
Tolong divote ceritanya dan kasih sarannya ya π.
Silahkan tinggalkan jejak dengan mengklik like di bawah cerita setiap babnya π.
Kasih bintang lima ya π.
Happy reading π€.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Derap langkah kakinya Sarah dan Antony terdengar jelas di atas lantai koridor rumah sakit menuju ruang ICU yang berada di lantai dasar rumah sakit. Dari tiap langkah kakinya mereka, mereka tampak tegang. Sarah berjalan sambil memegang tali tas selempangnya. Sarah berjalan terburu - buru untuk segera melihat kondisi kesehatan Rogaya.
Mereka menghentikan langkahnya ketika melihat El sedang duduk termenung di ruang tunggu depan ruang ICU. Karena feeling, El menoleh ke Sarah dengan wajah yang pias. El cemburu melihat Antony berada di samping kanannya Sarah. El berdiri, lalu berjalan menghampiri Sarah dan Antony. Hatinya Sarah masih sakit dan kecewa mengingat perbuatan tercelanya El, namun dia harus menahan rasa sakit dan kecewanya.
"Assalamu'alaikum Antony, Sarah," salam El ketika berdiri di depan Sarah dan Antony.
"Wa'alaikumussalam, kenapa kamu ada di sini El?" tanya Antony.
"Tadi aku yang mengantarkan Nyak Rogaya ke sini. Kamu ngapain di sini?" ucap El datar.
"Aku ngantarin Sarah ke sini sekalian ingin menjenguk Nyak Rogaya."
"Kenapa Nyak bisa masuk ke rumah sakit?" tanya Sarah sambil melihat Mariana yang sedang berjalan menghampiri mereka.
"Dia ngebentak Nyak," samber Mariana.
El langsung menoleh ke Mariana dengan tatapan mata yang marah, lalu berucap, "Hei wanita ca bul ngapain elu ke sini!?"
"El, jaga ucapanmu!" ucap Sarah kesal.
"Dia telah menyetubuhi diriku, lalu ketahuan sama Nyak, terus dia marah - marah sama Nyak," ucap Mariana sedikit berbohong.
Plak
"Elu jangan bohong dong!" bentak El setelah menampar pipi kanannya Mariana.
__ADS_1
"Aku nggak bohong, dia telah menyetubuhiku Sarah," ucap Mariana sambil memegang pipi kanannya.
"Udahlah jangan bohong! Cepat katakan yang sebenarnya!" ucap Sarah kesal.
"Semalam setelah kita putus, aku mabuk berat, terus aku pulang. Dengan liciknya Mariana mengambil kesempatan untuk melakukan hubungan intim dengan diriku. Dalam keadaan mabuk aku menerima perlakuan Mariana yang telah membangkitkan libidoku sehingga aku ikut terlena. Karena Mariana telah ngejebakku, akua ngomong sama Nyak supaya bilangin ke anaknya supaya anaknya tidak menjadi wanita jahat dan licik. Setelah itu aku menutup pintu kamar. Selang dua menitan, salah satu bodyguardku ketuk pintu dan memberi tahu bahwa Nyak Rogaya jatuh pingsan, maafkan aku Ai," ucap El melunak.
"Astaghfirullah," ucap Sarah sambil merasakan hatinya yang mencelos.
Tak terasa air matanya Sarah mengalir lagi. Sontak Antony mendekap punggungnya Sarah. Menyandarkan kepalanya Sarah di dada bidangnya. Sarah menangis sesenggukan di dalam dekapan Antony. El marah dan rasa cemburunya El bertambah melihat perlakuan manisnya Antony ke Sarah.
Antony menggiring Sarah ke bangku panjang. El mengepalkan telapak kedua tangannya ketika melihat Antony memeluk tubuhnya Sarah dengan penuh kasih sayang. El berjalan menghampiri mereka. Sedangkan Mariana melangkahkan kakinya pergi dari ruang tunggu.
"Hiks ... hiks ... hiks .... Pergi kamu dari sini, hiks ... hiks ... hiks ...," ucap Sarah di dalam tangisannya.
El menghentikan langkahnya melihat Sarah memeluk tubuhnya Antony, lalu berbalik. Hatinya El bertambah cemburu melihat responnya Sarah. El melangkahkan kakinya meninggalkan Sarah dan Antony sambil merasakan gemuruh rasa cemburu di hatinya. Sarah menangis menderu - deru di dalam pelukan Antony. Tangan kanannya Antony mengelus lembut punggungnya Sarah.
"Huhuhu ... huhuhu ... kenapa ini semua bisa terjadi pada diriku? Huhu ... huhu ... huhu ...."
"Kamu harus yang tabah untuk menghadapi ini semua. Berserah diri kepada Allah, tidak baik terlalu terbawa keadaan," ucap Antony lembut.
"Wa'alaikumussalam," balas Antony.
