis."
"Nggak usah bahas yang kemarin!" ucap El kesal.
"Terus mau bahas apa?"
"Untuk sekarang ini kita tidak perlu bahas apa - apa."
"Baiklah, besok aku tunggu pembahasan kita di atas ranjang."
"Kamu nggak pakai baju?" tanya Sarah sambil menoleh ke El.
"Aku mau dipakaiin sama kamu," ucap El manja.
"Manja banget," ucap Sarah sambil berjalan menghampiri lemari pakaian.
"Aku kan babymu."
"Iya, baby hueyku," ucap Sarah sambil membuka pintu lemari.
"Aku mau pakai tuxedo hitam."
"Masa makan malam di sini pakai tuxedo. Ada - ada aja kamu," sambil mengambil celana panjang hitam.
"Kan mau candle light dinner."
"Aku nggak bawa baju pesta loh," sambil mengambil jas.
"Ada baju pesta untukmu, di lemari sebelah."
"Niat banget mau candle light dinner samaku," ucap Sarah sambil menutup pintu lemari.
"Iyalah niat, kita kan sekarang - sekarang ini jarang berduaan."
__ADS_1
"Yah harap dimaklumi, aku sedang sibuk menyiapkan diri untuk bikin album rekaman," ucap Sarah sambil berjalan menghampiri El.
"Udah sampai mana perkembangan albumnya?"
"Masih rekaman untuk lagu yang kedua," ucap Sarah sambil menaruh satu set pakaian tuxedo milik El di atas tempat tidur.
"Dead line selesai rekaman lagu kedua kapan?"
"Minggu depan," ucap Sarah sambil memakaikan kaos dalam ke tubuhnya El.
"Semoga banyak yang suka lagu perdananya."
"Aamiin Ya Robbal Alamiin," ucap Sarah sambil mengambil kemeja.
Tak lama kemudian Sarah melepaskan gantungan baju dari kemeja milik El. Seketika suasana hening. Sarah memakaikan kemeja ke tubuhnya El. Mengancingkan satu persatu kancing kemejanya. Mengambil celana panjangnya, lalu memberikannya ke El.
"Kenapa kamu tidak mau memakaikan celanaku?"
"Yah nggak mau aja, cepatan ambil celananya," ucap Sarah sambil mengacungkan celana panjang hitam ke El.
"Tanggung banget berbuat baiknya," ucap El sambil mengambil celana panjang hitam itu.
"Bodo amat," ucap Sarah ketus, lalu dia berjalan ke lemari yang satunya lagi.
Di lemari itu juga ada aksesoris untukmu. Kamu pakai ya sekarang," ucap El sambil mengancingkan kaitan celana panjang hitamnya.
"Lebay banget kamu," ucap Sarah sambil membuka pintu lemari, lalu Sarah baju gaun malam yang berwarna abu - abu metalik.
"Hello El, akika nggak telat kan datangnya?" ucap seorang laki - laki gemulai.
"Eh Bejo udah datang," ucap El sambil memakai jas.
"Enak aja manggil eke Bejo, nama eke itu Bella."
"Kalau siang Bambang," ucap El sambil memakai dasi.
"Au ah gelap, mana cewek elu yang mau gw dandanin," ucap Bella sambil berjalan masuk ke dalam kamar.
"Itu yang memegang gaunnya."
Sarah menoleh ke Bella, lalu berucap, "Selamat malam Bambang."
"Eh, jangan panggil gw Bambang, tapi panggil gw Bella," ucap Bambang yang gemulai. "Cantik gw cewek elu yang sekarang," lanjut Bambang sambil berjalan menghampiri Sarah.
"Terima kasih," ujar Sarah sopan.
"Elu dandanin dia secantik mungkin," ucap El sambil berjalan keluar dari dalam kamar.
Menyusuri ruang keluarga, ruang makan, keluar dari dalam ruangan menuju teras belakang villa yang sudah dihias dengan indahnya. Bunga - bunga mawar, Lily dan anggrek bertebaran di mana - mana di bawah pencahayaan lilin - lilin. El tersenyum puas melihat hasil kerja anak buahnya.
"Akan aku mempersembahkan malam yang terindah untuk dirimu cintaku."
__ADS_1