"Elu kenapa lagi Sar?" ucap Maimunah sambil menduduki tubuhnya di samping kanannya Sarah. "Udahlah jangan terlalu bersedih, gw yakin, Nyak Rogaya sembuh. Jangan nangis terus dong Sar, nanti cantik elu luntur. Kita makan yuk! Kali ini gw traktir elu."
"Huhuhu ... huhuhu ... huhuhu ... terima kasih atas tawarannya, gw lagi nafsu makan huhuhu ...."
"Setahu gw elu wanita yang kuat, kok setelah putus dari El, elu jadi melempem. Hello, di dunia ini masih banyak cowok ganteng yang suka sama elu, contohnya Pak Antony, benar nggak Pak?" cerocos Maimunah sedikit ngeledek.
"Iya" jawab Antony spontan.
Sontak Sarah melepaskan pelukannya. Sarah menyeka air matanya. Menghirup nafas dalam - dalam, lalu menghembuskan nafasnya secara perlahan berulang kali sehingga air matanya berhenti mengalir. Antony terpana melihat Sarah sambil merasakan jantungnya berdegup lebih kencang. Sarah menghadapkan tubuhnya ke Maimunah.
"Kamu kalau ngomong jangan asal ngejeplak," ucap Sarah dengan suara yang parau.
"Eh benaran, tadi gw ngomong nggak asal ngejeplak. Emangnya elu kagak bisa merasakan seorang cowok yang suka ama elu?"
__ADS_1
"Assalamu'alaikum," salam Rifky.
Spontan Antony, Sarah, dan Maimunah menoleh ke Rifky. Rifky tersenyum sopan ke mereka bertiga. Mereka bertiga bertiga berdiri, lalu menyalim tangan kanannya Rifky secara bergantian. Mereka bertiga duduk di tempat semula. Tiba - tiba Rifky berlutut di depan Sarah. Mereka bertiga menatap bingung ke Rifky.
"Sarah, ternyata kamu adalah anakku yang bernama Aisyah Khumaira. Hasil test DNA kita sama," ucap Rifky, lalu dia mengeluarkan amplop putih dari kantong jasnya.
"Wow, Sar ternyata elu anak konglomerat," ucap Maimunah spontan.
"Buka amplop ini," ucap Rifky sambil memberikan amplop putih itu ke Sarah.
Tak lama kemudian Sarah mengambil amplop putih itu dari genggaman Rifky. Membuka amplop amplop putih itu, lalu mengambil isi dari amplop putih itu. Membuka lipatan hasil laboratorium. Membaca lembaran test itu. Sarah melebarkan kedua matanya ketika melihat hasil test yang mengatakan bahwa dirinya adalah anaknya Rifky karena terkejut.
"Kamu adalah anakku yang telah diculik Nak, maafkan kami yang baru bisa menemukan dirimu," ucap Rifky lembut.
"Tapi Pak, apakah hasil test ini benaran?" ucap Sarah tidak percaya.
"Ini benaran anakku. Tidak usah sebutku dengan Pak, tapi sebut aja Abi."
"Sar, dari kemarin kan elu cariin orang tua kandung elu, mendingan sekarang elu tinggal sama orang tua kandung elu. Gw senang banget mendengar ini semua. Akhirnya elu bisa menemukan orang tua kandung elu."
"Benar apa yang diucapkan sama sahabatmu, sebaiknya kamu ikut kami, dari pada kamu tinggal di penthousenya El. Di rumah kita, keamanan terjamin."
"Maaf Pak, untuk sekarang ini aku tidak bisa tinggal di rumah Bapak karena Nyak lagi sakit. Aku harus nungguin di sini."
"Eh Sar, elu ngaco ya, jadwal elu kan padat, sekarang aja elu batalin latihan vokal untuk ngisi acara musik, masa elu batalin semua kegiatan elu. Pan masih ada Mariana, dia kan bisa nungguin Nyak di sini. Kalau elu batalin semua jadwal elu, bisa - bisa Belinda marah besar. Udahlah Sar, sebaiknya elu tinggal di rumah elu yang sesungguhnya. Itu lebih baik, dari pada elu tinggal di mana - mana," samber Maimunah.
"Memangnya Nyak kamu sakit apa?"
"Serangan stroke, assalamu'alaikum Om Rifky," ucap El yang tiba - tiba datang.
Rifky sontak menoleh ke El, "Wa'alaikumussalam."
El menyalim tangan kanannya Rifky, lalu berucap, "Sebaiknya kamu tinggal sama orang tua kandungmu dari pada tinggal di tempat yang nggak jelas. Urusan yang nungguin Nyak di sini, biar aku yang tangani.
"Benar apa yang dikatakan sama El," samber Rifky.
__ADS_1
Ya Allah, apa yang harus aku lakukan? Semua ini sungguh mengejutkan bagiku